
Haiii... ketemu lagi sama cerita ini,sebelum baca kelanjutan kisah ini, kalian udah like belum bab sebelumnya??
Kalau belum othor minta like nya dong...??
Terima kasih...
.
.
Hari ini Satria sudah kembali ke kesibukan si kantor dan sementara Amel masih ingin menjadi Dokter seperti biasa, namun untuk jam kerja Satria atur seminimal mungkin.
Karena Amel yang sedang hamil muda Satria lebih protektif.
* HIKARU Company
Tok tok tok
" Masuk" teriak Satria saat ada yang mengetuk pintu ruangan kerjanya
" Maaf Mr Dev.. ada Tuan Abi ingin bertemu" ucap Zira saat masuk ke dalam ruang kerja Satri
" Ohh.. iya kak, suruh masuk aja.. tumben nggak lewat telpon " ledek Satria pada sosok Zira sang sekretaris,namun Zira enggan menanggapi.
" Tuan Abi silahkan sudah di perbolehkan masuk" ucap Zira menoleh kebelakangnya dan memberikan jalan untuk Abi
" Terima kasih Zira.. " ucap Abi dengan senyuman manisnya
" Sama-sama Tuan Abi" jawab Zira dengan senyum tak kalah manis.
"Masih mau ngobrol, jangan bikin aku jadi obat nyamuk yaa?? ledek Satria pada kedua orang yang masih saling mencuri pandang.
Zira segera memutus pandangannya dan beralih menatap Satria.
" Emmm... Saya sekalian serahin berkas ini Mr. Dev.. " Jawab Zira dengan senyum kikuk dan menyerahkan sebuah map pada Satria
Satria langsung menerimanya tapi masih memandang Wajah Zira yang terlihat sedang senyum tipis.
" Oke kak, thank's you... trus tolong kak Zira buatkan minuman buat Tuan Abi, mau minum apa Bi? kata Satria membuyarkan khayalan mereka
" Emmm... kopi aja " jawab Abi berusaha menutupi perasaannya.
" Kak Zira tolong buatin kopi buat Abi, tapi.. inget kak.. pake perasaan cinta, kasih dan sayang... " goda Satria pada Zira dan mendapat timpukan bantal dari Abi.
Bukkk...
__ADS_1
" Hahaha.. ternyata muka kalian licu juga kalau lagi salting gitu... wkwkwkw " Satria terus tertawa liat ekspresi Zira dan juga Abi dengan tingkah Satria yang usil.
" Saya permisi... " Zira dengan cepat undur diri karena mang sudah malu karena sudah kepergok menatap Abi
Setelah Zira keluar Satria masih terbahak- bahak,namun...dengan cepat Abi mengancam Satria
" Bisa diem ga? kalau nggak diem,gw aduin. lo sama Amel...!! ancam Abi pada Satria.
" Lo bisanya ngancem, Amel. pasti sekarang akan memihak suaminya.." balas Satria.
" Seneng banget lo kalau ngecengin orang... hadeuh..!!! ucap Abi berusaha menyembunyikan perasaannya yang senang mengetahui mantan istrinya dan juga suaminya sekarang mendukung nya.
.
.
Tak lama Zira masuk membawa segelas kopi untuk Abi.
" Permisi Mr, Dev.. Tuan Abi.. maaf saya mengganggu, ini kopi buat tuan Abi. " ucap Zira dan meletakkan gelas itu ke meja
" Terima kasih" ucap Abi
" Sama-sama tuan" jawab Zira dengan senyum malu.
" Kak Zira makasih yaa... kalau nanti mau ngomong sama Abi nggak masalah kalau kita udah pulang kantor yaa.. " goda Satria pada Sosok Zira dengan senyum lebar
.
.
Pembicaraan soal bisnis antara Abi juga Satria sudah selesai setelah melalui beberapa jam, mereka berdiskusi..saat ini mereka tak ada lagi ada rasa canggung lagi karena Abi juga berusaha membangun hubungan dengan baik bersama Amel juga Satria.
" Bro.. gimana? tanya Satria dengan tiba-tiba
" Apanya yang gimana? tanya Abi bingung
" Hubungan lo sama sekretaris gw.. " tanya Satria lagi.
" Biasa aja, yahhh... kayak temen aja sih.. kenapa emang, nggak boleh..?? tanya Abi berusaha untuk biasa aja
" Nggak papa, gw sama Amel bakal seneng kalau lo udah nikah lagi.. apalagi kalau sampai lo nikah sama Zira, gw rasa Zira orang baik dan juga nggak neko-neko deh" ungkap Satria mengutarakan apa yang dia lihat
" Yahhh.. emang Zira anak baik kok, makanya jangan lo ledekin mulu.. kasihan dia" ucap Abi membuat Satria tersenyum lebar..
