
Malam. menjelang setelah tadi siang mereka mengatur rencana, mereka akhirnya melakukan kembali aktifitas mereka masing-masing.
Dan saat ini Amel dan juga Satria berada di sebuah acara klien Satria.
Penampilan Satria yang memang santai namun tetap mempesona dan Amel dengan balutan dress bercorak pink motif, yang menampakkan bahunya dengan panjang dress diatas lutut terkesan santai namun tetap terlihat sexy.
Banyak wartawan yang meliput, dan Satria juga Amel tak luput jadi sorotan Kamera.
Wartawan yang memang haus akan berita saah satu keluarga Billioniare sekelas keluarga Hikaru membuat mereka kaget karena melihat Satria yang tak sendiri ke acara tersebut.
Apalagi, Satria yang jarang hadir di acara semacam malam ini, memang seperti kejutan buat para pewarta, munculnya seorang usahawan muda di tambah membawa seorang wanita muda yang cantik.
Satria yang biasanya bersikap dingin, malam ini terlihat senyuman menawannya dan tak segan-segan memamerkan kemesraan nya pada awak media, Satria memeluk posesif tubuh Amel saat mereka melangkah ke tempat acara.
" Mr. Dev.. bisa minta fotonya "
Ucap salah satu Wartawan dengan cepat Satria iyakan.
Senyum manis tersungging dari bibir Satria dan dengan senyum manisnya juga Amel menyambut baik semua wartawan.
" Bisa ngobrol sebentar Mr Dev,kami hanya penasaran siapa gerangan wanita cantik yang anda bawa saat ini" Tanya salah satu wartawan yang mencoba memberanikan diri bertanya pada Satria
" Dia istri saya Armel Aisya.. sudah yaa,terima kasih" ucap Satria sambil berlalu dan memeluk erat tubuh Amel sampai dalam ballroom
*Dalam Ballroom *
" Malam Mr. Dev.. akhirnya anda sudi datang Mr.. terima kasih atas kehadirannya" ucap seorang pria yang terlihat gagah menyapa Amel juga Satria.
" Malam Tuan Marlin terima kasih undangan nya, suatu kehormatan kami bisa hadir di acara seperti ini " ucap Satria dengan mereka berjabat tangan.
" Siapa wanita cantik yang bersama anda ini? tanya Marlin melihat kehadiran Amel bersama Satria.
" Kenalkan ini adalah istri saya Armel Aisya.. sayang.. ini Tuan Marlin yang akan bekerja sama juga dengan HIKARU Company "
Satria memperkenalkan istri nya pada Marlin.
" Tuan Marlin bukannya sudah punya istri? tanya Satria dengan hati-hati
" Oh iya... sebentar tadi istri saya ke toilet sebentar ,saya permisi dulu.. Mr Dev,semoga acara ini tidak mengecewakan anda silahkan nikmati hidangan yang telah tersedia."
__ADS_1
Ucap Marlin mengundurkan diri dari hadapan Satria dan Amel.
Setelah Marlin pergi Satria diikuti oleh Amel menyalami para pengusaha yang Satria kenal dan mengenalkan Amel sebagai istrinya.
Disana juga ada Thomas dan juga Zira, mereka berangkat terpisah dengan Satria, dan juga ada Abi dan Keenan.
Mereka berbincang dengan akrab,Abi dan Satria juga tak canggung lagi walaupun ada Amel disana, Abi sudah mencoba untuk bersikap ikhlas untuk kebahagiaan Amel.
sementara Zira juga tak canggung lagi ngobrol dengan Amel walaupun sebelumnya ada kecanggungan karena Zira menjaga batasan karena Amel istri Satria notabanenya boss nya juga.
Namun Amel sudah menganggap Zira sebagai teman diskusi apalagi jika Zira yang setiap saat akan meng follow up kegiatan Satria pada Amel.
Bukan nya posesif namun Satria yang meminta pada Zira.
Hidup Amel sekarang lebih berwarna apalagi setelah menikah dengan Satria dan jadi Ms Dev. semua urusan menyangkut dengan Satria dia selalu pantau.
Kedua mertuanya pun sangat menyayanginya, hanya pesan Mami Fitri jangan biarkan apa yang kamu miliki di ganggu orang lain, atau bisa di katakan Amel bersikap waspada terhadap para bibit pelakor disekitar suaminya.
.
.
Dimeja yang di tempati Amel semua larut dalam candaan,apalagi kalau bukan Keenan yang selalu buat heboh Amel.
