
Pandangan itu membuat Satria merasa haru dan sekaligus khawatir.
Entah mengapa Satria begitu khawatir dengan apa yang menjadikan di pikirannya sekarang.
" Sat... lo kenapa? bisik Abi melihat Satria yang sibuk memandang Amel dan Hanna yang sedang asyik berbicara dengan sesekali menertawakan tingkah Zira.
" E.. ehh.. nggak papa, hanya gw kepikiran apa yang terjadi hari ini sangat buat gw berpikir apa yang akan terjadi sama Amel juga Hanna kalau mereka harus berpisah jauh. " jawab Satria dengan lirih
" Maksud lo soal Hanna sama Kia? tanya Abi lagi
Terlihat Abi memang seperti ta km memikirkan pernyataan Satria soal Kia dan Hanna, namun di lubuk hatinya dia merasa khawatir jika harus berpisah terlalu jauh dengan anak angkatnya.
Walaupun Hanna sekarang tinggal di asrama namun, saat Abi kangen atau Hanna memerlukan dia pasti akan selalu Abi utamakan, tak bisa terbayangkan oleh Abi anak yang tadinya merengek pada nya buat menyenbuhkannya akan jauh tak teejangkau olehnya lagi.
" Aku sebenarnya juga berpikir keras dan aku ingin Hanna tetap jadi anak ku...
" Hehhh.. bukan anak lo doang, tapi.. anak kita.. inget yaa..gw juga Daddy nya " ucapan Satria yang sedikit kencang membuat Amel ,Zira juga Hanna menoleh pada kedua pria yang seperti sedang berebut pengakuan.
" Daddy.. dad kenapa? kok teriak teriak, Daddy lagi marah sama Papa? tanya Hanna melihat Satria sempat sampai berdiri dari sofa.
" Ng ..nggak kak... Daddy cuma mau bilang sama papa kamu, kalau kamu juga anak daddy.. bukan cuma anak papa jomblo mu itu..!! ucap Satria sambil menunjuk arah Abi dan menekan kata Jomblo
" Weiiishhh... jangan bawa-bawa status jomblo dong, lo belum tau aja kalau gw... ..ahhh... sudah lah" ucapan Abi terhenti saat tak sengaja melihat Zi menatapnya tak biasa.
" Kalau gw.. apa mas? mas udah punya gebetan yaaa....cieee... yang lagi jatuh cinta... " ledek Amel pada mantan suaminya
" Cieee.... sebentar lagi kita dapet PJ mom..!! ucap Hanna juga terlihat sangat bersemangat..
" Kalian emang bener-bener...!!! udah lah.. papa mau keluar sebentar" ucap Abi beranjak dari tempat duduknya.
Semuanya tertawa melihat tingkah Abi,tingkahnya sama sekali bukan seperti Abi yang mereka kenal Mr. Kaku.
Sudah tiga hari Hanna berada di Rumah Sakit, dan Amel setia menunggu sang anak angkat walau perutnya sudah membuncit, karena usia kehamilannya yang sudah masuk usia tujuh bulan.
" Mommy, kapan kakak bisa pulang? tanya Hanna pada sang mommy.
" Nanti mommy tanya dokter yaa.." jawab Amel sambil menyuapkan nasi ke mulut Hanna
__ADS_1
" Kan mommy dokter, trus daddy juga dokter.. masak nggak tau?? " ucap Hanna mencebikkan bibirnya
" Tapi, kamu kan dalam pengwasan Dr. Rey.. temen Mommy, nanti mommy tanya yaa..? terang Amel dengan nada lembut
" Oke.. " jawab Hanna menuruti kata-kata sang mommy.
" Mommy kakak bosan jika terus di kamar, boleh nggak sih kita jalan-jalan ketaman ? tanya Hanna
Namun sebelum menjawab pertanyaan sang putri ,pintu ruangan Hanna terbuka terlihat Zira yang datang membawa keperluan Amel.
" Aunty... akhirnya muncul juga, mom.. kita ke luar yaa.. udah ada aunty Zi.. kan bisa dorong kursi roda aku.. ya.. mom..please??!! mohon Hanna dengan menangkupkan kedua tangannya pada depan dadanya
" Iya.. tapi, minum obatnya dulu.. " ucap Amel menyodorkan gelas air dan beberapa obat untuk Hanna minun.
