Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Berdebat


__ADS_3

Istri pertama Arka sangat sakit hatinya mendengar pujian yang di ucapkan Allen, ia merasa di nomor duakan oleh Arka suaminya. Karena setelah menikahi pelakor itu, istri pertamanya sering di abaikan oleh suaminya.


Bahkan Arka selalu menghabiskan waktu bersama istri mudanya. Renita menelpon suaminya memintanya supaya malam ini ia pulang ke rumah, ia akan membalaskan rasa sakit hatinya pada pelakor itu.


Tuut.. tuut.. tuut..


*"Hallo sayang.." ucap Arka di seberang telpon.


"**Sayang.. aku minta kamu pulang malam ini, tidak ada bantahan!" rengek Reni.


"Tapi kenapa harus sekarang sayang, aku masih ada lembur di kantor!" balas Arka jujur.


"Terserah.. Mau kamu lembur atau tidak. Yang jelas aku minta kamu pulang kesini malam ini. Titik!" ucap istri pertama Arka*.


Tanpa mau mendengar jawaban suaminya terlebih dulu Renita mematikan sambungan teleponnya. Arka mau tak mau harus menuruti permintaan istri pertamanya untuk pulang ke rumah yang di tempati bersama istri pertamanya di kota J.


Arka menelpon Allen dan mengatakan padanya jika malam ini dirinya tidak pulang ke rumah. Allen mengerti dan ia tidak marah pada suaminya, meski Arka sudah mengatakan padanya jika dirinya akan pulang ke rumah istri pertamanya.


Meski sesungguhnya hatinya terasa sangat sakit, namun Allen menguatkan hatinya, dan menasehati diri sendiri, karena ini semua resiko menjadi istri muda, ia juga harus tegar dan ikhlas.


~Aku tahu ini pasti akal-akalan isti pertama kamu mas, supaya kamu menjauh dariku. Tapi aku mengerti dan aku sadar diri, jika aku hanya istri kedua kamu mas. Baiklah akan aku ikuti permainan wanita itu..~ Allen membatin.


🍁🍁🍁


Arka memilih mengemudikan mobilnya sendiri, karena sopir pribadinya di tugaskan olehnya untuk mengantar jemput Allen. Ia mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh.


Sepanjang perjalanan Arka sangat kesal, karena tugasnya harus di tinggalkan demi menemui istri pertamanya yang merengek agar ia pulang malam ini juga. Kalo tidak Reni pasti akan marah besar kepadanya.


"Huh.. kenapa sih tiba-tiba saja dia memintaku pulang, bikin kesal saja. Mana tugasku banyak lagi, tidak bisa apa menunggu besok!. Ternyata umur tidak mempengaruhi seseorang untuk bersikap dewasa ya. Berbeda dengan Allen , meski aku selalu memarahinya. Tapi dia selalu bersikap dewasa dalam menghadapi masalah dan bisa melihat situasi. Bahkan dia juga tidak pernah memaksa kehendakku!" keluh Arka kesal pada istri pertamanya. Ia juga mengomel sendiri karena kesal.


Arka sampai di rumah istri pertamanya, perjalanan kali ini sangat singkat. Tentu saja karena ia ngebut mengemudikan mobilnya, juga karena jalanan sudah mulai lengang. Karena waktu memang sudah larut malam.


Kedatangan Arka di sambut mesra oleh Reni, istri pertama Arka bergelayut manja di lengannya.


"Akhirnya kamu datang juga mas." ucap Reni manja.


"Iya lah, aku kan menuruti permintaanmu. Memangnya ada apa sih sayang, tiba-tiba menyuruhku pulang!" cecar Arka karena kesal.

__ADS_1


"Ih.. Kamu kok gitu sih mas.! Apa ini semua gara-gara pelakor itu kamu jadi berubah padaku!" bentaknya pada Arka.


"Bukan begitu sayang, malam ini aku lembur karena tugasku masih banyak. Eh.. tiba-tiba saja kamu menyuruhku pulang." ucap Arka pelan sambil menyunggingkan senyum dengan terpaksa.


"Oh.. kirain istri kedua kamu sudah mencuci otakmu!" jawab Reni kesal.


"Ah.. kamu apaan sih sayang." balas Arka.


Arka dan istri pertamanya masuk ke kamar mereka, kamar yang sudah beberapa bulan ini tidak ia tinggali. Arka membersihkan diri lalu berganti pakaian, setelah itu ia merebahkan tubuhnya yang lelah di kasur empuknya.


Tiba-tiba Reni menyinggung soal Allen yang di percaya olehnya menjadi manager cafe milik Arka.


"Mas.. kenapa sih pelakor itu kamu kasih posisi sebagai manager cafe kamu?" ucap istri pertama Arka.


