Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Mengadu


__ADS_3

.


.


Setelah Arka dan istrinya melahap makanan yang mereka pesan kini keduanya memutuskan untuk pulang ke rumah. Rasanya hari ini hati Arka sedang berbunga-bunga, ia bahagia karena hidupnya kini lebih tentram. Meski hati kecilnya ia juga mencemaskan keberadaan istri pertamanya.


Kali ini keduanya pulang ke rumah dengan lumayan banyak belanjaan di dalam mobilnya. Maklum saja Arka dan Allen bukan tipe orang yang suka berfoya-foya, namun sekalinya berbelanja, mereka akan membawa pulang hingga beberapa paper bag yang berisi keperluan masing-masing.


Dan Allen juga bukan tipe wanita yang suka hura-hura dan menghamburkan uang, meski sang suami kaya raya dan bergelimang harta tapi ia hanya akan berbelanja seperlunya saja tanpa menghamburkan uangnya. Menurutnya lebih baik ia menabung, karena sebagai seorang wanita ia paham betul jika mencari uang tidak lah mudah.


Jadi tidak heran jika Ros sangat menyayangi menantu keduanya tersebut, baginya Allen berbeda dari perempuan kebanyakan, yang hanya akan menikmati kekayaan sang suami. Allen bahkan tidak mau berpangku tangan, meski pun kini ia sedang mengandung. Tapi ia bahagia dapat membantu meringankan pekerjaan sang suami, meski hanya dari dalam rumah.


Sesampainya di dalam rumah Arka meletakan paper bag yang di bawanya di meja yang berada di ruangan itu. Ia menghampiri sang mommy yang sedang duduk manis sambil memainkan ponselnya di ruang keluarga.


"Mommy nggak jadi pergi?" tanya Arka, karena tadi mommy dan daddy datang ke undangan pernikahan sepupu Arka yang berada di kota yang sama dengannya.


"Kami sudah pulang dari tadi, kalian saja yang perginya kelamaan!" jawab Ros. "Widih banyak benar belanjanya? Tumbenan.. Kesambet apa kamu nak?" jawabnya sambil menatap putranya seolah meminta jawaban dan kejujuran darinya. Karena memang tidak biasanya Arka berbelanja sebanyak itu.


"Ya maaf deh mom, kita kan habis berduaan. Kapan lagi kita bisa pergi berdua seperti tadi, biasanya kan kita pergi berempat. Bahkan kami berdua jarang ada waktu lagi, kalaupun kita sedang libur tapi mommy tahu sendiri kan istriku susah di ajak pergi!" cibirnya, ia mengadu pada mommy nya.


Sedangkan Allen hanya tersenyum getir, ia tidak menyangka sang suami akan mengadu seperti itu pada sang mommy. Namun Ros malah membela Allen, membuat Arka seperti tidak di anggap keberadaannya.


"Mas Arka yang memaksaku untuk berbelanja sebanyak itu mom. Tadinya aku sudah menolaknya, tapi mas Arka terus memaksaku!" jawab Allen jujur, karena tadi dia memang di paksa oleh sang suami.


Mendengar penuturan dari Allen, Ros percaya pada anak menantunya. Ia yakin Allen tidak mungkin berbohong kepadanya.


"Allen bukan susah di ajak pergi, Ka. Tapi kamunya yang banyak maunya, makanya Allen ogah menuruti kemauan kamu itu." balas mommy melakukan pembelaan pada menantu keduanya.


Mendengar sang mommy membela istrinya, Arka mengerucutkan bibirnya tak terima. "Apaan sih.. Mommy sama aja kayak Allen, nggak asyik tahu!" jawabnya malas. Namun ia juga membenarkan apa yang di ucapkan oleh sang mommy pada keduanya.


"Mommy malah senang jika berbelanja banyak nak. Sudah sepantasnya sebagai seorang istri, kamu menikmati jerih payah suami, kenapa juga setiap uang yang diberikan Arka kepadamu, tidak pernah kamu pergunakan untuk membeli segala kebutuhanmu! Itu ka sudah menjadi hak kamu, nak!" nasehat Ros pada Allen.


"Dengerin tuh honey, apa yang di ucapkan mommy tadi." ucap Arka tegas. Ia bahagia jika sang istri mau menerima pemberian darinya, karena selama ini Allen mau menerima uang darinya, namun enggan mempergunakannya untuk keperluan dirinya.

__ADS_1


"I..iya.. Ta..tapi" ucap Allen terbata. Namun kali ini ia sedang malas berdebat dengan sang suami serta dengan mommy mertuanya, ia hanya menganggukan kepalanya perlahan.


"Tidak ada tapi-tapi!" sergah Arka dengan tegas.


Ros juga menjelaskan pada Arka, mengenai kepribadian Allen. "Allen bukannya nggak asyik, Ka'. Tapi kan kamu harusnya tahu. Ibu hamil itu gampang lelah, harusnya kamu manjain dia, pijitin dia, serta lakuin yang baik-baik pada ibunya, biar dia senang dan nyaman. Jika ibunya bahagia, kan calon anak kalian juga bahagia!" ucap Ros memberi peringatan keras pada Arka.


Siapa sangka Arka menghampiri sang istri, dengan tiada urat malu dirinya menciumi sang istri di depan mommy nya. "Begini ya mom?" ucapnya dengan memanas-manasi sang mommy. Ia sengaja menciumi pipi bahkan leher Allen juga tidak luput dari ciumannya.


