Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Penyelidikan #2


__ADS_3

.


.


Sesampainya di cafe yang sudah di sepakati, Atika langsung mencari meja yang di maksud oleh anak buah Arka. Meja Q.11, tempat duduk yang sudah di pesan oleh anak buah Arka yang lainnya, dan disana juga sudah di duduki seorang pria.


Atika mencari nomor meja tersebut, ia mengedar pandangan ke sekeliling cafe. Kebetulan tempat itu ramai pengunjung, namun suasana di cafe tersebut lumayan tenang jadi setiap orang yang berbicara masih dapat dengan mudah untuk di dengarkan.


Setelah Atika menemukan meja nomor tersebut, pandangannya teralihkan oleh sosok pria yang memakai jas hitam, topi hitam, serta ia juga memakai masker yang menutupi hidung dan mulut pria tersebut.


Pria tersebut melambaikan tangannya dan memanggil Atika, meski pelan namun ia masih bisa mendengar pria itu memanggilnya. Kedatangan Atika yang baru sampai di tempat itu, langsung di sambut hangat oleh Nando.


"Selamat siang Tika." sapa pria tersebut.


Atika yang merasa namanya di panggil langsung menunjuk diri, lalu ia berkata.


"Apakah anda berkata kepada saya?" ucap Atika gugup.


"Iya, bukannya kamu yang memintaku untuk menemui dirimu disini?" balas pria bermasker tersebut


"Apakah anda tuan Nando?" ucapnya pada pria tersebut setengah berbisik.


Dengan cepat pria tersebut menganggukan kepalanya, ia menjawab pertanyaan Atika hanya lewat anggukan. Sejenak Atika memandangi pria di depannya yang menyapa dirinya, ia sepertinya mengenal betul suara pria tersebut.


Sama seperti suara yang di dengarnya lewat sambungan telepon tadi saat dirinya menghubungi tuan Nando. Meski pria itu memakai masker namun suaranya sama sekali tidak berubah.


Meski ini pertama kalinya mereka bertemu, karena memang sebelumnya Atika memang belum bertemu dengan big bos nya. Dan yang memberikan pekerjaan pada dirinya awalnya adalah Anton si anak buah Nando.


Perasaan Atika seketika menjadi cemas dan takut, karena kedatangannya menemui Bos besarnya yaitu untuk menjebak pria tersebut. Dia takut jika Nando membawa anak buah, yang bahkan bisa membunuhnya saat itu juga.


Namun ia sudah menyiapkan mental dan hatinya untuk menerima kenyataan, jika dirinya harus mati saat itu juga Atika rela. Setidaknya Arka sudah berjanji untuk membantunya, membayar biaya oprasi putranya. Agar putranya segera mendapat perawatan yang memadai.


Dengan begitu putranya akan secepatnya di oprasi, dan nyawa nya akan segera tertolong. Ia akan melakukan apa pun demi putranya, sekalipun ia akan kehilangan nyawanya.


"Duduklah.." titah Nando datar.

__ADS_1


"Terima kasih tuan." balasnya gugup.


Nando memandangi wanita di hadapannya, sebelum akhirnya dia menanyakan alasan wanita tersebut untuk menemui dirinya. Mengingat dia adalah seorang model yang tentu saja mempunyai kesibukan yang sangat luar biasa.


Atika yang merasa sedang di awasi, mencoba untuk tidak gugup. Ia menarik nafasnya perlahan, lalu di hembuskannya secara pelan-pelan. Ia akan berusaha seprovesional mungkin di hadapan Bos besarnya. Meskipun dirinya sedang berkhianat pada pria yang berada dihapannya.


"Jelaskan apa alasan kamu, memintaku untuk menemuimu disini!" pinta Nando tegas.


Atika mulai mendengarkan arahan dari anak buah Arka yang sudah memasangkan( Behind the ear) atau BTE di telinganya tadi. Anak buah Arka mengucapkan kata, sebelum akhirnya dia meneruskan kembali ucapannya pada Nando.


"Begini tuan, sebelum saya menjelaskan rencana saya pada anda. Apakah saya boleh tahu, apakah anda melakukan permainan anda ini seorang diri?" tanya Atika sesuai arahan.


Meski ia takut, namun Atika memberanikan mulutnya untuk menanyakan hal itu pada bos besarnya. Nando menjawab pertanyaan Atika, ia juga menganggukan kepalanya perlahan.


"Iya.. memangnya kenapa?. Kenapa juga kamu bertanya seperti itu padaku?!. Atau kamu itu mataβ€”" ucap Nando terhenti.


Ucapannya terhenti karena dengan cepat Atika memotong ucapan Big bos nya, ia berusaha untuk tidak gugup. Agar semuanya berjalan dengan baik, dan tentu saja agar Nando tidak menaruh curiga kepadanya.


