
.
.
"Iya mom, aku yakin. Barusan Zul menghubungiku, ia mengatakan jika Allen sedang menumpangi kereta dengan tujuan ke kota Yogyakarta. Jadi aku harus menyusulnya ke kota tersebut mom." jelas Arka cepat.
"Hem.. Zul? Siapa dia, nak?" tanya Ros penasaran.
Arka menepuk jidatnya pelan, ia lupa mengatakan pada mommy nya, tentang siapa pria itu sebenarnya.
"Oh.. Itu mom. Zul adalah orang suruhanku yang aku beri tugas untuk selalu mengawasi Allen dimana pun ia berada." jelasnya pada wanita di sebelahnya.
"Haa.. Sampai sebegitunya kamu mengawasi Allen? Apa tujuannya nak? Setahu mommy Allen itu wanita baik-baik?" ucap mommy tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh putranya.
"Dengarkan penjelasanku dahulu mom." ucap Arka, ia tidak mau mommy nya berburuk sangka padanya.
"Lalu apa tujuan kamu, Arka?"
"Mom... Arka tahu Allen wanita baik-baik. Aku hanya ingin memastikan, dimana pun Allen berada dia akan baik-baik saja. Aku melakukan ini semua karena aku peduli padanya! Hanya dia wanita yang dapat membuatku merasa nyaman dan bahagia." ujar Arka serius. "Dan satu lagi, aku minta maaf mom, aku tidak bisa menghubungi Allen karena ponselnya berada di tanganku!" imbuh Arka jujur.
Mendengar penjelasan dari putranya, Ros menggelengkan kepalanya perlahan. Ia tidak mengerti dengan jalan pikiran putranya.
"Mommy tidak menyangka dengan sikap kamu yang seperti ini, Ka'! Bagaimana sih, jalan pikiran kamu? Bisa-bisanya kamu mengambil ponsel milik Allen! Bagaimana kamu akan mencarinya, coba...?" ucap Ros bingung.
Arka berusaha untuk membela diri karena ucapan sang mommy yang seolah menyudutkan dirinya.
"Mommy tenang saja aku akan membawa Allen pulang ke rumah ini lagi. Arka janji mom!" balas Arka penuh keyakinan.
"Baik, mommy akan mencoba untuk tenang. Tapi kamu harus berjanji pada mommy, bawa Allen pulang ke rumah ini lagi secepatnya ya! Jangan sampai kamu menyakiti fisiknya, jika dia memang belum siap untuk pulang ke rumah ini. Kamu jangan memaksanya, bahkan jika kamu sampai berani menyakiti fisiknya, awas saja mommy akan benar-benar marah padamu!" ucap Ros penuh penekanan.
"Iya mom, Arka janji!" jawabnya pelan, ia takut dengan ancaman sang mama yang tidak main-main.
"Ya sudahlah sekarang pergilah. Hati-hati di jalan! Pergi saja dengan jet pribadi milik kita, agar semua berjalan secepat mungkin!" titah Ros pada Arka.
"Baik mom. Arka pamit sekarang ya. Tolong sampaikan kepergianku yang mendadak ini pada daddy ya, mom!"
__ADS_1
"Iya.. Kamu tenang saja. Mommy juga akan mencoba menutupi kesalahan yang telah kamu perbuat pada istri kamu, dari daddy. Mommy tidak mau kamu terkena masalah dari daddy, kamu tahu sendiri kan, bagaimana kerasnya sifat daddy, kamu?!" ucap Ros serius.
"Terima kasih, mom.. Mommy memang paling mengerti, Arka!" jawab penuh haru.
"Semua mommy lakukan demi kamu, nak. Pergilah jemput dan bawa Allen pulang lagi ke rumah ini. Mommy tidak mau berada jauh darinya!"
"Oke.. Mom. Arka janji pada mommy akan membawanya lagi ke rumah ini. Aku juga janji untuk tidak menyakiti dirinya!" ucap Arka serius.
Arka pergi meninggalkan Ros di rumah, ia segera pergi menuju ke bandara. Untuk selanjutnya ia akan pergi menuju kota Yogyakarta.
Sesampainya di kota tersebut Arka langsung pergi menuju ke alamat rumah yang di jadikan tempat Allen untuk singgah sementara.
Sebelumnya Arkaa telah menelfon Zul untuk menanyakan keberadaan istri keduanya. Dengan cepat pula Zul mengarahkan dirinya agar menuju ke alamat tersebut, meski Zul di tugaskan untuk selalu mengawasi Allen.
Tapi ia tidak mau bertindak terlalu jauh, ia hanya akan memantau gerak-gerik istri muda tuannya, sesuai dengan apa yang di arahkan oleh Arka. Jika Allen memang dalam keadaan yang berbahaya barulah ia akan menolong Allen, itu pun ia akan selalu menutup identitas diri yang sebenarnya dari Allen.
