Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Memberi Nasehat


__ADS_3

.


.


Renita merasa tersudutkan oleh ucapan suaminya, meski apa yang di ucapkan suaminya benar adanya. Namun ia tidak mau kedua mertuanya semakin tidak menyukainya.


Apalagi semenjak kedatangan Allen, ia merasa terabaikan oleh kedua mertuanya. Renita mencari alasan, mengapa dirinya tidak pernah mengunjungi dan memberikan haknya kepada sang suami.


"Memang semua yang di ucapkan mas Arka itu benar mom, dad!. Tapi mas Arka kan tahu kalo aku itu sibuk. Meskipun aku sering berkunjung kota B, tapi aku tidak sempat datang kesana." kilah Reni.


"Terserah apa katamu Ren, bagiku itu semua bukan alasan yang tepat." balas Arka kesal.


Allen mencoba menengahi pertengkaran suami dan Renita, ia juga menyuruh Arka pulang ke rumah istri pertamanya.


Allen mencoba memahami keadaan, lalu mencoba menghilangkan rasa egois dalam hatinya. Karena semenjak kehadirannya pula, Arka memang jarang menemui Renita. Bahkan untuk pulang ke rumah Renita pun Arka jarang, bahkan masih bisa di hitung jari.


"Sudahlah mas, jangan ribut mulu. Aku rasa apa yang di ucapkan mommy itu benar, kamu kan masih berstatus suami sah mba Reni jadi menurutku kamu harus pulang ke rumah mba Reni!" nasehat Allen pada Arka.


Reni hanya menyungginggkan senyum penuh kepalsuan, di hatinya sangat kesal karena lagi-lagi Allen mencari perhatian suami dan kedua mertuanya.


Reni bahkan sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata pun, percuma saja karena Arka pasti akan semakin marah kepadanya.


~Huuh.. Pandai sekali pelakor ini mencari muka di hadapan kedua mertuaku, dan juga mas Arka.!~ batin Renita kesal.


Mendengar ucapan Allen yang menasehatinya, membuat Arka kesal. Kenapa Allen malah menyuruhnya pulang ke rumah Renita.


"Aku malas honey.." sahut Arka kesal.


"Mas, tidak baik berkata seperti itu!, biar bagaimana pun mba Reni juga kan butuh kasih sayang dan juga perhatian dari kamu." ucap Allen terjeda. "Dan bukannya kamu juga yang memilih untuk tidak melepaskan antara aku atau pun mba Reni." imbuh Allen pelan.


Kedua orang tua Arka melihat ketulusan dari setiap kata yang terucap dari menantu keduanya itu. Allen mengizinkan Arka untuk pulang ke rumah istri pertamanya.


"Arka, mommy setuju dengan apa yang di ucapkan Allen baru saja. Kamu pulang saja ke rumah Reni malam ini, berikan waktu untuknya setidaknya tiga hari dalam satu minggu." ucap mommy Ros terjeda.


"Lalu selebihnya kamu bisa menghabiskan waktu bersama Allen. Biarkan Allen tetap berada disini, dia tidak akan kesepian karena disini ada mommy dan daddy yang menemaninya." imbuh mommy menasehati Arka.


"Daddy setuju dengan ucapan mommy!. Lalu bagaimana dengan kamu Allen, kamu tidak keberatan kan untuk tetap berada disini?" tanya daddy antusias.


"Aku setuju saja dad.. mom. Aku menyerahkan keputusan ini pada mas Arka, bagaimana baiknya saja menurut mas Arka." jawab Allen tulus.


Arka merasa terpojokkan dengan ucapan Allen dan kedua orang tuanya, namun disisi lain ia juga sadar bahwa dirinya yang sudah angkuh tidak mau melepaskan satu pun di antara kedua istrinya. Walau pun Allen dan Renita pernah memintanya untuk melepaskan satu diantara mereka.


Arka berfikir sejenak, ia ingin berbicara empat mata dengan Allen sebelum dirinya mengambil keputusan.


"Mom.. dad.. sebelum aku mengambil keputusan, bolehkah aku berbicara empat mata dengan Allen di kamar. Ada yang perlu aku katakan pada Allen." sahut Arka pelan.

__ADS_1


"Bicaralah nak. Biarlah Renita tetap menunggu disini!" balas daddy Gio.


"Mommy juga setuju, Arka. Cepatlah agar semua menjadi jelas!" tambah mommy Ros.


"Terima kasih mom.. dad..!" balas Arka.


"Ayo, honey.. kita ke kamar dulu." ajak Arka pada Allen.


Arka menarik tangan Allen pelan, lalu ia membawanya menuju kamar. Allen hanya pasrah, karena mungkin saja memang Arka akan mengucapkan kata yang penting sebelum dirinya pergi ke rumah istri pertamanya.


Reni merasakan kecemburuan di hatinya, melihat suami dan istri keduanya pergi menuju ke lantai atas. Namun ia hanya diam, tanpa banyak berkata seperti sebelumnya.


πŸ‚πŸƒπŸ‚


Arka dan Allen sudah sampai di dalam kamar, Allen antusias dengan apa yang akan di sampaikan suaminya kepada dirinya.


"Memangnya kamu mau mengatakan apa mas. Apakah sangat penting?" tanya Allen yang merasa penasaran.


"Honey.. Kenapa kamu malah mengizinkan aku pergi ke rumah Reni sih?" cecar Arka.


