
Arka memperkenalkan Allen sebagai manager pada semua karyawannya di cafe miliknya. Ia juga memperkenalkan Allen sebagai istrinya. Para karyawannya menyambut dengan baik kedatangan Allen di cafe tempat mereka bekerja.
Meski beberapa orang bertanya-tanya tentang Allen yang tiba-tiba di akui bosnya bahwa ia adalah istrinya. Karena setahu mereka istri bosnya adalah seorang model ternama, yang terkenal angkuh dan ketus.
Ada salah satu wanita setengah baya yang berbisik dengan rekan kerjanya, ia mengatakan jika istri bosnya bukan Allen. Ia mengetahui karena sudah bekerja di cafe itu lumayan lama, sejak cafe itu di buka hampir 3 th yang lalu.
~Emangnya bos kapan nikah lagi?, setahuku istrinya kan model ternama yang angkuh itu. Yang pernah memarahiku saat tidak sengaja menumpahkan minuman ke pelanggan~ bisiknya pada rekan di sebelahnya.
Sementara rekan kerja di sebelahnya hanya menggelengkan kepalanya pelan karena tidak mengetahui dengan pasti kapan bosnya menikah lagi. Allen mendengar karyawan suaminya yang berbisik, meski tidak terlalu jelas.
Ia hanya menyungginggkan senyum pada wanita setengah baya itu. Lalu setelah suaminya selesai memperkenalkan dirinya Allen menyalami satu persatu karyawan yang bekerja di cafe suaminya.
Wanita setengah baya yang tadi membisikan sesuatu pada rekannya menyalami Allen lalu ia juga berkata,
"Selamat datang, semoga anda betah bekerja disini nona." ucap ibu neli.
"Terima kasih.. Bu." balas Allen ramah, lalu ia menyunggingkan senyum.
Selesai memperkenalkan istrinya pada karyawannya, Arka menuntun tangan istrinya lalu membawanya pada sebuah ruangan yang sangat mewah. Disitulah Allen akan memantau para karyawan suaminya, disebelahnya juga ada ruangan pribadi Arka untuknya beristirahat jika ia lelah bekerja.
Arka membuka pintu dan menyuruh istrinya masuk, Allen memandangi ruangan yang begitu mewah dengan ukiran yang sangat klasik nan elegant tapi benar-benar membuat terpukau siapapun yang melihatnya.
Allen masuk keruangan tempat ia akan bekerja, tidak lupa Arka juga memberikan Black card miliknya pada Allen. Allen menolaknya, tapi dengan keras suaminya memaksa dirinya untuk menerima pemberiannya.
Arka bilang jika inilah nafkah lahirnya untuk Allen, karena selama mereka menikah memang Arka sama sekali tidak pernah memanjakan istri keduanya.
"Tidak perlu mas..!" tolak Allen pelan, takut suaminya tersinggung.
"Tinggal di terima aja, apa susahnya sih! Apa perlu aku memaksa dan marah-marah dulu, agar kamu mau menerima pemberianku?!" sahut Arka sambil meletakkan card berwarna hitam itu.
"Baiklah.. Aku terima mas, terima kasih.!" ucap Allen lirih.
"Oke.. Nah gitu dong!" sahut Arka sambil menyunggingkan senyum sekilas.
__ADS_1
Setelah pemberiannya di terima dengan baik oleh istrinya, Arka berpamitan pada istrinya untuk pergi ke kantornya.
Allen menyalami dan mencium tangan suaminya, lalu mengantarkan suaminya sampai depan cafe.
"Aku pergi dulu Al'! pamit Arka.
"Iya mas.. Hati-hati di jalan!" Allen berpesan pada suaminya.
"Iya.. Bye.." ucap Arka pelan.
"Bye.." balas Allen.
Setelah kepergian suaminya Allen berdo'a semoga hari ini ia bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Ia segera kembali ke ruangannya dan melakukan tugas yang di berikan oleh Arka kepadanya. Allen di percaya suaminya menjadi manager di cafe Arlen miliknya.
Allen menjalankan tugas hari ini dengan baik, hingga sore menjelang semua berjalan sesuai harapannya. Namun tepat pukul 16.00 sore, ketenangan Allen terusik kala ia mendengar ada keributan di luar.
Allen melangkahkan kakinya keluar dan mencari sumber suara yang mengusik ketenangannya. Ia melihat seorang pria yang duduk di sebelah seorang wanita, tengah marah-marah pada pelayan yang bekerja di cafe miliknya. Pria itu memaki-maki pelayan di depannya dengan lantang menanyakan dimana manager cafe itu.
