
Satria menatap tajam pada Abi yang sekarang juga menatap tajam pada Satria.
Amel didampingi Akira kini duduk dekat dengan Satria, keadaannya tak baik-baik saja.
Sedang Mike diam tanpa kata setelah tau kalau wanita yang dia incar atau cintai adalah istri sahabatnya dan tak lain juga boss besarnya.
" Kamu tidak tau Amel pernah merasakan namanya trauma, dimana saat Amel kehilangan Paman juga bibinya? Satria menanyakan hal. itu pada Abi dengan nada sinis
Abi hanya diam dan hanya bisa memandang sendu kearah Amel yang masih di tenangkan oleh Akira.
" Anda tak bisa menjawabkan, baik saya kasih tau.. anda sedang bersenang-senang dengan istri baru anda.. madu dari Amel, dan mirisnya anda tidak tau apa yang menimpa istri sah anda,dia melewati rasa sakit itu sendiri.. hanya ada Farah dan juga bu Siti yang mendampinginya, kamu tau trauma dia berlangsung lama, sampai dia harus bertemu denga psikiater untuk mengatasi traumanya" Satria menceritakan apa yang dia tau dari Farah juga bi Siti.
" Ya Allah dosa besar apalagi yang aku buat sama kamu mel..hiks hiks.. " Abi tak sadar dia sudah menangis pilu setelah mendengar penuturan Satria
"Penyesalan anda sekarang tak bisa mengubah apapun dengan keadaan Amel dulu, anda tak kenal dengan istri anda sendiri.. anda terlalu sibuk dengan kebahagiaan keluarga anda sendiri, anda selalu menuntut orang yang selalu mengerti anda,kalau saya bilang anda itu. egois tuan Abi.. " Satria sudah tak lagi bisa berlaku sopan bahkan dia pun melihat dengan rasa marah pada sosok yang ada di depannya.
" Mel... maafin mas... maaf... " Abi berusaha berbicara pada Amel namun Amel tetap diam hanya bisa menangis dan menatap sendu ke arah Satria.
__ADS_1
" Bang... aku mau pulang, aku lelah.. " Amel. menggenggam erat lengan suami nya dan dengan sesegukan karena menangis.
" Iya sayang... tas kamu mana,minum obatnya yaa..? Satria meraih tas Amel dan mengambil sebuah botol obat dari tas istrinya itu dan memberikan satu tablet pada Amel.
" Minum dulu, biar kamu lebih tenang.. " Satria memberikan gelas berisi air meniral. dan Amel langsung mengangguk menuruti om ok ngan Satria.
" Kamu sakit apa Mel?? Abi mencoba untuk bicara dengan nada lirih pada Amel.
" Nanti saya akan jelaskan, saya rasa saya harus bawa Amel ke Rumah Sakit, Ra.. bantu kakak bawa Amel ke Rs. " Satria meraih tubuh Amel yang terlihat lemah dan terlihat rapuh tak berdaya.
Satria bersama Akira membawa Amel. ke Central Hospital .
"Tolong panggil Dokter Ratna. keruangan Kakak." Akira langsung melaksanakan tugas dari sang kakak.
Tak. butuh waktu. lama dokter Ratna masuk ke ruangan Satria.
" Siang Dokter.. ada yang bisa dibantu? Dokter Ratna adalah dokter psikiatri
__ADS_1
" Tolong tenangkan istri saya, karena saya rasa trauma nya yang dulu mincul kembali" Satria memberikan rekap medis Amel yang dia dapat dari dokter pribadinya yang ternyata adalah dokter yang biasa dulu menangani Istrinya.
Amel. sementara di tangani Dokter Ratna dan Satria mau tidak mau dia harus keluar dari ruangan itu .
Dengan berat hati, Satria meninggalkan ruanhan itu dan. melangkah keluar.
Ternyata diluar ruangan nya sudah banyak orang yang sedang menunggu kabar Amel.
Ada kedua orang tua Satria juga Akira, Farah, bi Siti, kedua orang tua Abi juga Abi, Keenan, dan Mike.
Bersambung
Terima kasih atas semua dukungan yang kalian berikan pada Author selama ini, dan terus dukung yaa..
kalian juga bisa follow akun Author juga
FB \= Puspa Arum
__ADS_1
IG \= Puzpaarum_leslar_aladin