
.
.
Tak terasa perjalanan yang mereka tempuh sangat singkat, kini mobil suami Allen di parkirkan di halaman rumah orang tuanya, rasanya Allen sedang bermimpi. Ia sama sekali tidak menyangka jika hari ini suaminya akan mengajak dirinya menjenguk orang tuanya. Rasa bahagia tidak mampu ia ucapkan dengan kata-kata.
Ros seolah tidak percaya dengan apa yang di lihatnya di depan matanya kini, sebuah rumah yang sederhana terkesan dari kata mewah. Hampir separuh dari rumah mungil tersebut di jadikan sebuah kios mini, usaha kecil-kecilan yang di berikan oleh Arka dulu yang mengatas namakan pemberian dari Allen.
Arka melakukan itu semua, agar kedua mertuanya mau menerima pemberiannya. Hanya itu satu-satunya cara yang dapat Arka lalukan untuk membantu keuangan kedua orang tua Allen saat itu.
Ros mengedar pandangan ke sekeliling pekarangan rumah itu, tanpa di sadari Ros, air matanya jatuh menetes membasahi pipinya. Wanita itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia syok berat. Bahkan Ros sama sekali tidak menyangka dan seolah tidak percaya jika kedua orang tua menantu keduanya hanya hidup dalam kesederhanaan, sangat jauh darinya yang yang hidup bergelimang harta serta kemewahan.
"Allen... Apa kita tidak salah masuk ke pekarangan rumah orang, nak?" tanya Ros dengan hati yang berselimut keraguan. Ia sama sekali tidak pernah menyangka jika beginilah kehidupan Allen dulu.
Sontak Allen kaget dengan ucapan mommy mertuanya, meski dalam hati Allen tahu pasti apa yang di rasakan oleh mommy mertuanya.
"Kita tidak salah masuk mom. Disinilah rumah kedua orang tuaku, rumah ini peninggalan dari nenekku, mom!" balas Allen jujur.
Ia bahkan tidak merasa keberatan mengatakan semua itu pada mommy mertuanya. Meski wajah Allen terlihat muram setelah mengatakan hal itu pada mertuanya, hatinya sedih karena teringat akan kehidupannya yang dulu.
Arka melihat kabut yang bersemayam di wajah cantik sang istri, ia tidak mau istri keduanya sedih dengan ucapan mommy nya. Arka mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain.
"Sudahlah mom. Mommy tidak perlu menanyakan hal itu untuk saat ini. Kedatangan kita kesini kan untuk bersilaturahmi, bukannya untuk menilai kehidupan keluarga Allen." potong Arka dengn cepat.
"Iya mom. Daddy tahu perasaan mommy tapi tolong jaga sikap mommy, jangan sampai mommy berkata seperti itu lagi. Walau bagaimana pun, mereka adalah keluarga Allen yang berarti besan kita! Mereka juga adalah keluarga kita." bisik Gio tepat di telinga istrinya.
"Maaf dad, bukan maksud mommy untuk merendahkan keluarga Allen, hanya saja mommy merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja mommy lihat! Mommy tidak menyangka, Allen pernah berada dalam masa sulit seperti ini." gumam Ros sedih.
Allen meminta izin serta memutuskan untuk turun dari mobil suaminya terlebih dahulu, ia sama sekali tidak merasa malu dengan keadaan rumah yang di tempati oleh kedua orang tuanya. Dirinya sungguh merindukan sosok bundanya, yang sudah lama tidak ia temui.
Dirinya justru akan merasa malu jika kedua orang tuanya meminta-minta belas kasih dari orang lain. Justru Allen bahagia dengan kehidupan keluarganya yang terbilang dalam kesederhanaan.
Setelah Allen turin dari mobilnya, Arka meminta pada mommy nya untuk tidak membahas masalah tadi di depan kedua orang tua Allen. Karena kedatangan mereka kesana memang ada hal yang penting.
__ADS_1
"Mom.. Aku mohon jangan bahas masalah ini lagi di depan keluarga Allen, ya. Aku tahu bagaimana perasaan mommy, makanya sebelum aku mengambil keputusan, aku meminta pendapat mommy dan daddy. Semoga kalian berdua mendukung langkah yang aku ambil ini!" pinta Arka jujur bahkan ia sangat yakin dengan keputusan yang di ambilnya.
"Iya nak, mommy janji padamu untuk tidak mengulangi hal memalukan seperti tadi lagi. Mommy hanya syok saja! Semoga istri kamu tidak marah ya, nak?"
"Semoga saja mom. Makanya lain kali mommy jangan sampai keceplosan seperti tadi, kasihan juga kan, Allen.." ucap Gio sambil memandang Allen yang sudah berada di luar mobil. "Dan kami berdua juga mendukung langkah kamu, nak. Bahkan kami berdua sangat bangga dengan sikap kamu ini, nak." imbuh Gio bahagia.
"Aku tahu Allen bukan seseorang yang gampang tersinggung kok, mom. Hanya saja tidak ada salahnya kan berprasangaka baik pada orang?" ujar Arka memberi pengertian. "Aku juga mengucapkan banyak terima kasih pada kalian berdua, atas dukungan yang sudah kalian berikan padaku!" imbuh Arka dengan senyum manis di bibirnya.
