Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Hal Tak Terduga


__ADS_3

Terlihat raut wajah Arka penuh penyesalan, mengapa ia bisa bodoh dalam mengambil tindakan. Hanya karena rasa cemburunya kepada Allen, dan rasa takut kehilangan gadis yang dinikahinya secara siri itu.


Arka bahkan sampai melayangkan bogem mentahnya, pada sahabat yang selama ini selalu mengerti dirinya baik suka maupun duka.


Meski selama ia menikahi Allen, istri keduanya tidak pernah berbohong kepadanya. Namun di hati Arka masih ada keraguan dan rasa penasaran dengan kejadian yang menimpa Allen di cafe miliknya tempat di mana Allen bekerja.


Kebetulan saat itu Allen sedang berada di lantai bawah, menemani mommynya yang sedang beristirahat yang kelelahan satelah pulang bekerja.


~Aku harus menghubungi Roqi, memintanya untuk menyambungkan rekaman kamera pengawas yang berada di cafe. Dengan begitu aku bisa menepis rasa ragu dan kemarahanku pada Allen juga pada Hendra.~ monolog Arka dalam hati.


Arka mengutak-atik ponselnya, ia ingin meminta bantuan pada orang kepercayaannya yang bekerja di cafe miliknya.


Tidak menunggu lama, Roqi menyambungkan rekaman pengawas yang berada di cafe 'Arlen' miliknya.


Arka membuka laptopnya dan melihat dengan teliti, kejadian demi kejadian yang terjadi di cafe miliknya. Bahkan tidak luput dari pandangan Arka, saat Allen hampir saja terjatuh. Ternyata ada seorang wanita berpakaian hitam dan menutupi wajahnya yang sengaja mendorong Allen.


~Siapa wanita ini, ada masalah apa dengan Allen sampai dia tega mendorong Allen hingga hampir saja jatuh! Setahuku Allen tidak memiliki musuh~


~Tapi kenapa dia tega melakukan itu semua pada Allen. Atau dia memang sengaja ingin melukai Allen? Aku akui dia memang bermain sangat rapi dan sepertinya ini memang sudah terencana dengan baik. Tapi jangan sebut aku Arka, jika aku tidak bisa menemukan pelakunya!. Cepat atau lambat aku pasti akan mengungkap kejahatan yang menimpa Allen!.~ monolog Arka dalam hatinya.


Setelah Arka melihat hasil rekaman kamera pengawasnya, Arka mengambil kesimpulan jika Hendra memang hanya berniat untuk menolong Allen. Ternyata tuduhannya pada sahabatnya salah besar.


Bahkan seandainya Hendra tidak menolong istri keduanya, Allen sudah jatuh ke lantai dan kemungkinan juga apa yang di ucapkan istri sirinya benar-benar terjadi. Akan ada masalah dengan kehamilan Allen, bahkan bisa juga Allen keguguran. Arka merenungi kesalahannya pada dirinya sendiri.


Arka tersentak kaget saat ada seseorang membuka pintu kamarnya, dengan cepat ia menutup laptopnya. Ia mengatur nafasnya agat tidak gugup.


"Honey.. darimana saja kamu?" sapa Arka manja.


"Aku dari bawah mas, habis menemani mommy istirahat." jawab Allen jujur.


"Memangnya daddy belum pulang, honey?" tanya Arka.


"Sudah mas, baru saja." jawab Allen. "Oya mas, apa kamu sudah mandi?" imbuh Allen.


"Sudah dong honey. Memangnya kamu tidak bisa membedakan aku sudah mandi atau belum?" ucap Arka penuh canda.


"Enggak mas." jawab Allen spontan.


"Heemm?" sahut Arka penuh pertanyaan.

__ADS_1


"Iya mas. Kamu sudah mandi atau pun belum bagiku sama saja mas." ucap Allen terjeda. "Sama-sama tampan!" imbuh Allen lirih.


Allen malu-malu mengatakan jika Arka memang tampan, dan dengan percaya diri Arka membenarkan pernyataan istri keduanya jika dirinya memang tampan.


"Memangnya kamu baru menyadari kalo aku ini tampan, haa?" canda Arka.


Allen menggelengkan kepalanya perlahan, lalu ia menjawab pertanyaan suaminya dengan senyuman. Arka mencubit pelan hidung mancung istrinya, ia gemas dengan expresi Allen yang polos.


Setelah mereka bercanda, kali ini Arka mulai menanyakan hal yang lebih serius pada Allen. Arka hanya berniat untuk mengetes istri keduanya, tak lupa menanyakan pada Allen mengapa dirinya hampir terjatuh saat di cafe.


"Honey.. kamu bisa menjelaskan padaku, apa yang membuatmu hampir terjatuh?" tanya Arka penasaran.


"Kamu tidak melihatku dari awal kejadian mas?. Berarti kamu hanya melihatku saat Hendra menopang tubuhku?" Allen balik bertanya.


Arka hanya menganggukan kepalanya, kenyataannya memang ia datang pada saat sahabatnya menopang tubuh Allen. Ia sama sekali tidak melihat dari awal kejadian, makanya emosinya memuncak.


Niatnya datang ke cafe untuk menjemput Allen, tapi ternyata Arka malah melihat pemandangan yang membuat hatinya merasa cemburu. Arka sampai melayangkan pukulan pada sahabatnya, tanpa mendengarkan dengan pasti penjelasan Hendra.


