Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Berkunjung Ke Rumah Diana


__ADS_3

.


.


"Jadi pasrah nih, ceritanya?" ledek Arka pada Renita.


"Ya mau bagaimana lagi, aku kan gak bawa mobil sendiri! Masa iya, aku jalan kaki!?" cibir Reni kesal.


"Baiklah aku akan mengantar kamu pulang dulu, setelah itu baru aku nemuin Allen. Hi.. hi.." sergah Arka cepat. Niatnya hanya ingin mengetes Reni, namun Reni malah acuh.


"Terserah..! Kamu pikir aku peduli?" balas Reni kesal.


"Oh.. Baiklah jika kamu tidak peduli, jangan salahkan aku, jika nanti aku akan terus bersama Allen ya...?" sahut Arka.


"Mas.. Kamu ini bikin aku tambah kesel aja sih. Huh..." bentak Reni sambil mengepalkan tangan di pangkuannya.


"Ya, udah cepetan anterin aku pulang ke rumah mamaku. Sekarang juga, nggak usah banyak bicara lagi." sergah Reni cepat.


"Lha... kenapa meski pulang ke rumah mama?" tanya Arka penasaran.


Karena tidak biasanya Renita memintanya di antar ke rumah sang mama, tapi dengan cepat Reni memiliki seribu alasan saat sang suami menanyakan hal itu kepada dirinya.


"Aku ingin menenengkan pikiran dulu, lagian kamu menuduhku begitu kejam mas!." ucap Reni tertatih, ia berakting sesempurna mungkin di hadapan sang suami.


Arka tidak percaya pada Reni begitu saja, tapi ia berpura-pura lugu. Dan mengizinkannya seolah memang dia tidak menaruh rasa curiga.


"Baiklah... Baiklah....Aku akan mengantarkanmu ke tempat mama kamu." balas Arka lirih. "Mari aku antar sekarang juga, kalo tidak nanti akan kesorean sampainya." imbuh Arka dengan cepat.


Arka melangkahkan kakinya terlebih dahulu, sementara istri pertamanya mengikuti di belakangnya. Hingga mereka berdua sampai di depan mobil Arka.


Namun ada yang aneh, saat Arka masuk ke dalam mobil belakang kemudi, Reni malah duduk di kursi belakang sopir. Arka yang merasa tidak suka menegur istrinya dengan cepat.


"Duduklah di kursi depan. Aku bukan sopir kamu, jadi aku tidak suka jika kamu duduknya di belakang." titah Arka cepat.


"Cuma soal duduk aja di permasalahkan, mas?" sergah Reni kesal.


"Iya lah. Kan kamu tahu jika aku tidak suka kamu duduk di belakang kursi sopir, meski pun kamu istriku tapi jangan seenaknya juga ya!" ucapnya kesal.


"Baiklah.. Aku akan pindah ke depan. Tapi ingat kamu jangan berbuat macam-macam kepadaku ya mas!" ancam Reni pada suaminya.


"Hem.." jawab Arka sekilas.

__ADS_1


Dalam hati Arka banyak kata-kata yang tidak di ucapkan pada istri pertamanya, ia malas mengatakan pada istri pertamanya nanti yang ada malah akan bertengkar lagi.


Entah mengapa akhir-akhir ini Arka merasakan sikap yang berbeda dari Reni, ia tidak biasanya gampang marah-marah. Dan meski pun Reni selalu menggunakan make up yang tebal, tapi dari pandangan Arka, Reni terlihat pucat. Meski mata orang awam tidak dapat melihatnya, tapi Arka tidak dapat di bohongi.


"Ada apa dengan Renita ya, tidak biasanya dia gampang tersinggung dan gampang marah-marah padaku. Juga menurutku ada yang berbeda dari area tubuhnya. Biasanya juga tidak seperti itu?. Ah... kenapa pikiranku jadi kacau begini sih..? " Arka membatin dalam hati.


Arka sama sekali tidak berani menanyakan isi hatinya pada Reni, biarlah ia simpan dalam hati pertanyaan yang tersusun rapi dalam hatinya. Ia takut istri pertamanya akan ngamuk lagi, Arka malas melihatnya.


Arka hanya memandangi wajah pasi sang istri lewat kaca spion, sedangkan yang di pandangi hanya cuek dan acuh tak acuh. Hingga saat Arka masih memperhatikan Reni dengan segudang pertanyaan yang tersimpan dalam hatinya, tiba-tiba saja Reni muntah-muntah tanpa sebab.


"Huek... huek... "


Arka menghentikan mobilnya saat itu juga, ia terlihat panik karena istrinya muntah tapi tidak mengeluarkan apa pun dari mulutnya.


"Sayang kamu sakit?" tanya Arka penasaran.


Dengan cepat Reni menggelengkan kepalanya perlahan, ia juga menutupi segalanya dari sang suami.


"Enggak mas! Paling hanya masuk angin saja, kamu tidak usah pura-pura sok baik padaku!." kilah Reni dengan cepat.


