Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
#161


__ADS_3

Satria mengelus elus perut rata Amel dan menciumnya.


" Kamu mengandung?? tanya nyonya Dewi memandang ke arah Satria dan Amel


" Kenapa? saya memang mengandung dan berharap dia tidak punya garis keturunan Wirawan.. " ucap Amel dengan sinis.


Dua orang yang tadinya terlihat sombong dan angkuh mendadak tetlihat pias mendengar penuturan Amel yang sangat menyayat hati.


" Tante Dewi,om Agung maaf jika kedatangan kami mengganggu waktu istirahat kalian, saya cuma ingin masalah sahabat saya sekaligus besan saya cepet selesai karena, ini sangat melelahkan bagi Amel.. dia sedang mengandung cucu kami makanya kami nggak mungkin tinggal diam akan zholiman kalian pada arwah Gandi." terang Papi Rezvan dengan pandangan tajam dan juga dengan nada dingin


" Kami memang orang tua Gandi dan juga sebagai orang yang sudah membuat anak kami pergi dari rumah ini, keserakahan membuat kami gelap mata." ucap Tuan Agung Wirawan dengan memandang Amel dengan seksama

__ADS_1


Namun Amel sama sekali tak merespon dan mengindahkan penjelasan yang notabenenya kakek dan neneknya.


" Nak Amel kami minta maaf kalau kesan pertama kamu membenci kami, dan saya sebagai seorang ibu dari ayah kamu pun merasa kehilangan, anak tunggal kami sudah tiada dan hanya kamu garis keturunan kami jadi...


" Tunggu apa anda sudah menganggap aku cucu kalian, begitu mudahnya kalian meminta maaf setelah apa yang kalian utarakan dengan sombongnya dan niat buruk kalian memindahakan makam ayah saya, ibu dan ayah saya adalah satu, mau jauh apapun makam mereka saya tidak akan memindahkannya dan jika kalian tetap bersikeras tetap memindahkannya, jangan sampai kalian menyesal.. kalian adalah nenek moyang ku kalau kalian tega maka akan aku lakukan dengan tega pula. " ucapan Amel membuat semua orang merasa melihat sisi lain dari seorang Amel


" Kami tidak akan memindahkan makam ayah kamu cuma, saya minta ijin pada mu untuk di perbolehkan ziarah kubur ke makam anak dan menantu kami" ucap Tuan Agung dengan melemah.


" Silahkan saja kalian mendoakan ayah dan ibu saya, akan senang hati saya terima.. maaf mungkin sudah selesai urusannya kami mohon pamit.. " ucap Amel dengan beranjak dari sofa itu.


Semua yang mengikuti langkah Amel dan berpamitan dengan dua orang tua itu, namun.. tidak untuk Amel dan Satria mereka langsung keluar rumah besar itu.

__ADS_1


" Tante ,Om maaf atas sikap anak saya dan juga Amel, kasih mereka waktu untuk menerima kenyataan ini, dan jika kalian sungguh-sungguh menerima Amel maka berusahalah, dia anak baik tapi, agak keras pendiriannya" ucap Mami Fitri pada Nyonya dan tuan Wirawan


" Nggak masalah Fit, titip Amel.. maafkan kami.. " ucap Tuan Agung dengan tulus


" Pasti om, Amel sudah kami anggap anak sebelum dia menikah dengan anak kami. " ujar Papi Rezvan


" Dia punya orang-orang yang sangat meyayangi nya, termasuk saya.. " sambung Danang tak mau kalah


Akhirnya mereka kembali ke mansion Hikaru dengan perasaan lebih tenang, dan kini tinggal Amel mau tak mau mereka adalah keluarga kandungnya satu satunya.


Namun memang Amel butuh waktu untuk menerima kenyataan kalau takdir nya yang sangat rumit itu mulai terurai .

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2