Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
#75


__ADS_3

Sampai di sebuat pasar dan rombongan itu berpencar dan mempunyai waktu cuma satu jam.


" Mel kamu mau cari apa? tanya Lisa seperti Amel mencari sesuatu.


" Aku mau cari tempat yang bisa buat telpon keluarga ku kak " ucap Amel dengan masih mencari keberadaan tempat yang dia maksud.


" Sebentar, Satria...!! " Lisa memanggil Satria


" Kenapa kak Lisa, ada kendala? " tanya Satria dengan mengacuhkan keberadaan Amel.


" Amel mau hubungi seseorang kamu tau tempatnya? " tanya Lisa penuh harap


" Owh.. ikut gw, yuk kak kita akan ke tempat yang lo ingin dan jangan banyak bicara" ucap Satria mengarahkan Lisa dan Amel untuk mengikutinya.


Disebuah toko barang gerabah dia masuk diikuti Amel dan Lisa.


Setelah menyapa yang punya tempat mereka akhirnya kedalam toko ternyata di sana ada ruang lumayan luas dan disana Nyoman sedang melakukan panggilan.


" Nih lo dulu jangan lama-lama, gw juga mau pake.. " ucap Satria memberikan ponsel pada Amel.


" Iya. " jawab Amel singkat


Lisa pun demikian dia juga menghubungi keluarganya setelah Nyoman selesai.


Amel menekan nomer yang dia tengarai nomer ponsel Keenan.


📞Calling...

__ADS_1


" Bang Ke... Assalamualaikum "


" Wa'alaikumsalam, Amel.. benerkan ini lo? "


" Iya ini Amel bang, Amel nggak bisa lama soalnya aku harus segera kembali.. "


" Tapi, keadaan kamu baik-baik aja kan? " tanya Keenan denga penuh khawatir


" Aku sehat bang, aku cuma mau nanya gimana sidang nya? dia menyetujui keputusan Amel? " tanya Amel dengan suara bergetar menahan tangis


Sementara Satria yang sedikit mencuri dengar, dia kaget jika Amel menanyakan soal sidang.., dalam hati nya bertanya sidang apakah itu, karena raut wajah Amel langsung terlihat sedih.


" Mel.. dia setuju dan sudah resmi kalian berpisah, tapi abang harap kamu tetap bersikap baik pada keluarga Ziyad"


" Tentu bang, Amel tau dan cukup tau diri..thank's buat selalu ada untuk aku bang, trus Farah gimana apa kabar dia? "


" Wah.. ada apa nih, jangan-jangan kalian jadian yaa? tapi, apapun itu.. yang penting kalian selalu jadi sahabat aku..terima kasih bang"


" Entahlah, doain yang terbaik ya Mel.. oh iya Hana sama Ikbal sudah balik dari Belanda dan Hana sekarang tinggal dengan Farah"


" Oke.. aku titip mereka bang, Farah juga Hana "


" Iya.. kamu jaga diri dan harus kembali dengan selamat, kita selalu menunggumu.


" Iya sudah bang, daaahhh.. "


" Bye... "

__ADS_1


Amel menutup panggilan dan menyerahkan ponsel itu ke Satria dengan wajah sendunya dia berlalu dari hadapan Satria.


Dalam perjalanan pulang Amel terlihat diam saja,entahlah mereka seperti kehilangan sosok Amel yang terlihat seperti anak kecil dan selalu marah-marah dengan Satria.


Sampai di tempat tujuan mereka semua menuju barak masing-masing dan Amel juga telah kembali ke kamarnya.


" Mel. kamu kenapa, kamu sakit atau ada hal penting yang buat kamu kepikiran? "tanya Lisa karena merasa aneh dengan sikap Amel


" Kak Lisa boleh Amel peluk kak Lisa? " tanya Amel dengan tatapan sendunya


" Sini, kenapa kam....


" Hiks.. hiks... ternyata sakit sekali kak, sekarang Amel tak punya keluarga satu pun yang Amel punya.. suami Amel sudah menceraikan Amel secara resmi.. hiks hiks.. " Amel menumpahkan segala perasaan nya pada Lisa


" Ya Allah... Amel, sebenarnya ada apa sama kamu.. tega dia menceraikan kamu Mel? " kata Lisa mengusap punggung Amel dalam pelukannya


Amel melepaskan pelukannya dengan Lisa dan menggenggam erat tangan seniornya


" Amel yang menggugatnya kak, sebelum Amel datang kemari karena Amel sudah tak tahan dan Amel ingin melihat dia bahagia juga, Amel nggak ingin mamaksakan sesuatu yang Amel tidak bisa gapai" ungkap Amel dengan diiringi isak tangis semakin menyesakkan dadanya


" Sudahlah Mel, sebaiknya dari sekarang kemu harus belajar.. lebih sabar lagi, anggaplah pengalaman masalalu mu itu sebagai pelajaran hidup untuk meraih kebahagiaan kamu nantinya" ucap Lisa mencoba memberikan Support nya pada Amel.


Mendengar nasehat Lisa membuat Amel merasa dirinya harus lebih memahami karakter orang atau suaminya kelak.


Sejak hari itu Amel bertekad untuk tujuan hidup yang lebih baik dan akan menjadikan pengalaman berumah tangganya untuk bisa membuat ruamah tangganya kelak bisa langgeng.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2