Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Ancam Arka


__ADS_3

Kediaman Arka


(Ini hanya halusinasi author ya, jika tidak sesuai dengan imajinadi kalian. Kalian bisa berimajinasi sendiri ya)



Allen perlahan membuka kedua matanya, ia mengedar pandangannya melihat ke langit-langit kamarnya.


Ia kaget mengapa dirinya berbaring di atas tempat tidurnya, dan di sampingnya juga ada bi Inem Art_nya. Allen bertanya kepada bi Inem apa yang telah terjadi kepadanya.


"Syukurlah nona Allen sudah sadar?" ucap bi Inem terharu.


"Ada apa denganku bi, kenapa tiba-tiba aku berada di atas tempat tidur?" tanya Allen bingung.


"Nona Allen pingsan, dan tuan Arka yang menggendong nona ke atas tempat tidur." jawab bi Inem jujur.


Allen mengedar pandangannya ke sekeliling kamarnya, namun ia tidak mendapati Arka suaminya. Allen yang penasaran memberanikan diri bertanya pada Art_nya, tentang keberadaan sang suami.


"Terus mas Arka kemana bi..?" tanya Allen antusias.


"Em.. itu non.. Tadi tuan Arka keluar bersama dokter pribadinya non." jawab Art_nya jujur.


Mendengar jawaban bi Inem, Allen menjadi menduga-duga apakah ada sesuatu hal buruk yang terjadi kepadanya.


Sehingga suaminya dan dokter pribadinya memutuskan untuk berbicara di ruangan lain. kenapa tidak di kamarnya, agar ia tahu pasti apa yang sesungguhnya telah terjadi.


Saat sedang berbincang dengan kak Ana, mereka berdua seperti mendengar suara Allen meski tak begitu jelas yang menanyakan keberadaan Arka.


Dokter Ana mengajak Arka kembali ke kamar di mana istrinya berada, ia tidak mau Allen menduga-duga tentang mereka berdua.


"Ayo Ka', kita harus segera kembali ke kamar dan menghampiri istri kamu, kita berperan seolah-olah hanya sebagai dokter dan pasien..!" ucap Ana.


Arka mengikuti ucapan Ana, ia mengerti Ana melakukan itu agar orang tidak curiga dengan kedekatan mereka.


"Ayo kak Ana.. Em maaf maksudku dokter Ana." balas Arka mempersilahkan dokter pribadinya.


Meski hanya menganggap sebagai kakak adik, tapi Arka mau semua orang yang berada di rumah itu menghormati Ana sebagai seorang dokter tidak lebih itu.


Karena memang di antara mereka tidak ada perasaan yang terlarang meski sebenarnya mereka lumayan dekat. Sesampainya di kamar Arka mendapati istrinya sudah sadar,


"Kamu sudah siuman, honey?" ucap Arka bahagia.


"Iya mas.. kamu dari mana saja?" sahut Allen penasaran.


"Oh.. ini, tadi dokter dokter ana menjelaskan tentang keadaan kamu. Jadi aku tidak mau mengganggumu, makanya aku mengajaknya berbicara di luar" kilah Arka.


"Dan perkenalkan ini dokter pribadi keluarga Leonardo, namanya dokter Ana felista atau biasa disapa dokter Ana!" imbuh Arka memperkenalkan Ana pada Allen.

__ADS_1


Ana menjabat tangan Allen dan memperkenalkan diri pada Allen,


"Nama saya Ana, nona." ucap Ana sambil tersenyum ramah.


"Namaku Allen.. senang bisa berkenalan dengan anda!" balas Allen.


Allen membalas senyuman Ana, mereka sedikit berbincang-bincang. Meski dalam hati Allen penasaran tentang apa yang menyebabkan ia pingsan. ia enggan menanyakan pada dokter cantik itu.


Toh mungkin nanti Arka akan mengataknnya padanya, karena pasti dokter Ana sudah memberi tahunya tentang keadaan Allen, begitu pikir Allen.


Dokter Ana memeriksa tubuh Allen lagi, untuk benar-benar memastikan keadaannya. Dan kali ini ia juga mengecek bagian bawah perut Allen.


Sementara Arka hanya mengikuti sandiwara Ana, ia pura-pura belum mengetahui tentang keadaan istri keduanya.


"Bagaimana keadaan istri saya dokter, ia menderita penyakit apa, hingga sampai menyebabkan istri saya pingsan?" tanya Arka bersandiwara.


"Keadaannya baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan!" balas Ana memberi penjelasan.


"Oya tuan Arka dan nona Allen saya pribadi mengucapkan selamat ya untuk kalian!" sambung Ana.


Allen baru saja sadar, dirinya bingung saat dokter pribadi Arka yang memeriksanya, memberikan selamat kepada dirinya dan Arka suaminya.


