
.
.
Allen menyantap sarapan di piringnya yang berisi roti panggang selai kacang yang di buatnya sampai habis, ia juga meminum susu ibu hamil. Entah mengapa pagi ini perut Allen sudah merasa lapar, tidak seperti hari-hari biasanya.
Sebenarnya Allen merasa cemburu karena suaminya berduaan dengan Renita istri pertamanya, namun Allen tetap berpikir positif. Allen juga tidak mau berprasangka buruk tentang mereka berdua.
πππ
Sementara Arka dan Renita masih bersitegang dengan ego masing-masing. Bahkan Reni juga mencecar Arka dengan pertanyaan yang membuat suaminya marah.
"Mas, ngapain sih kamu pulangnya kesini? Mana bawa pelakor itu lagi! Kamu kan punya rumah sendiri, kenapa kamu tidak pulang kesana dan menemui aku?!" ucap Reni menyudutkan Arka.
"Memangnya kenapa kalo aku pulang kesini, hem..?" sahut Arka kesal.
"Karena kamu kan punya rumah sendiri dan disana juga ada aku. istri kamu mas..!"kesal Renita memuncak.
"Aku malas pulang ke rumahku sendiri, nantinya hanya akan ada pertengkaran seperti yang sudah-sudah." ucap Arka terhenti. "Bahkan kamu juga lalai dengan kewajibanmu sebagai seorang istri, kamu mengabaikan aku!" bentak Arka.
Renita mencerna ucapan suaminya barusan, ia menyadari jika selama Arka bertugas di luar kota ia memang mengabaikan suaminya. Bahkan sebagai seorang istri ia tidak pernah menjalankan kewajibannya memberikan haknya kepada Arka, selama suaminya mengemban tugas di kota B. Meski merasa bersalah, tapi Reni tetap membela diri.
"Bagaimana aku akan menjalankan kewajibanku mas? Selama beberapa bulan ini kamu pulang ke rumah kan hanya satu kali, itu pun kita ribut.!" kilah Reni membela diri.
"Alaah.. Itu bukan alasan Ren! Kamu kan sering datang ke kota B untuk pemotretan, tempat dimana aku menjalankan tugasku. Kamu kan bisa mampir sebentar. Ataupun hanya mengunjungiku sebentar saja kamu juga tidak pernah kan?" sahut Arka, sambil mengepalkan tangannya karena emosi.
"Iya.. itu.. aku..!" ucap Reni gugup, "Aah.. itu kan hanya alasan kamu saja mas, yang mau menyudutkan diriku!" kilah Reni sambil menununjuk Arka dengan jari telunjuknya.
"Ya sudah, kalo kamu bilang itu hanya alasan aku! Berarti aku pulang kesini juga karena aku punya alasan kan.?" sahut Arka asal.
"Lalu apa alasan kamu mas?" tanya Reni penasaran.
"Alasanku tentu saja karena Allen, perempuan yang kamu anggap sebagai pelakor!" jawab Arka tenang.
"Heeh.. Kamu ini mas!, pelakor itu lagi yang kamu jadikan alasan!" Reni menggertakan giginya kesal.
Namun kali ini Arka memilih diam dan pergi begitu saja. Arka meninggalkan Reni yang membuat deru jantungnya berdetak kencang, karena kedatangannya malah membuat Arka naik darah.
Arka melangkahkan kakinya menuju ruang makan, bukan untuk sarapan tapi dia ingin berpamitan pada kedua orang tuanya dan juga Allen. Arka pergi kekantornya tanpa sarapan lebih dulu, moodnya hilang setelah kedatangan Renita.
"Mom.. dad.. Aku berangkat ke kantor dulu ya." pamit Arka pada kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Kenapa kamu buru-buru sekali nak?" tanya mommy penasaran.
"Kamu juga belum sarapan mas." ucap Allen pelan.
"Nanti saja di kantor, honey. Aku pergi dulu ya, kamu istirahat saja di rumah." sahut Arka.
Arka mengecup pucuk kepala istri keduanya, lalu mengelus pelan perut Allen yang masih rata. ia juga pamit pada buah hatinya yang berada di perut Allen. 'Ayah pergi dulu ya nak, kamu jaga bunda baik-baik ya sayang' bisik Arka pelan.
"Tapi mas.." ucap Allen.
Ucapan Allen terhenti saat Arka berlari kecil meninggalkan mereka bertiga di ruang makan. Kedua orang tua Arka pun heran, kenapa putranya terburu-buru pergi ke kantor. Mereka kasian melihat Allen yang cemberut, lalu kedua orang tua Arka menasehati Allen dan memberi pengertian padanya.
Allen bingung, kenapa suaminya tiba-tiba pergi begitu saja. Bahkan ia hanya menyeruput segelas susu yang di sediakan olehnya.
"Huuh.. anak ini kebiasaan, kalo lagi diajak ngomong pasti menyelonong pergi begitu saja!" celetuk Gio kesal.
"Sudahlah dad, biarin saja. Lagian Arka kan sudah dewasa, dia bisa menjaga dirinya sendiri." ucap Ros menasehati suaminya.
"Oya mom, hari ini kamu ada acara apa tidak?" tanya Gio.
