Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Bahagia #Part 1#


__ADS_3

.


.


Esok harinya Arka membawa Allen pulang ke ibukota, perasaan bahagia dan terharu karena tanpa banyak bantahan Allen bersedia ikut dirinya pulang ke rumah orang tuanya di kota Jakarta.


Siang ini Arka dan Allen turun dari pesawat jet milik keluarganya, mereka melanjutkan perjalan ke rumah menaiki mobil Arka, dan di kemudikan sang sopir. Sepanjang perjalanan Allen menyunggingkan senyum manisnya, sesekali ia membalas pertanyaan sang suami.


"Honey.. Kamu tahu tidak aku sangat bahagia.." ucap Arka pelan.


"Bahagia kenapa mas?" tanya Allen penasaran.


"Aku bahagia karena kamu bersedia pulang bersamaku! Seandainya kamu tidak kabur dari rumah, kita pasti tidak akan jalan-jalan seperti kemarin."


"Berarti ada untungnya juga aku kabur ya, mas?" ucap Allen sambil nyengir kuda.


"Iya ada untungnya, tapi aku tidak mau lagi kamu mengulangi hal seperti ini lagi!"


"Aku juga kabur kan karena kamu! Coba kamu tidak marah-marah padaku, aku pasti tetap berada di rumah!" cibir Allen dengan wajah murung.


Arka memandangi istrinya, ia merasa bersalah karena kemarin dirinya marah pada istrinya. Dan karena kesalah pahamannya yang membuat masalah ini terjadi antara dirinya dan sang istri.


"Iya.. iya, aku minta maaf. Ini semua memang kesalahanku, harusnya aku tanyakan dengan jelas dulu padamu. Tapi aku terlanjur terbawa emosi, makanya aku sampai melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti kemarin. Sekali lagi aku minta maaf ya.." ucap Arka tulus, ia memeluk mesra tubuh istri tercintanya.


Sedangkan Allen hanya menganggukan kepalanya perlahan, sambil membalas ucapan suaminya.


"Iya mas.. Aku juga minta maaf, atas sikapku yang kurang dewasa!" balas Allen tanpa ragu.


"Hem.. Siapa bilang kamu kurang dewasa? Kamu dewasa, honey. Hanya saja sikapmu kemarin kelewat batas, sehingga membuat kami semua mencemaskanmu!" ucap Arka jujur. "Juga Hendra.." imbuh Arka pelan.


Mendengar apa yang di ucapkan oleh suaminya, Allen mendongakan kepalanya menatap wajah tampan suaminya. Ia sungguh tidak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari bibir suaminya.


"Apa maksudmu, mas? Kenapa kamu membahasnya?" tanya Allen penasaran.


"Iya.. Maksudku, Hendra juga mencemaskan keadaanmu. Ia merasa bersalah, juga tidak menyangka karena pertemuannya denganmu, membuat kamu nekad pergi meninggalkan aku!" jawab Arka dengan seringai di bibirnya.


Meski Allen tidak mau meneruskan pertanyaannya pada sang suami, namun di hati kecilnya ia sedikit merasa senang karena ternyata masih banyak orang yang peduli padanya. Tanpa mereka berdua sadari sang sopir telah memarkirkan mobilnya di halaman rumah orang tua Arka. Sang sopir memberitahu tuannya, jika telah sampai di rumah.

__ADS_1


"Kita sudah sampai tuan, nyonya." ucap sang sopir memberanikan diri membuka suara pada tuannya.


Arka mengedar pandangan ke sekeliling, dan ternyata memang mereka sudah sampai di depan rumah orang tuanya. Ia membangunkan sang istri yang terlelap di bahunya.


"Honey.. Kita sudah sampai, ayo kita turun!" ajak Arka sambil mengguncangkan tubuh Allen pelan.


Allen mengucek kedua matanya sambil menguap khas baru bangun tidur.


"Benarkah.." ucapnya pelan.


"Iya.. Apa perlu aku menggendongmu sampai ke dalam?" canda Arka pada istrinya.


"Tidak.. Kamu apaan sih,mas? malu di lihat sopir tau!" ucap Allen tersipu malu.


Tanpa banyak ucapan lagi Allen membuntuti sang suami turun dari mobilnya. Sementara Ros dan Gio sudah menunggu putra dan anak menantunya, Ros memeluk hangat tubuh Allen yang kini kian berisi.


