
.
.
Renita menarik tangan Hendra lalu memakinya, "Ada perlu apa kamu datang kesini? Jelaskan saja, tidak usah banyak basa-basi!" ucap Reni dengan nada yang sangat marah.
"Ada banyak pertanyaanku! Bahkan yang tadi saja belum kamu jawab?!" tanya Hendra seolah penuh penekanan.
"Lupakan saja, semua itu tidak penting!" jawab Reni acuh. Namun tersirat rasa penyelasan dan raut wajah penuh kecewa di wajahnya, karena memang dirinya menyesali kebodohan yang telah di lakukannya. Tanpa di sangka ternyata Reni meneteskan air matanya di depan Hendra.
Padahal Hendra sama sekali tidak menyakiti Reni, dirinya hanya bertanya apa yang seharusnya ia tanyakan. Pertanyaan yang selama ini berada dalam hati orang-orang terdekat Renita.
Merasa ada yang salah, Hendra memberikan kode pada Arka untuk segera turun dari dalam mobilnya. Arka yang sedari tadi memperhatikan keberadaan mereka berdua lewat monitor, akhirnya turun dari dalam mobil.
Arka segera berlari menghampiri Hendra dan istri pertamanya, entah mengapa nalurinya sebagai seorang suami mengatakan jika Reni memang sedang menyembunyikan suatu masalah dari dirinya serta orang-orang terdekatnya.
Dengan nafas yang tersengal-sengal Arka menghentikan langkahnya tepat di depan Renita. Renita sontak kaget, ia sama sekali tidak menyangka jika Arka, suaminya kini berada di depan matanya juga. Ia membulatkan matanya, sungguh Reni bagaikan sedang bermimpi di siang bolong, saat di hadapkan dengan seorang pria yang selama beberapa tahun ini telah ia tinggal pergi.
"Mas Ar..ka.." ucap Reni terbata.
Dengan cepat Arka memeluk tubuh istri pertamanya, meski pun kini ada Allen yang mengisi ruang hati Arka sepenuhnya. Namun sebagai seorang laki-laki yang masih sah sebagai suami Renita, perasaannya tergerak untuk memeluk wanita yang sudah meninggalkannya pergi, selama beberapa bulan yang lalu, bahkan hingga saat ini mereka berdua masih sah menjadi pasangan suami istri.
Reni bukannya takut dengan suaminya, ia malah merasa takut jika kedatangan suami dan sahabatnya tersebut akan di pergoki oleh Nando dan menjadikan Nando marah pada dua pria di hadapannya.
Renita tidak mau mereka berdua yang kena getahnya, serta akan menerima hukuman dari pria yang selama ini telah menjadi kekasih gelapnya. Reni tahu pasti jika Nando mempunyai anak buah dan kaki tangan dimana-mana.
"Lepaskan aku, mas." ucap Reni dingin, meski takut akhirnya ucapan itulah yang keluar dari bibirnya, setelah sekian lama berpisah.
Merasa ada yang aneh pada istri pertamanya, Arka menatap wanita di hadapannya seolah meminta penjelasan. Ia sama sekali tidak menyangka jika pertemuan dirinya dengan sang istri, akan menimbulkan drama yang membuat orang menjadi sedih, termasuk dirinya juga.
__ADS_1
"Ren.. Kenapa kamu berubah datar padaku! Apa yang membuatmu berubah seperti ini? Kenapa kamu pergi dari rumah tanpa memberitahu aku! Adakah kesalahan besar yang pernah aku perbuat padamu?!" tanya Arka dengan seribu pertanyaan dalam hatinya. Ia sungguh tidak tahu apa alasan Reni pergi dari rumah bahkan tanpa kabar selama ini dan menghilang bak di telan bumi.
"Tidak mas, kamu tidak pernah melakukan kesalahan apapun. Ini semua real, salahku. Aku minta maaf padamu, tapi maaf untuk saat ini aku belum bisa menjelaskan semuanya kepadamu!" jelas Reni dengan perasaan bersalah dalam hatinya. Reni memastikan jika tidak ada orang lain, selain mereka bertiga. Ia juga celingukan saat mengatakan hal tersebut pada suaminya, ia takut jika tiba-tiba Nando berada di luar pagar, serta mendengarkan apa yang sedang mereka katakan.
"Tapi apa alasannya, Ren? Aku butuh penjelasan! Sekarang juga pulang ke tanah air bersamaku!" ucap Arka penuh ketegasan.
Namun sebelum Reni menjawab pertanyaan dari Arka, seorang pria yang tidak asing dalam ingatan Arka mengucapkan kata-kata yang membuat semua orang-orang yang berada disana kaget, begitu juga Renita.
