Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Karma


__ADS_3

.


**Untuk kalian yang masih di bawah umur..


Bisa skip saja, Chapter ini ya.


Soalnya ada bagian-bagian untuk orang Dewasa, ya.


Mohon maaf dari Author ya🙏🏻. Terima kasih**...


.


.


Di sebuah kota yang tidak terlalu besar, Renita menata hidupnya yang sedang kacau balau. Pikirannya menjadi tidak tenang, ia ternyata salah menduga. Ia kira dengan pergi meninggalkan suaminya, hidupnya akan menjadi tenang dan bahagia.


Tapi nyatanya semua adalah salah, hidupnya malah di bayang-bayangi oleh rasa bersalah karena sudah pergi meninggalkan laki-laki yang menemaninya hampir lima tahun ini.


Ia mengeluh pada dirinya sendiri, entah mengapa rasanya Reni ingin kembali ke tanah air. Tapi semua itu juga tidak akan mudah baginya, hidupnya kini sedang di ambang kehancuran.


Jika ia kembali ke tanah air, belum tentu juga suaminya akan menerima dirinya. Apalagi kini ia sedang mengandung benih pria lain. Ia juga tidak mungkin menjilat kembali ludah yang sudah ia buang.


Selama Reni berada di kota itu, ia hanya mengisi hari-harinya dengan merebahkan diri tanpa adanya kegiatan, serta sesekali ia akan berkeliling kota untuk mengurangi rasa jenuhnya di tengah pelariannya.


Tanpa di duga ternyata seorang pria yang selama ini menjadi kekasih gelapnya ternyata sudah berada di rumah itu. Rumah yang ia tinggali beberapa minggu ini, rumah yang selalu menjadi tempatnya berteduh selama di negara tersebut.


Nando memandangi wanita cantik yang sedang melamun di dalam kamarnya yang berhadapan langsung dengan sebuah pegunungan yang sangat terkenal di kota Lion. Ia tersenyum bahagia melihat wanita cantik itu, meski menurutnya Reni nampak lebih kurus dari pada sebelum mereka berdua berpisah.


"Hello, honey. Bagaimana kabar kamu?" sapa Nando hangat.


Deg...


Rasanya antara sedang mimpi atau dalam keadaan sadar, sepertinya suara itu sangat familiar di telinga Renita.


"Apakah telingaku sudah tidak waras, sepertinya suara yang aku dengar barusan adalah suara Nando. Tapi bukannya Nando masih meringkuk di penjara, mana mungkin ia bisa meloloskan diri dari sana." batin Renita.


Ia mengedar pandangannya ke arah sumber suara, betapa terkejutnya karena ternyata pria yang ia pikirkan barusan sudah berada tepat di belakangnya.

__ADS_1


Air mata Renita terjun bebas, rasa haru dan bahagia bercampur menjadi satu saat pria itu memeluk tubuhnya dengan mesra.


"Kabarku baik honey. Lalu bagaimana dengan kabarmu, apakah semua baik-baik saja?" balas Renita.


"Kabarku juga baik, honey. Lalu kenapa kamu menangis? Apa kamu tidak bahagia dengan kedatanganku ke kota ini, yang menyusulmu?" tanya Nando haru.


"No..! Bukan seperti itu, honey. Sebaliknya aku sangat bahagia, aku bahkan tidak menyangka jika kamu akan menyusulku secepat ini ke negara ini." jawab Reni jujur.


"Apa kamu masih meragukan janjiku?!"


"Tidak honey. Aku percaya padamu, aku hanya sama sekali tidak menduga jika kamu akan bebas secepat ini!" balas Reni bahagia. "Lalu bagaimana ceritanya kamu bisa sampai disini? Apa kamu melarikan diri dari penjara?" tanya Reni penasaran.


Nando menganggukan kepalanya perlahan, sebagai jawaban atas pertanyaan Renita. Renita sontak membulatkan kedua bola matanya, ia sungguh tidak menyangka jika pria di depannya bisa meloloskan diri dari penjara. Karena setahu Reni penjagaan di rutan tersebut sangatlah ketat, bahkan menutup kemungkinan untuk Nando meloloskan diri dari mereka semua termasuk orang suruhan Arka, suaminya.


"Ceritanya panjang, honey. Nanti akan aku ceritakan kepadamu. Sekarang lebih baik kita bersenang-senang! Aku mau menengok anakku disini!" bujuk Nando sambil mengelus perut Reni.


Reni menyetujui permintaan Nando, tanpa ada bantahan mereka berdua melakukan permainan panas di atas ranjang. Hal yang sangat terlarang bagi pasangan yang belum halal.


Namun entah setan apa yang merasuki Renita, ia dengan mudahnya mengabulkan keinginan pria itu. Bahkan lidahnya seakan kelu saat ia akan menolak permintaan kekasih gelapnya.


Yang berada di pikirannya kini hanyalah nafsu dan birahi yang membara, karena selama ini pria itu yang mampu menjadi penyalur hasratnya.


Renita dan Nando melakukan aktifitas panasnya siang ini, kebetulan cuaca siang ini memang sangat dingin. Bahkan mereka juga lupa menutup pintu kamar mereka berdua dengan rapat. Mereka berdua melakukan permainan panas, tanpa adanya gangguan dari siapa pun.