"Sayang kamu kemana saja? Kenapa kamu pergi dari rumah? Apa putra mommy begitu keterlaluan padamu, sehingga sampai membuatmu nekad pergi dari rumah?" ucap Ros dengan perasaan campur aduk.


"Ti..tidak seperti itu juga mom, Allen hanya ingin menenangkan diri saja. Tapi tanpa aku sadari, aku pergi terlalu jauh." elak Allen.


Sementara Arka hanya bisa tersenyum kecut, ia menyadari apa yang di lakukannya kemarin lusa, membuat istrinya benar-benar tertekan.


"Iya deh, aku mengakui kesalahanku. Aku berjanji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi pada Allen!" ucap Arka pelan, ia merasa tersudutkan dengan ucapan kedua orang tuanya.


Para pekerja selesai memindahkan semua barang-barang miliknya juga milik istrinya ke dalam rumah. Sementara keluarga Arka duduk di ruang keluarga, kedua orang tuanya memberi nasehat pada Arka dan juga pada Allen.


Mereka berdua berpesan, jika kesalah pahaman harus segera di luruskan. Jangan sampai memicu ego dalam hati, hingga dapat menyebabkan perselisihan.


Arka dan Allen menganggukan kepalanya perlahan, mereka bisa bernafas lega, karena kedua orang tua Arka yang begitu pengertian.


🍂🍃🍂


Esok harinya Arka dan keluarga kecilnya akan berkunjung ke kota B, mereka akan menjenguk kedua orang tua Allen. Allen begitu antusias, terpancar sinar kebahagiaan di wajah cantiknya.


Ros juga menyunggingkan senyum bahagianya, baru kali ini dirinya memijakan kakinya ke kota tempat tinggal Allen dulu. Tempat yang begitu indah menakjubkan bagainya, banyak rerumputan hijau, pegunungan yang menjulang tinggi, serta masih banyak lagi tempat yang menarik untuk mereka lihat.


Ros terpesona dengan tempat tinggal Allen dulu, ia sama sekali tidak menyangka, jika anak menantunya pernah tinggal di kota yang sejuk dan nyaman seperti ini.

__ADS_1


"Nak, apakah dulu kamu begitu bahagia tinggal disini?" tanya Ros pada Allen.


"Iya seperti itu lah mom. Disini aku melanjutkan kehidupanku dan keluargaku ya di landa kehancuran." ucap Allen sedih, saat ia berhasil mengenang kehidupannya di masa lampau.


Mendengar ucapan sang istri, Arka mencoba menenangakannya. Ia mencoba membuat Allen tersenyum kembali.


"Dan mommy harus tahu, disini pula kita berdua di pertemukan untuk pertama kalinya. Dan tanpa aku sangka wanita di sampingku akan membuatku tergila-gila padanya!" ucap Arka serius.


"Wah.. Benarkah apa yang kamu ucapkan, nak?" ucap Gio antusias.


Arka menganggukan kepalanya perlahan, sementara Allen tersipu malu dengan apa yang suaminya ucapkan.


"Mas.. Kenapa kamu bicara seperti itu di depan mommy dan daddy. Aku kan jadi malu." ucap Allen pelan.


"Memang itu kan kenyataannya, honey. Kenapa juga kamu harus malu, kan memang di tempat ini kita di pertemukan. Kamu masih ingat jalan ini kan?" tanya Arka.


Allen menganggukan kepalanya perlahan, ia mengingat dengan pasti. Di tempat inilah dirinya dan sang suami di pertemukan untuk pertama kalinya.


"Iya, aku ingat." jawab Allen singkat.


"Maaf honey bukan maksudku untuk mengorek luka yang telah berlalu, aku hanya mengingat pertemuan kita yang tanpa di sengaja di tempat ini. Menurutku jalan tadi penuh kenangan manis untukku!" ucap Arka dengan senyum merekah indah di bibirnya.


"Iya mas tidak apa-apa, aku tidak akan sedih lagi kok. Aku malah bahagia, karena hari ini aku dapat berkunjung ke rumah orang tuaku!" jawab Allen jujur.


.


.


Bersambung..


.


.


**Selamat membaca..


Jangan lupa dukungan untuk karya author ya..🙏🏻🙏🏻**.

__ADS_1


__ADS_2