
Intan membawa Amel masuk ke dalam Rumah Sakit sepanjang koridor Intan ngoceh namun Amel tak menghiraukannya,jiwanya melayang jauh entah pikiran apa yang merasukinya.
" Mel... Mel.. Armel Aisya!! " seru Intan menepuk bahu Amel sehingga sadar dari lamunannya.
" Hahh.. apaan sih Tan? yuk keruangan David gw butuh bantuan kalian" ucap Amel dan berlal ke ruang kerja David.
Clek..
" Woii.. udah kelar lo..!! seru Intan dan mendudukkan bokong nya di kursi depan David
" Sialll... Anjir lo... Lho ada lo Mel, tumben lo nggak sama presdir? tanya David dengan nada mengejek
" Sial lo.. gw butuh kertas sama pulpen.. "ucap Amel dengan merebut buku di meja David
" Buat apa lo? "tanya David penasaran
" Gw mau ngundurin diri dan mau cari Rumah Sakit yang memerlukan dokter bedah." ucap Amel dengan tangannya sibuk menulis penginduran diri.
" Halahhh.. lagak lo, udah sih... laki kaya, tajir mlintir ngapain kerja coba " ucap Intan mendapat tatapan tajam dari Amel.
__ADS_1
" Gw lagi ada masalah nih, bingung gw" ucap David mengalihkan pembicaraan mereka berdua
" Apaan si loh,masalah Perempuan...?? gw pusing nih... gara-gara masalalu laki gw, para readers buat Petisi AMEL TINGGALIN ABI "
" Emmm... begini , lagi ada lowongan kerja buat jadi suka relawan di daerah perbatasan... pasti mereka membutuhkan dokter bedah" ucap David
" Dimana, emm.. maksud gw di temamtin di mana?
" Lebanon" jawab singkat David
" Gw mau" ucap Amel cepat
" Hahhh.. nggak salah, nanti gimana laki lo?
" Sudahlah, gw ada masalah sama dia dan gw butuh waktu buat menghilang kan rasa kecewa gw sama dia. (biar Author jangan di serang terus) " ucap Amel denganqajah sendunya
"Lo yakin nih? " tanya David lagi
"Hehh.. Lo kenal gw kan kalau gw dah bilang ikut ya ikut.. " ucap Amel cepat
__ADS_1
" Aishttt... gw takut nasib kita disini terancam cuy? "ucap Intan merinding mendengar jika Abi kalau marah pasti sangat menakutkan.
" Maka dari itu tolong rahasiakan tentang data ku, nanti gw bakal minta tolong juga sama bang Keenan soal itu. " ucap Amel dengan semangat
" Oke.. gw kasih data lo sama Satria karena lo bakal berangkat sama Dokter Satria dari Singapura dia Dokter Anastesia dari Indonesia juga tapi, tugas di Singapura." jelas David
" Oh iya... inget jangan sampai lo nggak kuat iman, secara Dokter Satria itu lebih ganteng dari suami tajir lo..." Goda David pada Amel
" Sial*n lo...!! nggak semudah itu Amel berpaling,dan perlu lo tahu... kalau Amel jadi janda mungkin....? " celoteh Amel dengan nada sinis
" Anjirr... lo yakin bis lepas dari kekuasaan laki lo?? " tanya Intang membuat Amel seperti menyiratkan kesedihan mendalam
" Lo kenapa, dia punya seseorang yang buat menggoyahkan iman si Om sexy lo?" tanya David penuh selidik
" Suee... banget ya laki lo, kalau tau gitu mendingan lo kawin tuh sama Mike... " seloroh Intan dengan tak menyangka orang yg ang dulu dia kagumi ternyata menjadi salah satu orang yang menyakiti sahabat nya.
" Udah lah, gw balik yaa... lusa kan gw berangkat, semua dokumen lo urus jadi gw tinggal berangkat oke?? " ucap Amel dengan nada memerintahkan
" Nggak jauh emang lo yaa.. kaya laki lo..!! "ucap David mendapat tatapan tajam dari Amel.
__ADS_1
Serelah rasa cukup Amel kembali ke Apartement Farah dengan sedikit kelegaan,setidaknya dia bisa memulai hari barunya jauh dari Seorang Abidzar Akram Ziyad.
Bersambung