
" Selamat datang di Global Company Mr Dev,senang sekali kami mendapat kehormatan atas kerja sama ini" ucap Abi menyalami Mr Dev
" Terima Kasih kembali Tuan Abi senang bisa bekerja sama dengan Global Company yang kredibilitas nya pun sudah tak di ragukan lagi" balas Mr Dev
"Ini Assisten saya Keenan dan nanti akan ada asisten Keenan juga akan mendampingi anda selama di sini" ucap Abi dengan perasaan yang khawatir.
Pranggg...
"Awwssttt... " terdengar benda pecah di dekat dengan resepsionis
Semua orang lantas melihat suara itu berasal
Dan betapa kagetnya tiga orang yang mengenal siapa yang terjatuh dan sedang mengaduh kesakitan.
" Bocil" gumam Satria melihat sosok yamg dia kenal selama setahun ini
" Amel.. " Seru Abi juga Keenan
Ketiganya menghapiri dimana Amel sedang mengaduh kesakitan.
" Dasar ceroboh..!! bisa nggak lo nggak ceroboh hah..!! kalau mau lari kenceng jangan pernah pake High heels paham??!! bentak seseorang yang berjongkok di depan Amel dan memandang tajam ke arah Amel
Sedang Amel. masih memejamkan mata menahan sakit dengan wajah tertunduk
" Kenapa suara ini, kaya Bang Sat,tapi..nggak mungkin Bang Sat disini.. dia kan masih di Lebanon " batin Amel mendengar suara yang familiar di telinganya.
Sedangkan Abi melihat dan mendengar bentakan Mr Dev dia khawatir akan Amel yang akan jadi sasaran pria dingin itu.
Sedang di sisi lain Keenan tersenyum simpul penuh makna melihat adegan yang dia saksikan.
__ADS_1
Sementara rombongan Mr. Dev termangu dengan sikap Dev yang tiba-tiba peduli dengan seorang wanita.
Dev mengangkat tubuh Amel dengan cepat melangkah menuju sebuah sofa di lobby.
Amel yang mendapatkan bentakan masih belum membuka matanya dan masih tertunduk yg takut bentakan Dev.
" Thomas lo ambil sepatu gw di mobil" ucap Dev memerintahkan asisten plus sahabatnya membawakan sepatunya.
"Ok" Jawab singkat Thomas dan melangkah meninggalkan tempat itu.
.
.
" Kalau mau lari itu jangan pake sepatu Lucknat macam ini, lo bisa kekilir terus.. bisa nggak sih,nggak nyusahin gw!! " ucap Dev lirih namun masih terdengar oleh Amel
Seketika Amel berani membuka matanya dan mendongakkan kepalanya, dan dia sangat terkejut melihat orang yang dia pikirkan ada di depan mata nya.
" Bang Sat...!! Seru Amel memukul lengan Satria dengan bertubi-tubi.
Orang yang melihatnya sangat khawatir dengan penuturan Amel dan sikap Amel pada Dev.
"Amel jangan begini.. Mr Dev... "
" Biarkan... " cegah Dev saat Abi akan. menghentikan kelakuan liar Amel pada Satria
" Jahat.. Jahat.. Jahat... Bang Sat.. Jahat...hiks hiks !! " umpat Amel memaki Satria dan lama kelamaan menghentikan pukulannya pada Satria
" Kapan gw jahat sama lo bocil? gw kan selalu nolong lo.. coba lo inget kapan gw nggak nolongin lo? dan saat ini kita baru ketemu lo udah nyusahin gw"ucap Satria santai memandang wajah Amel yang mulai sembab karena menangis
__ADS_1
" Lo jahat sama gw, kemana lo waktu gw mau balik.. lo ngilang gitu aja..? lo Jahat Bang Sat...sakittttt....!!! saat Amel tengah ngomel ternyata Satria melancarkan aksinya dengan menarik kaki Amel supaya tak sakit lagi
" Coba lo gerakin, enakan nggak? "kata Satria melepaskan cengkraman Amel pada lengan nya.
" Udah nggak sakit... tapi, gw masih kesel sama lo Bang Sat...!! lo kemana aja, lo nggak kangen sama gw?? " ucap Amel dengan nada meninggi
" Buat apa gw kangen lo bocil,kerjaan lo kan cuma nyusahin gw...
" Sat... ini sepatunya" ucap Thomas memotong pembicaraan mereka
Satria menerima sepatu itu dan dengan cepat dia memakaikan pada kaki Amel
" Pelan -pelan Beg*...sakit nih!! " teriak Amel
"Tadi kata lo udah nggak saki gimana sih lo cil? " kata Satria dengan lembut memakaikan sepatunya pada Amel.
" Iya.. cuma agak nyeri dikit, nggak sakit banget kayak pertama... aussttt... bisa nggak sih lo itu lembut ama cewek.. heran deh, mana ada cewek yang mau sama lo yang kasar " omel Amel
" Ada pasti lo nggak tau aja banyak yang naksir gw" balas Satria dengan senyum mirih
" Assshhh... memang susah Fa*k boy kelas kakap mah.. " ledek Amel dan mendapatkan tatapan tajam dari Satria
" Upss... Sorry.,kelepasan " ucap Amel dengan mudah.
" Dah.. dan ini sepatu. nggak boleh di pake, kalau mau pun di pakai pun, saat kamu nggak buru-buru, kebiasaan kamu kan gitu... buru-buru mulu kerjaannya" celoteh Satria
Semua heran melihat interaksi Mr Dev dengan Amel.
Apalagi Abi melihat interaksi yang terjadi pada Amel dan Satria membuatnya iri, dulu Amel tak pernah lepas mengumpat padanya, mungkin karena mereka suami istri atau juga Amel yang merasa segan dengan nya yang memang lebih tua 13tahun darinya.
__ADS_1
Bersambung