
.
.
"Iya mas, tebakan kamu memang benar adanya! Sekali lagi aku minta maaf kepadamu, mas." balas Reni jujur. Bahkan Reni menjawab pertanyaan sang suami sebelum dirinya di ancam oleh Arka.
Mendengar apa yang di ucapakan oleh istrinya, hati Arka bagaikan tersambar petir di siang bolong. Sakit, sedih, kecewa, itulah yang mengisi ruang hati Arka saat ini. Ia sama sekali tidak menyangka jika istri pertamanya akan mengatakan kejujuran dengan mudahnya.
Arka lunglai, hampir saja dirinya tumbang dan terjatuh ke lantai saat itu juga. Namun Arka mencoba untuk kuat, dirinya hanya menganggap apa yang di ucapkan oleh Renita hanya gertakan semata untuk dirinya. Bahkan dirinya juga belum mempercayai ucapan Reni sepenuhnya.
"Kamu bohong kan, Ren? Kamu hanya mau menggertakku saja, kan? Aku tahu kesalahanku yang pernah aku lakukan kepadamu, tapi kamu tidak perlu melakukan itu semua kepadaku!" ucap Arka sedih, air matanya juga jatuh membasahi pipi.
Melihat sang suami menangis, rasa bersalah dan sedih menghinggapi perasaan Renita. Ia pun mencoba berkata jujur dan pelan pada Arka, berharap Arka akan mempercayai ucapannya.
"Aku sungguh tidak berbohong kepadamu, mas! Andai aku membohongi kamu, untuk apa juga aku pergi meninggalkan kamu sampai sejauh ini?" balas Reni pelan, ia mengatakan ucapan itu dengan sesegukan. Perasaannya kini bagaikan tersayat oleh seribu pisau, saat ia mencoba menjelaskan pada sang suami, namun pria itu malah menganggapnya sedang bercanda.
"Tidak.. tidak mungkin, kamu pasti bohong kan, Ren?" ucap mas Arka yang masih tidak percaya.
"Mas, buka mata kamu! Apa kamu masih menganggap aku ini sedang berbohong, kamu bahkan sudah tahu tentang diriku selama beberapa tahun, kan? Apa saat ini kamu masih menganggapku sedang berbohong? Aku ini Renita, meski aku masih sah sebagai istri kamu. Tapi itu hanya di atas kertas, mas! Aku bahkan sudah kotor, ibarat noda yang menempel di kain yang putih tidak akan bisa di hilangkan lagi!" ucap Reni sekuat hati membuat Arka mengerti apa yang di ucapkannya.
"Apa maksud kamu, Ren? Tolong jelaskan kepadaku? Apa yang kamu maksud dengan noda? Noda apa, Ren?" tanya Arka seolah tak mengerti juga.
Reni menangis sejadi-jadinya, kini tubuhnya juga tumbang ke lantai. Biar bagaimana pun dirinya harus berkata jujur kepada suaminya, ia bahkan sudah siap untuk menerima apa yang di akan di lakukan oleh Arka. Sekali pun pria itu akan menceraikannya, saat itu juga, Reni mencoba untuk dapat menerimanya.
__ADS_1
Karena semua ini adalah kesalahan yang di perbuatnya sendiri, ia melakukan itu semua dengan kesadaran dan bahkan tanpa paksaan dari siapa pun. Itu semua real karena ia menuruti ego dalam hatinya.
"Hiks..hiks..hiks.. Aku akan menceritakan kepadamu dengan sejujurnya kepadamu, mas. Tapi aku minta sama kamu, kamu harus berjanji untuk bisa menerima kenyataan. Aku juga akan menerima apapun keputusan dari kamu, nanti!" jelas Reni, kali ini ia mulai tenang untuk menceritakannya pada Arka. Meski air matanya tidak berhenti mengalir membasahi pipi chuby miliknya, dan dalam hati kecilnya ia sungguh tidak siap, menerima apa yang akan suaminya berikan kepadanya.
"Baik.. Aku akan berjanji kepadamu untuk dapat menerima kenyataan!" balas Arka kali ini ia berhasil menurunkan emosinya.