Ros menggelengkan kepalanya pelan, ia juga bingung kenapa tiba-tiba suaminya bertanya seperti itu. Padahal ia kan setiap hari membantu Gio di kantornya,
"Memangnya kenapa dad? Acara mommy ya seperti biasanya membantu kamu di kantor." balas Ros jujur.
Ros menggelengkan kepalanya perlahan, sedangkan Allen hanya memandangi kedua mertuanya.
"Soal kantor kamu ambil cuti saja untuk hari ini mom, kamu temani Allen di rumah. Biar aku pergi sendiri, aku juga akan menghandle pekerjaanmu. Kasian kan Allen sendirian, lagian dia juga baru sampai disini semalam. Pasti dia lelah." ucap Gio.
"Baiklah dad, mommy setuju usulanmu. Dan mommy juga akan berada di rumah menemani Allen." ucap Ros menyetujui suaminya.
Mendengar ucapan mommy dan daddy mertuanya, Allen menjadi tidak enak hati. Ia memberanikan diri untuk menolak permintaan kedua orang tua Arka dengan halus, meski gagal.
"Tidak usah repot-repot mom, dad. Mommy pergi ke kantor saja, lagian aku juga mau pergi ke cafe mas Arka kok." sahut Allen merasa tidak enak hati.
"Tidak untuk hari ini sayang. Kamu tidak boleh kemana-mana, mommy setuju dengan usulan daddy. Nanti kalo kamu pergi Arka pasti akan marah pada mommy." nasehat mommy pada Allen.
"Tapi mom..?" sahut Allen keberatan.
"Sudahlah Allen, kamu ikuti saja kemauan mommy dan daddy!" pinta Gio tulus.
Allen melihat ketulusan dari kedua orang tua Arka, ia pun menuruti permintaan mereka. Allen tidak mau mengecewakan orang-orang yang menyayanginya.
__ADS_1
πππ
Ini hari kedua Arka dan Allen di rumah mommy Ros, Arka mengizinkan Allen pergi bekerja di cafe. Itu pun setelah Allen memaksa Arka berkali-kali, alasan Allen karena dirinya bosan jika hanya berdiam diri di rumah. Arka mengizinkan Allen, tapi hanya sampai pukul 15.00 sore.
Allen bahagia mendapat izin dari Arka, meski dengan waktu yang sudah di tentukan suaminya. Allen menjalankan pekerjaannya di cafe suaminya seperti hari-hari biasanya, dengan hati riang gembira.
Hari ini cafe lumayan ramai, membuat Allen sedikit kewalahan. Apalagi setelah menjelang sore, pengunjung mulai berdatangan silih berganti. Setelah pukul 15.00 sore sesuai ketentuan, Allen berniat akan pulang ke rumah mertuanya.
Niat hati Allen untuk pulang rupanya tidak berjalan mulus, saat langkah kakinya sudah sampai di depan lobby cafe tanpa disadarinya jika ada seorang perempuan yang memakai hodie hitam, mengenakan topi nafi serta ia juga mengenakan masker, ia mengintai gerak-gerik Allen dari tadi.
Allen tidak menaruh curiga pada wanita itu, Allen mengira jika wanita itu hanya pengunjung cafe biasa. Namun dugaannya ternyata salah. Tiba-tiba saja wanita itu mendorong tubuh Allen hingga hampir saja terjatuh.
"Aaahh.." teriak Allen kaget saat tubuhnya hampir saja tumbang ke lantai.
Para pengunjung cafe kaget dengan teriakan Allen, kebanyakan dari mereka keluar dan memastikan apa yang telah terjadi.
Sedangkan Allen memejamkan matanya secara spontan karena ia revleks, namun tanpa di sadarinya jika ada seorang pria yang menahan tubuh Allen hingga ia tidak tumbang ke lantai. Pria itu bagai dewa penolong untuk Allen.
Allen spontan membuka kedua matanya, saat ia merasakan seperti ada yang menopang tubuhnya yang hampir saja terjatuh.
"Allen, kamu tidak apa-apa?" tanya pria itu.
Allen kaget bukan main saat mengetahui jika pria yang menolongnya adalah Hendra, sahabat Arka suaminya. Pria yang sudah menolong Allen dari gangguan Renita istri pertama Arka beberapa minggu yang lalu.
Allen mencoba berdiri dan melepaskan pegangan tangan Hendra di tubuhnya, Allen takut suaminya akan marah jika mengetahui dirinya sedang bersama pria yang tak lain adalah sahabat Arka. Allen tidak mau suaminya mengira yang bukan-bukan tentang mereka berdua.
"Aku.. aku tidak apa-apa. Terima kasihππ», karena kamu sudah menolongku!" ucap Allen gugup.
Meski dihati kecil Hendra ada perasaan kecewa, saat Allen melepaskan pegangan tangannya dengan tiba-tiba dan seolah menjaga jarak dengannya. Namun Hendra mengerti mengapa Allen melakukan itu, ia menjaga image nya sebagai seorang istri.
.
.
***BERSAMBUNG***...
.
.
.
__ADS_1
Author tetap setia menanti like dan dukungan kalian ya..
Terima kasih, untuk yang sudah mendukung karyakuππ»π