Dengan cepat Hanna meminum obat yang di berikan Amel padanya.
Kini Hanna, Amel juga Zira berada di taman Rumah Sakit.
Mereka sedang menikmati sore dengan melihat orang disekelilingnya.
" Amel...!! sapa. seseorang
" Amel.. kamu sakit nak? tanyanya lagi
Namun sebelum Amel menjawab,mereka dikagetkan suara seseorang.
" Nyonya Dewi...!! tegur seseorang dan itu adalah Satria
"Sayang... mas Abi..!! ucap Amel dan melirik ke arah Nyonya Dewi
" Sayang kenapa disini? tanya Satria dengan lembut
" Hanna sudah bosan di kamar Dad.. ini bukan salah mommy juga Aunty Zi.. " Hanna mencoba untuk menjelaskan supaya sang mommy dan Aunty nya tak di marahi.
" Itu nggak masalah sayang, maaf...yaaa..??
Sadar tegurannya membuat anak angkatnya merasa bersalah Satria mencoba untuk menenangkan.
__ADS_1
" Nenek...!! seru seseorang
" Kia...!! seru Amel juga Abi dan Satria
" Kalian, siapa yang sakit? Zakia kaget karena ternyata orang yang bersama nenek angkat suaminya itu adalah oran yang dia kenal.
" Anak kami.. " ucap Satria dan Abi hampir bersamaan.
" Wahhh... daddy sama papa kompak... yeeeyyyyy !!! seru Hanna melihat kedua laki-laki yang dia sayang mengakuinya.
" Thank's you baby... " ucap Satria dan Abi dengan santainya dengan gaya tengil dua Hot Daddy itu.
Namun Kia bukan karena suka dengan kekompakan dua pria itu tapi, dia melihat Hanna dengan pandangan sendu,kelakuan Kia mengundang tanya pada Zira dan juga Amel yang saling menyenggol.
" Haii... kamu siapa namanya? sapa Kia mendekat pada Hanna
" Aku Hanna, anak Mommy Amel dan dua pria itu adalah papa juga Daddy ku.. " ucap Hanna dengan bangganya memperkenalkan diri dengan menyebut orang tua angkatnya dengan rasa bangga.
" Kamu cantik nak, umur kamu berapa? tanya Kia lagi mensejajarkan tingginya dengan Hanna yang duduk di kursi roda.
" Hanna kita harus cepat keruangan lagi,tadi.. papa sama Daddy cari kalian karena Dr. Ray cari kamu dikira kamu kabur" ucap Abi dengan segera membawa Hanna ke ruangannya lag ok
" Kita duluan " ucap Satria merangkul pundak sang istri.
Namun beberapa langkah Amel dan Satria terhenti kala seseorang berbicara.
" Amel kakek dirawat disini, jika ada waktu jenguklah sebentar saja, dia menyesal dengan apa yang sudah terjadi, sampai - sampai dia menyiksa diri nya." ucap Nyonya Dewi dengan pandangan sendu menatap punggung cucu kandungnya.
" Maaf mungkin saya nggak bisa, saya sibuk dengan anak saya... semoga Tuan Wirawan cepat sembuh... permisi.. " ucap Amel dengan nada dingin dan tetap menatap lurus ke depan
Amel dengan cepat melangkah dalam pelukan Zira.
" Maafkan istri saya nyonya , dia sedang mencoba menyembuhkan luka karena perbuatan kalian pada sang ayah yang masih menggores dalam hatinya" ucap Satria dengan nada dinginnya
" Sat... boleh aku ketemu lagi dengan anak kalian? tanya Kia pada Satria dengan ragu
" Kia,aku tau apa yang kamu pikirkan..tapi, aku mohon cukup lihat dari jauh.. karena aku nggak ingin kamu melukai dua orang yang aku sayangi, Hanna walaupun bukan anak kandung kami tapi, kami sangat menyayanginya, dan jika kamu macam-macam dengan ku membua yg Amel deperesi lagi, aku pastikan.. kamu tak bisa melihat dunia ini. " ancam Satria dan langsung melangkah pergi.
__ADS_1
Zakia yan mendengar penuturan sang mantan kekasih,terasa hatinya sakit seperti teriris sembilu yang tak pernah dia sangka.Yang dia lakukan hanya menangis dalam sesalan.
B E R S A M B U N G