
Allen menyandarkan kepalanya di sandaran kursi yang ia duduki, dirinya terus berfikir jika nanti istri pertama Arka akan datang ke rumah suaminya lagi. Karena tidak mungkin seseorang percaya begitu saja, padahal ia mendengar dengan jelas jika suaminya bercumbu dengan wanita lain meski hanya lewat sambungan telepon. Allen mulai berfikir jika nanti istri pertama Arka datang menemuinya lagi, maka dia akan tetap melawan istri pertama Arka. Meski pun dia tahu akan konsekuensinya, pasti Arka akan semakin marah kepadanya.
Allen tidak menyadari jika suaminya sudah pulang ke rumah, karena dirinya masih berkutat dengan pikirannya sendiri. Arka memanggilnya hampir dua kali, Allen pun masih belum sadar dari lamunannya. Hingga Arka menarik tangan Allen dengan kasar dan menyuruh Allen masuk ke kamarnya.
"Aww.. Sakit mas, kamu apa-apaan sih!!" bentak Allen, mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Arka.
"Kamu yang apa-apaan!?. Kenapa kamu tidak menjawab telpon dariku?! Sekarang kamu berani ya melawan aku!!" Arka balik membentak Allen.
"Aku malas meladeni kamu mas!, karena di mata kamu akulah yang selalu bersalah!, kamu EGOIS mas!" ucap Allen sedih.
"Apa kamu bilang?!, aku EGOIS?" ucap Arka terjeda, "Baiklah akan aku tunjukan keEGOISANKU!!" bentak Arka.
Arka mendorong dengan kasar tubuh mungil Allen, hingga dirinya terjatuh tepat di ranjang. Arka melepas dengan paksa atribut yang Allen kenakan, dan atribut miliknya meski dirinya belum membersihkan diri, karena baru pulang dari kantornya. Arka melakukan permainan dengan kasar sore ini, meskipun Allen memberontak dan berteriak Arka tidak menghiraukannya. Karena hatinya telah diselimuti api kemarahan pada istri keduanya, Allen menangis pun Arka tidak peduli. Arka membuat perhitungan pada Allen, karena dirinya kini ketahuan oleh istri pertamanya.
Arka menikmati permainan panas mereka, sedangkan Allen hanya merintih kesakitan. Kerena Arka memperlakukan dirinya dengan kasar, berbeda pada hari-hari sebelumnya. Setelah permainan panas mereka berakhir, Arka pergi ke kamar mandi dan mulai membersihkan diri, setelah selesai mandi dan berganti pakaian Arka pergi meninggalkan Allen yang masih menangis. Arka pergi begitu saja meninggalkan Allen yang masih merintih kesakitan, tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Allen memandangi punggung suaminya yang semakin menjauh pergi meninggalkan dirinya, hingga ia memutuskan pergi ke kamar mandi. Langkahnya terseok-seok menahan sakit, hingga dia memutuskan untuk berendam di bathtub untuk sedikit menenangkan pikirannya. Setelah ia mandi dan berganti pakaian, Allen duduk di sofa yang letaknya tidak jauh dari ranjang suaminya. Allen merebahkan tubuhnya yang sakit di kursi panjang itu, tubuhnya terasa menggigil padahal pendingin di ruangan itu belum juga ia nyalakan.
__ADS_1
Tepat pukul 22.00 WIB, Arka baru saja kembali ke kamarnya lagi. Arka mengedar pandangannya mencari Allen, karena ia mendengar aduan bi inem yang mengatakan jika istri muda tuannya belum juga makan dari tadi siang. Allen tentu saja tidak berselera makan hari ini, beban pikirannya bergelayut di kepalanya.
Arka tidak menemukan Allen di ranjangnya, sedangkan pintu keluar ke arah balkon juga sudah terkunci. Jika Allen pergi pasti pekerja di rumah itu juga melihat dan mengatakannyapadanArka. Tidak lupa Arka juga mencari ke kamar mandi. Takutnya Allen melakukan suatu hal yang tidak di inginkan, karena perlakuan kasar yang Arka lakukan kepada Allen. Meski Arka dingin dan egois, tapi dirinya tidak mau sesuatu terjadi pada istri keduanya. Karena dia lah pemuas nafsunya. Sedangkan istri pertamanya yang jauh dan tidak pernah mengunjunginya, membuat Arka sama sekali tidak bisa menyentuh dan menyalurkan hasratnya karena jarak memisahkan mereka.
