Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Tuduhanmu Melukai Hatiku


__ADS_3

.


.


"Sudahlah aku malas berdebat denganmu. Awas saja jika kamu tidak menepati janjimu! Kamu akan menanggung resikonya. Sekarang bujuklah Reni, jangan sampai dia menggugurkan kandungannya!" ucap Diana penuh penekanan.


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Diana, membuat Nando syok berat. Ia tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh wanita setengah baya di hadapannya.


"Yang benar saja tante? Reni tidak akan berani melakukan hal bodoh seperti itu. Tante bercanda dan hanya ingin menggertakku, kan?" ucap Nando tak percaya.


"Terserah apa katamu. Di kasih tahu malah ngeyel, jika aku hanya menggertakmu. Mana mungkin aku akan mengatakan hal seperti ini padamu. Aku malah akan senang jika hubungan kalian berpisah sampai disini, sebelum semuanya benar-benar hancur!" ucap Diana tegas, ia mulai kesal menghadapi sikap selingkuhan putrinya.


Diana melangkahkan kakinya pergi sementara Nando hanya bisa tersenyum kecut. Ia segera bergegas ke kamar yang di tinggali oleh Renita, biarpun Nando kejam tapi ia sama sekali tidak mau jika Renita sampai menggugurkan kandungannya.


🍂🍃🍂


Setelah sopir taksi itu menyetujui apa yang Allen ucapkan, Allen segera naik taksi tersebut. Sepanjang perjalanan ia hanya memandangi ke luar jendela. Hatinya sakit, ia tidak menyangka jika suaminya akan melakukan hal yang sangat jauh dari pikirannya.


Sesampainya di depan rumah mertuanya Allen segera masuk ke dalam pos penjagaan, ia meminjam uang pada orang yang berjaga disana untuk membayar taksi yang di tumpanginya.


Bukan tanpa alasan Allen melakukan hal tersebut, ia sudah merasa lelah karena seharian ini, ia mondar-mandir. Jika ia mengambil uang di dalam rumah, maka akan memakan waktu lebih lama lagi. Tanpa banyak pertanyaan pria bertubuh tinggi tegap yang bekerja di rumah mertuanya, memberikan uang sesuai jumlah yang di minta oleh nyonya mudanya.


Allen yakin suaminya sudah berada di rumah, karena mobil yang tadi di kendarai oleh Arka sudah berada di halaman rumah mertuanya.


Setelah Allen membayar ongkos pada sopir taksi, ia segera bergegas masuk ke dalam rumah, berharap jika sang suami berada di dalam.


Sebelum ia melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam, ia di cegat oleh wanita paruh baya yang bekerja di rumah orang tua suaminya. Wanita itu memang sangat dekat dengan Allen, sehingga ia tidak akan canggung mengatakan apapun padanya.


"Nyonya Allen, anda dari mana saja? Kenapa anda pergi tidak memberitahu kita semua yang bekerja disini. Kami semua sangat panik, nyonya muda. Dan tuan Arka juga terlihat sangat marah tadi." ucap wanita itu.


"Maafkan aku bi'. Aku tidak sengaja pergi, karena tadi Hendra menjemputku dengan paksa." jelasnya pada wanita paruh baya tersebut. "Lalu sekarang mas Arka kemana, bi'?" tanya Allen penasaran.

__ADS_1


"Tuan Arka tadi pergi lagi nyonya muda. Sepertinya dia sedang marah besar, apa anda sudah bertemu dengannya?"


"Ah.. Iya.. Tadi kami bertemu di restoran secara tidak sengaja."


"Terus anda dan tuan Arka bertengkar?" tanyanya ragu.


Allen tidak mau membuat wanita paruh baya di hadapannya mengkhawatirkan dirinya, ia mencoba untuk tidak memberitahu apa yang sudah di alaminya hari ini.


Allen mencoba untuk tutup mulut, ia tidak ingin membeberkan masalah rumah tangganya pada orang lain. Walau pun wanita di hadapannya sudah lama bekerja lama di rumah orang tua suaminya, tapi Allen tetap menutup mulutnya dengan rapat.


Meski pun nantinya kedua mertuanya juga akan mengetahui dari sang suami, asalkan bukan darinya.


Allen melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya, ia mencoba untuk mencari ponselnya. Tapi ternyata ponsel miliknya sudah tidak ada di tempat ia menaruhnya semula. Bahkan Allen juga mencarinya hingga ke seluruh tempat yang berada di kamarnya, namun hasilnya nihil.


"Kemana ponselku ya, perasaan tadi aku menaruhnya disini. Jangan bilang mas Arka yang membawanya pergi! Ish.. Bikin kesal saja, mana aku di kurung di apartemen miliknya lagi. Andaikan itu orang lain, sudah pasti aku cabik-cabik tuh orang, biar dia kapok!" monolog Allen pelan.


