Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
#170


__ADS_3

" Zira.. kamu pulang dengan senyuman siapa? tanya Abi melihat Zira merapihkan tas nya.


"Saya naik taxi online tuan.. " ucap Zira dengan senyuman yang terlihat manis


" Rumah kamu di mana? tanya Abi lagi


" Apartement Xx tuan" jawab Zira


"Bareng aja kalo gitu, kita searah kok" ajak Abi


" Tapi tuan..


" Tidak ada penolakan " ucap Abi


Akhirnya Zira dengan berat hati meng iyakan ajakan Abi, mereka melangkah menuju mobil Abi.


Selama perjalanan tak ada percakapan antara mereka hanya ada music yang Abi putar untuk meminimalkan kecanggungan antara mereka.


Empat puluh lima menit mereka sampai di apartement Zira.


" Terima kasih Tuan Abi.. " ucap Zira


" Hemmmm... oh iya Zi, lain kali kalau tidak ada di kantor kamu jangan panggil saya tuan bisa kan, kayaknya juga umur kita tak terlalu jauh berbeda. " ucap Abi


" Baiklah.. kalau gitu Zi panggil mas Abi boleh? tanya Zira dengan sedikit ragu


" Boleh, itu lebih baik.. " ucap Abi dengan senyum manisnya


" Oke.. aku masuk dulu ma..mas,mas Abi ati-ati di jalan.. sekali lagi terima kasih udah mau anter Zira.. " ucap Zira dan keluar dari mobil dan masuk dalam apartemen.


Setelah Zira tak terlihat lagi baru Abi meninggalkan tempat itu.


" Ada apa sama gw.. saat deket Zira ada perasaan aneh, jantung gw kenapa berdebar-debar.. " ucap Abi pada dirinya sendiri


Sampai di mansion Ziyad Abi lantas masuk kedalam rumah nya dan mepihat kedua orang tuanya yang sedang duduk santai sembari menikmati secangkir teh.


" Malam bun, Walid... " sapa Abi dan langsung bersalaman dengan kedua orangtuanya


" Malam sayang, wah... kayaknya ceria bener anak bunda.. ada apa nih? goda Bunda Mirna


" Dapet gebetan baru kali bun" ledek Walid menimpali godaan sang istri


" Ahhh... bisa aja bunda sama Walid kalo goda" ucap Abi dengan senyuman manis yang membuat kedua orang tuanya saling pandang.

__ADS_1


" Kalau sudah ada si jantung hati, cepat-cepat di nikahi.. jangan di gantungin terus ,kamu bukan anak ABG lagi Bi.. dan inget harus bisa menerima kamu apa adanya" ucap Walid.


" Pasti itu walid.. entahlah, Abi belum yakin sama perasaan Abi juga..,kita juga belum deket-deket banget, nanti kalau Abi sudah pasti pasti Abi akan kenalin sama kalian " ucap Abi membuat kedua orangtua nya sedikit tenang.


Orang tua Abi sudah sangat khawatir dengan keadaan sang putra, karena beberapa kali gagal dalam rumah tangga.


" Ya sudah sana, bersih bersih dulu.. " ucap Bunda Mirna


Abi melangkah ke kamarnya dan membersihkan tubuhnya yang sangat lengket oleh keringat.


.


.


Sementara di Apartemen Zira yang sederhana, Zira juga merasakan debaran aneh pada dirinya saat berdekatan dengan Abi.


" Ya Tuhan... ada apa sama aku nih, perasaan kenapa setiap kali deket sama mas Abi kok rasanya dag dig dug sih... apa aku suka sama mas Abi, ohh... no.. dia mantan suami Amel,tapi..kalau pun dia jadi pacar atau suami kan nggak papa, mereka sudah tak ada apa-apa juga ,Amel sudah bahagian sama Satria..sebentar lagi juga mereka akan di karuniai seorang anak.. " gumam Zira memastikan perasaanya.


Amel dan Satria sedang duduk santai di ruang keluarga dan mereka sedang bercanda..


" Sayang.. kenapa kamu tadi kerjain Abi,hemm?


tanya Satria seraya membelai rambut Amel yang ada di pangkuannya


" Pengen aja, trus sebenernya aku pengen deketin mas Abi sama kak Zira nah..., saat keduanya saling bantu makannya aku bilang stop " ucap Amel


" Biarin, sekali-kali mas Abi itu di ajak santai, bercanda dia kan orang nya terlewat kaku. "


" Iya sih, trus emang kamu yakin mereka akan cocok untuk bersama"


" Itu terserah mereka, aku ngasih jalan aja buat mereka. "


" Aku sih setuju aja, Abi berhak dapat kebahagiaan juga seperti kita. " ucap Satria


" Aku bahagia,bisa di pertemukan sama kamu.. karena di balik galaknya kamu, nyebelinnya kamu,tersimpan kelembutan juga kasih sayang yang berlimpah untuk orang sekelilingmu"


" Aku juga bahagia, bisa mengenalmu.. walaupun Childish.. ada hati yang tangguh di dalam dirimu,wanita hebat... semoga anak kita juga kuat seperti ibunya.. " ucap Satria dengan mengelus elus perut rata Amel.


