Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Salah Tuju'an


__ADS_3

.


.


Tanpa pulang terlebih dahulu Arka langsung pergi menuju ke bandara, ia bergegas ke kota yang di tuju oleh Allen menggunakan jet pribadi milik daddy nya.


Di dalam kereta yang di tumpangi Allen, dirinya hanya diam membisu. Hatinya merasa ambigu, entah mengapa ia sangat tertekan dengan apa yang di tuduhkan oleh suaminya kepada dirinya.


Tak teresa air matanya menetes membasahi pipinya, meski banyak pasang mata yang melihatnya, namun mereka enggan bertanya apa yang sesungguhnya telah terjadi wanita itu.


Tanpa Allen sadari ternyata tak jauh dari tempat duduknya ada Neysa sepupunya dari sang ibu yang memang tinggal di kota tersebut. Neysa memandangi Allen dari kejauhan, ia bertanya-tanya dalam hatinya.


"Apa yang sesungguhnya terjadi padanya, bukannya dia menikah dengan orang terkaya di kota metropolitan? Dan suaminya juga adalah bos besar suamiku. Kenapa dia pergi menggunakan kereta, bahkan dia menangis. Sepertinya sedang ada masalah yang menimpanya." gumam Neysa dalam hatinya.


Nesya adalah sepupu Allen dari sang ibu, wanita itu telah berkeluarga. Namun selama 2 tahun menjalani hubungan rumah tangganya, ia sama sekali belum mendapatkan keturunan.


Namun Neysa dan sang suami sama sekali tidak pernah mempermasalahkan itu semua. Menurut mereka, itu semua sudah takdir. Meski dalam hati keduanya sangat mengharapkan kehadiran sosok malaikat kecil di tengah-tengah mereka.


Namun mereka berdua hanya bisa berusaha dan di sertai dengan do'a. Neysa menghampiri Allen, ia menyapa sepupunya itu. Tidak lupa juga ia menanyakan kemana tujuan Allen.


"Hai, Allen. Apa boleh aku duduk di sebelahmu?" sapa Neysa dengan hangat.


Merasa ada seseorang yang menyapanya, Allen mendongakan wajahnya dan menatap siapa yang menyapa dirinya barusan.


"Mba Neysa. Apa kabarnya, mba?" balas Allen antusias. "Iya, duduklah.. Kebetulan kursi ini memang kosong." imbuh Allen.


Allen menyeka sisa air matanya yang membasahi pipinya, dan di saat yang sama Neysa juga duduk di sebelahnya. Neysa menanyakan kemana Allen akan pergi. Ia juga menanyakan Allen pergi bersama siapa.


"Kamu kenapa, de'? Apa kamu sedang ada masalah? Lalu.. Apa kamu pergi sendiri? Kemana kamu akan pergi, di hari yang sudah mulai gelap seperti ini?" cecar Neysa dengan segerombol pertanyaan.


"Em... Aku nggak apa-apa kok, mba. Aku pergi niatnya hanya untuk menenangkan diri. Iya mba, aku pergi sendiri.."


"Lalu kamu mau kemana? Jangan bilang kamu tidak ada tempat tujuan pasti, ya?"


"Hem..? Aku mau ke tempat ibu, mba." ucap Allen spontan.


Mendengar apa yang di ucapkan Allen, Neysa memicingkan matanya. Ia bingung, bukannya ibunya berada di kota Bandung, tapi kenapa Allen naik kereta dengan tujuan Yogyakarta.

__ADS_1


"Sejak kapan tante Maya pindah ke kota Yogyakarta? Kok aku tidak pernah tahu, jika ibu kamu pindah ke kota kelahiranku?" tanya Neysa bingung.


Begitu juga Allen, ia kebingungan dengan pertanyaan sepupunya.


"Hem.. Apa maksud mba Neysa? Ibuku tidak pindah ke kota lain. Ibu masih berada di Bandung, aku juga akan pergi ke rumah ibu." jelas Allen tanpa ragu.


"Allena fahira.. Apa kamu sedang tidur? Jelas-jelas kereta yang kamu tumpangi tujuannya ke kota Yogyakarta. Kita sudah sampai di stasiun Lempuyangan nih." ucap Neysa sambil menunjuk ke arah luar. "Sekarang ayo kita turun. Kalo kamu memang tidak ada tempat tujuan pasti, lebih baik kamu ikut ke rumah mba Neysa, saja ya." bujuk Neysa pada Allen.


"Enggak ah, mba. Aku tidak enak hati pada suami kamu." tolak Allen pelan.


Ia tidak mau merepotkan sepupunya, apalagi Allen salah naik kereta. Ia sama sekali tidak pernah berpikiran jika kini, ia berada di stasiun terbesar di kota Yogyakarta tersebut. Bahkan Allen juga pergi tanpa membawa ponselnya, kini ia yang kebingungan.


"Suamiku masih berlayar. Disana tidak ada siapa pun. Ibuku juga berada di daerah yang lain, jadi kamu tenang saja. Lagian hari sudah mulai petang lho. Tidak baik seorang wanita pergi malam-malam. Apalagi kamu sudah bersuami, nanti jadi gunjingan orang."


