
Amel mencuri-curi pandang pada sang suami dan hal tersebut di tertangkap pandang oleh Abi yang melihat dari ujung matanya. Dia tetap fokus dengan meeting dan memberikan saran dan penilaian pada kinerja Rumah Sakitnya.
" Dr. Amel.. ada yang perlu di pertanyakan? " tanya Abi tiba-tiba
" Hahhhhh..emmmm,eng ..nggak, maaf tidak ada Tuan Abi " ucap Amel tergagap oleh tingkah jahil suaminya
Melihat Amel yang tergagap spontan Keenan tertawa terbahak bahak
" Hahahahahaha... " Keenan tertawa lepas itu jarang dilihat oleh para staf atau yang lain.
" Bang Keeeee...!! teriak Amel spontan
" Amel, Keenan stop!! " bentak Abi..
" Bang Ken.. duluan Om.. dia ketawain Amel.. ihhh.. " Amel kesal dengan tingkah Keenan yang dari dulu suka menertawakan tingkah bodoh Amel.
" Makanya rubah sifat bo*oh Kamu itu di depan dia" ucap Abi lirih
" Om Abi ngomong apa, Om bilang aku bo*oh..iya? kalian ngselin "ucap Amel dengan masih dengan memasang wajah cemberutnya
Amel tersadar saat ini ada di mana dia berada.
" Maaf.. kelepasan " ucap Amel polos
" Amel lo apa apaan mereka itu atasan kita" bisik Intan
" Sorry kelepasan kalo urusan sama mereka gw nggak tau kenapa nggak bisa kontrol. " jawab Amel sekenanya
"*Ada apa Dr. Amel sama Presdir?
" Ternyata Dr. Amel imut juga kalau lagi mode ngambek"
" Bocor juga ternyata Presdir, tapi berlaku buat Dr. Amel saja..
" Hari ini baru lihat senyum manis presdir"
" Dr. Amel apanya Assisten Keenan yaa...?
" Dr. Amel ternyata punya sifat manja..
" Presdir ternyata iseng juga orangnya*.."
Banyak lagi omongan para Dokter menilai kedekatan sang Presdir dengan salah Satu Dokter baru di Rumah Sakit Global.
Meeting berjalan dengan lancar walau Abi ada sedikit pesan buat semua Dokter untuk memajukan RS. Global.
__ADS_1
Abi hari ini merasa mimpi jadi kenyataan karena sang istri telah kembali walaupun belum ada interaksi langsung berdua Abi lega melihat sang istri yang tambah cantik dan menjelma menjadi wanita dewasa. Namun baginya Amel Aisya istrinya tetap anak kecilnya.
" Saya ingin tahu kinerja Dokter baru di RS Global ini" Ucap Abi mengedarkan pandangannya pada semua peserta meeting.
" Dr. Armel Aisya.. silahkan anda utarakan visi dan misi anda menjadi salah satu Dokter bedah di Rumah Sakit Global.
Armel mendengar namanya disebut langsung beranjak dari kursinya dan berdiri membuka satu dokumen rekap medis milik salah satu pasien yang sedang dia perjuangkan kesehatanya.
" Saya...
" Sebentar.. kemana jas Dokter kamu kenapa kamu tidak memakainya..? " tegur Abi yang melihat Amel hanya memakai sweter tipis dengan dalaman kaos putih
" Kamu..?? batin setiap Dokter di dalam ruang Meeting... karena biasanya Abi akan menyebut anda atau Dokter.
" Hahhh.. maaf Tuan Abi.. kebetulan tadi jas saya terkena kotoran pasien jadi saya sedang membersihkannya dan maaf tidak ada cadangan nya" ucap Amel sedikit takut
" Ya sudah lanjutkan.. ada progres apa ?"tanya Abi lanjut.
" Saya dan Dokter Ikbal sedang menangani pasien berumur lima belas tahun dan dimenderita gagal jantung dan harus segera di tangani,semangat untuk sembuhnya sangat besar diusianya yang baru lima belas tahun saya rasa dia butuh terapis yang baik tuan
" Kalian sudah buat scedule operasi nya?
