
.
.
Sebelum sang bunda membawa Allen masuk dan duduk, pak udin mengucapkan kata permisi pada ibu maya dan dan istri Bosnya. Lalu ia menyerahkan terlebih dahulu beberapa paper bag yang berisi oleh-oleh untuk mertua bos besarnya.
Sopir pribadi Arka meminta izin keluar, ia memilih menunggu di luar rumah orang tua nyonya mudanya. Meski Allen memintanya untuk tetap menunggunya di dalam rumah. Tapi pak udin merasa tidak enak hati, makanya ia memutuskan untuk keluar dan menunggu di kursi yang berada di teras rumah orang tua Allen.
Maya menerima beberapa paper bag dari putrinya, lalu ia meletakkan bingkisan itu di atas meja. Setelah sopir pribadi menantunya keluar, Maya menuntun Allen dan membawa putri semata wayangnya duduk di kursi yang sangat sederhana. Sementara pak udin hanya memandangi kedua wanita itu dari luar rumah. Ia tidak ingin ikut campur tentang urusan istri kedua Bos besarnya dan orang tuanya.
Namun pak udin tetap melaporkan apa saja yang di lihatnya pada Bos besarnya, yaitu Arka sesuai perintahnya sebelum ia di minta mengantarkan istri keduanya untuk pulang ke desa.
Tanpa Allen ketahui bahwa sang mommy mertua sudah memasang kamera pengintai yang ukurannya sangat kecil di baju yang Allen kenakan, itu semua di lakukan oleh Ros sesuai permintaan putra semata wayangnya.
Kamera pengintai itu sengaja di pasang oleh mommy Ros yang sudah tersambung ke laptop milik Arka, agar dirinya dapat memantau apa saja yang di lakukan oleh istri keduanya selama dirinya berada di rumah orang tuanya yang berada di desa.
Apapun akan selalu di lakukan Arka, bahkan membayar orang untuk selalu mengawasi gerak-gerik istri keduanya itu. Apalagi sekarang Allen berada jauh dari dirinya, namun di mana pun Allen berada tak luput dari jangkauan mata Arka.
Karena Arka selalu mengawasi Allen, Arka juga tidak mau terjadi sesuatu pada wanita yang tengah mengandung buah cintanya, karena sudah sejak lama ia mengharapkan akan kehadiran seorang anak.
Walaupun Allen berada jauh dari Arka, namun Allen selalu dalam pantaun suaminya. Itu semua di lakukan Arka secara diam-diam, tanpa sepengetahuan Allen istri keduanya.
Ia juga merahasiakan ini semua dari Renita istri pertamanya, hanya kedua orang tuanya, sopir pribadi, dan orang-orang suruhannya yang mengetahui semua ini.
Mereka tidak berani ingkar janji pada bos besarnya itu, karena mereka tahu konsekuensinya yang akan mereka terima dari Arka. Mereka juga tahu jika Arka adalah orang yang mempunyai kuasa di kota besar tempat kelahirannya.
Mereka takut jika berkhianat pada bosnya, bukan hanya sumber penghasilannya saja yang hilang. Namun segala yang mereka miliki juga akan hiang, termasuk keluarga mereka yang akan terkena dampaknya, bahkan nyawa mereka bisa menjadi taruhannya.
🍂🍃🍂
__ADS_1
Setelah ibunda Allen membawa putrinya masuk ke dalam rumah, kemudian ia menyuruh putrinya duduk di kursi ruang tamu. Ia mulai mencecar Allen dengan berbagai pertanyaan, ia rasa jika ada yang putrinya sembunyikan dari dirinya dan suaminya.
Maya merasa jika ucapan yang keluar dari bibir Allen mengganjal di hatinya, ia merasa jika putrinya merahasiakan seseatu masalah yang besar dan menyimpannya seorang diri.
"Allen, ayo katakan pada ibu dengan jujur. Apa sebenarnya suami kamu sudah memiliki istri di kota?!" tanya bunda Maya to the point. "Atau kamu malah sebenarnya di duakan olehnya?" cecar Maya pada Allen.
Allen bingung harus menjawab apa pertanyaan yang baru saja bundanya tanyakan kepada dirinya, kalau pun ia menutupinya suatu saat pasti ibunya akan mengetahuinya juga.