" Weiisttt.. gini, gw nggak bakal kasih lo deket sama cewek yang nggak baek lah.. apalagi mantan bini lo sekarang udah balik lagi kemari, kali aja lo masih punya sisa cinta buat Dya.. hahaha" ejek Satria
__ADS_1
Memang sejak kejadian di Bali pihak dari Satria yang mempunyai perjanjian kerja dengan pihak Dya, tak mungkin seenaknya memutus kontrak, maka dari itu jika Dya ada kepentingan baru bisa kekantor mereka. kalau tidak jangan harap.
" Dya.. oh.. iya, Amel pernah bilang kalau lo kerja sama dengan Dya, masih berlanjut? tanya Abi dengan sikap biasa
" Masih cuma kalau gw ada perlu aja soal kerjaan baru dia kekantor, dan.. harus ada Amel " jelas Satria
" Amel yang minta?
" Nggak, gw yang minta.. gw nggak mau kedepanya ada masalah.. setidaknya ada orang yang Amel percaya buat aku sama Dya ketemu, begitu.. mengerikan Amel liat Dya, nggak bisa dengan mudah dia lupain ke jadian.. penghianatan lo sama dia " Uhhh ngkap Satria.
" Astaga, sorry bro.. karena ulah gw lo jadi nggak nyaman gitu.. "
" Gw nggak masalah, yang masalah ketakutan dalam diri Amel aja,tapi..sejauh ini dia udah lakuin berbagai terapi sih.. kan kasihan juga baby nya kalau nanti dia tertekan perasaannya" ucap Satria
Pembahasan demi pembahasan masalah pribadi mereka terus berlangsung, dan Ab kj merasa sangat bersyukur dititik sekarang merasa bahagia dengan mempunyai mantan istri seperti Amel yang baik budi.
.
.
Malam hari Satria baru saja pulang ke rumah dan mendapati Amel yang sedang berkutat dengan laptopnya.
" Sayanggg... sibuk banget, sampai suami pulang juga nggak tau.. " ucap Satria masuk ke dalam kamarnya dan menghapiri sang istri
" Astaga abang... maaf nggak tau kalau abang pulang, maaf.... aku lagi buat laporan keuangan dan juga scedule untuk tiga bulan kedepan " ucap Amel membenahi laptopnya.
" Nggak papa, yang penting... kamu jangan sampai kecapean aja.." ucap Satria yang lantas memeluk tubuh sang istri.
" Iyaa... abang tenang aja, sekarang abang mandi,biar aku siapin keperluan abang..oke? kata Amel membelai rahang tegas milik Satria.
" Okelah... bila ratuku sudah bilang A maka akan raja tunai kan...hehehe" kelakar Satria dengan mencium kening Amel dan mencium wajah sang istri dengan penuh kasih.
" Uhhhhh... manis nya suami ku ini, belajar dari mana kamu? astaga... seorang Bang Sat sekarang manis nya kayak gula... hahahaha" balas Amel dengan mengusap-usap pipi sang suami.
" Hahaha... sayang gimana si utun, rewel nggak? Assalamualaikum... anak daddy ,maaf daddy lupa sapa kamu.. baik-baik di perut mommy yaahhh.. jangan nakal biar mommy bisa selalu bahagia.. " ucap Satria menciumi perut Amel yang masih rata dan melus-elus nya.
" Aku nggak nakal kok Daddy.. cuma aku pengen Daddy.. cepet mandi, karena udah bau busukkkk...Hehehe" ucap Amel dengan menirukan suara anak kecil
" Oke.. berhubung Daddy dah busuk Daddy mandi dulu..muachh..muachh.. " jawab Satria dengan mengecup perut Amel dan mengecup sekilas bibir istrinya
Melihat Satria yang masuk ke dalam kamar mandi membersihkan dirinya Amel memandang Satria sampai tak terlihat lagi.
" Alhamdulillah.. Ya Allah,dia selama ini yang awalnya galak ternyata sweet banget..semoga kita akan selalu seperti ini bang, kamu bisa jadi seorang ayah yang baik dan bisa jadi panutan anak-anak kita. ..Aaminn" kata Amel lirih dab sangat bersyukur karena saat ini dia menemukan Satria yang mengisi Hari-hari nya.
__ADS_1
Kebahagiaan Amel pun kini dirasakan Keenan dan juga Farah, karena malam ini Keenan akan melamar Farah dengan bantuan Amel juga Satria.