
" Akira.. kamu jangan ngomong gitu dong, coba kalo Bang Sat.. eh maksud aku kakak kamu tau, bisa bumi gonjang ganjing.. karena dia marah" Kelakar Amel dengan senyuman manisnya
" Nggak bakal dia marah kak, orang kayak gitu harus di kasih pelajaran.. pakaiannya aja tertutup tapi perangai macam Syaiton nirojim.. Astagfirullah ..." timpal Akira
Saat dekat dengan meja Abi berada di sana masih dengan setia Tasya duduk samping Abi walau Abi terlihat cuek.
" Udah selesai ke toilet nya Mel.. ?" tanya Abi melihat sosok Amel dekat dengannya
" Udah kok... " jawab amel singkat dan beralih ke Akira yang masih berdiri disampinganya dengan menatap tajam ke arah Tasya.. " Oh ya Kira.. kamu sama siapa kesini? " tanya Amel mengalihkan perhatian Akira
" Oh.. tadi sama temen tapi, dia udah balik duluan, ya udah kak.. aku duluan nya,inget jaga diri kalau terjadi apa-apa sama kakak yang ada macan punya ku bisa ngamuk..Hehehehe " Sindir Kira melirik Tasya
" Iya... gempar nanti, hahaha.. oke kamu take care yaa... sampe ketemu lagi.." ucap Amel dengan candanya dan berpelukan dengan Akira cipika cipiki lah..
Akira meninggalkan Caffe sementara Abi dan yang lain beranjak dari kursi dan mengajak Amel kembali ke kantor.
.
__ADS_1
.
" Mel... lo nggak papa kan? " tanya Keenan saat diruang kerja mereka.
" Nggak papa, emang aku kenapa?
" Orang gw nanya lo nanya balik, maksud gw Tasya nggak ngapa-ngapain lo kan?
" Nggak lah, cuma dia takut aku ganggu dia sama Mas Abi"
" Haisshhhtt.. gw rasa walid kali ini salah deh Mel "
" Secara dia kenalin Tasya sama Abi, sementara yang abang tahu saat ini Abi masih cinta sama lo"
" Entah lah bang, Amel ngerasa salah.. dan Amel rasa nggak pantas buat mas Abi.. Amel sudah jadi istri durhaka buat mas Abi, Amel salah mungkin teramat besar dosa Amel, karena bagaimana pun Amel tak boleh begitu saja meninggalkan Mas Abi dengan masa yang begitu lama, mas Abi begitu setia menunggu Amel namun Amel kembali memainkan pernikahan dengan Mas Abi, Amel pergi lagi.. karena keputusan Amel itu Amel ikhlas untuk melepasnya, mas Abi nggak mungkin mau melepas Amel karena dia sudah merasa salah namun dari pada kita saling tersiksa, saling menyakiti ,aku ambil keputusan buat pisah " ungkap Amel
" Kamu masih Cinta sama Abi??
__ADS_1
" Entah bang.. tapi, dalam hati aku ..aku tetap menyayanginya..mas Abi orang baik Bang, aku saja yang kurang bersyukur akan hal itu, dari awal salah kami salalu mempermainkan pernikahan, kami tak pernah membahas gimana nantinya pernikahan itu di bawa, aku rasa ada ruang kosong di hati Mas Abi yang aku tak bisa menembusnya"
" Abi sayang sama kamu Mel.. "
" Aku tahu, kemarin dia sempat bilang.. akan mengejarku kembali.. tapi, entah nanti bang.. aku belum siap "
" Satria...??
" Bang Satria orang yang baik juga, walaupun dengan perangai nya yang kasar dan juga frontal pada dasarnya dia orang baik, dia jagain aku di Lebanon walau dia selalu menunjukkan sikap acuh, cuek namun saat aku keguguran dia begitu khawatir dari proses awal sampai dia menguburkan Asma dengan layak dan dia juga yang memberikan nama Asma untuk janin itu."
" Perasaan kamu sama Satria gimana?
" Entah... rasanya nyaman walau dia terkadang membuat kesal.. " kata Amel dengan menerawang jauh membayangkan ekspresi Satria yang kesal dengannya.
" Kamu tak sadar Mel, dari kenyamanan kamu sudah mulai membuka hati mu.. " batin Keenan
Perasaan tak dapat di tebak, namun dengan perasaan nyaman akan timbul rasa sayang.. dan tak mau kehilangan.
__ADS_1
Bersambung