~"Bagaimana aku akan menjelaskan pada bunda ya, pasti bunda akan marah dan kecewa jika tahu aku hanya istri kedua. Apalagi sekarang ini aku tengah mengandung anak mas Arka. Tapi jika bunda tahu dari mulut orang lain, pasti bunda akan semakin marah dan kecewa kepadaku!"~
~"Atau aku lebih baik berterus terang saja sebelum bunda mengetahui tentang kebenaran ini dari orang lain. Soal anak ini, semoga saja bunda bisa menerimanya."~ Allen membatin dalam hati.
Allen membasuh wajahnya dengan kasar, lalu ia menarik nafas panjang sebelum akhirnya mulai menceritakan kehidupannya yang sesungguhnya. Kerena semenjak ia di nikahi Arka, memang dirinya jarang sekali ke rumah ibu kandungnya.
Allen tidak mau bundanya tahu dari orang lain, jadi lebih baik dirinya yang mengatakan dengan kejujuran hatinya. Meski pun nantinya kedua orang tuanya akan marah kepadanya, atau malah akan membencinya karena merahasiakan sesuatu hal besar yang menyangkut kehidupannya.
"Allen jawab bunda nak!" ucap Maya.
"Maaf bun sebelumnya, jika Allen tidak pernah bercerita pada bunda dan ayah!. Memang dugaan bunda benar, jika Allen ternyata hanya istri kedua mas Arka!" ucap Allen memberanikan diri mengatakan yang sebenarnya.
"Apa..!?" teriak Maya syok.
Maya tidak bisa menahan rasa sakit dalam hatinya, ternyata putrinya hanya di jadikan istri kedua oleh laki-laki yang sudah menolong keluarganya untuk membayar hutangnya yang sangat besar pada renternir.
Melihat bundanya syok, Allen merasa takut jika sesuatu akan terjadi pada orang yang selama ini selalu berada disisinya, tangisnya pecah seketika,
"Bunda maafkan Allen. Karena selama ini aku tidak pernah mengatakan yang sejujurnya, jika aku ini hanya istri kedua mas Arka." ucap Allen sambil sesegukan.
"Tapi aku mohon bun, tolong jangan benci aku, bun. Aku tidak mau bunda dan ayah menjauh dariku, karena kalian lah harta yang aku punya. Apalagi sekarang aku sedang mengandung anak mas Arka, bun!" isak Allen, sambil berlutut di kaki Maya.
__ADS_1
Maya merasa tidak tega mendengar ucapan putrinya, apalagi Allen sampai bersimpuh di kakinya. kali ini ia melihat jika Allen bersungguh-sungguh dan mengatakan yang sejujurnya.
Maya mengangkat tubuh putrinya, lalu menyuruh Allen duduk di sampingnya seperti semula. Ia juga meminta alasan kenapa Allen merahasiakan tentang pernikahanya bersama Arka.
"Tapi kenapa kamu sama sekali tidak pernah berterus terang pada bunda dan ayah,nak. Apa alasan kamu?" cecar Maya pada Allen.
"Maafkan Allen bun, bukannya Allen ingin merahasiakannya. Tapi Allen juga baru tahu setelah beberapa hari menikah dengan mas Arka, jika aku ini hanya sebagai istri simpanannya." ucap Allen.
"Lalu kenapa waktu kamu datang kesini, kamu sama sekali tidak menceritakan apapun pada ayah dan bunda?!" sahut Maya datar.
"Jika Allen berterus terang dari awal, ayah dan bunda pasti akan menyuruh Allen untuk meninggalkan mas Arka." jawab Allen sedih.
"Sudah pasti nak!. Seandainya saja kamu memberi tahu kami sejak awal, pasti kejadiannya tidak akan seperti ini!" ucap Maya emosi.
"Kita memang miskin dan orang tidak berpunya, tapi kami sama sekali tidak mau jika kamu di jadikan istri kedua!" imbuh Maya kesal.
"Tapi bun, Allen bisa apa!, awalnya aku menganggap pernikahan ini dengan serius. 'Karena hari itu Allen di cegat oleh dua pria yang menyakitiku saat akan pulang kerja, saat itu jangankan untuk bangkit untuk menggerakan badan pun rasanya sakit semua. Dan pada saat yang sama datanglah pria itu menawarkan bantuan untuk melunasi hutang ayah. Tapi dia juga memberikan syarat agar aku mau di nikahinya! Aku menganggap pernikahan yang aku jalani dengan serius, tapi akhirnya aku harus menelan kekecewaan saat tahu jika aku hanya istri kedua dan orang menyebutku sebagai pelakor.!' " jelas Allen panjang lebar.
.
.
BERSAMBUNG...
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya untuk karyaku ya Raeders, Author selalu menanti like, komen dan vote dari kalian.