Meski di luar tanpa mereka berdua sadari, ada seorang wanita yang sedang menangis pilu. Hatinya hancur berkeping-keping saat ia melihat dari celah pintu, suaminya sedang asyik melakukan permainan panas bersama wanita lain.


Ia sama sekali tidak menyangka jika suaminya sekeji itu. Ia adalah Nauren mozawa, istri sah dari Fernando Alexio. Pernikahan mereka ternyata sudah terjalin selama hampir tujuh tahun lamanya.


Mereka juga sudah di karuniai seorang putri yang sangat cantik jelita bernama Reffaza Alexio, atau biasa di sapa Faza. Nauren sama sekali tidak menyangka jika suaminya bermain api, meski ia tahu profesi lain dari suaminya selain seorang artis.


Yaitu seorang mafia berdarah dingin, ia tidak mempermasalahkan hal itu. Namun ia sama sekali tidak menduga jika suaminya juga mempunyai profesi lain yaitu, jago memuaskan nafsu wanita lain di atas ranjang, selain dirinya.


Setelah pasangan keji itu merampungkan hubungan panasnya di atas ranjang, tanpa permisi Nauren menerobos masuk ke kamar itu. Bahkan antara Nando dan Renita juga sama sekali belum mengenakan sehelai benang pun.


Bukan hanya hatinya yang sakit melihat pemandangan tersebut, namun juga psikisnya. Ia bahkan tidak akan membiarkan siapa pun yang ingin merebut suaminya. Dengan respek ia berani memaki kedua manusia tak berhati tersebut.


"Kalian memang tidak tahu malu ya. Beraninya kalian melakukan hubungan terlarang disini! Apakah kalian tidak takut dosa!" cemooh Nauren pada pasangan mesum tersebut.

__ADS_1


"Honey, siapa wanita ini?" tanya Reni dengan raut wajah malu.


"Kamu tunggu sebentar, biar aku selesaikan masalahku bersamanya. Pakailah pakaianmu kembali." titahnya pada Reni sambil mengulurkan pakaian Renita.


Nando menghampiri Nauren, hatinya bergemuruh. Rasa malu, bercampur menjadi satu, saat ia ketahuan oleh istri sah nya sedang melakukan hubungan panas di atas ranjang bersama wanita lain.


"Lancang kamu ya. Sejak kapan kamu berada disini?!" ucap Nando dingin.


Merasa di permalukan oleh wanita di depannya, Nando hanya mengenakan segitiga pengamannya. Bahkan ia hanya mengenakan sebuah handuk untuk menutupi separuh badannya, ia menghampiri Nauren.


Nando menarik tangan Nauren dengan kasar, namun Nauren sama sekali tidak takut dengan pria di hadapannya yang sedang terbakar api amarah. Nauren menghempaskan tangan suaminya dengan keras, hatinya kesal dengan perlakuan ayah biologis bidadari cantik, yaitu putrinya.


"Kamu marah padaku? Marah saja, aku tidak peduli! Kamu sangat keterlaluan. Aku tahu profesi lain kamu selain seorang model papan atas, aku tidak mempermasalahkan semua itu! Tapi satu hal yang aku tidak bisa terima, yaitu pengkhianatan kamu yang bikin aku muak. Aku benci kamu, Nando!!" teriak Nauren marah, ia mendorong tubuh kekar suaminya dengan kasar.


"Berani kamu marah padaku. Kamu tahu resikonya kan, jika berani melawan seorang Nando!" bentak Nando dengan suara yang menggelegar.


"Aku tidak peduli.!!" jawab Nauren lantang.


"Sekarang kamu tinggal pilih menerima kenyataan, tapi kita masih tetap hidup bersama. Atau kamu aku..." ucapan Nando terpotong saat wanita itu menghentikan ucapannya.


"Aku akan kamu ceraikan, begitu maksud kamu kan? Ceraikan saja, aku tidak peduli! Tapi ingat satu hal, jika kamu berani melakukan itu padaku. Ingatlah kalian, jangan menyesal jika karma menyelimuti kehidupan kalian berdua!" ucap Nauren sambil menunjuk Nando dengan telunjuknya, kemudian ia berlalu meninggalkan suaminya.


Nando mengepalkan tangannya kesal, ia sungguh tidak menyangka jika di balik sikap diam istri sah-nya ternyata ada hal yang sama sekali tidak di ketahuinya.


Ia kira wanita itu, adalah wanita lemah. Yang akan menerima pengkhianatan yang di lakukannya dengan lapang dada, tapi ternyata dugaannya salah besar. Wanita yang di kira diam ternyata adalah wanita yang tangguh.


"Argh... Sial.! Kenapa jadi kacau begini sih. Aku kira Nauren akan diam saja, ternyata aku salah mengartikan sikap diam seseorang! Kenapa dia sampai tahu aku berada disini. Aku datang ke tempat ini juga tanpa memberitahu Nauren." monolog Nando pelan.


.


.


Bersambung...


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa dukungannya ya. Happy Realing😊.


__ADS_2