Allen menjawab dengan setulus hatinya, ia tahu jika suaminya merasa keberatan dengan apa yang di ucapkan dirinya serta kedua orang tuanya.


"Mas.., aku mengizinkan kamu pergi, karena aku punya alasan mas." balas Allen pelan.


"Alasan aku ada dua mas. Yaitu satu, karena kamu masih sah menjadi suami mba Reni, jadi kamu berhak memberinya nafkah batin mas. Sebagai seorang istri dia tidak hanya membutuhkan nafkah lahir saja. Dan yang kedua aku ingin mematahkan anggapan jika aku ini seorang pelakor dan telah merebutmu dari istri pertama kamu. Aku rela berbagi suami, meski sebenarnya hatiku sakit, tapi aku sadar diriβ€”" ucap Allen terhenti.


Ucapan Alen terhenti saat jari telunjuk suaminya mendarat tepat di bibir manisnya. Arka tidak mau Allen melanjutkan ucapannya. Hati Arka sungguh sakit setiap kali Allen mendengarkan anggapan orang yang terang-terangan mengatakan jika Allen adalah seorang pelakor.


Karena Allen sama sekali tidak tahu apa-apa, dan ini semua adalah kesalahan Arka. Arka lah yang sudah menyebabkan kekacaun ini, hingga orang yang tidak bersalah harus menanggung resiko dari perbuatannya.


"Sudahlah honey, hentikan penjelasan kamu yang kedua. Aku tidak sanggup mendengarkannya, aku juga mengerti penjelasan kamu yang pertama." balas Arka.


"Maaf mas Ark, bukan maksudku ingin melukai perasaan kamu." ucap Allen merasa bersalah.


"Baiklah honey, aku tidak masalah. Oya tapi kamu janji kan akan tetap berada disini, selama aku berada di rumah Reni?" tanya Arka sedih.


"Iya mas, aku tetap berada disini. Tapi mas Arka tetap mengizinkan aku bekerja kan?" ucap Allen penuh harap.


Arka berfikir sejenak tentang ucapan istri keduanya, ia masih trauma dengan kejadian kemarin sore yang menimpa Allen.


"Tapi honey.. Aku mengkhawatirkanmu, jika ada orang yang ingin melukaimu lagi!" jawab Arka cemas.


"Mas, percaya deh sama aku. Aku akan tetap berusaha menjaga diri kok." ucap Allen meyakinkan sang suami.


"Apa kamu janji?!" tanya Arka.

__ADS_1


"Iya mas, kamu tenang saja. Lagian disana kan banyak karyawan kamu, aku kan bisa minta tolong pada mereka jika ada yang ingin berbuat macam-macam kepadaku!" balas Allen.


"Honey, apa kamu perlu bodyguart untuk selalu menjaga kamu?" tanya Arka tiba-tiba.


"Maaf mas, untuk saat ini aku belum membutuhkan bodyguart. Lagian aku ini siapa sih, sampai harus di jaga bodyguart segala!" sahut Allen sambil tersenyum.


"Siapa kamu?! Kamu tentu saja nyonya Arkana leonardo!" ucap Arka serius.


Allen membalas pernyataan suaminya, yang mengatakan jika ia adalah nyonya Arkana. Padahal sebutan itu harusnya di berikan pada Renita, istri pertama suaminya.


"Heh.. Bukannya nyonya Arkana leonardo itu mba Reni ya mas?" tanya Allen tidak percaya.


"Kamu juga kan istriku. Berarti kamu juga nyonya Arkana leonardo!" sahut Arka meyakinkan.


"Terserah kamu lah mas, aku ikut saja apa yang kamu ucapkan." balas Allen sambil tersenyum.


Arka tersenyum puas saat istri keduanya terlihat bahagia, namun sebelum Arka pergi ke rumah istri pertamanya untuk beberapa hari ia meminta jatahnya malam ini pada Allen.


Allen mengangguki permintaan suaminya, malam ini Arka dan Allen melakukan permainan panas di atas ranjang. Arka bermain dengan pelan dan halus, karena ia tidak mau terjadi sesuatu pada janin yang berada di rahim istri keduanya.


Setelah permainan panas keduanya, mereka membersihkan diri sebelum akhirnya mereka turun. Allen dan Arka akan tidur terpisah malam ini.


πŸ‚πŸƒπŸ‚


Arka dan Allen turun ke lantai utama, disana masih ada Renita dan kedua orang tuanya yang madih setia menunggu dua sejoli yang sedang di mabuk asmara itu. Kedatangannya disambut hangat oleh kedua orang tua Arka.


Renita curiga mengapa suaminya dan istri keduanya lama di dalam kamar, lalu turun ke lantai bawah sudah berganti baju,


~Huh.. apa mereka lama di atas karena melakukan hubungan di atas ranjang dulu. Aku sampai kering menunggu mereka disini, tapi mereka malah enak-enakkan.!~ monolog Reni dalam hatinya.


Sementara daddy Gio hanya tersenyum tipis, ia berfikir jika putranya sama persis seperti dirinya saat masih muda.


.


.


BERSAMBUNG....


.


.


.


Jangan lupa dukungannya ya, Author tetap setia menunggu like, komen, dan juga Vote dari kalian..πŸ™πŸ»πŸ™πŸ».

__ADS_1


__ADS_2