
Pagi hari Amel melangkah meninggalkan apartemen sahabatnya dengan membawa bag besar miliknya.
Amel masuk kedalam taxi online menuju Rumah Sakit Global.
Sekitar tiga puluh menit dia sampai dan melangkah keluar dari dalam taxi masuk ke dalam Rumah sakit.
" Amel!! " Seru Intan yang juga barj datang
" Heii... pagi,kamu praktek pagi? "tanya Amel sambil berjalan beriringan dengan Intan ke arah lift
" Yoi.. oh iya kemaren kemana,udah pulang pasti gw sama David nungguin lo di kantin kirain gw lo bakal makan siang dulu baru pulang... ehhh ini tiba-tiba ngilang" ucap Intan dengan lesu
" Ya udah sih, gw minta maaf.. emang gw harus pulang.. gw capek banget soalnya" jawab Amel
" Trus lo mau kemana bawa bag besar gini, mau pindahan? " tanya Intan melihat tentengan Amel
" Gw mau pulang kerumah" ucap Amel singkat
" Pulang, maksudnya? " tanya Intan bingung
" Nanti aja gw cerita in gw ke ruangan gw dulu, bye... "
" Bye... Aneh?? " ucap Intan dengan tingkah sahabatnya.
.
.
Amel melangkah masuk kedalam ruang prakteknya, dan bersiap untuk melaksanakan tugasnya.
" Pagi Dok" sapa Suster Mala.
" Pagi suster Mala, gimana pasien yang pertama bisa langsung di panggil? "kata Amel mendudukan bokongnya ke kursi kebesarannya
" Dok sebentar, ada yang mau saya tanyakan.. boleh tahu apa hubungannya Dokter sama Presdir? maaf saya nggak sengaja denger sedikit soal Dokter sama presdir?" ucap suster Mala ragu
" itu, Tuan Abi itu.. suami saya " ucap Amel singkat
" Oh... suami... eh hahh... suami dok, wah berarti bu Presdir dong kalau gitu Dr Amel? Mala kaget dengan pengakuan Amel yang to the point
" Yang Presdir itu suami saya, dan saya hanya bawahannya.. dan ini rahasia jangan disebar luaskan!! " ucap Amel
" Hehehe.. siap Dok.. rahasia aman, saya panggil pasien pertama ya Dok? " ucap Mala dan Amel mengangguk.
Praktek Amel berjalan tiga jam dan kini telah selesai.
__ADS_1
Amel merentangkan tangan nya dan merehatkan badan nya.
" Dok.. butuh apa apa nggak biar saya ambil kan? " tanya Mala masuk ke dalam ruang kerja Amel
" Kamu pesan kopi kesukaan saya yah.. ,tapi nanti deh.. kita visit dulu aja.. " ucap Amel dan beranjak meninggalkan ruangan kerjanya diikuti oleh Mala.
Mereka kebangsal pasien yang akan ada jadwal operasi dan juga setelah operasi. Amel selalu membuat pasiennya nyaman bercerita tentang keluhan penyakit mereka dan Amel juga memberikan motivasi pada pasien nya.
Saat ini giliran Hana, Amel melangkah masuk kedalam ruangan Hana..
" Siang Hana..!! " ucap Amel.
" Siang Tante Dokter" ucap Hana yang sedang duduk lemas
" Gimana keluhannya apa?"
" Masih seperti biasa Dok, kata Dokter Ikbal haris segera operasi dan Dokter Citra sudah mengevaluasi juga Dok" ucap Ibu panti yang menemani Hana selama Di Rumah Sakit
" Om Abi kok nggak sama tante Amel? " tanya Hana celingukan.
" Om Abi lagi nggak kesini..
" Siapa bilang Om nggak kesini..