Allen menjelaskan dengan detail, kronologi yang di alaminya hingga membuat dirinya hampir terjatuh.


~"Saat aku menunggu kamu di lobby. Aku melihat ada wanita yang berpenampilan tidak biasa bagiku, tapi aku tidak menaruh rasa curiga apapun kepadanya. Aku pikir dia hanya pelanggan cafe kamu mas."~ jelas Allen.


~"*Lalu tanpa ku duga ternyata wanita itu mendorong tubuhku, entah sengaja atau tidak, aku juga tidak tahu. Aku berteriak dan memejamkan mata karena revleks. Aku merasakan seperti ada yang menopang tubuhku, lalu saat membuka mata aku mendapati jika Hendra sahabat kamu yang sedang menopang tubuhku."~


~"Ia sengaja melakukan itu agar aku tidak terjatuh ke lantai, dengan cepat aku melepaskan pegangan tangannya. Aku tidak mau jika kamu melihatku dan berfikiran yang macam-macam. Dan ternyata ketakutanku benar adanya, kamu sudah berada di belakangku. Entah dari kapan, aku juga tidak menyadarinya. Dan saat aku akan menjelaskan kepadamu, kamu malah memukul Hendra dan memarahinya.!"~ jelas Allen panjang lebar*.


Penjelasan Allen sama persis dengan apa yang Arka lihat di rekaman kamera pengawas, Arka percaya jika Allen tidak pernah berbohong kepadanya.


Setelah puas mendengarkan pernyataan Allen, Arka mengajaknya untuk turun ke lantai bawah untuk makan malam. Allen mengikuti langkah suaminya dan berjalan tepat di samping Arka.


Mereka berdua menuruni satu per satu anak tangga seperti pasangan yang baru saja menikah. Sangat romantis, membuat siapa pun yang melihatnya menjadi iri.


Tak terkecuali Renita yang entah dari kapan sudah berada di sofa ruang keluarganya, ia sedang duduk bersama mommy dan daddy mertuanya. Renita cemburu pada suaminya yang dengan mesra merangkul bahu Allen.


Ia bertepuk tangan dan mencela Allen, ia juga menjelek-jelekan Allen di depan kedua mertuanya.


Prok.. prok.. prok..


"Hey.. pelakor, hebat juga kamu ya. Orang baru, tapi kamu pandai mengambil simpati mas Arka juga kedua orang tuanya.! Kamu benar-benar hebat!" cela Reni pada Allen.

__ADS_1


"Jaga ucapanmu Ren!" bentak Arka tidak terima Allen di cela oleh istri pertamanya.


"Memang benar kan mas? Begitu juga kan kenyataannya?!" sahut Reni tak mau kalah.


Gio menatap menantu pertamanya dengan tatapan miris, meski ia tahu yang sesungguhnya jika Reni hanya mencari perhatian kepada mereka terlebih lagi Arka suaminya.


Karena semenjak kehadiran Allen dan Arka yang mengumumkan jika istri sirinya sedang mengandung, Renita merasa di abaikan oleh semuanya termasuk juga oleh Arka suaminya.


Memang tidak ada yang salah, hanya saja cara Renita yang menjelek-jelekan Allen malah membuat semuanya semakin tidak suka dengan tingkah lakunya, termasuk Arka yang malah semakin kesal kepadanya.


"Kenapa sih setiap kali kamu datang kesini, maunya ngajak ribut Arka mulu?" tanya daddy Gio marah.


"Huuhh.. itu perasaan daddy aja kali!" sahut Reni kesal.


Ros mendekati menantu pertamanya, merangkul bahu Renita mencoba memberi pengertian dan menasehatinya.


"Ren.. mommy tahu perasaan kamu, karena mommy juga seorang wanita!. Tapi jika kamu terus bertingkah laku seperti ini, kamu akan membuat Arka semakin tidak betah denganmu! Bahkan dia juga bisa meninggalkanmu kapan saja!" nasehatnya pada Renita.


"Dan kamu juga Arka, kamu harus bisa adil terhadap kedua istrimu. Karena kamu sudah mengambil keputusan untuk menikahi dua wanita. Mommy juga lihat jika Allen gadis yang baik, ia pasti mengerti dengan ucapan mommy." nasehat Ros pada Arka dan Allen.


Allen menganggukan kepalanya perlahan ia mengerti dengan ucapan mommy mertuanya. Tapi tidak dengan Arka, ia malah semakin marah setelah mendengar nasehat mommynya.


"Mom, aku sudah berusaha adil pada mereka berdua. Memberikan apapun kebutuhan mereka, termasuk kasih sayang!. Tapi setiap kali Reni menemui aku, seakan ia selalu mengajakku ribut terus." ucap Arka jujur.


"Bahkan selama aku menghandle pekerjaanku di kota B, dia juga tidak sekali pun untuk mengunjungiku. Apalagi memberikan haknya kepadaku sebagai seorang suami!" lanjut Arka.


"Apa..?!" sahut kedua orang tuanya dan Allen bersamaan.


Arka hanya menganggukan kepalanya, ia membenarkan setiap kata yang terucap dari bibirnya. Sementara Reni hanya tersenyum kecut, saat suaminya mengatakan hal tidak terduga yang menyudutkan dirinya.


.


BERSAMBUNG.....


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya untuk karya ku ya🙏🏻🙏🏻.


__ADS_2