
.
.
Tiga hari sudah kepergian Arka ke luar negri, kini ia sudah kembali lagi ke tanah air. Ia pulang tanpa memberi tahu istri keduanya terlebih dahulu, ia ingin memberikan kejutan padanya.
Arka juga pulang meminta di jemput oleh sopir pribadinya, dari bandara. Tentu saja karena hari ini adalah hari sibuk kerja. Ia tidak mungkin meminta daddynya untuk menjemputnya di tengah kesibukannya di kantor.
Di sebuah rumah yang megah, Allen dan mommy mertuanya sedang duduk santai di ruangan keluarga. Ros sudah pulang dari kantor sejak tadi, ia memilih pulang lebih awal karena ingin menemani anak menantunya di rumah. Ia tidak tega membiarkan Allen sendirian di dalam rumah.
Mereka berdua bersenda gurau bersama, dan menonton acara televisi. Tanpa Allen dan Ros sadari, jika sedari tadi ada yang memperhatikan mereka berdua.
"Nak, apa suami kamu tidak memberi kabar padamu, kapan ia akan pulang?" tanya Ros penasaran.
"Enggak mom, mas Arka dari tadi tidak memberiku kabar. Tapi setahu aku sekarang jadwalnya mas Arka untuk pulang sih." jawab Allen sambil menggelengkan kepalanya.
"Gimana sih tuh anak, katanya hari ini mau pulang. Tapi sampai sekarang tidak ada kabar juga! ucap Ros.
"Mungkin mas Arka lupa mom, atau memang tidak sempat memberi kita kabar." balas Allen, menenangkan sang mommy.
"Iya sih, nak." ucap Ros mengangguk.
Allen dan mommy mertuanya melanjutkan bercengkerama kembali, sementara Arka masih dalam persembunyiannya.
Arka tersenyum bahagia melihat mommy dan Allen yang sedang tertawa hangat, kini saatnya ia memberi kejutan pada kedua orang terkasihnya.
"Selamat sore semuanya.. Bahagia banget nih, kayaknya?" sapa Arka dengan wajah ceria.
"Hey, anak mommy sudah pulang.. Bagaimana keadaanmu, nak?" sahut mommy antusias.
"Mas Arka, kenapa kamu pulang nggak ngasih kabar ke kuta berdua, sih? Terus kamu pulang ke rumah sama siapa, mas?" cecar Allen penasaran.
Arka bingung menjawab pertanyaan mommy dan istrinya, ia mendaratkan bokongnya di sebelah Allen lalu ia menjelaskan satu persatu pertanyaan dari kedua orang terkasihnya.
"Nanya satu-satu dong. Aku bingung nih jawabnya, yang mana dulu." dengus Arka.
Allen tersenyum malu, karena suaminya baru saja datang tapi ia sudah memberondong dengan berbagai pertanyaan. Ros juga melakukan hal yang sama, kini ia menunggu jawaban dari putra tercintanya.
__ADS_1
"Ya maaf mas, habisnya kamu pulang nggak memberi kabar padaku ataupun pada mommy." jawab Allen canggung.
"Tahu nih, pulang dari luar negri diam-diam saja." cibir Ros.
"Ya, niatnya aku akan memberikan kejutan pada kalian, he.. he.. Kabarku juga baik mom." jawab Arka. "Dan aku pulang nggak ngasih kabar niatnya aku ingin memberi kejutan pada kamu, honey. Aku pulang di jemput sama sopir pribadi." jelas Arka panjang lebar.
"Hah..?" jawab Allen. Sontak ia membulatkan kedua bola matanya. "Bagaimana bisa, bukannya pak udin pamit untuk pulang kampung, tadi sore ya mom?" ucap Allen tak mengerti.
"Iya, tadi ia bilang begitu.." jawab Ros sependapat.
Arka tergelak tawa, ia bahagia karena berhasil memberi kejutan dan mengerjai mommy dan Allen. Ia menjelaskan pada kedua wanita di sampingnya, karena itu semua adalah rencananya.
"Hore.. Berarti rencanaku berhasil!" sorak Arka girang, sambil memeluk tubuh istri keduanya.
"Ish.. Rencana apaan? Kamu sudah bikin aku dan mommy mengkhawatirkan kamu, mas. Tapi syukurlah kamu baik-baik saja, dan selamat sampai di rumah lagi." dengus Allen namun ia senang karena suaminya pulang dalam keadaan sehat dan selamat.