" Sementara belum, karena saya menunggu rekap medis Hana dari Dokter Citra selaku Dokter Anastesi. " ucap Amel memandang Citra
" Setelah meeting ini saya harap kalian yang bersangkutan dengan pasien Hana tetap tinggal dengan saya di ruangan ini."ucap Abi meredam kemarahannya.
"Gawat macan sudah mulai menampakkan taringnya " batin Amel
Meeting di lanjutkan dengan berbagai macam pertanyaan dan keluhan masing-masing Dokter dan semua di jawab Abi dengan bijak.
Selama dua jam mereka meeting dan saatnya bubarkan diri namun tidak dengan tiga orang yang di maksud Abi tetap tinggal.
" Dokter Ikbal anda punya rekap medis milik Hana? "
"Punya Tuan ini.. kebetulan saya bawa. "
" Dokter Amel kamu sudah follow up dengan Dokter Anastesi untuk riwayat pasien? "
" Sudah, ini rekapnya.. kita harus cepat tanggap melakukan operasi pembedahan pada Hana" ucap Amel terlihat sangat khawatir dengan
" Tenang Dokter Armel Aisya saya tahu, kamu ingin yang terbaik untuk Hana" ucap Abi mencoba menenangkan istrinya
" Mel... kita tahu kamu peduli sama Hana, tapi.. jangan sampai melahi jalur kewenangan kamu" kata Keenan memperingatkan Amel
__ADS_1
" Iya bang....Amel tau tapi, kalau tidak ada penanganan serius dari team Anastesi kasian Hana selalu merasa sakit, gadis kecil itu butuh kita Om.." ucap Amel dengan nada lemah
" Sekarang kita lihat Hana dan kalian bertiga harus kompak dalam team dan ini perintah saya, jika ingin hanya bermain-main disini segera mengundurkan diri dari Rumah Sakit ini" ucap Abi
Akhirnya Abi, Keenan ,Amel ,Ikbal juga Citra menuju bangsal Pasien Hana..
Abi yang berjalan beriringan dengan Amel sedikit merapat ke tubuh istrinya yang selama ini dia rindukan
" Kamu apa kabar? tanya Abi lirih
Amel kaget dengan perkataan Abi yang tiba-tiba
" Aku baik, Om sendiri? "tanya Amel balik
" Yah.. beginilah,suami kamu yang tambah tua.. " ucap Abi cuek
" Om..!! " ucap Amel yang sedikit berteriak.
" Ok.. sorry??! "Abi mencoba mengatur detak jantung yang kian memacu.
Sampai di bangsal Hana Abi dan rombongan langsung menemui Hana.
" Haii.. Hana, gimana sarapannya dihabiskan? obatnya sudah diminum? " tanya Amel penuh dengan kasih
" Sudah Tante dokter.. kok Tante banyak temennya, mau ngapain? " tanya Hana polos
" Haii.. Hana,kenalkan saya Om Abi... om mau liat Hana..,gimana masih sering sakit dadanya?
" Masih Om.. tapi, kalau sakit.. Hana inget pesan tante Dokter suruh baca istighfar sama selalu sholawat." ucap Hana polos
" Pinter.. Hana harus kuat, nanti om Abi yang akan usahakan Hana cepat untuk operasi yah..? " kata Abi membuat Hana tersenyum manis
" Terima kasih Om, kenapa om baik sama Hana? " tanya Hana
" Karena Hana mengingatkan om sama gadis kecil Om yang kuat kaya Hana.. dan sekarang sudah sukses jadi seorang dokter cantik " ucap Abi melirik Amel yang berdiri diseberang Abi.
" Oh ya... siapa namanya Om? Hana sangat penasaran
" Namanya Armel Aisya Ziyad " jawab Abi dengan santainya
" Armel? maksudnya tante Dokter Amel? "
" Yah... gimana cantik kan gadis kecil Om? sekarang Hana jangan lupa selalu berdoa dan istirahat yang cukup, Om.. pulang besok Om kemari lagi" ucap Abi dan mencium pucuk kepala Hana
Armel yang melihat interaksi Abi dan Hana menangis haru.
__ADS_1
Semua perkataan Abi di dengar oleh Ikbal juga Citra, banyak pertanyaan di benak mereka tentang siapa Amel. sebenarnya.
Bersambung...