Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Pening


__ADS_3

.


.


Flasback on #Arka


.


Siang ini Arka berkunjung ke rumah ibu mertuanya, yaitu mama Diana. Entah mengapa hari ini Arka ingin sekali datang berkunjung ke rumah mertuanya.


Arka ingin bertanya tentang keadaan Renita, sejak pertengakaran yang terjadi beberapa minggu yang lalu Arka kesulitan untuk menghubungi istri pertamanya.


Kedatangan Arka di sambut oleh Diana, wanita itu sangat cemas. Ia tahu pasti jika kedatangan anak menantunya kesana yaitu untuk mencari Renita, putri semata wayangnya.


Ternyata benar tanpa banyak basa-basi Arka langsung tho the point menanyakan keberadaan Renita, istri pertamanya yang sudah beberapa minggu lalu tidak ada kabar.


"Maaf kalo kedatanganku kesini mengganggu, mama. Tapi aku hanya ingin tahu, dimana keberadaan Renita ma. Jika mama tahu tolong kasih tahu aku!. Para pekerjaku bilang semenjak beberapa minggu yang lalu, Reni juga tidak pulang." ucap Arka seraya merapatkan kedua tangannya, memohon pada mama mertuanya agar memberitahukan keberadaan istri pertamanya.


Diana bingung, entah apa yang akan di ucapkan pada anak menantunya. Iya juga tidak mungkin mengatakan kebenaran yang terjadi pada Reni saat ini. Diana menjawab pertanyaan Arka dengan gugup.


"Em.. Me..memangnya Reni tidak memberitahu kamu, kalo ia akan pergi ke luar negri, nak?" tanya Diana gugup.


"Apa, ma?! Reni ke luar negri? Sejak kapan? Kenapa dia tidak memberi kabar dan meminta izin padaku?" cecarnya pada mama mertuanya.


Arka kaget dan syok mendengar apa yang di katakan oleh mamanya Renita, ia sama sekali tidak menyangka jika istri pertamanya kini berani membangkang padanya. Bahkan saat Reni pergi ke luar negri pun, ia sama sekali tidak meminta izin terlebih dahulu padanya. Ia merasa sebagai seorang suami, kini tidak di hargai lagi oleh Renita. Tapi sebelum ia menduga-duga Arka menanyakan kepada mama mertuanya terlebih dahulu.


"Ada urusan apa dia pergi ma? Lalu kenapa teleponnya di hubungi nggak bisa? Mama bisa kasih tahu apa alasannya padaku?" ucap Arka menanti jawaban.


Diana mengatur nafasnya, deru jantungnya bergemuruh. Karena apa yang di takutkannya kini terjadi juga, Arka menanyakan hal itu padanya, sama seperti dugaannya.


Namun sebisa mungkin Diana berusaha untuk tidak gugup, di depan Arka, agar menantunya tidak menaruh curiga padanya.


"Dia pergi ke luar negri kerena ada urusan pekerjaan, nak. Tadinya Reni akan memberitahu kamu, tapi dia bilang, kamu sedang sibuk bersama istri muda kamu. Makanya Reni enggan mengganggu kebahagiaan kalian, nak." kilah Diana berbohong.


"Aneh.. Tidak biasanya dia begitu?" gumam Arka pelan, namun terdengar jelas di telinga Diana.


"Oya, sebelum kepergiannya. Reni juga berpesan pada mama, jika kamu menanyakan hal ini pada mama. Dia bilang kamu nggak usah mengkhawatirkan dirinya, ia baik-baik saja disana. Ia juga tidak mau kamu mencemaskan keadaannya."

__ADS_1


"Ia juga bilang, mungkin kita akan sulit menghubunginya, karena ia tinggal di pegunungan. Makanya disana jarang ada signal, telepon." jelas Diana, menutupi kebenaran.


Arka semakin penasaran kemana kepergian Reni, kenapa dia pergi ke tempat terpencil. Dan kenapa juga ia pergi tidak memeberitahukan padanya terlebih dahulu.


"Ke negara mana Reni pergi ma? Biar aku akan menyusulnya." tanya Arka penuh rasa penasaran dalam hatinya.


Diana terlihat berpikir, entah apa yang akan di katakannya kali ini. Arka selalu mendesaknya, namun sebisa mungkin ia menutupi segalanya. Ia ingin melindungi putrinya dari hal-hal yang tidak di inginkannya. Bahkan dari suaminya sekalipun, ia sudah berjanji pada Reni sebelum kepergiannya.


"Maaf nak Arka, kalo itu mama kurang tahu. Soalnya saat Reni akan pergi dia memang terburu-buru, mama juga belum sempat menanyakan hal itu padanya. Eh..Tapi dia sudah pergi begitu saja." jawabnya meyakinkan Arka.