" Ngomong aja Bang Ke.. tuh iri liat Amel sama bang Sat iya kan? dari tadi mereka bertiga diem aja, malah asyik makan.. lah ngapa abang yang protes? " kilah Amel dengan nada ketus nya
" Tau lo, gw tau lo nggak terima kan.. malam ini lo nemenin gw kemari, padahal lo udah janjian sama Farah... ngaku lo ??!! Sial banget lo.. pake bawa-bawa nama gw..!! Bela Abi tak terima
" Aduh bro, jangan gitu caranya.. bilang aja sama Abi.. lo nggak mau ikut, dasar lo..!! ucap Thomas melempar tisu kearah Keenan.
" Kok kalian kroyokan sih, wah.. curang pada nih...?!! protes Keenan mencebikkan bibirnya
" Nggak pantes lo Ken mode ngambek segala kaya prawan " ledek Zira
Mereka tertawa bersama dengan celetukan celetukan mereka.
" Mr Dev, Tuan Abi... terima kasih sekali atas kehadiran kalian juga team.. oh iya.. saya kenalin ini istri saya.." Sapa Marlin pada semua orang yang ada di meja Satria
Namun pandangan mereka terpaku pada sosok yang ada di belakang Marlin dengan rambut pirang .
__ADS_1
"Zakia.. " seru Satria juga Abi kaget dengan siapa yang muncul di hadapan mereka.
" Zakia.. ya Allah jadi dia Zakia, tapi.. kenapa mas Abi juga kenal.. atau jangan-jangan " batin Amel bermain dan pikiran nya pun melayang tanpa sadar dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan sedikit menggelengkan kepalanya tak percaya akan wanita yang di depannya adalah orang di masalalu lelaki yang ada di hidupnya juga.
" Ya.. Allah takdir apa yang Engkau rancang untuk ku Ya Robb.. "batin Amel menggenggam erat tangan suaminya.
Amel tiba-tiba tersadar dan menatap wajah Suaminya yang sudah berubah menjadi orang yang berbeda.
" Bang Tom..!! Ucap Amel dengan cepat Thomas tanggap dengan apa yang dia tangkap dari Amel
" Abang... bang Sat.. lihat aku.. please lihat aku..!! Amel dengan cepat mengarahkan wajah suaminya ke wajahnya wajah itu yang tadinya menahan kemarahan kini berubah sendu.
" Dia.. " ucap Satria lirih.
" Ayo ikut aku... " Amel tetap memandang Satria dan pandangan mereka tak pernah putus
Amel dengan cepat melangkah menuju mobil bersama Satria yang sudah di banjiri keringat dingin dan wajah yang sudah merah.
Tanpa basa basi, tanpa berpamitan Amel membawa Satria yang sudah mulai cemas.
butuh lima belas menit mereka sampai di sebuah Apartemen mewah dan Amel juga Satria di ikuti Thomas juga Zira melangkah ke dalam sebuah apartemen.
" Abang... minum ini" Amel menyerahkan satu butir obat yang dia bawa.
"sekarang terserah abang ..lepaskan semua beban abang selama ini dan setelah ini tolong ..kamu hanya boleh inget sama aku bukan wanita itu ngerti??
Amel dengan cepat melangkah keluar dari ruangan itu dan menutup juga menguncinya,dan bersandar di balik pintu itu
" Aaaaagghhhh...( Pranggg...)Anj*ng,bangs*t ,sial*n lo.. Zakia, lo nggak bisa gini in gw..!!
Gw benci sama lo... Anj*ng,lo siksa batin gw.., lo pergi dari gw... dasar lo Anj*ng ,Keluar dari otak gw.. lo ta* ..Anj*ng emang ,gw lelah dengan segalanya gw ingin lo pergi dari jiwa gw, lo nggak berhak apapun tentang gw...Aaaaghhhh !!!!
Teriakan demi teriakan terdengar, umpatan kasar pun menggema, barang-barang yang berjatuhan, pecah juga terdengar suara teriakan dari dalam kamar itu membuat hati orang yang mendengarkan nya terasa ngilu dan juga mencekam.
Amel dengan duduk bersandar di depan pintu kamar itu, dan menyembunyikan wajahnya dia antara dua lututnya.. tubuhnya bergetar dan tangispun pecah..
Amel tak bisa membendung rasa sakit di hatinya, sakit yang dirasakan Satria seperti menyiratkan kesedihan mendalam membuat Amel juga ikut merasakan.
Bersambung
Ada apa dengan mereka??
__ADS_1
Nantikan kisah mereka selanjutnya..