"Maaf tuan, atas ketidaknyamanan anda." sapa Allen sopan "Saya manager cafe ini, ada apa ribut-ribut tuan?" ucap Allen kemudian meletakkan kedua tangannya di dada untuk meminta maaf.
Sebelum pria itu menjawab, Allen malah di maki-maki oleh seorang wanita yang ia kenalnya. Ia adalah Renita, istri pertama suaminya.
"Oo.. Jadi kamu manager cafe ini, sungguh tidak tahu malu kamu ya! Sudah jadi pelakor!! masih mau menguasai semua harta yang suamiku punya!" bentak Renita sambil bertepuk tangan.
Allen tersentak kaget saat tiba-tiba perempuan itu memaki dirinya, bahkan di depan pelanggan cafe itu. Allen menahan malu, karena beberapa pelanggan mengarahkan pandangannya pada Allen.
Ia mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh. Kali ini ia bersikap tegar, meski hatinya sungguh sakit mendengar cacian Renita istri pertama suaminya.
"Maaf saya tidak ada urusan dengan anda, jadi saya mohon anda diam dulu. Saya ingin meluruskan masalah dengan tuan ini!" sahut Allen sopan.
Renita mengepalkan tangannya karena kesal pada Allen, namun dengan cepat pria di hadapannya menghalangi niatnya untuk menyakiti Allen. Renita kesal karena pria di sampingnya membela Allen, wanita yang di bencinya. Pria itu mencurahkan keluhannya pada Allen.
"Pesanan yang aku minta telat datangnya! Padahal aku sudah menunggunya lumayan lama!" ucap pria itu dingin.
__ADS_1
"Atas ketidak nyamanan anda, kami mohon maaf dan kami berjanji tidak akan mengulanginya lagi!" ucap Allen sopan meletakkan kedua tangannya kembali didadanya.
"Baik untuk kali ini saya maafkan, tapi ingat untuk lain waktu jika hal ini terulang lagi maka akan aku adukan anda pada bos cafe ini!" ancam pria itu tegas.
"Baik tuan, saya janji akan menegur pelayan yang bekerja disini. Terima kasih tuan.. Atas pengertian anda!" jawab Allen sambil memberi senyuman pada pria itu.
Allen melangkahkan kakinya meninggalkan Renita dan pria itu, niat hati akan keruangan para pelayannya bekerja untuk menanyakan kejadian yang sebenarnya terjadi. Namun langkah kakinya terhenti saat tangannya di tarik dari belakang dengan kasar oleh seseorang.
"Heh.. PELAKOR kurang ajar kamu ya. Memang kamu tidak tahu diri! Sudah merebut suami orang, kamu juga mau menguasai semua harta yang dia miliki!!" bentak Renita kasar sambil menunjuk Allen.
"Terserah anda mau berkata apa tentang saya, saya tidak PEDULI.! Tapi satu hal yang perlu anda ingat, mas Arka yang memberikan semua ini kepada saya. Saya tidak pernah meminta kepadanya!" sahut Allen terjeda "Bahkan mas Arka selalu menyayangiku, dan memberikan segalanya yang aku minta!" ucap Allen memuji suaminya, Allen menurunkan jari telunjuk Renita tepat di depan wajahnya.
"Kurang ajar..!" bentak Renita kesal
Renita mengepalkan tangannya kesal, sementara Allen hanya memandangi istri pertama suaminya yang mulai kesal terbakar api cemburu. Lalu Allen pergi meninggalkan istri pertama Arka.
~Rasakan.. Emang enak! Kamu salah menyudutkanku menyudutkan diriku trrus, kamu selalu bilang aku pelakor. Tapi kamu tidak tahu apa yang sebenarnyanterjadi, suami kamu lah penyebabnya. Dia yang sudah menjebakku! Andai dia berterus terang dari awal, aku bahkan tidak akan menerima tawarannya!.~ Allen membatin sambil tersenyum tipis.
Lagi-lagi Allen mendapatkan perlakuan kasar dari istri pertama Arka, namun Allen tidak menyerah begitu saja. Bahkan di depan istri pertamanya dia sengaja memuji Arka. Berbanding terbalik dengan kehidupan yang Allen jalani.
Tujuannya supaya Arka dan istri pertamanya segera berpisah, karena hatinya di sakiti terus menerus oleh dua manusia itu.
***BERSAMBUNG***....
.
.
.
***Jangan lupa like dan dukungannya ya🙏🏻🥰
Salam manis dari author😘***
__ADS_1