Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Pathner Bisnis Yang Baik


__ADS_3

.


.


"Kamu serius Ka', mempunyai dua istri? Lalu apa kedua istrimu hidup dengan damai?" cecar Wirya.


"Seriuslah, masa aku bohong! Lagian pernikahan pertama aku kan lo juga di undang, kan om?" ucap Arka balik bertanya.


"I.. Iya sih. Lalu istri kedua kamu, bagaimana ceritanya kamu bisa menikah dengannya?"


"Bukannya aku sering ngomong sama lo, ya Om. Bagaimana mungkin kamu masih belum paham juga!"


"Ya, bukan begitu. Iya gue sudah dengar semua, tapi gue sungguh penasaran dengan sosok wanita yang mau di jadikan kedua lo, Ka'." jawab Wirya penasaran. "Lagian kan lo tahu kalo gue belum pernah tuh yang namanya membina rumah tangga, jadi gue perlu banyak belajar dari lo, soal menaklukan hati wanita." imbuhnya jujur.


Arka mengangguk mengerti, tapi malah anggukan Arka di salah artikan oleh Om nya. Di kiranya Arka meledek pria tersebut.


"Ngapain ngangguk-angguk. lo ngledek gue ya, Ka'?" ucap Wirya ketus.


"Ish.. Lo itu om, baperan mulu. Bukan maksud gue meledek lo, om. Tapi gue paham, kan lo belum punya istri makanya gue paham dengan apa yang lo ucapkan." sergah Arka cepat.


"Kalo lo ngerti, boleh kali istri kedua lo buat gue aja. Gue jamin hidupnya akan bahagia bersama gue! Dia juga akan gue jadikan satu-satunya permaisuri dalam hidup gue." canda Wirya.


"Kurang ajar lo, om. Berani-beraninya ngomong begitu! Lo pikir istri gue barang, seenak jidat lo minta! Huh..." sergah Arka kesal.


"Ya kali lo dengan suka rela ngasih istri kedua lo buat gue. Gue lihat dari foto-foto yang lo kirim ke gue, dan saat kita sedang Vc, kalo istri kedua lo lebih menarik dan lebih cantik dari Renita, istri pertama lo!" cibir Wirya bahagia membayangkan seperti apa sesungguhnya wajah istri kedua ponakannya.


Arka mendengus kesal pada Om nya, yang menurut Arka nggak ada akhlak itu.


"Lo denger ya om, sekali pun lo langakahin jasad gue. Gue enggak akan rela melepaskan Allen buat lo! Emangnya nggak ada wanita lain apa?. Lagian nih ya om, dia itu bukan wanita 'gampangan' yang mau sesuka hati berpaling ke lain hati!" dengus Arka kesal.


"Lo yakin?" tanyanya ragu.


"Sangat yakin! Bahkan gue percaya padanya." jawab Arka dengan seulas senyum di bibirnya.


"Lagian hidup lo sukanya manas-manasin gue saja. Sudah tahu gue belum punya istri, tapi setiap kali kita telponan lo selalu panas-panasin gue!" ucap Wirya tak kalah kesal dari Arka.

__ADS_1


Memang om dan ponakan itu sering bertukar kabar melalui panggilan Vc, atau pun hanya sekedar bertukar pesan melalui pesan Chat.


"Ya, maaf deh om. Bukan maksudku untuk membuatmu kebakaran jenggot seperti ini, tapi gue rasa hidup gue memang amat sangat bahagia bersama wanita berambut pirang itu." Arka memuji Allen sambil mengulas senyum manisnya lagi, hatinya berbunga-bunga jika membayangkan wajah cantik Allen.


Ternyata senyuman Arka membuat Wirya semakin kesal pada sang ponakan. "Tuh kan mulai lagi..! Siapa juga yang nggak kesal kalo kamu begini. Kelakuan lo tuh sudah mirip sama budak cinta, sukanya senyum-senyum sendiri kaya orang..." cebik Wirya kesal, namun ia menghentikan ucapannya. Karena takut melukai sang ponakan.


"Terserah gue dong. Hidup-hidup gue, ngapain lo yang ribet sih, om. Kalo lo mau hidup bahagia, cari sana istri. Biar lo bisa merasakan apa artinya hidup yang sempurna dan hakiki!" cibir Arka.


Wirya hanya mendengus kesal mendengar ucapan yang di lontarkan oleh Arka. Meski apa yang di ucapkan ponakannya memanglah benar adanya, tapi Wirya masih belum menemukan calon pendampingnya di usianya yang kini hampir memasuki kepala empat.


Setelah mereka lelah berdebat, kini mereka mereka berdua membahas beberapa hal yang akan di lakukan saat meeting nanti.


Mereka juga bercengkerama sambil menunggu waktunya untuk meeting, Arka melihat arlojinya kini waktu menunjukan pukul 9.35 waktu setempat. Masih ada waktu kurang lebih 25 menit lagi untuk meeting. Saat mereka masih asyik bercengkerama, Arka teringat jika om nya sudah lama tidak berkunjung ke tanah air.


