
Para pekerja di rumah Arka bingung melihat pemandangan itu, ingin melerai tapi takut kena marah. Hingga bi inem memutuskan untuk menelpon tuannya, dan memintanya segera pulang. Bi inem takut terjadi sesuatu pada mereka berdua, terutama ia lebih takut jika Allen kenapa-napa. Menurutnya Allen gadis yang baik, berbeda dengan istri pertama tuannya yang sombong dan ketus.
Tidak butuh waktu lama, akhirnya Arka sampai di rumahnya. Arka melerai kedua istrinya yang sedang bertengkar. Mereka saling menarik rambut panjang rivalnya. Arka terlihat begitu marah, karena ia di minta pulang oleh Art nya karena kedua istrinya sedang berkelahi. Entah siapa yang memulai dulu, Arka tidak tahu.
Namun Arka malah membentak Allen yang pipinya sedikit memar karena tamparan istri pertama Arka.
"Kalian ini apa-apaan sih, ribut di depan rumah bikin malu saja!" bentaknya pada kedua istrinya.
"Wanita murahan ini yang memulai duluan mas." jawab Reni manja.
Arka termakan omongan istri pertamanya dan ia membentak Allen agar masuk ke rumah, malu jika di lihat banyak orang.
"Allen masuk!!" titahnya.
"Mas..!" jawab Allen tak terima dirinya di salahkan, padahal tadinya ia menemui wanita itu dengan baik-baik. Tapi istri pertama Arka malah menjelekannya di depan suaminya. Wanita itu, juga mengatakan jika Allen wanita murahan.
"Masuk Allen.. JANGAN MEMBANTAH!!" ucap Arka dingin.
Arka menarik tangan istri pertamanya, menjauhkan mereka berdua, dan mengajaknya masuk ke dalam mobilnya. Sementara Allen hanya memandangi kepergian Arka dan istri pertamanya dengan perasaan marah bercampur sedih.
Percuma saja dirinya membela diri di depan suaminya, ia juga tidak mungkin peduli pada Allen. Allen masuk ke dalam rumah suaminya dan segera merapikan rambutnya yang acak-acakan karena pergulatan sengit barusan.
Meski dirinya marah dan sakit hati, tapi Allen sudah kepalang terjerumus ke dalam pernikahan sirinya. Meski dia tidak bahagia dan tersiksa, tapi dia tetap bertahan menjalani pernikahan dengan Arka yang membelenggu dirinya. Kalau pun Allen meminta berpisah dari Arka, suaminya tidak akan melepaskan dirinya begitu saja.
Allen duduk di tepi ranjangnya, ia termenung sejenak. Ia memutuskan untuk pergi ke rumah orang tuanya, untuk melupakan sejenak penderitaan yang dirinya alami. Meski ia tidak mungkin menceritakan apa yang terjadi pada Allen ke ayah dan bundanya, tapi setidaknya Allen tidak merasa sendirian.
🍁🍁🍁
Dua jam sudah Allen berada di rumah orang tuanya, ia berpamitan pada bundanya karena saat itu ayahnya sedang bekerja. Ada rasa takut jika ia pulang suaminya akan marah kepadanya lagi, tapi Allen mengabaikan perasaan dalam hatinya.
Allen pulang ke rumah suaminya menggunakan ojek, karena menurutnya waktu tempuh lebih cepat. Benar saja hanya sekitar seperempat jam Allen sampai di depan rumah dengan pagar bercat gold itu. Allen masuk lewat pintu gerbang kecil yang berada di samping rumahnya, ia melihat mobil suaminya sudah berada di garasi rumahnya.
__ADS_1
Perasaan Allen campur aduk, antara takut dan was-was, ternyata dugaan Allen benar jika suaminya sudah pulang ke rumah. Allen memberi salam, dan di jawab oleh bi inem. Wanita paruh baya itu ketakutan jika tuannya akan marah besar kepada Allen. Ia mengatakan jika semenjak kepulangannya membawa istri pertamanya pergi, tuannya masih marah-marah. Apalagi setelah mengetahui jika istri keduanya pergi tanpa sepengetahuan Arka.
Allen melangkahkan kaki, niatnya akan pergi ke kamarnya. Tepat di ruang tengah dekat tangga, langkah Allen terhenti saat Arka menarik tangannya dan mulai mengintrogasi dirinya. Meski malas meladeni suaminya yang selalu menyudutkan dirinya. Kali ini Allen hanya pasrah sekali pun suaminya akan memarahi dan menyakiti fisiknya lagi.
"Allen.. dari mana saja kamu!," tanya Arka dingin. "Suami pulang, kamu malah keluyuran tidak jelas!" imbuh Arka kesal.
"Aku habis cari udara segar mas.. Aku tidak mendapatkan di rumah ini!" jawab Allen datar.
