Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Mencurigai..


__ADS_3

.


.


"Tadi aku ada urusan penting, makanya aku baru sampai kesini lagi. Lalu ada apa kamu malam-malam ada disini?!" tanya Arka datar.


Arka sengaja bertanya pada Reni seperti itu, karena seingat dirinya Arka sama sekali tidak memberitahukan pada Reni, jika Allen berada di rumah sakit, dan sebelum ia pergi hanya ada kedua orang tuanya yang menemani Allen di rumah sakit.


Arka akan mengetes kejujuran dari istri pertamanya itu, seberapa jujurkah Renita kepadanya. Namun ternyata apa yang ada di pikiran Arka benar adanya, Renita menjawab dengan gugup pertanyaan darinya.


"Em... itu mas. Tadi a..aku habis menjenguk teman. I.. iya aku habis menjenguk teman." ucap Renita gugup, sambil memaksakan senyuman di bibirnya.


"Teman yang mana sayang?. Seingatku, tadi pagi sebelum kamu pergi, kamu tidak pernah mengatakan apapun kepadaku!" tanya Arka menjebak.


"Benarkah, mas?, aku kira, tadi pagi aku sudah memberitahu dan meminta izin kepadamu. He.. he..." jawab Reni memberi alasan, ia juga menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Mendengar pernyataan dari Renita, Arka sama sekali tidak percaya ucapannya begitu saja. Apalagi kini malam sudah larut, tidak mungkin Reni menjenguk temannya. Kalau pun ada temannya yang sedang di rawat di rumah sakit ini, pasti ia akan menjenguknya di waktu yang sudah di tetapkan.


Arka tahu pasti prosedur rumah sakit itu sangat ketat. Mereka tidak akan mengizinkan siapa pun yang menjenguk pasien yang sedang di rawat, sampai larut malam.


Yang di izinkan datang sampai larut ialah hanya keluarga inti pasien yang sedang dalam perawatan. Itu pun terbatas jumlahnya, hanya beberapa orang saja yang di izinkan keluar-masuk di area rumah sakit itu.


Dan jika bukan untuk menjenguk Allen, Renita tidak mungkin berada di sana. Tapi istri pertamanya sama sekali tidak mengatakannya pada Arka.


"Katakan saja sejujurnya Renita, ada perlu apa kamu datang ke rumah sakit ini malam-malam begini?" cecar Arka.


Renita yang di landa kegugupan hanya memilih bungkam , karena jawaban yang keluar dari mulutnya membuat Arka tidak percaya. Renita tidak mau sang suami menaruh kecurigaan apapun kepada dirinya.


Melihat tidak ada jawaban apapun dari Renita, Arka memilih pergi meninggalkan istri keduanya di lobby itu. Namun saat Arka hendak pergi dari sana menuju ke ruang 'VVIP', tempat Allen di rawat, tiba-tiba pergelangan tangannya di tarik dengan kasar oleh istri pertamanya.


Arka melepaskan cengkeraman tangan Reni di lengannya, ia merasa kaget saat wanita di belakangnya menariknya secara tiba-tiba, entah apa maksudnya.


"Ada apa Ren, kamu menarik tanganku?" tanya Arka dingin.


"Kamu mau kemana, mas?" jawab Reni kesal.

__ADS_1


"Terserah aku mau pergi kemana!," sahut Arka datar, ia malas meladeni istri pertamanya.


"Mas, aku ini istri kamu!. Kenapa kamu nggak bisa menghargai aku!." bentak Reni saking kesalnya. "Kenapa semenjak kehadiran 'Pelakor' itu kamu jadi berubah sih, mas!" teriak Renita kesal.


Tanpa di sangka jika ucapan Renita tadi menarik perhatian beberapa orang yang ada di area lobby rumah sakit yang masih terjaga meski malam kian larut.


Mereka memandang Arka dan Renita dengan tatapan yang sulit di artikan, pandangan mereka seolah menyudutkan Arka.


Karena setiap orang juga mempunyai pikirannya masing-masing. Tak terkecuali juga dengan Arka yang terlihat sangat kesal dengan ucapan istri pertamanya.


Arka marah saat istri pertamanya, yang selalu membawa nama 'Allen' dalam setiap pertengkaran mereka. Arka tidak suka jika setiap pertengakaran dirinya dengan Renita, Allen selalu di jadikan kambing hitam oleh istri pertamanya.


Memang ia tahu jika ini semua adalah salahnya, tapi Arka tidak mau orang yang selalu menemaninya sampai saat ini, harus menerima perlakuan kasar oleh istri pertamanya.


Kini Arka yang menarik balik pergelangan tangan istri pertamanya, lalu membawanya pergi dari area lobby rumah sakit itu. Arka tidak mau membuat keributan disana, sekalian ada yang ingin Arka tanyakan pada Renita.


