Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Entah Bermimpi atau Sadar


__ADS_3

Malam telah berganti pagi, Arka bangun dari tidurnya. Ia bersiap diri untuk segera pergi ke kantornya, Reni ternyata sudah bangun terlebih dahulu.


Namun ia sama sekali tidak membangunkan Arka,ia sibuk mengutak-atik ponselnya. Sungguh berbeda dengan Allen yang selalu membangunkan Arka jika ia hendak ke kantor. Arka hanya diam saja tanpa menegurnya.


Jika saja Allen yang berada di posisi Renita. Pasti Arka sudah menegurnya. Arka bersiap seorang diri, niatnya akan turun ke bawah untuk pergi sarapan. Namun tanpa di sangka jika istri pertamanya menghampirinya, ternyata pagi-pagi mereka harus berdebat.


Renita istri pertama Arka marah besar pada suaminya, lalu ia meminta Arka memilih antara dirinya atau pelakor itu. Namun Arka sama sekali tidak bergeming, Arka malah marah besar kepada istri pertamanya itu.


"Mas.. Kamu harus memilih antara aku atau pelakor itu!" ucap Reni tiba-tiba.


"Apa maksud kamu?" bentak Arka.


"Kamu harus ceraikan pelakor itu, atau aku yang kamu ceraikan! Aku tidak mau di madu mas!" ucap Reni lantang.


Arka marah lalu ia menarik dengan kasar tangan istri pertamanya, ia baru kali ini melakukan hal seperti ini pada istri pertamanya. Berbeda dengan Allen yang sering di perlakukan kasar oleh Arka.


"Lepaskan mas sakit..!" bentak Reni, mencoba melepaskan cengkraman suaminya yang begitu kuat di lengannya.


"Sayang.. kamu dengar baik-baik ya!, aku tidak akan melepaskan salah satu di antara kamu atau pun Allen!" ucapnya marah.


"Kenapa kamu EGOIS mas? Apa kamu pikir kamu bisa dan kamu mampu membahagiakan kedua istrimu bersamaan?" bentak Renita sambil melepaskan cengkeraman tangan suaminya.


"Aku yakin kalo aku mampu membahagiakan kalian!" balas Arka penuh keyakinan.


"Mungkin kamu bisa membahagiakan pelakor itu dengan harta mas, karena dia miskin. Tapi kamu tidak bisa membahagiakan aku hanya dengan harta yang kamu punya. Aku butuh cinta dan kasih sayang kamu seperti yang dulu!" bentak Reni


pada suaminya, ia juga tersenyum sisis.


"Jaga bicaramu Renita!. Allen bukan seperti yang kamu tuduhkan, meski dia bukan wanita yang berpendidikan dan berpenghasilan tinggi sepertimu. Tapi Allen tidak pernah silau harta seperti tuduhanmu yang sangat kejam itu!!" sahut Arka, ia menggertakan giginya kesal mendengar tuduhan istri pertamanya.


"Kenapa kamu selalu membelanya mas? Apa hatimu sudah di butakan oleh pelakor itu, sehingga kamu begitu keras membelanya?!" teriaknya.


"TERSERAH kamu mau bilang apa, satu yang harus selalu kamu ingat aku tidak akan melepaskan kalian sampai kapan pun!" ucap Arka dengan sepenuh hatinya.


Arka tidak mau melepaskan kedua istrinya itu, biarlah orang berkata jika dirinya EGOIS. Hanya mementingkan perasaannya sendiri, Arka sama sekali tak peduli.

__ADS_1


Arka meninggalkan Reni begitu saja, bahkan ia pergi juga tidak berpamitan pada istri pertamanya.


Sedangkan Renita menangis karena emosinya memuncak, pagi-pagi ia harus berdebat dengan suaminya. Hatinya sungguh sakit, karena suaminya membela pelakor. Yang lebih menyesakkan dadanya karena Arka membentak dirinya, hal yang tidak pernah suaminya lakukan selama mereka menikah hampir 4 th ini.


~Kamu jahat mas Arka! kamu jahat..! Kenapa kamu EGOIS, tetap mempertahankan kedua istrimu. Aku yakin kamu tidak akan mampu membuat aku bahagia. Sementara kamu hanya akan membahagiakan pelakor itu, dia hanya akan menguras habis semua hartamu..!~ teriak Reni lalu ia menangis sejadi-jadinya.


🍁🍁🍁


Sementara Arka berlari menuju mobilnya, ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. Hatinya sedang kacau hari ini, ia sama sekali tidak dapat berfikir positif.