"Iya nih, dari tadi siang mommy nanya sama Allen, katanya kamu nggak memberi kabar padanya. Kamu juga nggak memberi kabar mommy, tidak biasanya kamu begitu!" decak kesal mommy juga ikut di luapkan pada Arka. Namun tidak di pungkiri Ros juga sependapat dengan Allen.
"Iya deh. Maaf, aku memang salah. Niatnya aku kan cuma mau memberi kejutan pada kalian. Tapi aku sudah pulang dalam keadaan baik-baik saja kan? Jadi kalian tidak usah terlalu mengkhawatirkan aku." ucap Arka sambil memonyongkan bibirnya.
Allen menjadi tidak tega pada suaminya, bukan niatnya marah pada Arka. Hanya saja ia benar-benar mengkhawatirkan suaminya,
"Baiklah, terima kasih honey. Kamu memang paling baik, mommy juga." ucap Arka senang.
Arka bangkit dari duduknya, Allen dan mommy Ros heran karena Arka baru saja pulang. Namun mereka berdua hanya saling pandang tanpa menegur Arka lagi.
Tak sampai 5 menit ternyata Arka sudah kembali menghampiri mereka berdua lagi, ia memberikan paper bag berwarna coklat yang berisi oleh-oleh dari singapura pada mommy nya. Mommy Ros sangat bahagia dengan pemberian putranya, sebuah gelang dengan desain yang sangat langka yang limeted edision.
"Ini buat mommy Semoga mommy suka sama hadiahnya ya mom." ucap Arka sambil tersenyum.
"Terima kasih banyak, nak. Wah.. Mommy suka banget sama hadiahnya." jawab Ros bahagia.
Allen tersenyum bangga melihat mommy mertuanya bahagia, meski tak di pungkiri hatinya juga menginginkan hal yang sama dari Arka. Namun Allen enggan terlalu banyak berharap, karena menurutnya keluarga suaminya sudah berbaik hati padanya saja, sudah menjadi suatu kebahagiaan.
"Lalu buat Allen mana, nak? Jangan bilang kamu tidak membelinya untuk dia ya!" cecar Ros.
"Ada mom. Aku sama sekali tidak lupa membelikannya hadiah kok. Tapi itu sebagai kejutan, aku menyimpannya di dalam koper." jawab Arka jujur.
__ADS_1
Lalu pria tampan itu mengajak istrinya untuk pergi ke kamar mereka di lantai atas, ia juga berpamitan pada mommy nya untuk mengajak Allen.
"Mom, aku mau ajak Allen ke kamar dulu ya. Aku pengen berduaan sama dia." pinta Arka penuh harap.
"Baiklah, mommy juga mau pergi ke kamar dulu. Nanti jam makan malam kalian turun lagi ya." ucap Ros memberi pengertian.
"Yes, mom." jawab Arka dan Allen bersamaan.
Arka menggandeng mesra tangan istrinya, hatinya bahagia karena kini ia dapat bertemu dengan wanita yang selalu memberinya pengertian serta kasih sayang. Pasangan suami istri itu segera melangkahkan kakinya menuju ke lift, untuk segera menuju ke dalam kamar.
Sesampai di kamar, Arka memeluk tubuh istri keduanya. "Honey, kamu tahu nggak?"
"Enggak..!" jawab Allen cepat.
"Ish.. Aku juga belum memgungkapkan sama kamu. Kamu sudah jawab saja enggak!" dengus Arka.
Allen tersenyum cecikikan, ia berhasil membuat suaminya menjadi kesal.
"Kok, kamu malah tersenyum sih?" tanya Arka tak mengerti.
"Iya, sory. Habisnya wajah kamu lucu, kalo kamu marah mas."
"Itu nggak lucu.."
"Ya sudah, kamu jangan marah. Memangnya ada apa sih?"
Namun sebelum Arka menjelaskan apa yang akan di ucapkan olehnya, ia mencium bibir Allen terlebih dahulu. Ia sangat merindukan saat-saat ia melakukan hal itu pada Allen. Mereka berdua bermesraan malam ini, Arka benar-benar melepaskan rindu yang tertahan selama tiga hari ini.
.
.
***Bersambung***...
.
.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya. Tinggalkan jejak juga, terima kasih yang sudah memberi dukungan..🙏🏻🙏🏻.