Pandangan Arka tertuju pada kursi panjang, dan disanalah Allen sekarang. Arka mengusap dadanya perlahan, karena dia berhasil menemukan Allen. Tangan Arka terulur untuk membangunkan Allen. Namun saat tangannya tidak sengaja menyentuh dahi Allen, Arka kaget karena badan Allen sangat panas. Arka berlari turun ke lantai bawah, mencoba membuatkan bubur karena tidak mungkin juga dirinya membangunkan ART_nya karena waktu telah larut. Arka kembali ke kamarnya membawa bubur dan obat penurun panas untuk Allen. Kemudian dirinya membangungkan Allen, meski awalnya Allen menolaknya. Namun dengan sedikit paksaan, akhirnya Allen memakan bubur itu walau hanya setengahnya. Arka juga meminta Allen meminum obat penurun panas yang ia bawa tadi. Allen masih enggan berbicara dengan suaminya, meski Arka memintanya untuk beristirahat di ranjangnya tapi Allen masih kekeh untuk tetap berada di kursi panjang itu.
Arka membiarkan Allen berada disana, dirinya enggan berdebat lagi dengan Allen kerena waktu sudah malam. Setelah Allen terlelap barulah Arka menggendong tubuh mungil istri keduanya, dan menidurkannya di ranjang empuk miliknya. Arka merebahkan tubuh lelahnya di sebelah Allen, hingga mereka tidur dengan pulas malam ini karena lelah yang mendera tubuh mereka berdua.
***
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, Arka bangun terlebih dahulu. Arka bersiap ke kantor, karena siang ini ia akan meninjau pembangunan proyek besarnya. Arka menyentuh dahi Allen yang sudah sembuh dari demannya, namun Arka tidak tega membangunkan Allen yang masih terlelap. Sebelum dirinya pergi menuju kantornya, Arka sarapan pagi dan berpesan kepada ART nya, menyuruh Allen untuk sarapan dan meminum obat lagi setelah dirinya bangun nanti. Setelah bi inem mengiyakan perintah tuannya, Arka segera bergegas pergi meninggalkan rumahnya. Arka terburu-buru dan segera menuju kantor, padahal waktu masih menunjukan pukul 7.30 pagi. Kerena pekerjaan Arka hari ini sangat menumpuk, jadi ia memutuskan untuk berangkat lebih awal dari biasanya.
Allen bergegas menuju ruang keluarga, baru saja ia duduk sebentar di kursi itu. Allen mendengar keributan di luar rumah suaminya, ia berjalan keluar dan memastikan apa yang telah terjadi. Terlihat seorang wanita cantik dengan pakaian yang sangat seksi berbeda dengan penampilannya, sedang memaki-maki satpam yang menghalangi dirinya yang akan masuk ke rumah suaminya. Alasannya karena tuan mereka melarang siapapun masuk ke rumah itu, termasuk istri pertama Arka.
Wanita itu tersinggung dengan perlakuan orang yang bekerja di rumah suaminya, Allen menghampiri wanita yang tidak asing baginya karena ia model papan atas dan siapa pun pasti tahu tentang dirinya. Meski Allen baru pertama kali bertemu langsung dengan wanita itu. Allen menanyakan ada perlu apa dirinya datang kesana. Allen sama sekali belum pernah bertemu dengan wanita itu, tanpa di sangka jika wanita itu langsung menampar dan memaki Allen.
"Maaf nona, ada perlu apa anda datang kemari?" tanya Allen sopan.
__ADS_1
"Oo.. Jadi kamu PELAKOR itu!! Sekarang kamu berani menampakan diri di depanku ya!" bentak wanita itu penuh amarah, dan menampar Allen tiba-tiba.
PLAK...
"Agh.. kenapa anda menamparku?!" tanya Allen tak mengerti.
"Karena kamu berani merebut suamiku dasar wanita murahan!" cemoohnya pada Allen.
Mendengar wanita itu menyebutnya murahan, Allen merasa sangat sakit hati. Tanpa pikir panjang Allen langsung menarik rambut wanita yang ia yakini istri pertama Arka. Renita melakukan hal yang sama, sehingga duel sengit pun tak terelakkan lagi.
Allena di labrak oleh istri pertama Arka, ia tetap melawannya karena hatinya sakit dengan ucapan wanita yang menyebutnya Wanita murahan. Meski ia sadar akan tindakannya, karena bukan hanya hatinya yang sakit tapi juga fisiknya. Karena wanita itu dirinya di perlakukan kasar oleh Arka.
.
.
.
__ADS_1
**Terima kasih dukungannya ya😊😊
Semoga pembaca semua suka sama karyaku ya😘🥰**