Saat Arka melihat air mata di pipi Renita terjatuh membasahi pipinya, ia jadi teringat wajah cantik Allen, beberapa hari yang lalu. Wanita itu meminta sang suami untuk bisa menahan amarahnya serta mengontrol emosi, di depan istri pertamanya. Meski pun kenyataan pahit seperti apapun, Allen meminta Arka untuk tidak menyakiti Renita.
Jika Arka tidak bisa mengabulkan permintaan Allen, wanita itu mengancam Arka untuk pergi meninggalkan sang suami. Dan pergi menjauh dari kehidupannya. Bukan tanpa alasan Allen melakukan itu semua, ia hanya ingin menebus kesalahan pada Renita. Allen sadar diri, mungkin karena kehadiran dirinya lah yang menjadi penyebab Renita pergi dari sisi Arka, suaminya.
Meskipun pada kenyataannya, sebelum Allen hadir dan mengisi separuh hidup Arka. Renita juga sudah mulai berpaling dari sang suami. Namun dulu, Reni masih bisa menyembunyikan perselingkuhannya dengan serapat mungkin. Bahkan Reni menuduh Arka yang tidak setia waktu itu, padahal dirinya lah yang menyalakan api terlebih dahulu.
"Mas, apa kamu tidak menyadari ada yang berbeda pada diriku?" tanya Renita pelan. Ia berharap sang suami akan menyadarinya saat itu juga.
"Aku sadar, Ren. Aku tahu di mana letak perbedaan itu!" balas Arka jujur.
"Apa? dan dimana, mas?" ucap Reni seolah mengintimidasi suaminya.
"Hatimu... Hatimu kini sudah berubah kepadaku, Ren! Kamu bukan Renita putri yang aku kenal dulu! Renita yang selalu bermanja-manja kepadaku! Yang penuh kasih sayang, serta selalu hangat kepadaku. Bahkan aku merasakan, perubahan terbesar dari dirimu. Jauh hari sebelum aku mengenal Allen!" jawabnya dengan perasaan sedih.
Meski apa yang di ucapkan oleh sang suami benar adanya, tapi Reni tidak percaya jika sang suami masih belum menyadari perbedaan dalam tubuhnya.
Kini rasa takut, was-was, dan sedih bercampur aduk dalam hatinya, namun Renita memilih untuk mengatakan kebenaran yang terjadi kepadanya. Sudah sekian lama dirinya membohongi sang suami dan kedua mertuanya, yang begitu baik dan menyayangi dirinya, bahkan sebelum Allen merebut kebahagiaannya bersama sang suami.
__ADS_1
"Sekali lagi aku minta maaf kepadamu, mas. Atas kesalahan dan kekhilafan yang pernah aku perbuat kepadamu! Aku sadari, aku memang seorang istri yang tidak berguna sama sekali. Aku telah membohongi kamu, bahkan aku yang telah melakukan pengkhianatan kepadamu terlebih dahulu. Jauh sebelum Allen hadir dalam hidupmu, aku sudah terlebih dahulu bermain api dengan pria yang kamu sebut pria brengsek itu!" ucap Reni, entah berapa kali ia mengatakan kata maaf pada suaminya. Meski ia sadar, mungkin suaminya tidak akan memaafkan dirinya dengan mudah.
"Baguslah, jika akhirnya kamu mengatakannya padaku dengan jujur! Apa ada lagi yang kamu sembunyikan dariku, Ren?! Kesalahan apa lagi yang kamu sembunyikan dariku? Katakanlah dengan jujur kepadaku!" ucap Arka penuh harap. Tiada ada yang lain, yang ia harapkan dari istri pertamanya. Namun ia mengharapkan kejujuran dari sang istri.
"Iya mas, masih ada satu hal lagi yang belum kamu tahu. Tapi aku mohon sama kamu, kamu harus berjanji kepadaku untuk tidak membunuhku, saat aku memberitahukan kebenaran, ini padamu!" ucap Reni dengan permintaan yang penuh pengharapan.
"Apa??" tanya Arka dengan rasa penasaran dalam hatinya.
Reni terdiam beberapa saat, ia terlihat ragu untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi kepadanya.
.
.
...Bersambung... ...
.
.
.
Jangan lupa dukungannya ya...
__ADS_1
Terima kasih dan selamat membaca🙏🏻🙏🏻..