Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Tindakan Anarkis Renita


__ADS_3

.


.


Tanpa ada yang menduga saat mereka sedang bercanda hangat, saat itu juga Renita datang ke ruang Allen di rawat. Ia menyelonong masuk kesana, lalu dengan sengaja menyindir kedua orang tua Allen. Bahkan ia juga mempermalukan kedua orang tua Allen di depan dokter yang sedang memeriksa Allen saat itu.


Wanita itu menerobos masuk begitu saja, meski para anak buah Arka sudah mencegahnya. Namun ia sekuat tenaga melawan mereka, agar dirinya dapat masuk ke dalam sana. Kebetulan pintu disana juga sedikit terbuka, karena memang sedang ada pemeriksaan yang di lakukan oleh dokter pada Allen.


Kedatangan Renita ke tempat itu memang di sengaja, ia ingin membuat kedua orang tua Allen merasa malu, dan merasa gagal dalam mendidik putrinya. Ia bertepuk tangan dengan keras dan mulai melancarkan aksinya.


Prook... prook... prook...


"*Wah... wah.. wah.. Rupanya disini ada kedua orang tua sang pelakor ya. Hebat.. kalian sungguh hebat. Bukan cuma pelakor ini saja yang pandai bermuka dua, rupanya kalian pun sama.."


"Kalian sangat bangga ya memiliki menantu yang kaya raya, seperti mas Arka. Tentu saja lah... Karena kalian bisa dengan mudah untuk mengambil, berapa pun harta yang kalian inginkan dari mas Arka. Dan kalian jual Allen berapa pada suamiku?"


"Ups... aku lupa. Kan kalian memang satu keluarga, jadi wajar saja ya. Jika kelakuan kalian sama saja.! Sebelas dua belaslah*." tunjuk Renita pada keluarga Allen sambil tersenyum menyeringai.


Dokter dan semua orang yang berada di dalam ruangan itu memandangi wanita yang kini sedang berdiri di dekat pintu dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


Namun dokter tidak berani mengatakan sepatah kata pun, sedangkan Allen hanya meneteskan air mata kesedihannya. Kali ini Allen memang tidak melawan Renita, ia masih sangat lemah.


Arka yang merasa kesal dengan ucapan istri pertamanya, membentak Renita. Wanita yang sudah membuat malu Allen serta kedua mertuanya.


"Ren.. Hentikan ucapan konyolmu itu. Siapa juga yang menyuruhmu datang kesini, hanya membuat malu saja!" bentak Arka kesal.


"Memang itulah mauku, mas... Aku ingin mereka semua malu, itu juga kalo mereka semua masih punya urat malu!" balas Renita kesal.


Tanpa disangka jika mommy Ros menghampiri menantu pertamanya, ia benar-benar malu mendengar ocehan menantu pertamanya yang tidak masuk akal tersebut. Apalagi ucapan Renita yang menyudutkan kedua orang tua Allen.


Walaupun kedua besannya hanya diam saja tanpa melakukan perlawanan, mereka sadar diri karena tempat mereka berada adalah rumah sakit. Tidak semestinya mereka membuat onar dan kegaduhan, meski hati mereka rasanya bagai di cabik-cabik mendengar tuduhan dari wanita tersebut.


Karena apa yang dituduhkan wanita tersebut, sama sekali tidak benar. Tak di sangka Ros melayangkan sebuah tamparan dan mendarat sempurna di pipi Renita yang mulus,


Plaakk....


"Aahhh...! Mommy. Kenapa mommy menamparku?!" teriak Renita kesal.


"Itulah yang pantas kamu terima! Kalakuan kamu sangat keterlaluan Renita!" bentak Ros marah.

__ADS_1


"Ha.. ha.. ha.. Apa mommy bilang? Aku keterlaluan? Mommy tidak salah? Bukannya menantu kesayangan mommy itu yang sudah keterlaluan? Dia selalu mencari muka pada siapa pun, bahkan juga kedua orang tuanya juga sama! Lalu dimana letak ketelaluan ku, mom?" teriak Renita sambil menunjuk Allen serta kedua orang tuanya.


"Hentikan ucapanmu, Ren...!" bentak Arka kesal.


Dengan cepat Arka menyeret tangan Renita, ia membawa wanita itu pergi menjauh dari hadapan Allen dan juga mertuanya.


"Mas.. lepaskan tanganku..!" teriak Renita, ia mencoba melepaskan cengkeraman tangan suaminya. Namun tenaganya kalah kuat dari Arka.


Sementara Allen hanya menangis sedih, saat kedua orang tuanya di hina. Jika hanya dirinya yang di hina, ia akan diam saja. Tapi Allen akan melawanpun percuma, tenaga dan ucapannya masih belum stabil seperti biasanya.


Ros sedikit kesal, karena Allen hanya diam saja. Bahkan tidak melakukan pelawanan apa pun pada Renita.


"Allen, lain kali jika kamu dihina seperti tadi lawan Renita, biar dia tidak semena-mena memperlakukan dirimu. Kenapa kamu malah hanya diam saja!" ucap Ros pedas, ia menasehati menantu keduanya.


