
*Enam Bulan Kemudian
Kehamilan Amel sudah menginjak tujuh bulan dan Membuat dia mendapat penjagaan ekstra dari sang suami dan mami mertuanya.
Dia tak di perbolehkan untuk mengerjakan tugas yang sekiranya membuat dia lelah
Kelakuan Amel memang membuat orang di sekitarnya sangat was-was karena Amel tak segan-segan untuk mengerjai mereka.
Namun mereka tak pernah kesal atau marah dengan tingkah Amel, walaupun kadang Amel sangat menjengkelkan .
Sementara Hari ini adalah hari pernikahan Farah dan juga Keenan yang diadakan dengan sangat meriah di kampung halaman mereka.
" Hiks ..hiks... welcome to Jungle...!!! pekik Amel dengan memeluk sang sahabat yang ada di atas pelaminan..
" Kok Jungle sih Mel ? tanya Farah penasaran
" Karena nanti malam lo bakalan ngrasain pengen teriak sekencang mungkin saat lo tusuk pisau tumpul... " bisik Amel membuat Farah syok dengan omongan sang sahabat
" Mesumm..!!! seru Farah menoyor kepala Amel
" Heiii... beneran, nanti kalau udah Wa gw yaa... " ucap Amel lagi.
" Ya udah sana-sana.. udah ngantri tuh di belakang banyak banget" usir Farah karena tak sanggup lagi mendengar ledekan Bumil Absurd
" Yeeyy... gw kan belum ngasih lo doa, semoga lo jadi keluarga yang sakinah mawadah warrohmah... " ucap Amel dengan melangkah ke hadapan Keenan..
" Bang Keeee....!! peyukkkk...!! pekik Amel yang langsung mendapat jeweran dari sang suami
Keenan dan yang lain melihat tingkah Amel yang bener-bener berubah jadi lebih jahil dan membuat tertawa banyak orang disekelilingnya hanya menggelengkan kepalanya ,semenjak dua bulan terakhir Satria dan Amel seperti Tom Jerry lagi ,karena Amel memang membuat Satria ngelus dada.
" Nakal yaaa??? kata Satria menyipitkan matanya..
" Dikit aja bang.. pliease..??? " mohon Amel dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya.
" Sedikit yaa?? 10detik... " ucap Satria
Amel langsung saja memeluk Keenan erat dan menangis haru berdua, karena dari awal kenal Keenan lah yang selalu mendukung dan melindungi Amel.
Satria tiba-tiba menarik tubuh sang istri menjauhkan Mita dari Keenan.
" Udah habis waktunya buat pelukan sama Keenan, liat Farah udah mulai ada tanduknya "bisik Satria pada Amel.
Amel mendengar penuturan Satria hanya mengangguk tak mau protes lagi.
.
__ADS_1
.
Di depan tempat acara terlihat Abi yang baru datang ke tempat acara tampak tergesa-gesa namun, malang tak dapat ditolak Abi yang sedang buru-buru dan masih sempat menerima telpon dari seseorang sambil menuju berjalan menuju tempat acara namun tiba-tiba
"BRAKKK....
Bughhhh...
Abi terjatuj terserempet motor yang melaju kencang.
" Woiiii.... jangan kabur lo...
"Kejarr...
Banyak yang berseru meneriaki sang pemotor yanga akan kabur, dengan sigap para warga menangkap orang yang menyeret tubuh Abi.
" Mas Abi...!! seru seseorang
" Zii.... awwsshhh!! Abi melihat sosok Zi yang berjalan mengdekatinya.
" Pak tolong bawa tuan ini ke Rumah Sakit, dia butuh perawatan " ucap Zira dengan meminta beberapa warga membawa Abi yang memang tak bisa berdiri karena cedera.
Lima belas menit mereka samai di Balai kesehatan,dengan cepat Abi di tangani petugas. Zira mondar mandir di depan ruang tindakan,dia baru teringat.. kalau dia harus kembali ke pesta pernikahan Keenan dan Farah namun tidak bisa seenaknya meninggalkan Abi.
πZira Calling...
"Zira... " gumam Amel dan langsung mengangkat panggilan..
" Iya Kak.. kenapa?
" Mel maaf kakak mau kasih kabar kalau Tuan Abi tadi keserempat Motor dan sekarang dia di balai kesehatan. "
" Mas Abi di balai kesehatan?
" Iya.. saya mau balik ke acara tapi, disini nggak ada yang jagain dia kayaknya kakinya sedikit masalah.,warga udah pada pulang..memproses pelaku"
" Oke.. sekarang kakak tolong jaga mas Abi yaa..nanti kalau di perlu di rawat atau di bawa pulang kakak kabarin aku.
" Baiklah.. udah yaa bye
"Byee..
.
.
__ADS_1
" Siapa? tanya Satria mengerutkan keningnya
" Kak Zi.. dia bilang mas Abi kecelakaan sekarang dia di balai kesehatan " ungkap Amel
Dan tak lama terdengar riuh teriakan orang-orang yang seperti sedang memaki..
" Bang itu ada apa bang?? tanya Amel kepo
" Entah lah.. coba aku lihat, kamu disini aja yaa?
Satria melangkah keluar tempat acara dan disana terlihat om Danang sedang sibuk mencegah warga menghakimi seseorang.
" Om Danang ada apa ini? tanya Satria menerobos gerombolan warga.
" Ini orang udah buat Tuan Abi celaka mas...
" Iya... dia bahkan berusaha kabur
" Dia naik motor ugal-ugalan..
Terdengar warga ikut meng iyakan kata-kata tersebut
" Jadi kamu, yang mencelakai keluarga saya..?? ucap Satria dengan nada dingin
" Broo..ada apa ini?? tanya Thomas yang ikut menyusul Sahabatnya keluar acara.
" Abi kena serempet nih orang, sekarang di balai kesehatan " ucap Satria menjelaskan jika Zira juga yang menjaga Abi disana.
Orang yang hampir di gebukin warga tetap menunduk takut.
Berdasar kesepakatan mereka membawa pemuda itu ke balai desa,untuk langkah selanjutnya.
Bersambung
Para readers budiman yang baik hati, Cerita ini akan benar-benar habis beberapa episode lagi..
Bukan karena ke habisan ide, cuma Author rasa mereka sebentar lagi Akan menemukan ke bahagiaan masing-masing.. jadi, Author rasa sudah cukup untuk menggambar kebahagiaan mereka.
Untuk beberapa episode menuju akhir akan author up esok yaa...
Trus jangan lupa Tolong Like 10 Episode sebelumnya biar cerita ku bertahan di beranda...
Terima kasih banyak... ππ
Jangan lupa juga ikuti Cerita -cerita yang lain di lapak Puspa Arum.. akan ada beberapa cerita baru untuk bulan-bulan ini...
__ADS_1