Sepanjang perjalanan Arka merasa sakit hati saat Reni menyebut dan menyudutkan jika Allen seolah GILA harta.


Semua perkataan itu masih terngiang jelas di telinga Arka, ia mengepalkan tangannya karena sangat kesal.


~Argh... Kamu salah Renita, Allen bukan gadis seperti yang kau tuduhkan. Dia gadis baik-baik, dia bahkan selalu menolak pemberianku apa pun itu. Akulah yang sudah jahat padanya, dia sama sekali tidak bersalah, aku yang sudah menjebaknya dalam pernikahan terlarang ini. Dan ini semua juga karena salahmu Renita, andai kamu sedikit peduli dan perhatian kepadaku. Aku tidak mungkin melakukan ini semua..!!~ sesal Arka dalam mobilnya.


Arka begitu kesal hingga tanpa di sadarinya jika mobil yang di kendarainya hampir saja menyerempet pejalan kaki yang sedang menyebrang di trotoar.


"Aaahh..." teriak ibu yang menggandeng anak laki-lakinya, yang usianya kira-kira 4 tahunan.


Itu semua karena kecerobohannya, ia mengemudikan mobilnya namun tidak fokus karena pikirannya kemana-mana.


Arka menepikan mobilnya dan berhenti, lalu ia turun menghampiri kedua orang itu. Arka meminta maaf pada dua orang itu, dan menanyakan apa ada yang terluka.


"Maafkan saya nona, saya sungguh tidak sengaja. Apa anda dan putra anda baik-baik saja?!" tanya Arka merasa bersalah.


"Baiklah tuan saya maafkan, lain kali fokus dalam berkendara dan lebih berhati-hati jangan sampai mencelakai orang lain lagi." ucap wanita itu tulus.


"Baiklah nona, terima kasih nasehatnya." ucap Arka tulus "Ini kartu nama saya, anda bisa menghubungi saya jika terjadi sesuatu pada kalian. Saya permisi dulu, karena sedang buru-buru." imbuhnya.


"Tidak usah tuβ€”" jawab wanita itu.


Namun Arka yang sedang terburu-buru dengan cepat meninggalkan mereka berdua, tanpa mendengarkan ucapan wanita itu sampai selesai.


Arka masuk ke dalam mobilnya, ia berharap jika semua akan baik-baik saja. Kali ini ia mengemudikan mobilnya dengan fokus, ia tidak mau sesuatu yang buruk terulang kembali.

__ADS_1


πŸπŸƒπŸ


Siang sudah berlalu dan tergantikan oleh senja, Arka menyelesaikan tugasnya yang di tinggalkan kemarin malam dengan baik.


Ia pulang ke rumah Allen, entah mengapa hatinya merasa rindu padahal baru semalam ia tidak menemui istri keduanya.


Arka sampai di halaman rumahnya, lalu ia segera masuk dan menuju kamarnya. Seperti itulah kebiasaannya jika pulang kerja, Arka membuka pintu perlahan.


Namun Arka tidak menemukan Allen di kamarnya, ia menepuk jidatnya perlahan jika ia lupa bahwa Allen masih berada di cafe Arlen miliknya.


~Dasar bodoh.., kenapa aku bisa lupa jika Allen belum pulang. Kenapa aku tidak menghampirinya tadi, agh.. ada apa sama otakku? Kenapa tiba-tiba saja aku jadi peduli pada Allen?. Atau aku sudahβ€”. Ah... terserahlah, aku tidak peduli!" monolog Arka pelan, ia mencoba menepis perasaan dalam hatinya.


Tepat pukul 19.00 malam Allen sampai di rumah, ia mengucapkan salam. Lalu segera menuju ke kamarnya ia yakin jika suaminya sudah pulang, karena mobilnya sudah terparkir di halaman rumahnya.


Allen membuka pintu perlahan dan ia kaget saat suaminya duduk di sofa sambil melamun.


"Mas.. kamu sudah pulang." sapa Allen ramah.


"Honey..." sahut Arka.


"Hem.." ucap Allen tidak percaya.


Allen menghampiri suaminya dan menepuk kedua pipinya, Allen kira jika Arka sedang bermimpi dan berada di bawah alam sadarnya. Karena tidak biasanya Arka memanggilnya dengan sebutan honey, karena suaminya biasanya memanggilnya dengan sebutan Allen.


***BERSAMBUNG...


.


.


.


Terima kasih yang sudah mendukung karyaku yaπŸ™πŸ»


Semoga kalian suka sama ceritanya, salam manis dari author😘πŸ₯°***.

__ADS_1


__ADS_2