"Pelakor..? Maksud kamu?!" tanya Arka bingung, ia tidak mengerti siapa yang di maksud Reni.


"Ih.. Kamu pura-pura bodoh. Atau bodoh beneran sih mas?!" bentaknya kesal.


Arka berpikir sejenak, karena ia bingung apa yang di maksud Reni adalah Allen. Karena memang ia memberi jabatan manager pada istri keduanya.


"Maksud kamu Allen?" tanya Arka penasaran.


"Oh.. begini sayang, aku kan kewalahan mengurus pekerjaanku di kantor. Belum lagi aku juga harus mengawasi kantor cabang, terus masih harus mengawasi proyek pembangunan gedung perhotelan dan lain sebagainya. Jadi aku meminta Allen untuk membantuku, dia aku berikan pekerjaan menjadi manager cafe itu, itung-itung untuk meringankan sedikit pekerjaanku lah. Karena kan kamu pernah menolak permintaanku untuk membantuku disana!" jelas Arka panjang lebar.


"Iya sih mas.. Tapi kan kamu bisa mencari pegawai lain. Kenapa mesti pelakor itu sih!" kesal Reni memuncak.


"Sayang.. mencari seseorang untuk bekerja memang mudah, tapi mencari seseorang yang jujur dan tekun dalam bekerja itu yang susah." jawab Arka memberi pengertian pada Reni.


"Tapi nggak harus pelakor itu juga kan mas?!" teriak istri pertama Arka


"Kenapa harus Allen? Jawabannya karena aku percaya dia mampu menjalani tugas yang aku berikan dengan baik!" ucap Arka yakin.


"Terserah kamu saja lah mas.. Aku capek ngomong sama kamu, kamu selalu saja membela pelakor itu di depanku!" sahut Reni tidak mau kalah.


"Sayang jangan gitu dong, bukan begitu maksudku. Aku belain pulang kesini malam-malam, apa kamu hanya mau mengajakku berdebat?" tanya Arka bingung.


Sedangkan Reni hanya diam tak membalas pertanyaan suaminya, hatinya sakit karena Arka selalu menyanjung Allen di depannya. Reni memejamkan matanya meninggalkan suaminya yang masih banyak pertanyaan.

__ADS_1


Sementara Arka kesal karena ia pulang ke rumah istri pertamanya, tapi malah di abaikan. Ia pergi menuju ruangan kerjanya yang berada di sebelah kamar mereka, ia menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya dengan kasar.


~"Argh.. sial.! Kenapa sih Reni bersikap begitu angkuh padaku, sungguh sangat berbeda dari Allen..!" ~ teriak Arka.


Arka mengepalkan tangannya di meja saking marahnya, tiba-tiba ia merasa rindu pada istri keduanya. Arka memutuskan untuk menghubungi Allen, berharap jika istri keduanya belum tidur.


Pucuk di cinta ulam pun tiba, seperti peribahasa itulah kira-kira. Hati Arka sangat bahagia saat Allen menjawab panggilan via VC nya.


Dret.. dret.. dret..


"Hallo mas Arka, selamat malam." sapa Allen ramah di ujung telfon, terlihat wajahnya yang menggemaskan.


"**Al' kamu belum tidur?" tanya Arka.


"Tadinya aku sudah tidur, tapi aku kaget karena mas Arka menelfonku." tanya Allen terjeda "Oya ada apa mas? bukannya kamu lagi bersenang-senang bareng mba Renita, ngapain malah menelfonku?!" imbuhnya.


"Bersenang-senang apanya.! Dia menyuruhku datang kesini. Tapi malah dia mengajakku berdebat, dan aku di tinggal tidur." ucap Arka kesal.


"Kenapa mas? Ada masalah apa?" tanya Allen penasaran.


"Ceritanya panjang, besok saja kalo aku sudah pulang kesana. Sekarang kamu tidur lagi, aku juga akan beristirahat. Terima kasih karena kamu sudah menjawab telponku." ucap Arka tiba-tiba.


"Iya mas.." balas Allen**.


Panggilan terputus karena Arka yang mematikan telfonnya, Allen sedih karena suaminya terlihat lesu. Ternyata dugaanya salah, ia kira suaminya sedang bersenang-senang, tapi ternyata suaminya sedang kesal.


Meski di hati kecilnya Allen bahagia karena istri pertama Arka memusuhinya, Allen berharap jika hubungan mereka berdua akan segera berakhir.


~Baguslah jika mereka sedang berdebat, aku berharap jika hubungan mereka segera berakhir. Aku sudah lelah selalu mengalah, aku bahkan sudah mengorbankan perasaanku untuk mereka berdua.~ tangis Allen pecah seketika.


***BERSAMBUNG...


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa dukungan dan like nya ya🙏🏻🙏🏻***


__ADS_2