Ia menyadari apa yang baru saja di ucapkannya, ia menutup mulutnya. Karena ucapannya barusan, ia juga mengelus perutnya, juga meminta maaf pada calon buah hatinya. Sungguh ia tidak berniat untuk melakukan hal seperti itu pada suaminya.


Allen berperang melawan kata hatinya, saat ia sedang asyik dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba suaminya masuk ke dalam kamar tanpa mengucapkan salam. Berbeda dengan biasanya, kini wajahnya di selimuti amarah.


"Kenapa kamu pergi dari apartemen? Siapa yang mengeluarkan dirimu dari sana? Oo.. Aku tahu, pasti laki-laki itu kan? Atau kalian mempunyai hubungan khusus di belakangku, ya?!" tuduh Arka kejam.


"Haa.. Apa maksud kamu berbicara seperti itu, mas?" ucap Allen bingung.


"Jangan pura-pura tuli. Aku tahu telinga kamu masih waras, honey. Kamu jelaskan saja padaku ada hubungan apa kamu dengan Hendra, haa...?" tuduh Arka pada istri keduanya.


"Mas, harus berapa kali aku ucapkan padamu. Aku sama sekali tidak memiliki hubungan dengan laki-laki lain selain dirimu!"


"Alah itu semua hanya ucapan bohong belaka. Sekarang kamu sudah pandai bersilat lidah ya, Al'..." tuduh Arka pada Allen tanpa perasaan.


Mendengar apa yang di tuduhkan suaminya pada Allen, membuat hatinya kini benar-benar marah dan kecewa ia sama sekali tidak menyangka jika suaminya akan mengucapkan hal kejam seperti itu padanya.

__ADS_1


Bahkan yang tidak masuk akal adalah tuduhan Arka, jika Allen mempunyai hubungan khusus dengan Hendra. Allen yang terbakar emosi pun lupa menjelaskan apa yang di katakan Hendra kepadanya tadi siang.


"Sekarang terserah padamu saja, mas. Kamu mau percaya atau tidak padaku! Yang jelas satu yang perlu kamu garis bawahi disini. Aku dan Hendra sama sekali tidak memiliki hubungan apapun! Aku juga bukan wanita murahan, yang sana sini mengobral cinta!" ucap Allen dengan derai air mata yang berlinang membasahi pipinya.


"Apa buktinya jika kalian memang tidak ada hubungan?" ucap Arka terus memojokan Allen.


"Aku tidak akan membuktikan apapun padamu. Biarlah Tuhan yang akan menjelaskan padamu, betapa sakitnya hatiku dengan semua tuduhanmu saat ini. Kamu memang kejam, mas!"


"Jangan kamu halangi aku untuk pergi, aku akan mendinginkan pikiranku yang sedang kacau. Ku harap kamu juga akan dapat merenungi setiap kata yang kamu tuduhkan padaku! Karena semua itu tidak benar! Sebagai seorang suami, seharusnya kamu percaya padaku. Bukan malah menuduhku yang bukan-bukan!" ucap Allen sambil berlalu pergi.


Arka pikir apa yang di ucapkan oleh Allen hanyalah gertakan untuk dirinya, dan menurutnya Allen juga tidak akan berani pergi meninggalkan dirinya. Apalagi ponsel Allen masih berada di genggamannya, sehingga Allen pasti tidak akan pergi jauh darinya.


Tanpa di sangka Allen beneran nekat, ia pergi tanpa menanyakan ponselnya pada sang suami. Ia hanya membawa tas kecil dan dompet miliknya yang biasa di bawanya pergi kemana-mana.


Hati Allen saat ini sedang tidak baik, ia hanya akan mengikuti kemana langkah kakinya pergi. Bahkan tanpa membawa apapun selain tas miliknya, Allen menangis sedih. Ia sama sekali tidak menyangka jika suaminya akan menuduhnya tanpa perasaan seperti itu.


Langkah kaki Allen kini membawanya sampai di stasiun kereta, entah kemana ia akan pergi. Ia sama sekali tidak memiliki niatan untuk pergi jauh dari suaminya. Allen naik ke dalam kereta, yang ternyata tujuannya adalah ke kota Yogyakarta. Sepanjang perjalanan yang di tempuh, Allen hanya diam membisu sambil memikirkan apa yang ia rasakan.


"Aku sama sekali tidak menyangka, kamu akan marah dan tega menuduhku begitu, mas. Tanpa kamu tanyakan dahulu padaku apa alasannya, kamu malah memikirkan egomu sendiri. Maafkan aku, terpaksa aku harus pergi meninggalkan dirimu untuk sementara waktu. Aku harap kamu akan menyadari semuanya..!" monolog Allen dalam hati, sesekali ia menyeka air matanya.


Untuk saat ini ia juga tidak memikirkan suaminya akan mencemaskan dirinya atau tidak, yang ada dalam pikiran Allen hanyalah ketenangan hati serta pikirannya.


.


.


Bersambung...


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa dukungan untuk karyaku ya. Terima kasih... Happy Realing...


__ADS_2