" Om Abi... " seru Amel dan Hana
"Kok Om nggak ngomong kalau mau kesini? " tanya Amel
" Gimana mau ngasih tahu, nomer istri sendiri aja nggak punya" sindir Abi pada Amel
" Hahhh.. lupa maaf" dengan imutnya Amel. meminta maaf
" Dimaafin kok,udah selesai periksa Hananya? "
" Sudah sih, cuma aku mau diskusi sama Dr Ikbal juga Citra soal operasi Hana... kalau oke kita lakukan disini, kalau nggak bisa kita harus rujuk Hana ke luar" ujar Amel
" Oke nanto saya yang akan follow up keadaan Hana dan nanti kita putuskan yang terbaik buat Hana..., oh iya Om punya sesuatu buat Hana.. ini,bisa di pakai buat zhikir,Semangat yaa..??! " ucap Abi membelai rambut Hana dengan sayang.
" Makasih Om, Hana akan pakai tasbihnya.. bagus banget om tasbihnya "puji Hana
" Iya... Hana Istirahat Om sudah bawa makanan sama buah buat Hana, nanti di bawa kesini" ucao Abi
Mereka akhirnya keluar dari ruangan Hana dan berjalan beriringan diikuti suster Mala di belakang mereka.
Pemandangan itu membuat tanya. para suster dan Dokter yang melihat dan berpapasan dengan mereka.
__ADS_1
Masuk ke ruang praktek Amel, Abi langsung duduk manis di bangku pasien.
" Lho Om Abi nggak ke kantor..? " tanya Amel mengernyitkan dahinya
" Hari ini setelah hari lah, abis sholat jum'at langsung kesini mau makan siang sama kamu, Laperr" ucap Abi mengelus perutnya yang lapar.
" Suster Mala maaf mau istirahat yaa, bisa minta tolong belikan kita makan siang menu biasa sama kopi satu dan jus mangga satu" ucap Amel dan memberikan dua lembar uang 100rb an
" Kok banyak amat uang nya Dok? " ucap Mala melohat dua lembaran merah
"Satu nya buat suster... makasih sus sebelumnya" ucap Abi
Akhirnya Mala melangkah meninggalkan ruangan tersebut dan menuju kantin denga. hati senang mendapat rejeki tak terduga.
" Suster Mala, mana Amel? " tanya Intan menghentikan langkahnya
" Oh ada di dalam ruangannya Dok.. ini mau beli makan, kayaknya nggak kekantin abis makan paling pulang... "ucap Mala berusaha biasa saja
" Ya udah nanti kita keruangannya. " ucap David membuat Mala kaget
"Dokter Amel lagi sibuk Dok, mendingan Dokter.chatt dulu deh.. takutnya dia nggak bisa di ganggu" elak Mala.
" Aneh Si Mala kenapa kayak ada yang disembunyikan" batin Intan
Setelah membeli pesanan sang boss, Mala langsung berlari menuju ruang kerjanya.
"Om yakin bawa Amel kerumah? " tanya Amel ragu
"Yakin lah.. tolong tulis nomer kamu " Abi menyerahkan ponselnya pada Amel
Amel terlejut melihat layar HP suaminya terpampang gambar saat mereka menikah dulu,dan membuat senyuman manis Amel terbit.
" Senyum senyum gitu, kenapa? aneh? mau gimana lagi, istri jauh nggak ada kabar, bisanya cuma pandangin foto jadulnya aja " ungkap Abi melirik sang istri yang terlihat sedang menahan senyum bahagianya
" Seneng seneng aja, nggak usah jaim.. pake sok cuek.. nggak pantes tau? " ledek Abi
"Ihhh.. Om... emang Om nggak marah selama ini kan Amel nggak jadi istri yang baik, trus sering ngecewain Om, pembangkang, durhaka mungkin sama suami" ucap Amel menunduk sedih.
" Nanti kita bicarakan dirumah.. Okey? " saran Abi
Mala masuk mberikan pesanan boss nya dan mereka berdua makan siang bersama di ruang kerja Amel.
Setengah Jam mereka menyelesaikan makan siangnya dan Amel berganti pakaian untuk pulang bersama Abi.
Mereka meninggalkan ruangan Amel dan berjalan beriringan ,tangan Amel di genggam erat oleh Abi dan Amel tak dapat menolak ,Amel yang sudah pakai topi pun tak masalah kalaupun nanti ada yang mengungkap jati dirinya itu tak masalah karena memang Amel istri Abidzar Akram Ziyad pemilik Global Company.
__ADS_1
Bersambung