"Beneran kamu nggak apa-apa? Apa kita ke dokter saja dulu, soalnya aku perhatikan kamu juga pucat. Takutnya terjadi sesuatu pada kamu loh.." ucap Arka sambil membujuk sang istri untuk mau pergi ke dokter.


"Tidak usah mas. Aku baik-baik saja!" bentak Reni marah.


"Kamu tidak usah sok peduli padaku, mas. Aku bisa pergi ke rumah sakit sendiri!" bentak Reni.


"Oke.. Kalo kamu tidak mau di perhatikan olehku. Aku akan diam saja dan tidak akan banyak berkata padamu. Sekarang aku akan menuruti apa ucapanmu." ucap Arka jujur.


"Itu lebih baik..!" sergah Reni cepat.


Mereka berdua hanya saling diam sepanjang perjalanan dan tak banyak berkata-kata. Meski sebagai seorang suami Arka memiliki tanggung jawab pada istrinya. Namun niat baiknya sudah di tolak terlebih dahulu oleh Renita, Arka pun malas berdebat lagi sehingga dirinya memilih fokus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Reni hanya memandangi sikap suaminya yang tiba-tiba baik kepada dirinya, tapi ia tidak akan pergi ke dokter bersamanya. Ia akan meminta sang mama untuk menemani dirinya pergi ke rumah sakit, Reni takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


Setelah sekian lama menempuh perjalanan, akhirnya mobil yang di kemudikan oleh Arka sampai di rumah orang tua Reni. Arka turun terlebih dahulu, kemudian di susul oleh Renita di belakangnya.


Tok... tok... tok...


"Assallammu'alaikum, ma." ucap Arka memberi salam.


"Wa'alaikum salam.." jawab Diana mamanya Renita dari dalam rumah.

__ADS_1


Tidak lama kemudian datanglah seorang wanita berambut hitam menyambut kedatangan Arka dan Renita.


"Selamat sore ma. Apa kabar?" sapa Arka hangat.


"Sore juga nak, kabar mama baik. Bagaimana kabar kalian berdua, sudah lama mama tidak ketemu kamu nak Arka." balas Diana.


"Kabar Arka baik juga ma." ucap Arka sopan.


"Ayo masuk dulu nak Arka, tidak baik juga masa kita ngobrol disini." titah Diana tulus.


"Baiklah ma." balas Arka.


Meski sebenarnya Arka ingin segera pulang, tapi ia juga tidak mungkin menolak permintaan mama mertuanya takut mertuanya berpikiran yang tidak-tidak padanya.


Arka mengikuti mama Diana disusul oleh Renita di belakangnya. Sesampainya di dalam rumah, Arka menghempaskan bokongnya di kursi empuk yang berada di ruang tamu rumah Diana setelah di persilahkan duduk oleh mertuanya.


Sedangkan Renita memilih masuk ke dalam kamar yang di tempatinya sebelum menikah dengan Arka. Ia pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun, dan tanpa pamitan pada suaminya.


Diana yang merasa heran dengan kelakuan putrinya hanya mengusap dadanya sambil menggelengkan kepalanya perlahan lalu menasehati anak menantunya.


"Maafkan kelakuan putri mama ya nak Arka, dia sungguh tidak sopan. Main nyelonong begitu saja.!" ucap Diana merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa ma... Santai saja, oya ma tolong bujuk Renita untuk pergi ke dokter ya. Aku lihat wajahnya pucat, di mobil juga dia muntah-muntah tapi tidak ada yang keluar dari mulutnya, takutnya dia sakit. Tadi aku bujuk untuk pergi ke rumah sakit, tapi Reni menolaknya mah." ucap Arka seraya memohon pada mama mertuanya.


"Reni sakit? Sejak kapan? Kenapa dia tidak memberitahu mama?!" balas Diana khawatir.


"Entah ma. Aku juga tidak tahu! Oya mah, aku nggak bisa lama-lama disini. Masih ada urusan penting yang harus Aku kerjakan mah, aku pamit pergi dulu ya mah. Sampaikan salamku untuk Renita ya, mah." pamit Arka sambil menyalami punggung tangan mama mertuanya, lalu pergi.


"Kenapa kamu tidak menghampiri Renita di dalam kamarnya saja nak? Apa kalian sedang berteng...kar...?" tanya Diana pelan.


Ia menghentikan ucapannya saat anak menantunya sudah menjauh dari pandangannya.


"Sepertinya ada yang tidak beres antara Renita dan Arka, tidak biasanya mereka saling diam. Bahkan Renita juga aneh deh, semenjak datang ia malah menyelonong ke kamarnya begitu saja. Tanpa pamitan pada Arka pula. Daripada aku penasaran lebih baik aku tanyakan saja pada Reni, agar aku tidak mati penasaran!" gumam Diana dalam hatinya.


***BERSAMBUNG***....


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya, terima kasih banyak yang sudah memberi dukungan🙏🏻🥰.


__ADS_2