Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
# Berdamai dan belajar Ikhlas


__ADS_3

Hari ini Amel berencana untuk menjenguk sang kakek di Rumah Sakit, untuk Hanna ada Zira yang menjaganya di rumah.


Kini Amel sudah ada di parkiran RS sementara Satria akan menyusul saat makan siang.


" Amelll...!!!


" Kak Lisa.... kangennnnn??!!


" Sama, gimana kabar nya nih.. calon ponakan aku?


" Alhamdulillah kak... baik, oh iya..hari minggu besok dateng ke rumah yaa... aku ngadain syukuran tujuh bulanan."


" Insyaallah aku dateng, kamu mau kemana nih? periksa kandungan, perasaan belum waktunya?


" Aku mau nengokin kakek ku, dan bisa kan kakak temenin aku?


Lisa melihat jam yang melingkar di tangannya


" Oke.. aku praktek abis makan siang sih"


" Trus kenapa jam segini udah dateng aja?


Tanya Amel penuh selidik.


" Sebenarnya aku janjian makan siang sama Nyoman sih.. hehehe.. "


" Cieee... akhirnya kakak ku dan bli ku jadian juga... hahahaha..


" Dasar kamu..!!


Hahahahaha....


Keduanya pun tertawa bersama dengan membahas masa-masa dimana mereka ingat tentang apa yang terjadi pada mereka kala di pengungsian di perbatasan.


Tak terasa mereka sampai di depan ruang rawat kakek Wirawan.


" Assalamualaikum "


Amel dengan langkah mantap menuju ruang rawat sang kakek dan langsung masuk ke dalam kamar itu tanpa mengetuk lagi.


" Wa'alaikumsalam.. "

__ADS_1


Terengar jawaban dari dalam ruangan itu.


" Amel..?!! Alhamdulillah kamu ke sini, kakek nggak mau makan Mel, coba kamu bujuk yaa..?


Nyonya Dewi yang melihat kehadiran sang cucu,sangat senang.. dan memohon untuk membujuk sang suami untuk makan, karena dia sudah tak sanggup lagi membujuk suaminya yang menolak setiap makanan yang di dan Marlin sodorkan.


" Kenapa ,apa kakek mau menyiksa diri kakek? Sekarang kalau kakek mau liat cicit kakek lahir, tolong habis kan makananya, dan Amel sudah bawa makanan kesukaan kakek juga ayah, sop ayam.. dan harus di habiskan, nggak ada penolakan!!


Amel menyiapkan masakan yang dia sengaja bawa dari rumah untul sang kakek, Amel sadar semua kejadian dalam hidupnya adalah suratan takdir, sekarang tugasnya untuk menyatukan kembali keluarga miliknya yang sudah lama terpisah karena keegoisan.


Amel dengan telaten menyuapi sang kakek yang masih terbaring lemah, dan terlihat kakek Wirawan meneteskan airmata betapa berharganya Amel dimata orang tua itu, dia berfikir jika dulu dia tak mementingkan harta dan kedudukan mungkin anak dan menantunya masih bisa berkumpul dengan cucunya menyambut cicitnya.


" Kakek kenapa kok malah nangis?


Amel mengusap air mata yang jatuh dari mata sang kakek dengan lembut


" Ka..kek.. malu dengan mu Mel, kamu begitu baik pada kami..padahal sebelum ini, kakek sudah menyakiti hatimu.. hiks hiks.. "


" Ssstttt.... sudah kek, jangan di pikirkan.. Amel hanya sedang belajar ikhlas.. atas semua yang terjadi dengan hidup Amel, dan Amel rasa harus segera berdamai dengan masa lalu, Allah aja yang pemberi hidup.. masih memaafkan umatnya apalagi seorang hamba seperti kita.. yang penting dalam diri kita bersungguh sungguh untuk memperbaikinya."


" Terima kasih ya nak, kamu begitu baik.. ada penyesalam dari nenek kenapa dulu sebelum menolak pernikahan orang tua kalian, nenek tidak mencoba untuk bersikap tenang dan mencoba mendekatkan diri nenek pada kedua orang tua kamu.. "


" Sudahlah.. ayah sama ibu juga pasti bahagia, karena melihat kita berkumpul.. dan sebentar lagi akan hadir cucu mereka, walaupun mereka ..sudah tak lagi disisi kita nek.. "


" Aku sudah tujuh bulan, dan kakek harus cepat-cepat sehat karena aku mau kakek sama nenek hadir di acara tujuh bulanan aku.. ".