"Lepaskan tanganku mas, sakit..!" ucap Renita pelan.


Reni mencoba melepaskan tangannya dari cengkeraman sang suami, karena ia takut suaminya akan murka kepadanya. Tapi usahanya gagal, karena Arka malah mencengkeramnya semakin kuat.


Arka masih enggan melepaskan cengkeraman tangannya di lengan mulus Reni, raut wajah Arka juga berubah seketika menjadi merah saking marahnya.


"Kamu mau membawaku kemana mas?" tanya Reni takut.


Namun tanpa banyak kata-kata, Arka tetap menarik lengan Reni sampai di depan mobilnya yang terparkir di halaman parkir rumah sakit.


Sesampainya di parkiran Arka menyuruh Rion, sopirnya yang berada di dalam mobil untuk pergi meninggalkan mereka berdua. Tanpa ada bantahan Rion pergi meninggalkan tuannya dan istri pertamanya berdua di depan mobil tuannya.


Setelah kepergian Rion, Arka mulai mencecar berbagai pertanyaan pada Renita, termasuk juga apakah dia mengetahui dengan pasti tentang pria bernama 'Nando' sahabat sekaligus rekan kerjanya, yang di duga menjadi dalang di balik pembekapan yang di alami Allen, istri keduanya.


Arka melepaskan cengkeraman tangannya pada lengan Reni, lalu ia mulai mencecar Renita dengan tajam. Arka menatap Reni dengan mata elangnya, berharap jika Reni akan menjawab pertanyaannya dengan jujur.


"Jangan kamu sangkut pautkan Allen, dalam setiap masalah dan pertengkaran kita, Ren..!" bentak Arka marah.


"Memangnya kenapa mas?, kamu tidak terima jika aku selalu menyangkut pautkan pelakor itu. Memang kenyataannya dia kan yang selalu menjadi 'sumber' masalah dan pertengkaran kita.!" jawab Reni kesal.

__ADS_1


Ia merasa kesal kepada sang suami, yang selalu membela Allen mati-matian di depan dirinya. Hingga membuat Reni membenarkan segala cara untuk menyingkirkan Allen dari kehidupan Arka. Agar suaminya kembali kepadanya seutuhnya seperti dulu lagi.


"Oh.. iya,.tentu saja aku tidak terima!, karena Allen yang selalu kamu jadikan kambing hitam dalam masalah yang menimpa rumah tangga kita!" balas Arka datar.


"Memang begitu kenyataannya, mas!" ucap Reni.


"Ren, sebelum aku membawa 'Allen' dalam kehidupanku, dari dulu kita juga sering berantem." balas Arka.


"Mas, dengarkan aku baik-baik ya!, memang sebelum kehadiran gadis kampung itu kita sering berantem. Tapi kamu sama sekali tidak pernah memperlakukan aku dengan kasar seperti ini!." bentak Renita marah.


Arka bertambah marah mendengar ucapan Reni, hingga ia tidak bisa mengontrol emosinya lagi. Arka mendorong kasar Renita, hingga tubuhnya hampir membentur mobil milik Arka.


"Mas, kenapa kamu berlaku kasar kepadaku. Ini tidak adil!!" teriak Renita.


"Apa kamu bilang?. Tidak adil!!. Lalu kemana saja keadilanku selama ini?. Bahkan 'Allen' selalu menjadi sasaran kemarahanku, demi membela dirimu. Apa itu yang namanya tidak adil?" ucap Arka kini pelan.


Setelah sang suami mengatakn hal tak terduga pada Reni , kini ia memandangi suaminya dengan tatapan penuh kebencian, ia tidak suka dengan perlakuan kasar oleh sang suami. Dan ia juga tidak suka karena suaminya selalu membela Allen di depan dirinya.


"Lalu, apa kedekatan kamu bersama pria yang bernama 'Nando' itu, jelaskan padaku?!. Jangan bilang kamu dan dia bersekongkol untuk menyingkirkan Allen dari hidupku!" tuduh Arka pada Renita.


Reni memikirkan cara untuk membela dirinya dari tuduhan sang suami, jangan sampai Arka tahu tentang hubungannya bersama Nando.


"Apa sih, mas. Aku dan Nando hanya rekan kerja saja, kenapa kamu punya pikiran buruk seperti itu kepadaku?" sahut Renita pelan.


.


.


***BERSAMBUNG***....


.


.


.

__ADS_1


**Jangan lupa dukungannya ya, mohon tinggalkan like, komen, Favorit, dan Vote nya.


Terima kasih untuk yang selalu setia mendukung karya ku🙏🏻🙏🏻😍**


__ADS_2