"Iya nak, sekali lagi mommy minta maaf. Mommy janji tidak akan berkata seperti itu lagi. Ayo kita turun dari mobil, dan segera mengahmpiri istri kamu. Jangan biarkan dia lama menunggu kita disini, kasihan kan?" ujar Ros.
"Baiklah..." ucap Arka dan daddy nya bersamaan.
Keluarga Arka turun dari mobilnya, mereka semua menghampiri Allen yang sudah berdiri di depan rumah orang tuanya. Terlihat pintu rumah orang tua Allen yang sedikit terbuka, Allen berjalan di depan sambil mengucapkan salam.
"Assalammu'alaikum, bunda.." ucap Allen mengucapkan salam.
"Wa'alaikum salam.." balas Maya sopan.
Maya menyambut kedatangan Allen, Arka dan kedua besannya dengan hangat, ia sama sekali tidak menyangka besannya akan sudi berkunjung ke rumah sederhana miliknya.
"Selamat datang di rumah kami yang sederhana ini, tuan Gio, nyonya Ros, dan juga nak Arka. Silahkan masuk.."ucap Maya canggung, "Semuanya silahkan duduk.." titah Maya merasa tidak enak hati dengan kedatangan keluarga Arka.
"Terima kasih banyak bu Maya. Tidak usah canggung begitu, bu Maya . Karena kedatangan kami kesini hanya ingin bersilaturahmi." ucap Ros dengan senyum mengembang di bibirnya, mencoba untuk membuat besannya untuk lebih santai dengan kedatangan keluarganya.
"Apa yang di ucapkan istri saya benar, bu Maya." imbuh Gio.
"Benar bunda, jadi bunda santai saja ya. Kami memang sengaja berkunjung kemari. Kami ingin menemani Allen. Sudah lama Allen tidak mengunjungi bunda, iya kan honey?" ucap Arka sambil melirik ke arah sang istri.
"Benar mas." jawab Allen tersipu malu, ia mengulas senyum manis di bibirnya.
Allena memang tidak mengetahui apa yang sudah di rencanakan oleh suaminya. Setahu Allen, semalam suaminya mengajak dirinya dan kedua orang tuanya berkunjung ke rumah orang tua Allen. Alasan Arka, ia akan memberikan oleh-oleh yang di belinya di kota Jogja untuk kedua orang tua Allen.
Wanita setengah baya itu merangkul hangat tubuh putrinya yang duduk di sebelahnya. Ia merasa sangat bahagia dengan kedatangan putrinya, juga keluarga dari suami Allen yang ikut serta datang berkunjung ke rumahnya. Bahkan dirinya tidak menyangka, putrinya dan keluarga dari anak menantunya akan berkunjung ke rumahnya yang sederhana.
__ADS_1
"Sayang, bagaimana kabar kamu? Kamu baik-baik saja kan?" sapa Maya hangat.
"Iya bun, Allen baik-baik saja. Bagaimana dengan kabar bunda dan ayah?" ucap Allen penasaran.
"Kami berdua juga baik nak, tapi ayah kamu belum pulang. Ia sedang mengantarkan pesanan pelanggan, paling sebentar lagi ayah kamu akan datang." balas Maya.
Tidak lama berselang, Heri ayah Allen datang. Pria itu mengucapkan salam, dan mereka semua serempak menjawab salam dari Heri.
Heri menyalami keluarga besannya, ia antusias menyambut kedatangan besannya. Namun ada yang mengganjal pikirannya. Meski dirinya enggan menanyakan secara langsung pada kedua orang tua Arka, atau bahkan pada Arka langsung. Karena tidak biasanya mereka berkunjung ke rumahnya, bahkan bisa di bilang baru kali ini kedua orang tua Arka datang berkunjung ke rumahnya.
Namun Heri tidak mau merusak suasana, dirinya tetap memendam rasa penasarannya dalam hati. Mereka melanjutkan bercengkerama dengan hangat kembali seperti sediakala.
Mereka semua berbincang hangat, serta memakan cemilan serta minuman yang si suguhkan oleh ibu Maya. Ros juga sangat menikmati apa yang di sajikan oleh besannya.
Setelah mereka semua berbincang-bincang, kini saatnya Arka mengalihkan pembicaraan pada kedua orang tua istrinya, ke dalam hal yang lebih serius lagi sesuai apa yang sudah di rencanakannya dari awal.
Berbagai kata telah Arka di persiapkan olehnya, ia berharap kedua mertuanya kali ini akan menerima pemberiannya. Meski Arka sudah tahu, jika jawaban dari kedua mertuanya pasti adalah penolakan. Meski mereka akan menolak dengan cara halus. Tapi Arka sudah menyiapkan strategi khusus, agar kedua orang tua Allen mau menerima pemberian darinya.
.
.
Bersambung...
.
.
.
**Jangan lupa dukungan untuk karya author ya..
Selamat membaca semuanya, semoga kalian suka sama ceritanya🙏🏻🙏🏻**.
__ADS_1