
.
.
"Aku sama sekali tidak berfikiran buruk kepadamu, hanya saja aku ingin menanyakan ada hubungan apa kamu dan Nando kepadamu. Hanya itu saja, tapi kenapa kamu malah jadi gugup?." jawab Arka datar.
"Tapi mas, dari ucapan kamu itu seolah menyudutkan aku, jika aku ini berselingkuh dengan Nando." ucap Reni kesal.
Arka mengkerutkan keningnya, ia mengingat-ingat jika di setiap kata yang di ucapkan untuk Renita, ia sama sekali tidak menyudutkan istri pertamanya, jika dirinya berselingkuh dengan pria yang bernama Nando itu.
Tapi entah mengapa Renita malah mengatakan pada Arka, jika dirinya seolah menuduh Reni berselingkuh dengan Nando.
"Dengarkan aku baik-baik ya Ren, seingatku aku bahkan tidak pernah menuduh dan menyudutkanmu berselingkuh dengan laki-laki itu. Tapi kata-kata itu semua keluar dari bibir kamu sendiri Ren, bukan aku yang mengatakannya." balas Arka kesal.
Reni merenungi setiap kata yang sudah keluar dari bibirnya, ia meruntuki dan memaki dirinya sendiri.
~"Dasar bodoh, kenapa aku tidak bisa mengontrol emosiku sih. Lagian ngapain juga aku berkata seperti itu pada mas Arka, nanti kalo dia semakin mencurigai hubungan aku dan Nando gimana?"~ batin Reni kesal.
Setelah Reni berpikir sejenak, ia memutuskan untuk bersilat lidah agar suaminya tidak menaruh rasa curiga kepadanya.
"Em.. bukan begitu maksud aku mas, aku hanya terlalu emosi. Makanya aku tidak bisa mengontrol setiap kata yang keluar dan terucap dari bibirku!." kilah Reni.
"Terserah apa alasan kamu saja!. Sekarang pulanglah Ren, jangan menghalangi jalanku. Aku masih ada urusan, jadi malam ini aku tidak pulang ke rumahmu. Kita bertemu di lain waktu, juga jangan membantah 'ucapanku'. Mengerti..!" ucap Arka dingin.
Renita hanya menganggukan kepalanya perlahan, ia hanya pasrah saja dengan apa yang di katakan sang suami. Tanpa melakukan perlawanan seperti biasanya.
Untung saja Arka tidak menaruh rasa curiga kepadanya tentang hubungannya bersama Nando.
~"Mungkin kali ini aku masih bisa mengalah mas. Tapi tidak dengan lain waktu, aku akan tetap melakukan apapun yang menurutku benar."~ batin Reni.
Kali ini Reni hanya mengikuti permainan Arka, ia juga bersandiwara sebaik mungkin di depan orang-orang terdekatnya, agar mereka semua tidak menaruh curiga kepadanya.
~"Untung saja mas Arka tidak mencurigaiku, jika ia sampai tahu hubunganku dengan Nando. Bisa gawat kan, hancur sudah semua yang aku bangun dari nol !" Reni meruntuki nasib sial yang mungkin saja akan menimpa dirinya.
Renita menggelengkan kepalanya perlahan, ia tidak mau hal buruk terjadi dalam hidupnya. Ia hanya memandangi punggung Arka yang sudah menjauh pergi meninggalkan dirinya seorang diri di parkiran rumah sakit.
Sementara Arka melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah sakit itu.
Reni hanya memandangi kepergian pria yang masih berstatus sebagai suaminya yang 'sah' sampai saat ini, ia mengepalkan tangan menahan emosinya sesaat.
__ADS_1
"Kali ini aku memilih diam mas. Tapi tidak dengan lain waktu, meskipun tadi rencana yang sudah aku susun gagal kembali. Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja, aku akan tetap menyingkirkan kehadiran Allen serta anaknya dari kehidupan kamu mas. Aku akan menjalankan rencanaku yang lainnya! Aku juga tidak akan menyerah, sampai aku berhasil.! He.. he.. " monolog Renita dalam hatinya.
Renita tersenyum menyeringai, saat membayangkan rencana lainnya yang akan di lakukan dirinya terhadap Allen. Wanita yang di anggapnya sebagai 'saingannya'.
Hingga dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya, untuk beristirahat sejenak agar besok ia lebih fres. Lalu ia akan menjalankan rencana 'B' setelah rencana 'A' yang di lakukannya gagal lagi.
Meski sampai saat ini Allen masih belum sadarkan diri, tapi Renita memang belum puas. Karena si wanita 'Pelakor' itu belum berhasil di singkirkannya.
🍂🍃🍂
Arka melangkahkan kakinya meninggalkan istri pertamanya menuju ke ruang 'VVIP' tempat dimana Allen masih di rawat.