"Lo kapan mau pulang ke tanah air, om? Gue rasa lo sudah lama belum pulang lagi!" tanya Arka antusias.


"Nanti, kalo lo melepaskan istri kedua lo, baru gue akan pulang!" balasnya memulai lagi. Namun kali ini Wirya memang sangat berharap.


Mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Wirya membuat Arka naik darah lagi. Ia berdiri dari duduknya, namun sekuat hati Arka menahan emosinya. Jika tidak ia bisa menyakiti orang yang sudah membantunya mengelola perusahaannya selama ini di singapura.


"Bisa nggak sih Om jangan memancing emosiku terus! Kali ini mood ku lagi baik makanya aku nggak akan menyakiti om Wirya. Tapi ingat baik-baik ya, lain waktu jika om begini lagi, jangan salahkan jika gue marah beneran sama om, ya!" ucap Arka penuh penekanan.


"Sory deh bro, jika ucapan gue tadi menyakiti hati lo. Tapi asal lo tahu, apa yang keluar dari mulut gue. Itu semua real dari hati gue, ya!" balas Wirya jujur.


"Terserahlah..!" ucap Arka kesal.


Arka mendaratkan bokongnya di sofa empuk tempat duduknya semula, hatinya amat kesal pada om nya. Karena bisa-bisanya Wirya mengutarakan isi hatinya pada dirinya, yang masih bersetatus sah sebagai suami Allen.


Meski pun hanya menikahi wanita itu secara siri, namun Arka berjanji pada diri sendiri, jika buah hatinya sudah lahir maka ia akan segera menikahi Allen secara resmi. Karena banyak pria yang secara terang-terangan mengungkapkan hati jika mereka menginginkan istri keduanya.


Wirya mengulas senyum bahagia, karena ucapannya berhasil membuat wajah bahagia ponakannya menjadi redup. Namun kini ia menyadari jika sebantar lagi waktu untuk meeting akan segera di laksanakan, saat mereka masih sedikit perdebatan kecil. Tiba-tiba pintu ruangan Wirya di ketuk.


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk..!" ucap Wirya.

__ADS_1


Terlihat asisten Wirya masuk, ia seorang pria bernama Yuriko. Pria itu memberitahukan pada Wirya serta tuan Arka, jika mereka berdua akan segera melakukan meeting. Dan klien mereka sudah menunggu di privat room, kantor tersebut.


Wirya menyuruh sang asisten untuk menunggu kedatangan dirinya bersama Arka di ruangan privat room tersebut. Asisten Wirya berlalu dari ruangannya, Wirya dan Arka bersiap untuk menjalankan meeting untuk hari ini.


Arka berjalan di belakang Wirya sambil menenteng beberapa berkas, yang akan di perlukan dalam meeting nanti. Mereka menuju ke privat room tempat yang akan di laksanakannya meeting penting siang ini.


Wirya mengetuk pintu, lalu membukanya dengan pelan. Disana sudah ada pria yang seumuran dengannya, ia duduk menunggu kedatangan kedua pria tampan itu. Wirya menjabat tangan tuan Berto, rekan bisnis perusahaan Arka yang di kelola Wirya.


Wirya memperkenalkan Arka sebagai presdir dari perusahaan yang di kelola dirinya, yang akan menjadi rekan bisnis bagi kedua perusahaan yang di kelola masing-masing individu.


Berto antusias memperkenalkan diri pada Arka, rekan bisnisnya, begitu juga Arka sebaliknya. Berto mendengarkan semua pernyataan yang keluar dari bibir Wirya, ia mengagumi pria yang berusia lebih muda darinya. Namun rekan kerjanya sudah sukses dengan berbagai prestasi yang sangat memuaskan, bahkan bisa di bilang sangat sempurna.


Kini mereka bertiga menjalankan misinya untuk merampungkan meeting tepat waktu, kini mereka mulai membahas kerjasama yang akan di garap oleh kedua perusahaan besar tersebut.


Arka dan Wirya menjelaskan point-point penting yang harus di setujui oleh tua Berto, rekan kerja perusahaannya di singapura. Berto mendengarkan dengan bahagia penjelasan dari Arka, sesekali ia menyunggingkan senyum kepuasannya terhadap rekan bisnisnya.


Berto bahagia, ia sama sekali tidak menyangka jika Arka tuan muda yang kaya raya, akan mau menerima tawaran kerja sama dengan perusahaannya yang masih sangat jauh dari kata sempurna itu.


Namun Arka sama sekali tidak pernah memandang apa yang di miliki seseorang, siapapun itu. Baginya siapapun akan menemukan bahagia dan mengukir prestasi jika ia tekun, serta sungguh-sungguh dalam menjalankan pekerjaannya.


Antara Arka dan Berto mereka berharap jika, kerjasama perusahaan mereka akan sama-sama menguntungkan untuk perusahaan mereka masing-masing. Serta membawa perusahaan yang di pimpin mereka berdua akan lebih maju lagi kedepannya.


.


.


***Bersambung***....


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya. Happy realing...


Terima kasih juga buat yang sudah memberi dukungan, salam manis dari author...🥰🙏🏻.

__ADS_1


__ADS_2