
Amel sampai di Rumah Sakit Global Hospital langsung masuk dan menuju ruang meeting karena memang agenda nya untuk hari ini yaitu meeting untul audit Global Hospital.
Saat Amel datang pun semua peserta meeting sudah stay disana Abi dan Keenan pun sudah duduk di tempatnya.
" Maaf saya terlambat " Amel dengan nada lirih meminta maaf atas keterlambatannya.
" Nggak masalah baru lima menit kok" Abi berusaha memberikan toleransi pada Amel
" Terimakasih tuan Abi" Dengan sopan Amel mengucapkan terima kasih .
" Sekarang kita mulai saja meeting kita, karena kita akan mengadakan audit yang nanti akan kita meetingkan bersama Hikaru Company.
Meetin pun di mulai dan membahas semua tentang dunia medis dan juga membahas tentang kerjasama dengan Hikaru yang membuat Global mencapai keberhasilan untuk meningkatkan pendapatan dan grafik kesuksesan perlahan mulai naik.
Meeting selesai setelah 2 jam berlangsung dan bertepatan dengan jam makan siang.
Semua peserta meeting satu persatu meninggalkan ruang meeting terlihat tersisa hanya ada Abi,Amel dan Keenan
" Mel kita makan siang bareng, kebetulan bunda juga kemari untuk kita makan bersama" Abi berusaha untuk mengajak Amel makan siang bersama bunda Mirna dan juga dirinya
"Emmm.. gimana ya mas, Bang Ke ikut juga? Amel sengaja tak secara langsung mengajak Keenan ikit serta
" Boleh kalau Ken bisa " Abi bukannya keberatan mengikutsertakan Keenan namun dia sudah menyusun rencana untuk bicara pada Amel di bantu sang bunda.
" Gw mah.. ngikut aja kalau soal makan gratis siapa sih yg ng nolak?? Ken tahu pandangan mata Amel yang mengisyaratkan memohon padanya
Keenan tahu kalau Amel mau move on dari kekecewaan nya masa lampaunya.
Mereka akhirnya meninggalkan ruang meeting dan menuju lobby Rumah Sakit disana terlihat Bunda Mirna sudah datang dengan menyertakan Tasya bersamanya.
Amel merasa biasa aja namun Abi terlihat sekali tak menyukai kehadiran Tasya.
" Kenapa Bunda sama Tasya sih? "batin Abi
__ADS_1
" Haii.. Mel,apa kabar sayang?? Bunda Mirna memeluk tubuh Amel dan menciumi pipinya tanda sayang.
" Alhamdulillah baik bunda, haii.. mba Tasya.. apa kabar? Amel yang memang menganggap dia tak ada masalah dengan Tasya dia bersikap santai
" Baik... kok kamu disini? " Tasya merasa heran kenapa Amel selalu berada di dekat Abi
" Mbak Tasya aneh nanya nya.. saya kerja di Global Company dan kebetulan ada project kerja sama dengan HIKARU Company saya yang bertanggung jawab, jadi nggak salah kan saya ada di Global Hospital karena memang itu bidang saya.. " Amel dengan santai menerangkan apa yang dia kerjakan
" Sudahlah kita langsung ke restorant yang bunda booking buat kita" Bunda Mirna mencoba menengahi Mereka berdua.
" Ya udah.. itu mobil Abi, Ayo Mel... " Ajak Abi pada Amle untuk naik kemobil.
" Sebaiknya aku ikut mobil bang Keenan dan biar bang Ke ada temen ngobrol iya kan bang? Amel mencari alasan untuk menolak permintaan Abi.
" Iya bro, masa gw di mobil sendiri BT gw " Keenan membuat buat tampang sedih nya
" Ya udah kamu bareng Ken sayang, kita ke Resto Embun yaa? Bunda memberikan lokasi resto tersebut
" Resto Embun..? pas banget Farah ada meeting juga disana," Keenan sangat senang
Akhirnya mereka melanuju restaurant yang mereka maksud.