Entah dari mana datangnya, tiba-tiba pernyataan itu keluar begitu saja dari mulut Allen. Hal itu malah menambah suaminya marah kepada Allen,
"Apa MAKSUD KAMU!!, Dari mana kamu sebenarnya Allen, jawab pertanyaanku. Tidak usah bertele-tele, dan kenapa tadi kamu menyerang Renita!" bentak Arka marah.
Tanpa menjawab Allen langsung pergi ke kamarnya, karena Arka akan terus memancing amarahnya. Suaminya memanggilnya beberapa kali, namun Allen sama sekali tidak menghentikan langkahnya. Arka membuntuti Allen di belakangnya hingga sampai di kamar mereka, dengan kasar Arka menarik tangan Allen.
"Apa sih mas? Lepaskan.. tanganku sakit!, Aku menyerangnya karena dia sudah menghinaku!" teriak Allen.
"Masih merasa sakit rupanya..? Dan masih berani kamu melawanku!, Renita juga tidak mengatakan itu padaku!" balas Arka, ia tersenyum menyeringai.
"Oh.. Apa benar yang di katakan Renita, jika kamu pergi menemui laki-laki lain!" tuduh Arka yang sudah termakan omongan istri pertamanya.
"TEGA kamu ya mas, menuduhku seperti itu!!, Sehina dan serendah itukah aku di matamu mas!?" bentak Allen yang tidak terima dengan ucapan suaminya.
"Kenapa kamu marah?. Tersinggung dengan ucapanku?!" sahut Arka lagi.
Allen sangat tersinggung dengan tuduhan Arka yang sangat kejam kepada dirinya. Meski pun ia rela di nikahi Arka demi melunasi hutang ayahnya, tapi Allen tidak serendah itu. Ia tidak mempunyai seorang kekasih, bahkan sebelum dirinya menerima tawaran Arka yang ingin menjadikannya istri.
Meski ada beberapa laki-laki yang menyatakan cinta pada Allen, namun Allen menolak dengan cara halus. Karena Allen sadar diri, siapa dirinya. Tanpa berpikir panjang, Allen menampar suaminya.
Plak..
Tangan Allen medarat di pipi kiri suaminya, amarahnya kini tidak bisa di bendung lagi.
__ADS_1
"Allen.. Beraninya kamu...!" Arka mengeraskan rahangnya saking marahnya, hampir saja ia membalas tamparan Allen dan mendaratkan tangannya di pipi mulus Allen, namun ia urungkan.
"Kenapa mas?, Kamu pikir aku takut?! Aku rela kamu sakiti fisik dan hatiku, tapi aku tidak rela HARGA DIRIKU kamu injak-injak dengan tuduhanmu yang sangat kejam!!" ucap Allen terjeda, "Dan ingat mas, kamu yang menjebakku dalam pernikahan ini! Tapi setelah kamu ketahuan oleh istri pertama kamu, kamu malah selalu menyudutkan dan selalu memusuhi aku!" ucap Allen penuh keberanian.
Mendengar ucapan Allen, Arka sama sekali tidak merenungi setiap kata yang istri keduanya ucapkan yang di arahkan untuknya, Arka malah semakin menjadi-jadi pada Allen.
"Lalu mau kamu apa..!" tantang Arka pada istri keduanya.
"Mau aku.. kalo kamu memang sudah bosan padaku, kita berpisah! Talak dan tinggalkan aku! Kembalilah pada istri pertama kamu!" sahut Allen.
"Tentu saja tidak semudah itu Allen, ingat uang yang sudah aku keluarkan untuk melunasi hutang ayahmu itu sangat banyak. Bahkan kamu tidak mampu membayarnya, sekali pun kamu menjajakan tubuhmu pada pria hidung belang!" jawab Arka.
Ia sudah termakan ucapan manis istri pertamanya yang menyebut Allen sebagai wanita murahan, yang rela tidur bersama pria lain selain Arka.
Renita mengatakan hal yang buruk tentang Allen. Meski selama menikah dengan Arka, Allen sama sekali tidak pernah pergi kemana pun tanpa seizin dan sepengetahuan suaminya. Tujuan Reni menjelekkan Allen, tentu saja agar suaminya mencampakan Allen begitu saja dan kembali kepadanya.
"Jaga ucapanmu mas... Kamu jahat mas!!" tangis Allen pecah, lalu ia memukul dada bidang suaminya.
"Kamu baru sadar kalo aku jahat..!" ucap Arka sambil membiarkan istri keduanya memukuli dada bidangnya.
Arka membiarkan dirinya di pukuli oleh Allen tanpa mencegahnya, toh baru kali ini Allen melakukannya. Allen tidak pernah membalas perlakuan kasar yang Arka lakukan kepadanya selama ini.
***BERSAMBUNG***..
.
.
.
Jangan lupa dukungannya ya🙏🏻🙏🏻
__ADS_1