Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Risau


__ADS_3

Mendengar ancaman suaminya, Allen hanya dapat menitikkan air matanya. Ia tidak bisa melawan Arka, karena ancaman suaminya pasti tidak akan main-main.


Allen hanya bisa meruntuki kebodohannya sendiri, kenapa ia tidak kepikiran untuk menggunakan alat kontrasepsi dari awal menikah dengan Arka agar dirinya tidak hamil.


Allen mengepalkan tangannya di atas ranjang, menahan amarah dan kesal pada dirinya sendiri.


~Aahhh... Dasar bodoh!! Kenapa aku bisa sebodoh ini, kenapa aku tidak memakai alat kontrasepsi dari awal menikah dengan mas Arka!. Supaya aku tidak hamil, sekarang semua sudah terjadi, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dan kenapa mas Arka malah bahagia mendengar kehamilanku?~ monolog Allen dalam hatinya.


Hingga terpikir di otak Allen untuk mengatakan jika mungkin saja dirinya hamil bukan darah daging Arka suaminya. Tentu saja tujuannya agar Arka marah kepadanya.


Arka duduk di tepi ranjang tepat di samping Allen, ia mengelus perut istri keduanya yang masih tampak rata. Ia juga mengucapkan selamat datang kepada buah cinta dan calon penerusnya kelak.


~Hallo jagoan ayah.. Selamat datang, ayah menunggu kehadiranmu, tumbuhlah dengan sehat di perut bundamu ya. Jangan nakal.!" sapa Arka hangat pada buah cintanya di perut Allen.


Sebenarnya dihati kecil Allen merasa bahagia, kala suaminya menyambut calon anaknya dengan antusias. Namun ia juga merasa sedih jika buah hatinya kelak tahu siapa dirinya.


"Siapa bilang ini anak kamu mas?! Bisa jadi ini adalah anak dari laki-laki lain yang tidak kamu ketahui, kenapa kamu bisa sebahagia itu dengan anak ini?" ucap Allen berbohong kepada Arka.


Mendengar ucapan Allen emosi Arka terpancing, namun kali ini ia mencoba bersabar pada Allen. Karena Arka pikir bisa jadi ini bawaan bayi yang sedang di kandung istri keduanya.


"Jaga mulut kamu Allen, tidak baik berbicara seperti itu pada anakku!" ucap Arka sedikit membentak.


"Memangnya kenapa mas?. Ada yang salah dengan ucapanku?, Kamu juga tidak pernah tahu kan jika aku sering menemui laki-laki lain, saat kamu sedang pergi!" kilah Allen.


"Terserah kamu mau ngomong apa Allen, aku sama sekali tidak peduli!, sekalipun kamu tidur bersama laki-laki lain, janin yang kamu kandung itu tetap anakku, titik." ucap Arka datar dan cuek.


"Heh.. yakin sekali kamu mas?!" ucap Allen tetap memancing emosi Arka.


"Sangat yakin! Bahkan 100% aku sangat yakin! Jika anak itu lahir, hasil tes DNA pun pasti menunjukan jika dia darah dagingku!" balas Arka penuh keyakinan.


Arka meninggalkan Allen seorang diri di kamarnya yang masih menangis, ia malas meladeni Allen yang selalu memancingnya untuk berdebat.


Arka sama sekali tidak pernah percaya dengan ucapan Allen, karena ia sudah menyuruh orang untuk selalu mengawasi istri keduanya dimana pun ia berada.


Tujuannya agar Arka tahu apa saja yang di lakukan Allen, bahkan saat ia sedang jauh dari jangkauan mata suaminya.


Arka juga sudah tahu masalalu Allen, sebelum Allen di nikahi olehnya. Ternyata Allen pernah tinggal dikota J, dan pernah berkuliah namun terputus di tengah jalan.


Arka melakukan semua itu secara diam-diam, tentu saja tanpa sepengetahuan Allen.

__ADS_1


Kenyataan mengatakan jika Allen gadis yang baik ia tidak pernah sekali pun bertemu dengan seorang laki-laki mana pun.


Ia menjaga dengan baik image seorang istri, sekali pun hanya sebagai istri siri dan di cap sebagai pelakor pula.


~Terserah kamu mau ngomong apa Allen, aku tidak peduli!. Kamu pikir aku akan percaya dengan semua ucapanmu begitu saja! Aku tahu kamu hanya memancing emosiku, tapi semua itu tidak berlaku untukku. Hem.. Kamu pikir aku sebodoh itu!, TIDAK Allen..!Kamu bahkan tidak pernah tahu jika aku menyuruh orang untuk selalu mengawasimu secara diam-diam.!~ batin Arka dalam hatinya.


πŸƒπŸ‚πŸƒ


Arka berlalu menuruni anak tangga meninggalkan Allen yang kesal, setelah mengetahui jika dirinya tengah mengandung.