"Aku heran deh sama suami kamu. Kenapa dia tidak bertanggung jawab sih? Ia malah membiarkan istrinya bepergian jauh seorang diri!" ucap Neysa dengan raut wajah kesal.


"A..aku hanya ingin menenangkan pikiran saja mba. Tapi tanpa aku sadari jika aku naik di kereta dengan tujuan yang salah. He.. He.." kilah Allen dengan wajah memerah karena malu.


"Aku bahkan tidak membawa ponselku, bagaimana aku akan menghubungi mas Arka. Ia pasti akan marah besar jika tahu aku disini, lagian kenapa juga aku bisa ceroboh seperti ini! Untung saja aku bertemu dengan mba Neysa, jika tidak. Kemana tempat yang akan aku tuju!" monolog Allen dalam hati, ia meruntuki kebodohannya sendiri.


Allen menjawab pertanyaan dari sepupunya dengan kata 'Iya', mereka berdua turun dari kereta tersebut. Lalu mereka berdua segera naik ke mobil pribadi milik Nesya yang sudah menjemputnya.


Tapi ia juga tidak mau, nama baik suaminya tercoreng hanya karena salah paham. Allen meraup wajahnya kasar, ia bingung apa yang harus di lakukannya.


Neysa hanya memperhatikan Allen tanpa bertanya lebih jauh di dalam mobilnya, Neysa tidak enak hati di dengar oleh sopir yang menjemput mereka berdua. Sesekali Neysa hanya bertanya pada Allen, "Kamu tidak apa-apa, Len?" tanyanya.


Dan di jawab oleh Allen dengan kata, "Iya mba, aku baik-baik saja." jawab Allen singkat.


Tidak butuh waktu yang lama, Neysa membawa Allen ke rumah megah namun tidak sebesar rumah mertua Allen di kota metropolitan. Meski begitu rumah tersebut tampak nyaman di tinggali oleh siapa pun. Termasuk Allen yang baru kali ini menginjakan kakinya di rumah milik mba Neysa.


Neysa dan Allen turun dari mobilnya, Allen masih berdiri terpaku di tempatnya, ia terdiam membisu. Rasanya ia tidak mempercayai tempat yang kini di pijakinya, tempat yang indah dengan suasana alam di kanan kirinya.


Tentu saja karena di kanan kiri tempat tersebut adalah area persawahan, dan rumah-rumah yang lainnya berada agak jauh dari rumah milik Neysa. Mungkin jika siang hari tempat tersebut akan sangat indah di pandang mata.


Neysa keheranan melihat tingkah Allen, ia takut jika Allen merasa tidak nyaman menginjakan kakinya di rumah miliknya.


"Kenapa kamu masih diam disitu? Apa rumahku membuatmu merasa tidak nyaman? Maaf ya, Len. Karena aku mengajakmu ke tempat seperti ini!" cerocos Neysa merasa bersalah.

__ADS_1


Wajar saja Neysa berkata seperti itu, karena ia tahu pasti. Suami dari Allen adalah laki-laki yang sangat tajir. Bahkan tanpa Allen ketahui jika suami Neysa bekerja di bidang pelayaran dan Arka lah bos besarnya.


Neysa takut jika Allen merasa tidak nyaman, karena ia mengajaknya ke rumah yang berada dekat dengan persawahan yang menjijikan bagi segelintir orang.


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Neysa, Allen merasa tidak enak hati. Ia sama sekali tidak pernah berpikiran seperti itu, Allen malah merasa sangat senang karena kini ia bisa sejenak melupakan apa yang telah terjadi kepada dirinya hari ini.


"Mba Neysa, kenapa kamu ngomong seperti itu? Aku malah senang berada disini." balas Allen dengan seulas senyuman di bibir manisnya.


"Beneran Len? Kamu jangan bohong sama mba, ya!"


"Ya Allah, mba. Kapan sih aku bohong sama mba Neysa? Tadi aku diam, itu karena aku kagum dengan rumah mba yang menurutku sangat unik, mba. Jarang kan ada rumah di tengan persawahan seperti ini."


"Ah.. Kamu bisa saja memuji mba, Len. Kamu berlebihan, deh.." ucap Neysa tersipu malu.


"Ye.. di bilangin juga nggak percaya, ya sudah terserah mba Neysa saja."


"Ya, sudah kita masuk ke dalam yuk. Lalu kita beristirahat sejenak."


" Iya mba, terima kasih banyak atas kebaikan mba Neysa, kepadaku."


"Iya sama-sama, Len." balas Neysa senang.


Mereka berdua masuk ke dalam rumah, Neysa menunjukan kamar tamu untuk Allen tempati malam ini. Bahkan dengan senang hati Neysa meminjamkan baju miliknya, untuk Allen berganti pakaian.


Neysa merasa iba pada sepupunya. Ia tahu jika Allen sedang ada masalah dengan sang suami, karena kepergiannya yang terkesan mendadak serta tanpa membawa apapun dari rumah.


.


.


Bersambung....


.


.


.

__ADS_1


**Mohon dukungannya ya para pembaca semua..


Happy Realing... 😚😘**


__ADS_2