"Masa sih mama nggak tahu? Mama kan orang tua kandungnya, masa sampai nggak tahu tujuan anaknya pergi?" ucap Arka tak percaya.


"Beneran nak, mama memang nggak tahu Reni pergi kemana! Sedangkan kamu juga kan tahu, bagaimana sifat kerasnya Reni?" kilah Diana cepat.


Meski dalam hati Arka tidak percaya begitu saja dengan apa yang di ucapkan oleh mama mertuanya, namun kali ini Arka berusaha untuk tenang tanpa tersulut emosi.


Karena disini Arka tidak menemukan titik terang, ia berpamitan pada Diana. Namun tanpa di ketahui oleh siapapun Arka telah merencanakan sesuatu, untuk melacak keberadaan Renita.


Kali ini kepala Arka memang terasa sangat pening, bahkan pekerjaannya yang segudang juga tidak pernah membuatnya merasa seperti ini.


Arka langsung pulang ke rumahnya dan menemui Allen, ia berharap jika perempuan itu bisa mengurangi sedikit rasa pening di kepalanya.


🍂🍃🍂


Sesampainya di rumah, Arka langsung menemui Allen yang ternyata sedang asyik mengutak-atik laptop milik Allen yang di belinya saat pergi ke pusat perbelanjaan bersama kedua mertuanya saat kepergian Arka ke singapura.


Sebenarnya Allen enggan memiliki laptop sendiri, tapi atas rekomendasi dari mommy mertuanya. Ros bilang jika Allen bisa dengan mudah membantu proyek suaminya, tanpa harus pergi dan meski kini ia sedang hamil.


Ros menceritakan segala keluh kesah Arka pada Allen, tentang apa yang di rasakan oleh Arka baik suka maupun duka. Mendengar cerita dari mommy mertuanya, ia menyetujui saran dari mommy Ros.


Dulu Allen memang sudah terbiasa menggunakan laptop, apalagi ia juga pernah mengenyam bangku perkuliahan. Ia sama sekali tidak kesulitan menggunakan benda berbentuk pipih nan lebar tersebut.


Melihat kepulangan suaminya, Allen menyapa pria tampan itu. Namun entah apa yang sudah terjadi dengan suaminya, pria itu berwajah kusut. Berbeda sebelum Arka berpamitan untuk pergi.


"Mas Arka sudah pulang?" sapa Allen hangat.


"Iya honey, kamu lagi ngapain?" sapa Arka sambil mendaratkan bokongnya di sabelah sang istri.

__ADS_1


"Aku sedang mempelajari tugas yang mommy ajarkan padaku, mas." jawab Allen sambil menghentikan aktifitasnya di depan laptop, ia juga mematikan laptop tersebut.


"Lho kenapa di matiin, honey?" tanya Arka bingung.


"Enggak apa-apa. Aku bisa mempelajarinya lain waktu, sekarang ada yang lebih penting!" jawab Allen serius.


"Apa..?"


"Kamu mas." jawabnya enteng.


"Hem.. Memangnya aku kenapa, honey?" tanya Arka tak mengerti.


"Aku perhatikan semenjak kamu pulang barusan, wajah kamu lesu mas. Apa ada masalah? Coba ceritakan padaku, siapa tahu aku bisa bantu kamu, mas." tanya Allen pelan namun penuh kasih sayang.


Arka berpikir keras, ia akan menceritakan atau tidak pada Allen. Ada dua pilihan disini, jika ia menceritakan pada Allen, bukan tidak mungkin ia akan melukai hati Allen. Namun jika ia memendamnya sendiri, maka tidak akan ada yang dapat memberinya solusi untuk saat ini.


Allen memperhatikan suaminya yang masih asyik bengong tanpa merespon pertanyaannya. Dengan penuh kesabaran Allen memberanikan diri bertanya pada pria tampan di hadapannya.


"Mas.. Kenapa kamu nggak respon pertanyaanku sih?" tanya Allen pelan.


"Oh.. Itu honey, aku mau minta maaf sebelumnya padamu, jika aku pergi tidak meminta izin padamu terlebih dahulu." jawabnya gugup.


"Hem.. Bukannya tadi kamu sudah minta izin padaku ya, mas?" ucap Allen bingung. Karena seingatnya Arka sudah meminta izin padanya, sebelum kepergiannya.


"Bukan soal itu, honey." jawab Arka jujur.


"Lalu apa mas?"


.


.


***Bersambung***...


.


.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya, Happy Realing☺️..


__ADS_2