Satria ncium kening Amel dan membenamkan bibirnya ke bibir manis Amel cium an hangat pun terjadi seketika.Saling mema gut dengan sangat rakus seperti tak ada yang mau kalah.


" Sayangg.. aku menginginkan mu " ucap Satria saat cium an itu berakhir.


Amel dengan cepat mengangguk dengan senyum malu-malu.

__ADS_1


Melihat persetujuan sang istri, Satria dengan sigap mengangkat tubuh Amel menuju kamar mereka.


Sampai kamar mereka, direbahkannya tubuh Amel di atas tempat tidur dan dengan cepat


Satria men cium bibir manis Amel dengan rakus mengabsen di rongga mulut Amel menelasak tanpa jega, Amel pun membalas dengan semangat, memang selama mereka tahu Amel hamil Satria tak berani meminta nya pada Amel, takut terjadi apa-apa pada sang janin namun, dengan saran dokter Satria yang sudah tak tahan lagi menahan hasratnya mencoba meminta pada sang istri.


Perang lidah pun terjadi, tangan mereka tak tinggal diam, mereka sama-sama menanggalkan pakaian mereka tanpa melepas tautan bibir mereka yang sedang perang di lidah. Dan saat mereka kehabisan nafas baru mereka menghentikannya dan saling tersenyum dan pandangan gairah.


" Kamu nggak papa kan? tanya Satria


" Heemmm.. lakukan bang, hati-hati yah.. jaga anak kita juga" ucap Amel dengan membelai dada bidang Satria.


Satria langsung menyerang leher jenjang milik Amel mencium dan menggigit kecil leher Amel samapi membekas sampai kebiruan.


" Aahhh... bang..!! " de sah Amel.


"I Love you..baby.. " racau Satria


Tangan Satria aktif menjelajah tubuh Amel, merem as bukit kembar yang terlihat agak membesar karena pengaruh hormon kehamilan Amel.


Membuka kain penutup gunung kembar itu, dan membenamkan mulutnya ke atas punjak gunung, menghisap, menggigit kecil, memilin, men jilat memainkan nya dengan rakus sementara tangan yang satunya masuk ke dalam segitiga bermuda milik Amel yang di bawah sana sudah terasa lembab karena perbuatan Satria. Lidah nya sudah mulai turun kebawah menyusuri lekuk tubuh Amel dan dengan cepat menanggalkan kain segitiga bermuda dan terpampang jelas hutan nan asri milik Amel, Satria dengan santainya melebarkan paha Amel dan menenggelamkan wajahnya di antara paha Amel merasakan sensasi kenik matan di bawah sana,


Racauan Amel membuat Satria makin menggila , tubuh Amel sudah menggelijang kesana kemari menjambak rambut Satria dan manekan kepala Satria dan makin menenggelamkan wajahnya diantara pahanya, suara ricuh di bawah sana membuat Amel menegang dan melakukan pelepasan beberapa kali.


Satria siap menghujamkan rudal nya kedalam lubang goa surgawi milik Amel.


" Aaahhh.. masih sempit sih sayang... ohh,my God... " racau Satria saat memasukkan rudalnya di bawah sana.


" Eemmmm... bang,lebih cepat...!! pinta Amel dengan wajah memohonnya


" Nanti kamu sakit sayang, kasian si utun." ucap Satria dengan nada lembut


Dengan tak terduga Amel dengan cepat membalik keadaan menjadi pemimpin permainan,Satria tersenyum lebar melihat ke agresifan sang istri.


" Nakal kamu yaa... oke,buat aku puas sayangggg" pinta Satria.


Amel tersenyum sudah siap mengambil alih permainan, Amel dengan semangat menaik turunkan tubuhnya dan meliuk liuk saxy diatas tubuh suaminya.


" Ohhh.... faster baby.. ohhh...."Satria meracau saat Amel. membuatnya terasa melayang dengan cepat Satria mengambil alih keadaan dan menghujamkan rudal nya lebih dalam menelasak dan menyemburkan laharnya di dalam rahim Amel. Mereka mencapai puncak bersamaan dan tersenyum puas terlihat dari wajah keduanya.


" Terima kasih sayang... " ucap Satria saat dirinya sudah terbaring disisi Amel dan mendekap tubuh sang istri yang bercucuran keringat.


Satria mengualang kegiatan bercocok tanam saat Amel pun meminta lagi, lagi dan lagi, Satria di buat bingung dengan kelakuan Amel yang masih tak ada lelahnya melayani nya di ranjang malam itu.

__ADS_1


Mungkin karena hormon kehamilannya atau entahlah, Satria sangat bersyukur karena Amel adalah istri yang selalu peka dengan keinginannya.


Bersambung


__ADS_2