"Tidak! Dia tidak akan pernah pulang bersamamu! Dia hanya milikku, meskipun kamu suaminya. Tapi aku memiliki hak lebih dari pada kamu!" ucapnya penuh keyakinan.
Deg...
Mendengar apa yang di ucapkan oleh pria di belakang mereka, Arka dan Hendra menengok ke arahnya. Tidak dapat di sembunyikan lagi raut wajah Arka yang sangat marah dan penuh amarah.
Arka menghampiri pria itu lalu meninjunya dengan bogem mentah. Arka lalu meminta penjelasan dari pria tersebut.
Bugh..bugh...bugh...
Nando menahan sakit, ia bahkan sulit rasanya untuk bangkit, dan membalas perlakuan Arka kepadanya.
"Kurang ajar! Apa maksud kamu berkata seperti itu? Jelaskan padaku apa yang kamu ucapkan tadi?!" ucap Arka meminta jawaban dari pria itu, Arka masih mengingat wajah pria itu adalah Nando, dalang di balik pembekapan yang menimpa Allen beberapa bulan yang lalu. Laki-laki yang pernah di jebloskan Arka ke penjara, namun dia melarikan diri dari tahanan.
"Mas Arka, tolong hentikan!" teriak Renita pada suaminya, sontak membuat Arka dan Hendra diam tak percaya, mengapa dengan Reni membela pria tersebut.
Saat Arka lengah Nando menggunakan kesempatan yang ada di depan mata, ia berusaha melepaskan diri dari Arka. Lalu ia berjalan ke arah Renita dengan langkah terseok-seok, karena pukulan dari Arka membuatnya sakit bahkan lebam-lebam di sekujur tubuhnya.
Arka juga mendekat ke arah Reni, ia menyorot wanita itu seolah minta jawaban dari istri pertamanya. Sementara Hendra tetap berada di samping Arka, ia juga memberikan kode pada David untuk membawa para anak buahnya untuk datang ke tempat itu, Hendra tidak mau situasi semakin tidak kondusif.
"Ka, tenangkan dulu pikiran kamu! Jangan terbawa emosi dulu, aku tahu hati kamu hancur. Tapi dengarkan dulu penjelasan dari mereka berdua, kamu jangan terpancing emosi dulu, siapa tahu ini semua tidak seperti yang ada di pikiran kamu!" bisik Hendra pada Arka, sebisa mungkin Hendra memberi nasehat pada sahabatnya yang sedang di landa emosi tingkat tinggi.
__ADS_1
Hendra hanya menenangkan Arka, karena ia sudah mengetahui segalanya tentang Renita. Namun Hendra sama sekali tidak mengetahui jika Renita sekarang sedang hamil. Yang ia tahu, Reni hanya menjalin kasih dengan Nando di belakang Arka, sahabatnya.
Arka menenangkan hati dan pikirannya, lalu ia menjawab ucapan dari Hendra, "Baiklah.. Mungkin apa yang kamu ucapkan benar. Aku tahu pasti siapa pria brengsek itu! Mungkin saja dia hanya ingin menghancurkan pernikahan aku dan Renita." jawab Arka, kali ini amarahnya bisa di kendalikannya.
Arka mendekat ke arah Reni, ia berkata pelan pada wanita yang sedang di landa ambigu tersebut.
"Ren.. Jelaskan padaku, apa yang di ucapkan oleh Nando tadi. Aku mohon kepadamu?" ucap Arka penuh harap.
Reni terdiam mematung di tempatnya semula, entah bagaimana dirinya akan menjelaskan pada pria yang masih sah sebagai suaminya. Arka juga masih bersabar menanti jawaban dari Reni, namun tidak bagi Nando. Pria itu malah menginginkan sebaliknya, ia berharap jika Reni segera menjelaskannya pada Arka.
"Jelaskan padanya sekarang juga honey!" ucap Nando tegas.
"Honey...." ucap Arka dan Hendra bersamaan.
Arka di buat melongo oleh pernyataan dari Nando. Tapi berbeda dengan Hendra, ia hanya memasang wajah datar, karena memang sebelumnya dirinya sudah mengetahui hubungan gelap Renita dan Nando. Meski akhirnya Arka dan Hendra gagal fokus, mereka bahkan melupakan apa yang di pertanyakan Arka pada Renita tadi..
.
.
Bersambung...
.
.
.
**Jangan lupa dukungannya untuk karya author ya...
__ADS_1
Terima kasih banyak yang sudah memberi dukungan**...