Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Menolak Permintaan Suaminya


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa pertemuan dua sahabat itu harus berakhir. Karena waktu sudah menunjukan pukul 21.00, Hendra berpamitan untuk pulang pada sahabatnya. Arka menyetujuinya, ia juga akan pulang kerumah yang ditinggali bersama Allen.


Perjalanan Arka pulang ke rumahnya memakan waktu yang lumayan lama kurang lebih 1 setengah jam, lalu Arka memutuskan untuk segera pulang.


Setelah waktu tempuh yang lumayan lama akhirnya Arka sampai di rumahnya, ia masuk dan segera menuju ke kamarnya. Arka sudah mandi di cafe miliknya tadi sore, lalu ia hanya mengganti pakaian yang dikenakannya dengan piyama tidurnya.


Arka merebahkan tubuhnya yang lelah di samping Allen yang sudah terlelap, tangan nakal Arka menggerayangi bagian sensitif Allen. Allen kegelian dan merasa risih, lalu menolak kemauan Arka dengan halus.


"Tidak untuk malam ini mas..!" ucap Allen sambil menyingkirkan tangan nakal suaminya.


Namun Arka tidak terima dengan perlakuan istri sirinya, yang menurutnya menolak mentah-mentah keinginannya. Arka menarik paksa tubuh Allen lalu membentaknya.


"Lalu kapan kamu akan melayaniku?!. Dari beberapa hari yang lalu kamu selalu menolakku!!." bentak Arka marah pada Allen.


Arka melucuti pakaian Allen dengan paksa, meski Allen memberontak dan mencoba melepaskan diri dari suaminya. Namun tubuhnya yang kecil dan mungil tidak mampu melawan tenaga Arka yang berbadan kekar.


Arka yang berbadan kekar dengan sengaja menindih dan mengunci tubuh Allen dengan tubuhnya, yang kini sudah berada di bawah kungkungannya. Arka dengan kasar mendorong senjata pamungkasnya, menerobos masuk celah sempit milik istri keduanya. Istri keduanya meronta-ronta karena kesakitan, lalu Arka memarahi dan membentak Allen.


"Kalo aku tidak memakasamu, sampai kapan pun kamu pasti akan selalu menolakku!!" bentak Arka marah.


"Sakit mas.. Lepas..kan aku!" pinta Allen sedikit berteriak menahan sakit.


"Aku Tidak akan melepaskanmu, Allen..! Aku sudah menahan hasrat ini dari beberapa hari yang lalu, jadi biarkan aku melepaskan peluruku malam ini tepat pada sasarannya!!" sahut Arka tepat di telinga Allen sambil menggertakan giginya karena kesal.


Tidak butuh waktu yang lama Arka mengerang saat berhasil melepasakan pelurunya tepat pada sarangnya, sudah beberapa hari ini Arka menahan hasratnya. Karena Allen selalu menolak keinginan Arka. Sementara Allen hanya meringis kesakitan, karena Arka bermain dengan kasar malam ini membuat tubuhnya seperti mau remuk.


Setelah hasratnya tersalurkan Arka merebahkan diri disebelah istrinya yang masih menangis. Arka mengenakan pakaiannya kembali, dirinya seakan tuli, seolah tidak mendengar tangisan Allen. Lalu ia tertidur pulas sampai esok pagi.


Allen masih sesegukan, lalu ia memandangi tubuh kekar suaminya yang berbaring di sebelahnya. Arka sudah berada di bawah alam sadarnya. Allen mengepalkan tangannya menahan marah lalu bermonolog dalam hatinya,


~Kamu begitu kejam mas..!! Kerena perlakuan kasarmu kepadaku, tubuhku terasa sakit semua seakan mau remuk.! Aku menolak keinginanmu, karena aku sakit hati atas perlakuanmu terhadapku mas..!! Hiks.. hiks..~ tangis Allen.

__ADS_1


Tanpa sadar Allen tertidur dalam tangisannya sampai pagi menjelang. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi, Arka akan bersiap-siap karena akan pergi ke kantor. Dengan terpaksa Arka membangunkan Allen yang masih dalam mode lelapnya.


"Bangun.. Al.." ucap Arka sedikit keras sambil mengusap pipi mulus istrinya.


Allen mengucek matanya lalu menguap, khas baru bangun tidur. Lalu Allen memaki suaminya, karena tidurnya terusik oleh Arka yang membangunkannya tiba-tiba,


"Kenapa berisik banget sih mas.. Aku masih ngantuk. Ini semua karena ulah kamu semalam.!" maki Allen pada suaminya.


Arka mendengarkan makian istrinya lewat kuping kanan, dan mengeluarkan lagi lewat kuping kiri alias di anggap angin lalu. Tapi Arka membalas makian Allen dengan kata pedas,


"Memangnya ENAK.?! Itulah akibatnya menolak keinginan suami!." ucap Arka datar.