~"Aku sudah berjanji kepadamu Renita, untuk tidak melibatkan dirimu dalam masalah ini. Aku akan selalu melindungimu, sebagai bukti rasa cintaku kepadamu. Aku harap kamu tidak akan pernah merubah rasa kepadaku.!"~ Nando membatin dalam hatinya.


Nando sadar betul, karena 'sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan terjatuh juga'. Begitu pula dengan dirinya, sepandai-pandai dirinya menyembunyikan sesuatau pasti akan ketahuan juga.


Atika memperhatikan Big bosnya yang sedikit bengong, kemudian ia juga sedikit memikirkan apa yang sedang berputar di otaknya.


~"Maaf tuan Nando, jika saya berkhianat pada anda!. Saya lebih mementingkan nyawa putra saya, dari pada nyawa saya sendiri. Andaikan anda tahu pengkhianatan saya, mungkin saat ini juga anda akan membunuh saya.! Tapi saya hanya bisa pasrah..!"~ batin Atika dalam hati.


"Maafkan saya tuan, jika saya sudah lancang kepada anda. Saya bukan mata-mata seperti tuduhan anda." balas Atika cepat.


Meski sebenarnya ia memang sudah di awasi oleh anak buah Arka. Namun sebisa mungkin ia melakukan segalanya dengan baik, dan tidak jauh dari meja Atika disana sudah ada dua pria yang mengawasi gerak-geriknya tanpa sepengetahuan Atika.


Mendengar ucapan yang keluar dari mulut kaki tangannya membuat Nando sedikit menepis kecurigaannya pada Atika.


Lalu dia bertanya hal apa yang akan di lakukan oleh kaki tangannya selanjutnya, Atika membisikan kata yang mencengangkan untuk Nando. Wanita itu ingin membawa Nando kesebuah taman yang letaknya tidak jauh dari cafe tersebut dan disana lah Atika akan menunjukan rencananya.


Namun para anak buah Arka masih bisa mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut Atika. Karena tanpa sepengetahuan Atika, anak buah Arka sudah menyadap suaranya meski pun ia berbisik sekalipun.

__ADS_1


Ternyata wanita itu melakukan tugasnya sesuai dengan perintah para anak buah Arka. Nando sedikit mempercayai ucapan dari kaki tangannya, tanpa menaruh curiga. Ia juga mengikuti kemana langkah kaki Atika melangkah.


πŸ‚πŸƒπŸ‚


Atika melangkahkan kakinya keluar, ia membawa langkah kakinya menuju ke sebuah taman. Disanalah ia akan mengatakan pada Nando untuk menyusun rencana demi rencana untuk menyingkirkan keberadaan Allen.


Saat Atika tengah menjelaskan rencana awalnya, tiba-tiba saja mereka di sergap oleh bebarapa orang misterius yang berpakaian serba hitam.


Mereka bukan hanya menangkap Nando namun juga menangkap Atika. Atika yang dari awal sudah mengetahui rencana anak buah Arka berpura-pura ketakutan. Dirinya histeris dan meronta-ronta, seolah-olah dirinya merasa sangat ketakutan. Itu semua di lakukan oleh Atika atas arahan orang-orang suruhan Arka.


"Jangan bergerak..!, letakan tangan kalian di atas.!" ucap pria bersenjata api.


"Kurang ajar!!, Siapa kalian?, beraninya kalian melakukan hal ini kepadaku.!" teriak Nando kesal.


Nando melawan sekuat tenaga, dan datanglah bantuan menghampirinya. Anak buah nya datang, niatnya ingin membebaskan Nando. Namun mereka semua malah di hadang anak buah Arka yang jumlahnya banyak.


Anak buah Arka yang lain melakukan pertempuran yang sengit melawan orang suruhan Nando, sementara yang lainnya dengan cepat membawa Nando kesebuah mobil, sebelum akhirnya mengintrogasinya.


Ia akan melakukan segala hal buruk kepada siapapun yang berani melawan dirinya. Namun Renita tidak tahu tentang profesi lain dari pria yang mempunyai hubungan khusus dengan dirinya. Setahunya Nando hanyalah seorang model ternama.


.


.


***BERSAMBUNG***....


.


.


.


**Mohon maaf ya kalo ceritanya kali ini agak berbelit-belit, semoga para Raeder's bisa mencernanya dengan BAIK.


Jangan lupa juga tinggalkan like, komen, favorit, serta Vote ya.

__ADS_1


Terima kasih juga yang sudah memberi dukungan pada AuthorπŸ™πŸ»πŸ˜Š**


__ADS_2