Lima belas menit mereka sampai di sebuah restaurant mewah dan mereka segera masuk dan menanyakan tempat untuk mereka makan.
Saat akan melangkah menuju meja mereka tiba-tiba terdengar seseorang memanggil nama Amel
" Amelll...!! " Orang tersebut berjalan keluar darisalah satu ruang VIP restaurant tersebut.
" Mami... kok mami disini? Amel begitu lega banget dengan adanya mami mertuanya
" Lho mami telpon kamu loh, wa kamu juga tapi.. nggak diangkat.. akhirnya ketemu kamu juga, mami khawatir kalau kamu akan telat makan, kalau sampai kamu sakit mami bakal kena marah sama dua pangeran mu itu" Mami memeluk Amel dan menciumi wajah menantunya itu.
" Kak.. kakak disini juga? Akira muncul dari ruangan sama dengan mami Fitri dan ada Farah juga
__ADS_1
" Ternyata kalian kumpul, untung ketemu mami.. jangan-jangan ada papi juga di dalem" Amel dengan manja bergelayut pada sang mami mertua
Semua pemandangan itu dilihat oleh bunda Mirna, Abi juga Tasya.
" Lho... Sayang nya papi ada disini juga? Tiba-tiba papi Rezvan muncul dari pintu depan bersama Keenan
" Papi.. tuh kan untung Amel ketemu kalian disini" Amel memeluk papi mertuanya dan dengan sayang papi Rezvan mencium pucuk kepala Armel,Mami Fitri dan juga Akira.
" Tadi papi ketemu Ken katanya bossnya juga mau makan disini" Amel baru sadar dengan keberadaan Abi juga bunda Mirna dan Tasya.
" Astaghfirullah Amel sampe lupa, Tuan Abi kenalkan ini Mami Fitri, papi Rezvan dan juga pasti kenal denga Akira mereka keluarga Mr Dev Hikaru" Amel mengenalkan anggota keluarga barunya pada mantan suami dan mantan mertua nya
" Saya Abi dari Global Company dan ini bunda saya Bunda Mirna ,salam kenal tuan dan nyonya Hikaru" Abi dengan sopan menyalami kedua orang tua partner Busnisnya.
" Senang berkenalan dengan keluarga Ziyad...,gimana kalau kita makan siang bareng aja.. biar rame" usul sang papi Rezvan menggandeng tangan Amel juga Akira.
" Mereka sangat akrab sekali" batin Abi melihat Amel yang begitu dekat dengan keluarga patner bisnisnya
Akhirnya mereka bergabung untuk makab siang bersama.
Selama makan siang itu Amel sibuk dengan ponselnya dan mami Fitri dengan senang hati menyuapi Amel seperti Akira juga tak mau kala dengan kakak iparnya.
" Amel kenapa sekarang jarang main kerumah? Bunda Mirna mencoba untuk mulai mengorek sesuatu
" Maaf ya bun, soalnya Amel emang nggak sempet.. buat ke rumah Bunda.. soalnya Amel lagi sibuk juga. " Amel mencoba memberikan alasan.
" Bukannya kamu kerja smpe jam 5sore bisa lah main ketempat bunda sekalian ikut Abi" Bunda Mirna seperti tak menerima alasan Amel
" Maaf ya jeng.. kebetulan setelah Amel pulang kerja dari Global dia harus ketem Uhhh dengan saya karena kan, Amel sama saya akan membangun bisnis kuliner jadi kita lagi sibuk-sibuknya dan juga Amel akan saya sertakan dalam bisnis fashion milik saya yang bekerja sama dengan butik Farah sahabatnya Amel. " Mami Fitri memberikan alasan yang menurut Amel tak habis pikir kenapa mami membuat alasan itu.
" Maaf jeng setahu saya Amel belum pengalaman bisnis lho? Bunda Mirna terkejut dengan perkataan wanita yang seumuran dengannya.
Sepertinya situasi makin tegang saat kedua wanita paruh baya itu tak secara langsung merebutkan Amel.
__ADS_1
Bersambung