Ia menyimpan sementara dugaannya terhadap Renita, jika istri pertamanya memang mempunyai suatu hubungan dengan pria yang bernama 'Nando'.
Arka mempercepat langkah kakinya, menuju ke ruangan dimana Allen di rawat. Sesampainya di depan ruangan itu, Arka langsung membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
Arka masuk ke dalam ruangan itu, namun sesampainya disana harapannya nihil. Ia belum melihat tanda-tanda istri keduanya, jika ia sudah sadar dari koma.
Yang ada adalah pemandangan sang mommy yang terlelap di kursi sebelah ranjang Allen, sementara daddy nya masih duduk di sofa dengan raut wajah yang terlihat sangat lesu.
Gio melihat putranya datang dengan wajah kusut sama sepertinya, ia menghampiri Arka. Lalu menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi kepadanya.
"Aku dari luar dad, tadi ada urusan penting." balas Arka.
"Lalu kenapa wajahmu kusut begitu?" cecar Gio penasaran.
Arka berpikir sejenak, sebelum ia menceritakan pada daddy nya apa yang telah terjadi kepadanya.
"Dad, apa tadi Renita dari sini?" tanya Arka penasaran.
"Tidak nak. Daddy tidak melihatnya kesini, tapi...." jawab Gio ragu.
Arka penasaran dengan apa yang ingin dikatakan daddy nya, kenapa ucapannya tiba-tiba terhenti begitu saja. Apa ada hal buruk yang terjadi selama dirinya pergi meninggalkan Allen dan kedua orang tuanya di rumah sakit tadi.
Pikiran negatif itu bergelayut di kepalanya begitu saja, namun Arka enggan menduga-duga. Lebih baik ia tanyakan langsung saja pada daddy nya, agar ia tahu pasti apa yang sesungguhnya telah terjadi.
"Tapi apa dad...?" tanya Arka penasaran.
Gio berpikir sejenak, sebelum akhirnya dirinya menjawab pertanyaan dari putranya. Ia menarik nafas panjangnya, lalu di hembuskannya perlahan.
__ADS_1
"Sebelumnya daddy dan mommy minta maaf kepadamu nak. Karena kami tidak bisa menjaga Allen dengan baik." balas Gio penuh sesal.
"Apa maksud daddy..?" ucap Arka.
"Tadi mommy dan daddy keluar sebentar, untuk makan malam. Kami pergi paling hanya 30 menit, namun sesampainya kami berdua di depan pintu kamar ini, ternyata ada keributan dari dalam sini. Ada dua orang pria bertubuh tegap, yang mengaku sebagai orang suruhan kamu. Mereka menangkap basah seorang wanita yang menyamar menjadi seorang perawat, dan wanita itu mengenakan masker. Ia ingin mencelakai Allen dengan cara melepaskan alat medis yang terpasang di tubuh istri kamu..." balas Gio.
Gio mengatakan dengan ragu pada Arka, sedangkan Arka membulatkan kedua matanya mendengar ucapan yang daddy nya katakan pada dirinya.
Arka jadi berprasangka buruk pada Renita, padahal belum tentu juga istri pertamanya yang hendak melakukan itu pada Allen. Tapi kedatangan Renita di rumah sakit ini yang tiba-tiba, membuat Arka jadi berprasangka buruk kepada dirinya. Apalagi tengah malam Renita masih berada di rumah sakit ini.
"Lalu apa yang terjadi selanjutnya dad?" tanya Arka penasaran.
"Kedua pria itu, membawa wanita itu pergi. Mereka mengamankannya di pos keamanan di depan, namun saat daddy hendak mengikuti kedua pria itu, salah satu pria itu melarang daddy. Ia bilang agar daddy tetap berada disini untuk menjaga istri kedua kamu." jelas Gio pada Arka.
Mendengar penjelasan dari daddy nya, Arka mengepalkan tangannya kesal. Sampai akhirnya ia bergelayut dengan pikirannya sendiri.
~"Jangan bilang ini rencana orang yang sama, dan dari dalang yang sama pula. Tapi siapa dalangnya, kenapa sampai saat ini anak buahku belum menemukan pelakunya!"~ monolog Arka dalam hati.
Gio melihat putranya yang asyik bengong, bahkan Arka juga tidak merespon ucapannya. Dengan berat hati Gio menjentikan jarinya tepat di depan wajah Arka, ia berharap Arka akan segera sadar dari lamunannya.
.
.
BERSAMBUNG....
.
.
.
Author mau mengucapkan 'Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Rebuplik Indonesia'.
Dirgahayu Indonesia!, 'Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat'
**Semangat '45', Jangan lupa dukungan untuk karya Author ya.
'Sedikit saran nih, kalo bisa jangan kasih Boom like dong, Kasihan kan Author-nya🙏🏻😥**.'
__ADS_1