Tak lupa pula dokter muda yang cantik itu memberikan resep obat dan vitamin untuk Allen agar janinnya berkembang dengan baik.


"Oya tuan Arka, ini resep obat dan vitamin agar janin yang di kandung istri anda berkembang dengan baik!" ucap Ana sambil memberika resep obat yang harus di tebus Arka.


Arka mengambil kertas berwarna putih terang yang di berikan oleh dokter Ana, lalu ia mengucapkan "Terima kasih banyak dokter Ana." ucapnya.


Allen menjadi bingung dengan pernyataan dokter itu hingga lamunannya buyar seketika, setelah ia melihat Arka menjabat tangan dokter pribadinya.


Saat dokter itu berpamitan pada suami Allen, Arka dengan bahagia mengucapkan kata 'terima kasih' dengan raut wajah yang sumringah.


"Karena semua sudah jelas, tidak ada masalah dengan nona Allen. Saya mohon tolong jaga istri anda baik-baik jangan sampai kecape'an, dan tolong perhatikan juga asupan makanannya agar asupan nutrisi 'dede bayi' terpenuhi!" jelas dokter Ana panjang lebar.


"Baik dokter Ana, terima kasih saran yang anda berikan." balas Arka.


Ana menyalami Allen dan suaminya sebelum melangkahkan kakinya pergi,


"Kalo begitu saya permisi dulu nona Allen dan tuan Arka!" pamitnya Ana.


Arka tersenyum, lalu ia menjawab dokter Ana dengan raut wajah yang sumringah.


"Baiklah dokter Ana, 'Terima kasih' banyak ya. Sampai jumpa lagi.!" sahut Arka sambil


Allen memandangi kepergian dokter cantik itu, hatinya masih bingung dengan pernyataan dokter ana.


🍃🍂🍃

__ADS_1


Setelah dokter Ana pergi dari rumahnya Allen mencecar suaminya dengan pertanyaan yang sudah tersusun di otaknya sedari tadi.


"Mas tolong kamu jelaskan padaku! Siapa yang sedang hamil?" tanya Allen penasaran.


"Honey.. kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa kamu belum mengerti juga, ha..?" Arka balik bertanya.


"Bagaimana aku mengerti mas, dokter Ana hanya mengucapkan istri kamu yang sedang hamil." sahut Allen.


"Memang benar kan istri aku, honey.. Lalu apa masalahnya.?" jawab Arka bingung dengan ucapan polos Allen.


"Masalahnya istri kamu kan ada aku dan mba Renita mas, jadi siapa di antara kita yang sedang hamil mas?" cecar Allen pada Arka.


Arka tersenyum mendengar pertanyaan Allen, 'Allen gadis yang sangat polos, tadi kan dokter Ana sudah menjelaskan kenapa dia belum menyadarinya juga. Tapi benar juga sih yang di ucapkan Allen, kan memang istriku ada dua ya! Hi.. hi..' begitu batin Arka.


Allen kesal karena pertanyaannya belum juga di jawab oleh suaminya, ia mengulang pertanyaannya lalu mengguncangkan tangan Arka pelan hingga sang suami tersadar dari lamunannya.


"Mas..! mas Arka., Ih.. kok malah bengong sih!" kesal Allen.


Arka melihat Allen yang kesal kepadanya, ia memutuskan untuk mengatakan kepada Allen yang sebenarnya.


"Allen kan kamu yang di periksa dokter tadi, berarti kamu yang sedang hamil lah.!" ucap Arka pelan.


Deeggg..


Mendengar jawaban suaminya membuat jantung Allen seolah berhenti berdetak. Allen menangis seketika, hatinya hancur mendengar pernyataan suaminya yang menjelaskan jika dirinya lah yang sedang hamil.


"Kamu pasti berbohong kan mas?" tanya Allen tak percaya.


Arka memberikan pernyataan yang mengejutkan untuk Allen,


"Aku serius honey, aku tidak berbohong!" ucapnya jujur.


"Hiks.. hiks.. kamu jahat mas.!" teriak Allen sambil memukuli dada bidang Arka.


Arka malah jadi ikutan sedih melihat istri keduanya menangis, ia memeluk mesra tubuh Allen yang masih terisak.


"Honey, tolong dengarkan aku baik-baik! Kenapa kamu harus marah pada janin yang tidak berdosa!?" ucap Arka serius.


Lalu Arka mengatakan kesungguhan hatinya, dan meminta Allen untuk menjaga buah cinta mereka,


"Dia adalah anak yang selama ini aku nantikan. Ingat baik-baik jangan sampai kamu menyakitinya, atau akan kamu tanggung akibatnya!!" ancam Arka pada Allen.


***BERSAMBUNG...


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih untuk yang sudah mampir di novelku ya🙏🏻***..


__ADS_2