Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
#89


__ADS_3

Kesibukan Global Company yang sudah terlihat dari sejak pagi,hilir mudik para karyawan sangat terlihat, tak terkecuali dengan Amel.


Abi sedang mengadakan meeting bersama para staf dan semua jajaran membahas pekerjaan yang akan bekerja sama dengan HIKARU Company .


Global Company juga mengadakan bakti sosial untuk sekitaran kampung dekat dengan kantor Global Company dan pemeriksaan gratis madical Cek Up yang di berikan Perusahaan pada semua karyawan Global Company.


" Amel nanti tolong kamu koordinasi untuk dokter yang akan kita ikut sertakan dalam acara bakti sosial ini dan juga untuk program kesehatan bagi karyawan Global Company, karena setahu saya program itu sudah di buat HIKARU Company beberapa tahun lalu saat Mr Dev memimpin HIKARU Company," ucap Abi


pada Amel saat meeting


" Baik Pak... saya akan agendakan" ucap Amel


" Keenan tolong hubungi pihak HIKARU Company untuk persetujuan program ini dan adakan meeting dengan pihak HIKARU Company. " ucap Abi kemudian


" Baik boss.. " jawab Keenan


" Oke.. meeting kali ini cukup, terima kasih selamat bekerja " ucap Abi menutup meeting kali hari ini.


Selesai meeting Abi menghampiri Amel yang masih duduk di kursi ruang meeting ,sepertinya dia sedang konsentrasi dengan ponsel nya.


" Serius amat kamu..., siapa tuh?? ucap Abi melirik ponsel Amel


" Owhh.. ini aku lagi hubungi para dokter yang akan bertugas di Baksos nanti" ucap Amel


" Semua sudah di koordinir kan? tanya Abi

__ADS_1


" Sudah, sudah beres.. aku kasih Ikbal untuk koordinasikan semuanya dan untuk obat-obatan juga semua alat kesehatan yang akan kita gunakan di baksos nanti kita meetingkan dengan HIKARU Company " jelas Amel


"Berarti tinggal tentukan tanggal nya kapan kita laksanakan ,oke... lebih baik kita makan siang dulu.. gimana? tanya Abi pada Amel


" Oke... bapak mau makan apa, biar saya pesankan? tanya Amel meliha ke arah Abi


" Bisa nggak kalau kita lagi berdua begini kamu panggil seperti biasa, jangan ada kata Om, tuan, pak, bapak,... gimana? oke? kata Abi dengan memandang intens wajah wanita di depannya


Amel mengangguk tanda setuju, dan merasa tatapan Abi membuat dia salah tingkah dibuatnya.


Sekarang Abi, Amel,Tika juga Keenan ada di sebuah Caffe dekat kantor Global Company makan siang bersama.


Mereka menikmati makan siang mereka dengan saling bercanda, Abi pun yang tadinya terlihat kaku.. mulai mencair, mulai sedikit memahami karakter sang mantan istri yang memang dasarnya orang yang ceria, namun disisihnya dia harus bersikap lebih dewasa dengan segala tuntutan yang di starakan dengan seorang Abidzar.


Ditengah tengah mereka sedang asyik bercanda, tiba-tiba seorang wanita berhijab menghampiri mereka.


" Tasya... kamu ngapain kesini? " tanya Abi terkejut dengan kedatangan Tasya di tempat itu.


" Owhh... tadi sebenarnya mau ke tempat mas, mau ngasih makan siang, cuma aku mau beliin mas coklat panas disini.. ehh.. malah liat mas disini" ungkap Tasya mencuri pandang tak suka dengan kebaradaan Abi bersama Amel.


" Ohh... sebenarnya nggak usah repot-repot juga soal nya saya juga bisa urus diri saya sendiri, apalagi soal makan.. ada Ken, ada Amel, ada Tika juga bisa pesan online juga mereka juga selalu tidak lipa dengan saya " ucap Abi..melirik ke arah Amel yang masih terlihat santai


" Tapi, ini aku sudah susah payah masak kesukaan kamu.. trus gimana?" tanya Tasya dengan wajah kecewanya.


" Emmm... Saya ke toilet dulu ya.. " pamit Amel melangkah meninggalkan mereka ke arah toilet.

__ADS_1


Amel keluar dari salah satu bilik toilet dan dia terkejut saat akan cuci tangan ternyata di sana ada Tasya yang berdiri menatap tajam padanya.


" Gw tau, lo ada maksud lain kan sama mas Abi? " kata Tasya dengan ketus


" Maaf yah mbak, kayaknya ini salah paham.. memang mas Abi orang yang baik dan saya hanya mantan Istrinya dan saya juga sampai saat ini menggangap mas Abi adalah keluarga, jadi mba nggak usah risau saya tak ada niat untuk menikung mbak Tasya. " ucap Amel dengan santainya


" Bohong...kamu munafik !! pekik Tasya terlihat kilatan kemarahan


" Harus bagaimana saya menjelaskan ke mba Tasya, lebih baik mba jangan terlalu mengekang ruang gerak mas Abi dan saya rasa jangan pernah ulangi kesalahan yang pernah saya buat" ucap Amel


" Kamu,jangan mencoba cari celah diantara kami" ucap Tasya menunjuk kearah wajah Amel


"Woowwww...ada apa ini, mau jadi preman lo.. " tiba-tiba muncul seorang wanita dari bilik toilet yang tertutup dari tadi


" Akira.. kamu...


" Hehhh... maaf yah mbak, anda nggak bisa sembarangan nuduh calon kakak ipar saya, dia nggak akan rebut calon suami mbak kecuali calon suami mbak sendiri yang tergila-gila sama calon kakak ipar saya " ucap Akira dengan mendekati Tasya yang masih menatap tajam pada nya


" Lo itu siapa beraninya ikut campur, lo cuma ngaku-ngaku kan kenal wanita ja*ang ini !! ucap Tasya sinis


" Heiii... Shut up.. jaga omongan lo ,Oke.. gini coba lo liat... foto ini adalah bukti kalau gw kenal kak Amel ,dia adalah calon kakak ipar gw" ucap Akira menunjukkan fotonya dengan amel saat makan malam bersamanya.


" Percaya kan, sekarang lo pergi deh.. jangan pernah kacau calon kakak ipar gw " ucap Kira dengan mendorong tubuh Tasya sedikit keras


Akhirnya Tasya keluar dari area toilet ,dengan hati kesal, sementara Amel dan Kira juga keluar dari toilet itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2