" Insyaallah... "


Mereka saling berpelukan, pemandangan mengharukan itu tak luput daru pandangan, Lisa, Zakia, Marlin juga Nyoman dan Satria yang baru datang menyusul sang istri.


" Alhamdulillah.. akhirnya cucu kandung kakek sudah kembali, Marlin sangat bahagia.. "


Ucapan Marlin membuat mereka tersadar dengan keadaan sekitar.. akhirnya mereka melepas pelukan mereka dan mengelap air mata yang tak terasa jatuh karena terbawa suasana.


" Sayanggg...??!!.


Panggil Amel saat melihat sang suami yang sudah ada di ruangan sang kakek yang masih dengan posisi bersandar di depan pintu. dengan gaya menawannya.


" Haiii... sudah? jangan nangis?? Ikhlas.. akan lebih baik untuk kita.. "


Satria mendekati sang istri dan memeluk nya dengan erat.

__ADS_1


" Makasih Bang Sat...!! I Love You...!!!


" Aisssttthhh.. kebiasaan nggak tau tempat kalau mesra-mesraannya. !!


Protes Nyoman, yang tak habis pikir dengan pasangan absurd menurut versinya.


" Biarin wleee... iri bilang boss??!!


Semua orang yang melihat kejadian tersebut dibuat mengeleng geleng kan kepala atas kekonyolan Amel dan Nyoman.


" Lahhh.. dia begitu? dulu aja kayak tom & Jerry dan sekarang kayak permen karet yang nggak mau lepas..!!


Ejek Nyoman mengingat perjalanan kisah cinta kedua sahabatnya itu.


Mereka akhirnya memurmtuskan untuk makan siang di ruang rawat kakek Wirawan dan saling bercanda satu sama lain, apalagi Nyoman dan Amel selalu saja membuat ruangan itu ramai.


Namun ada satu orang yang masih sibuk dengan hatinya, melihat kebahagiaan orang di masa lalunya begitu sempurna dan bahkan luar biasa.


Sejak saat itu Amel selalu menjenguk san kakek dan selalu memantau perkembangan kesehatannya karena dia tak ingin menjadi cucu yang jahat dan Satria juga mengerahkan team dokternya untuk selalu memantau perkembangan kesehatan kakek istrinya.


.


.


.


Hari ini dimana hari diadakannya tujuh bulanan bayi yang ada di kandungan Amel. Keluarga,sahabat,kolega,dan juga anak yatim piatu yang ada di naungan Amel dan Satria pun dihadirkan di acara tujuh bulanan itu.


Papi dan mami sangat antusias dalam acara ini, ada bunda Mirna dan Walid Azman juga terlihat pak Danang, mak Siti, kakek & nenek Wirawan dan banyak lagi yang hadir disana.


Pengajian yang diadakan dengan lancar dan khidmat ,terlihat Hanna selalu di samping sang mommy yang sangat dia sayangi.


Abi juga terlihat bahagia walaupun Amel sudah tak lagi bersamanya, mereka sepakat untuk menjaga hubungan baik, apalagi ada Hanna diantara mereka.


Hubungan Abi dan Zira pun sudah semakin serius ( nanti akan ada cerita Abi dan Zira di Novel lainnya khusus buat mereka)


Terlihat semua orang menyambut bahagia, pewaris keluarga HIKARU .


Di acara itu Zakian terus mencuri curi pandang pada sosok Hanna yang terus menempel pada Satria juga Amel, dan kadang dia bermanja dengan Abi dan Zira.


Ada perasaan aneh menyelimuti hati Zakia melihat interaksi keluarga besar itu, ada rasa sedih saat Hanna begitu manja pada Amel.

__ADS_1


Apakah benar yang dia rasakan, Hanna adalah anak yang dia cari, sebenarnya dia ingin membuat pembuktian pada fisik Hanna namun karena dia takut akan Satria yang pernah mengancam nya, dia tahu betul Satria tak main-main dengan perkataannya.


B E R S A M B U N G.


__ADS_2