Istri Paksa Rela

Istri Paksa Rela
RS Global


__ADS_3

Mobil Abi memasuki kawasan Rumah Sakit dan tepat di depan RS Global Abi turun dan segera minta bantuan pada pegawai disana untuk membawa Walid Azman untuk ke ruang UGD.


Abi dengan cepat menghubungi Keenan..


📲 Keenan


" Hmmm"


" Lo dimana, ke RS sekarang Walid sakit dan gw butuh bantuan lo buat urus semuanya"


" Apa, Walid sakit... kok bisa?? "


" Nanti gw ceritain dan cepat kesini"


" Ya gw Otw. "


Abi berusaha menenangkan sang bunda yang sedari tadi tak berhenti menangis.


Tiga puluh menit kemudian datanglah Keenan juga Amel,Bella serta Farah.


" Bro.. walid sakit apa, kenapa tiba-tiba masuk Rumah Sakit? " tanya Keenan saat sampai di depan ruang UGD


Amel mendekati sang ibu mertua dan memluk erat sang bunda,mereka menangis sedih berdua.


" Walid lihat foto itu" ucap Abi dengan lirih namun masih terdengar oleh semuanya yang dekat dengan Abi


" Astagfirullah.. bun, berarti Walid memang belum tau soal foto itu? " tanya Amel dengan ragu


Bunda Mirna hanya bisa mengannguk dan memeluk erat sang menantu.


" Maafin Amel bun, karena Amel menemukan foto itu buat Walid sakit" ucap Amel pada sang bunda Mirna


" Nggak sayang, memang rahasia ini hanya Bunda, Ken dan Abi yang tahu. karena dulu Walid sangat sibuk dengan bisnisnya jadi jarang di Indonesia. " ungkap sang bunda masih memeluk tubuh menantunya.


Dan akhirnya dokter keluar dari ruang UGD .


" Gimana dengan keadaan suami saya dok" tanya Bunda Mirna dengan perasaan campur aduk

__ADS_1


" Begini nyonya, tuan Abi... tuan Azaman mengalami serangan jantung, namun dikatakan serangan jantung ringan,namun jika tak di jaga dan dirawat dengan baik akan fatal akibatnya dan saya sarankan jauhkan tuan Azman dari stres dan juga rasa tertekan.Untuk sementara Tuan Azman harus dirawat selama beberapa hari disini, pasien akan dipindahkan ke VVIP 1 tuan... saya permisi semuanya" Dokter pun akhirnya pergi meninggalkan mereka.


" Mel, kamu mau disini atau


" Amel sementara mau disini dulu bang, nanti biar Amel balik sama Farah. " ucap Amel memotong pembicaraan Keenan.


" Sebaiknya kamu istirahat saja dirumah sayang.. " ucap Abi berusaha berbicara pada sang istri namun Amel diam seribu bahasa


Suasana menjadi canggung karena dua orang yang sedang perang dingin.


Saat ini Bunda Mirna sedang berada di dekat brangkar tempat tidur sang suami .


Sementara Amel keluar untuk membeli sesuatu yang bisa buat cemilan untuk teman begadang.


" Amel tunggu!! Abi mencekal lengan Amel dengan cepat menghentikan langkahnya.


" Lepas... lepaskan tangan kamu dari saya tuan Abi..!! " seru. Amel. dengan lantang


" Tidak akan Amel..!! " tolak Abi dengan tegas


"Atau aku akan teriak... biar orang-orang memukulimu.. "


" Maaf.. tidak semudah itu tuan Abi, kamu bertahun-tahun membohongi saya.. kamu membongi saya, menyakitkan... hati saya hancur " ucap Amel dengan mata yang berkaca-kaca


" Baik.. tolong dengar penjelasan saya Armel Aisya"


" Penjelasan apa, kamu begitu bahagia dengan kehadiran dia di acara itu, begitu hangat memeluk mencium nya... kamu salah Tuan Abi, kamu salah... kamu tidak menganngapku ada, apa aku hanya pemuas na*su mu saja iya.?? sungguh miris nasib ku... Hahahaha " Amel dengan deraian Air matanya yang mengalir deras memabasahi pipinya dan menertawakan nasibnya, kecewa teramat dalam pada sang suami


" Amel mas....


" Kamu mau bilang kalau kamu khilaf? kamu meninggalkan aku lalu kamu menikah tanpa aku tahu, kamu perkosa aku, dan bodohnya aku kembali pada baj*ngan macam kamu..!!" Amel


sangat geram dengan suaminya


"Aku memang bukan orang suci,aku pernah membuat kesalahan.. "


" Kesalahan?? kalian melakukan nya sama-sama mau, terlihat jelas kedekatan kalian di foto tak ada dasar paksaan,sudahlah ..lebih baik kamu kembali padanya.. siapa tahu kamu punya anak sama dia " ucap Amel dengan sinis

__ADS_1


" Jaga mulut kamu!! " bentak Abi dengan lantang


"Hoo... woww, ken..


" I'Am... " Suara seseorang menghentikan ucapan Amel


Mendengar suara itu sontak Amel dan Abi menoleh pada sumber suara.


" Nada, ngapain kamu disini? "tanya Abi dengan melirik Amel


" Lho.. kok kamu nanya gitu, kan semalam aku bilang kamu Angga masuk Rumah Sakit.. terus kamu disini ngapain? kamu sakita atau?? "


" Walid sakit " jawab Abi singkat tangan nya masih mencekal lengan Amel dengan erat.


" Maaf.. bisa anda lepas tangan saya..? " kata Amel dengan bahasa formal pada Abi dan sontak Nada memandang Amel


" Am.. dia kesakitan, kamu lepaskan kasihan..pasti dia buat kamu kesal yah,kamu kebiasaan kasar.. bisa kan bicara baik-baik "ucap Nada suara lembutnya


" Anda tau sekali yah, perangai tuan ini..? kalian ada hubungan apa?


" Stopp Armel Aisya...?!!" Bentak Abi kesal dengan sikap Amel.


" Kenapa, takut... hemmm?


" Takut? takut apa kamu Am? selama aku kenal kamu nggak ada rasa takutnya kamu sama orang" celoteh Nada


" Oh yaa? kalau dia kehilangan istri pasti dia nggak akan takut yaa? bisa cepat cari lagi" ucap Amel dengan nada ketus


" Wahhh.. itu tanya sama Am, kalian kenapa sih.. kayaknya dari tadi aku liat kalian kayak ada masalah serius? " tanya Nada tak peka..


" Amel..!! " panggil seseorang menepuk bahu Amel.


" Intan.. kamu kemana aja gw pengen ketemu sama lo.., mana David?" ucap Amel ternyata Intan sahabat nya waktu kuliah di Belanda dan bersyukur dengan kemunculan Intan dia bisa lepas dari Abi.


" David, ada di ruangannya tadi dia bilang ada pasien yng melahirkan, yuk.. sekalian kita nongkrong sama ngomongin sesuatu ke lo" ucao Intan menarik Amel menjauh dari Abi.


" Permisi... saya pulang ke rumah Farah, jaga bunda sama Walid" ucap Amel dengan lirih dan masih sedikit menghormati suaminya sebatas mengingatkan untuk menjaga kedua mertuanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2