Perlakuan suaminya membuat Allen risih dan tersipu malu karena suaminy melakukan itu di depan mommy mertuanya. Allen mencubit paha sang suami hingga membuat pria itu meringis kesakitan. "Aww.. Sakit tahu!" keluh Arka.


"Mas, malu di lihatin mommy tahu. Kamu kenapa sih mas, aku perhatiin dari tadi kayaknya sedang bahagia bener?" cecar Allen dengan kebingungan yang melanda hatinya.


"Menurut kamu?!" balas Arka dengan tatapan yang di buat-buat seolah tanpa berdosa.


Allen menggelengkan kepalanya perlahan, ia menjawab ucapan dari sang suami dengan wajah polosnya. "Aku tidak tahu.." jawabnya acuh.


Mendengar ucapan yang keluar dari sang istri membuat Arka kesal, namun ia tidak sampai marah-marah seperti biasanya pada Allen. Ia bahkan mengelus perut istrinya lalu mengadu pada calon buah hati mereka. "Lihat tuh nak, bunda kamu memang tidak peka terhadap perasaan ayah!" ucap Arka.


"Lagian kan kamu belum ngomong sama Allen, mana mungkin dia tahu isi hati kamu. Memangnya dia paranormal yang bisa menebak isi hati seseorang!" cibir Ros sambil meledek putranya.


"Ish.. Mommy kenapa sih dari tadi meledek Arka mulu. Kenapa juga mommy tidak membelaku, aku ini anak mommy tahu! Ini malah di jadiin bahan cibiran!" celoteh Arka pada sang mommy.


"Ya bukan gitu juga, nak. Biar bagaimana pun, Allen juga sudah mommy anggap seperti anak kandung mommy sendiri, dia selalu menemani mommy pergi kemana pun. Jadi jangan salahkan mommy, jika mommy selalu membelanya! Mommy menyayanginya sama seperti mommy menyayangi kamu!" ucap Ros jujur.


Allen merasa tidak enak hati, karena memang dari tadi mommy mertuanya selalu membela dirinya. Bahkan sering kali membuat Arka merasa cemburu.


"Sudahlah mas, mommy juga menyayangi kamu. Memangnya kamu tidak pernah merasakan itu semua apa?"


"Tuh dengar apa yang Allen ucapkan, memangnya selama ini kamu tidak pernah merasakan kasih sayang mommy padamu?!" ucap Ros tegas.


Arka malas berdebat dengan kedua wanita di hadapannya, ia menyerah dengan kekalahannya. Kali ini Ros bertanya lebih serius lagi pada putranya. Karena tadi dirinya mendengar ucapan Johan sahabat putranya yang mengatakan jika Hendra sedang menyelidiki keberadaan istri pertama Arka.


"Ka, apa kamu tidak mencari keberadaan Renita?" ucap Ros hati-hati, ia tidak mau menyakiti kedua orang terkasihnya.

__ADS_1


"Hem.. Kenapa mommy tiba-tiba menanyakan hal itu padaku?!" balasnya cepat.


Ros berpikir sejenak, namun dengan penuh kehati-hatian ia mulai menjelaskannya pada sang putra. "Sebelumnya mommy minta maaf jika membuat kalian berdua merasa tidak nyaman, tapi biar bagaimana pun dia juga masih sah istri kamu." jelas sang mommy.


Allen hanya menganggukan kepalanya perlahan, ia tahu maksud mommy mertuanya. Dan apa yang di ucapkan olehnya memang benar adanya, ia sudah mengetahui dari Hendra. Namun dirinya masih diam, bahkan ia juga masih merahasiakannya dari sang suami, sebelum kebenaran terungkap dengan jelas.


"Aku sudah mencarinya, bahkan aku juga menyuruh orang hingga ke luar negri, mom. Tapi aku masih belum berhasil menemukannya!" balas Arka dengan raut kecewa di wajah tampannya.


"Kenapa mas Arka tidak menanyakannya saja pada Hendra!" ucap Allen, ia keceplosan. Bahkan dirinya menutup mulut dengan kedua tangannya, sungguh dirinya menyesal berkata seperti itu. Padahal dirinya sudah berjanji pada Hendra, untuk tidak memberitahukannya terlebih dahulu.


Mommy dan Arka saling berpandangan, namun Ros membenarkan apa yang di ucapkan oleh Allen.


"Benar apa yang di katakan oleh istri kamu, nak!"


"Kenapa begitu mom? Apa hubungannya dengan Hendra coba, memangnya dia yang membawa Reni pergi?!" jawab Arka asal.


"Bukan begitu maksud mommy, nak. Tadi pas mommy menghadiri acara pernikahan sepupu kamu, mommy mendengar jika Johan menyinggung keberadaan Renita. Meski mommy mendengarnya dengan samar, tapi mommy yakin sahabat kamu tahu sesuatu tentangnya." balas Ros tanpa ragu.


.


.


Bersambung...


.


.


Terima kasih yang sudah setia membaca novelku ya..


Semoga kalian suka dengan ceritanya.


Terima kasih juga dukungan yang sudah kalian berikan pada author selama ini.. Salam manis dari Author...

__ADS_1


__ADS_2