"Terserah kamu saja lah mas.! Aku malas berdebat denganmu!" balas Allen malas meladeni sikap suaminya yang keras kepala dan dingin bagaikan Beruang kutub.


Allen menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya yang terasa dingin karena pendingin di ruangan itu belum dimatikan, namun dengan cepat Arka mencegahnya. Arka tidak akan membiarkan Allen tidur lagi, ia akan bersiap pergi ke kantornya.


"Ayo bangun, Al.. Aku mau bersiap pergi ke kantor, atau aku akan mengulangi hal semalam!" perintah Arka pada istrinya.


"Tinggal bersiap-siap apa susahnya sih mas..? Aku masih ngantuk mas!" sahut Allen.


Allen takut dengan gertakan suaminya, ia tahu jika suaminya paling benci jika akan pergi ke kantor harus bersiap-siap sendiri. Allen bangun dari tidurnya, meski sebenarnya ia masih sangat mengantuk.


"Iya mas.. aku bangun.!" sahut Allen sambil berdiri.


"Nah gitu dong.. Dari tadi melawan suami mulu!" ucap Arka sambil melihat kepergian istrinya menuju lemari pakaiannya sebelum akhirnya ke kamar mandi.


~Bagaimana aku tidak melawan kamu mas, kamunya selalu mancing keributan mulu. Semoga saja kesabaranku luas dan tak terbatas ya mas, untuk menghadapi sikapmu yang keras~ Allen membatin sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Allen selesai membersihkan tubuhnya, lalu keluar. Ia sengaja membawa baju ganti, karena suaminya masih berada di dalam kamar itu. Bisa kacau jika Allen hanya mengenakan handuk yang hanya menutupi separuh tubuhnya.


Allen membantu suaminya memasang kancing baju dan memasang dasi suaminya. Meski hatinya masih marah, tapi ia sadar kewajibannya sebagai seorang istri.

__ADS_1


Arka meminta istri keduanya untuk membantu menghandle pekerjaannya di cafe Arlen miliknya. Arka yakin jika istri mudanya mampu melakukan pekerjaan itu, mengingat Allen pernah lulus sekolah menengah atas.


Walaupun gagal kuliah, namun bisa di bilang prestasi Allen selama menimba ilmu tidak perlu di ragukan lagi, ia selalu mendapat prestasi di kelasnya. Allen selalu rangking 1, dan menjadi primadona di sekolahnya dulu.


"Daripada kamu nggak kemana-mana, kamu ikut aku pergi ke cafe milikku dikota. Tolong kamu handle pekerjaanku! Karena hari ini aku tidak bisa menjalankan pekerjaanku disana." pinta Arka tiba-tiba.


"Tapi mas.. apa kamu yakin..?" tanya Allen tidak percaya.


"Aku yakin.! Apa kamu keberatan?!" ucap Arka datar.


"Tidak mas..? Bukan begitu maksudku!" sahut Allen cepat, ia takut jika suaminya akan marah padanya.


"Lalu kenapa..?" tanya Arka penasaran dengan jawaban istri mudanya.


"Ehm.. Apa istri pertama kamu tidak marah, jika Aku yang menghandle pekerjaan kamu? Bukannya dia lebih berhak, karena dia istri pertama kamu sedangkan aku hanya—" ucap Allen terhenti.


"Cukup Allen, aku tahu maksud kamu.! Dulu aku pernah memintanya menghandle pekerjaan itu, tapi dia menolaknya. Karena dia kan seorang model papan atas, jadi kamu tahu kan bagaimana kesibukannya?!" jawab suaminya jujur.


"Oh.. begitu ya mas.! Ya sudah jika kamu memintaku menghandle pekerjaanmu, aku bersiap-siap dulu mas.!" ucap Allen menyanggupi permintaan suaminya.


"Baiklah..Jangan lama-lama! Aku tunggu di bawah." balas Arka.


Arka menyunggingkan senyum bahagia karena Allen menyanggupi permintaannya, dengan begitu pekerjaannya sedikit berkurang. Dan kesedihan Allen akan sedikit terobati, karena Allen akan bertemu dan bertegur sapa dengan banyak orang membuat Allen tidak merasa kesepian lagi.


Arka mengantarkan istri mudanya dahulu ke cafe miliknya sebelum dirinya pergi ke kantornya, lalu Arka menunjukan apa saja yang harus di lakukan Allen.


***BERSAMBUNG***...


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih dukungannya ya, mohon maaf jika typo betebaran di mana-mana. Dan maaf juga jika ada kesalahan dalam menyebut nama🙏🏻..


__ADS_2