"Tapi Allen memang salah mom, apa yang di tuduhkan mba Renita itu semua benar. Jika aku memang seorang pe—" ucap Allen terjeda.


Ucapan Allen terhenti begitu saja saat jari telunjuk Maya mendarat di bibir manisnya. Maya juga menatap Allen dengan tajam, sebagai isyarat agar Allen tidak menjawab ucapan mertuanya. Maya tahu apa yang akan di ucapkan putrinya, makanya dengan cepat ia menutup mulut putrinya.


Meski sebenarnya dirinya merasa sedih, namun Maya menahan air matanya agar tidak terjatuh di hadapan putrinya. Ia mencoba tegar, dan niat hatinya ingin menasehati putrinya. Tapi sebelum Maya menesehati Allen, Ros sudah memberinya nasehat pada Allen terlebih dahulu.


"Allen, kalo kamu selalu lemah begitu. Maka siapa pun akan selalu menindas dirimu, mommy tahu pasti sikap kamu. Namun lain waktu, lawan lah Renita agar tidak menyakitimu lagi. Mommy juga minta maaf karena Arka, putra mommy sudah membawamu ke dalam pernikahan yang hanya membuatmu tersiksa. Tapi mommy mohon padamu nak, jangan pernah pergi meninggalkan Arka. Apalagi ada anak yang butuh kasih sayang dari kalian berdua." nasehat mommy panjang lebar.


"Iya mom, Allen akan berusaha." ucapnya.


Ros juga kedua orang tua Allen masih menesehati dirinya, dan Allen mendengarkan ucapan mereka bertiga dengan baik.


🍂🍃🍂


Kini 1 hari sudah setelah kejadian itu, dokter juga sudah memeriksa keadaan Allen secara keseluruhan. Ia dan juga janinnya baik-baik saja, dan hari ini Allen diperbolehkan pulang ke rumah.


Tapi tentu saja dirinya harus lebih banyak beristirahat, juga tidak boleh terlalu capek. Agar semua berjalan dengan baik. Namun ada satu yang membuat Allen sedih, saat dirinya kini di perbolehkan pulang kedua orang tuanya sudah tidak lagi di sisinya.


Mereka sudah pulang ke desa tempat tinggal Allen dulu, karena mereka berdua disana memang ada urusan mendadak jadi mau tak mau mereka harus pulang kemarin sore.


Allen sedikit melamun entah apa yang di pikirkannya, dan sang suami yang sedang berada di sampingnya mengajak istri keduanya berbicara.


Arka tidak mau istri keduanya hanya diam membisu, itu semua tidak baik untuk dirinya serta janin yang sedang di kandungnya.


Apalagi mommy sudah pulang terlebih dahulu, ia akan menyiapkan segala keperluan Allen dan juga Arka. Jadi kini tinggallah mereka berdua, dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Honey.. kenapa kamu murung sih? Kita kan mau pulang ke rumah, apa kamu tidak senang?" tanya Arka pelan.


"Hem.. Siapa yang murung? Aku? Aku nggak lagi murung kok, mas." jawab Allen spontan, sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Trus, kalo nggak lagi murung kenapa diam saja. Nggak suka kalo kita pulang ke rumah?" ucap Arka.


Allen terkekeh dengan ucapan yang baru saja keluar dari mulut suaminya, lalu dengan reflex Allen menjawab pertanyaan suaminya dengan jujur tanpa ada yang di tutupi.


"Bukan begitu mas, Allen hanya sedih. Saat aku sudah sembuh dan dokter mengizinkanku untuk pulang, tapi kedua orang tuaku sudah tidak ada lagi disini untuk menemaniku." keluh Allen jujur.


"Oh.. Apa hanya itu.?" ucap Arka.


Allen mengerutkan keningnya bingung dengan ucapan suaminya, lalu ia menanyakan apa maksud suaminya berkata seperti itu.


"Apa maksud kamu mas, aku tidak mengerti?" tanya Allen bingung.


"Maksud aku, apa kamu hanya sedih karena tidak ada orang tua kamu. Atau kamu tidak mau berpisah dari dokter Fariz yang lumayan ganteng itu?" ledek Arka.


"Astagfirulloh hal adzim, mas. Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu sih? Apa jangan-jangan kamu cemburu ya?" ucap Allen spontan.


"Siapa tahu saja kamu sedih karena harus berpisah dari dirinya." sahut Arka, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Ia mengakui jika dirinya memang merasa cemburu pada Fariz. Meski Allen tidak pernah melakukan hal di luar nalar, tapi dari sorot mata Fariz saat memeriksa Allen. Arka bisa menebak jika ia menyimpan perasaan pada istri keduanya itu.


"Sudahlah mas, kamu jangan ngaco deh. Heh.." dengus Allen kesal.


.


.


***BERSAMBUNG***....


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan like, komen, favorit, serta vote nya. Buat yang sudah mendukung karyaku, terima kasih banyak...🙏🏻🥰.

__ADS_1


__ADS_2