Selama ini Allen juga tidak pernah tahu pasti, jika dirinya selalu di ikuti oleh orang suruhan suaminya. Ia merasa hidup normal bagaikan orang lain.
🍂🍃🍂
"Honey.. Kita turun!" ucap Arka cepat.
Allen mengedar pandangan ke arah gedung tersebut, ada rasa takut dalam hatinya. Ia takut suaminya akan mengurung dan mengasingkan dirinya, sama seperti apa yang Arka lakukan kepadanya tadi siang.
"Kenapa disini? Kamu mau mengurungku lagi?" tanya Allen penuh selidik.
"Karena malam ini kita akan menginap disini."
"Aku tidak mau!!" jawab Allen kekeh.
Mendengar penolakan dari Allen, Arka mencoba untuk menahan amarahnya. Ia menyadari jika tindakannya tadi siang membuat istri keduanya harus merasakan trauma yang mendalam.
"Ayolah.. Aku mohon padamu. Aku janji, aku tidak akan mengurungmu lagi! Lagian ini sudah malam, kalo kita tidak menginap disini. Lalu kita akan tidur dimana, hah..?" ucap Arka pelan, ia berusaha untuk menjelaskan sebaik mungkin pada Allen.
Allen memikirkan apa yang di ucapkan oleh suaminya, memang ada benarnya. Kini tubuhnya sudah merasa lelah, meski perutnya sudah kenyang, karena dirinya sudah makan malam di tempat mba Neysa.
__ADS_1
Tapi setidaknya, sebagai seorang istri dirinya juga harus peduli pada suaminya, meski kini dirinya sedang marah pada pria di sebelahnya. Meski ragu namun Allen mengikuti langkah suaminya untuk menginap di hotel tersebut.
"Baiklah.. Aku turuti kemauan kamu, mas. Tapi ingat ya, jika kamu menyakitiku lagi, aku akan pergi jauh dari hidupmu. Bahkan mungkin kamu tidak akan menemukan keberadaanku lagi!" ancam Allen pada pria dingin tersebut.
Arka membatin dalam hatinya, ingin rasanya ia tertawa akan ancaman istri keduanya. Namun disisi lain ia benar-benar tidak mau di tinggal pergi oleh wanita yang selama ini telah menjadi candunya.
"Coba saja kalo kamu bisa! Kemana pun kamu pergi, aku pasti akan selalu menemukan dirimu dengan mudah. Buktinya saja sekarang aku dapat dengan mudah menemukan dirimu, meski kamu tidak membawa ponsel sama sekali! Aku tidak akan pernah membiarkan dirimu pergi meninggalkan diriku. Apalagi sekarang ada anak yang dapat aku jadikan alasan untuk selalu mengikatmu untuk berada disisiku! Hi.. Hi.." gumam Arka dalam hatinya.
"Sudahlah.. Ayo kita turun, dan temani aku makan malam. Tapi kamu harus mengganti pakaianmu terlebih dahulu, aku tidak suka lekuk tubuhmu di perlihatkan di depan orang banyak!" ucap Arka keras.
Bukannya tanpa alasan Arka berkata seperti itu, meski baginya Allen terlihat cantik mengenakan dres tersebut. Namun ia tidak rela jika ada pria lain yang memperhatikan lekuk tubuh Allen yang sangat indah itu. Meski pun dengan perut yang sedikit membuncit, tapi eksotis tubuh Allen tetap terlihat nyata.
"Tapi kan kamu tahu mas, aku sama sekali tidak membawa baju ganti. Bagaimana aku akan mengganti baju coba?" tanya Allen tak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh sang suami.
"Sudahlah, ayo kita turun. Kenakan jas milikku untuk menutupi tubuhmu, agar kamu dapat menutupi apa yang seharusnya hanya aku yang dapat melihatnya!" bisik Arka pelan.
Meski rasanya hati Allen kesal dengan ucapan suaminya, tapi ia yakin jika Arka melakukan hal seperti itu kepadanya karena memiliki alasan tersendiri.
"Iya.. Terserah padamu saja. Kamu kan selalu paling benar, dan aku yang selalu bersalah! Masih untung ada yang mau meminjamkan baju ini, jika tidak pasti aku akan..." ucapan Allen terhenti saat Arka menyela pembicaraannya.
Arka tahu apa yang akan di ucapkan oleh istrinya, hingga dengan secepat kilat ia mengalihkan pembicaraannya ke arah yang lainnya. Ia merasa malu jika sang sopir di depannya mendengar apa yang mereka ucapkan.
.
.
Bersambung...
.
.
.
**Happy Realing... Author sedang berusaha untuk triple up ya.
__ADS_1
Mohon do'anya... Semoga author mampu**..