Sedangkan Allen hanya memandangi punggung Arka yang semakin jauh meninggalkan dirinya. Ia kesal ucapannya di abaikan oleh suaminya.


~Sial..! Kenapa mas Arka sama sekali tidak terpengaruh dengan ucapanku sih! Kenapa juga dia sangat yakin jika janin ini adalah anaknya!~ batin Allen kesal.


Allen bingung entah harus bersyukur atau marah dengan hadiah yang tuhan berikan, entahlah dirinya masih galau.


Namun yang membuat Allen tak percaya, mengapa suaminya terlihat sangat bahagia. Bukannya marah saat tahu jika Allen sedang mengandung buah cinta mereka.


~"Ya Tuhan.. Kenapa engkau berikan aku cobaan yang tiada habisnya. Kenapa engkau memberiku hadiah tak terduga ini, di saat aku melawan kerasnya hidupku.! Apalagi rencana Engkau selanjutnya ya Tuhan?!"~ ucap Allen pelan.


Allen menyadari jika ia berdosa menyalahkan takdir, ia juga merasa bersalah pada janin yang tidak berdosa karena ucapan yang keluar dari bibirnya tadi.


~Maafkan bunda ya nak, bukan niat bunda untuk melukai perasaanmu sayang. Kamu memang anak ayah Arka kok, bunda sama sekali tidak pernah berhubungan dengan pria lain selain ayahmu.! Bunda hanya sedang berperang melawan kata hati bunda nak!~ monolog Allen pelan sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Allen masih berpikikiran negatif tentang Arka, ia berpikir jika Arka memang sengaja membuat dirinya agar hamil.


Tujuannya supaya Allen tidak bisa melepaskan diri dari belenggu Arka, ataukah suaminya memang sudah merencanakan sesuatu.


Entahlah.. hanya waktu yang bisa menjawab. Sedangkan Allen hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan hidupnya yang kian rumit.


Saat Allen masih berperang melawan kata hatinya, ia kaget saat Arka sudah berada di depannya dan memanggilnya.


"Honey.. sudah waktunya makan siang, ayo turun kita makan siang bersama!" panggil Arka tiba-tiba.


"Tapi aku belum lapar mas." ucap Allen beralasan.


"Kamu harus makan, lapar atau pun tidak!" jawab Arka keras.


"Ayo kita turun." imbuh Arka.

__ADS_1


Allen kalah lagi melawan suaminya, ia tidak bisa menolak ajakan Arka.


Arka bahkan tidak akan membiarkan Allen terus merenungi kehidupannya, ia berusaha membuat Allen bisa menerima dengan baik janin yang di kandungnya.


~Aku akan berusaha membuat dirimu bisa menerima anak yang ada dalam kandunganmu, apapun akan aku lakukan. Sekalipun aku harus memaksamu! Agar kamu bisa memberikan rasa sayangmu kepadanya. Karena ia, anak yang sudah ku nantikan sejak lama!~ monolog Arka dalam hatinya.


Arka menggandeng tangan Allen dengan mesra, Allen tidak bisa menolak. Ia menghargai Arka yang sedang berbaik hati kepadanya, mereka turun bersamaan untuk makan siang.


Sesampainya di meja makan Allen kaget melihat makanan 4 sehat 5 sempurna, biasanya semua makanan itu tersedia di atas meja.


Namun kali ini ada yang berbeda, karena Arka juga sudah menyiapkan susu ibu hamil untuk Allen.


Arka sengaja melakukan itu agar calon buah hatinya bertumbuh dengan baik di dalam kandungan Allen.


Mereka duduk bersebelahan, Arka mengambilkan nasi dengan porsi lebih sedikit untuk Allen. Tapi ia menambahkan lauk pauk dan sayuran yang lebih banyak dari porsi nasinya.


"Aku bisa mengambilnya sendiri mas, kenapa kamu malah melayaniku?" ucap Allen merasa tak enak hati.


Allen merasa tidak enak hati di layani oleh suaminya, karena biasanya ia yang melayani suaminya.


Arka melihat Allen canggung dengan perlakuan istimewanya hari ini, Arka juga meyakinkan Allen kalo ia tulus melakukan ini semua kepadanya.


"Nggak apa-apa honey.. Memangnya kenapa kalau aku melayani kamu. Nggak salah kan?!" sahut Arka pelan.


Allen hanya menggelengkan kepalanya pelan, ia tidak mau salah tingkah di depan suaminya.


Ia juga tidak mau menganggap perlakuan Arka kepadanya sebagai ketulusan, karena bisa jadi Arka sedang merencanakan sesuatu kepadanya tanpa sepengetahuan Allen.


BERSAMBUNG....


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir di karya novelku yaπŸ™πŸ»,


Semoga kalian sehat selalu, salam manis dari author😘πŸ₯°.

__ADS_1


__ADS_2