Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Tak Percaya


__ADS_3

.


.


Arka pergi ke mansionya, ia akan menemui Dody anak buahnya yang mengatakan kepadanya akan memberitahu sesuatu pada dirinya.


Sesampainya di mansion itu, Arka langsung masuk ke dalamnya. Langkah kakinya sengaja di percepat, karena ia sangat penasaran dengan apa yang ingin di katakan anak buahnya.


Kini Arka sudah sampai di tempat dimana Dody berada. Dody menyapa hangat bos besarnya, yang sudah berada tepat di depannya.


"Selamat pagi bos." sapa Dody hangat.


"Pagi.! Ada apa kamu menyuruhku datang kesini?" ucap Arka datar.


Dody gugup, karena ucapan yang keluar dari bibir bos besarnya dalam nada yang datar. Menandakan jika ia sedang dalam keadaan tidak baik.


Dody langsung mengatakan mengapa dirinya meminta bos besarnya untuk menemuinya, ia tidak mau tuannya akan murka kepadanya.


"Sabar dulu bos.." ucap Dody terhenti. "Ehm.. begini tuan, semalam saya bersama rekan saya menangkap wanita yang hampir saja mencelakai nona muda Allen di rumah sakit tuan." ucap Dody tanpa basa-basi.


"Lalu dimana dia sekarang?" tanya Arka antusias.


"Dia sudah ada di ruangan tersembunyi tuan, kami menempatkannya di ruangan khusus." jawab Dody.


"Apa kamu berhasil mendapatkan titik terang, dari wanita itu?" ucap Arka penasaran.


Dody menganggukan kepalanya pelan, kerena memang dirinya sudah mendapatkan sebuah titik terang. Semalam ia beserta para anak buahnya sudah mengintrogasi wanita misterius yang ingin mencelakai Allen di rumah sakit.


"Iya bos, kami sudah mendapatkan titik terang dari wanita itu." ujar Dody terpotong.


"Lalu, siapa dalangnya?, jangan bilang Renita dalang di balik kejadian ini ya." tuduh Arka tiba-tiba.


Dody mengkerutkan keningnya, ia sama sekali tidak mengerti mengapa tuannya bisa menaruh rasa curiga pada istri pertamanya sendiri.


"Maaf tuan, kenapa anda bisa berpikiran buruk terhadap istri anda sendiri?" tanya Dody penasaran.


Arka keceplosan mengatakan hal yang membuat siapapun bertanya-tanya kepadanya 'Suami macam apa yang tega menuduh istrinya sendiri '. mungkin begitu pertanyaan Dody, namun ia menyimpan pertanyaan itu dalam hatinya saja.


Arka berkata seperti itu, tentu saja bukan tanpa alasan. Dirinya sedikit mencurigai Renita, karena malam kejadian itu Arka bertemu dengan Renita setelah ia pulang dari mansion. Padahal waktu itu malam telah larut, tapi istri pertamanya masih berada di area rumah sakit.


Lalu setelah itu ia mendengar dari sang daddy yang mengatakan tentang kejadian yang menimpa istri keduanya. Maka dari itu dirinya jadi menduga-duga jika kejadian yang menimpa Allen ada kaitannya dengan Renita.


"Ehm.. bukan begitu maksudku, Do." jawab Arka gugup, ia menepis pikiran jelek yang mungkin berada di benak Dody.

__ADS_1


"Lalu apa maksud anda tuan?" tanya Dody yang masih sangat penasaran.


"Sudahlah. Itu tidak penting..! Sekarang jelaskan kepadaku, siapa dalang di balik kejadian yang menimpa Allen?" ucap Arka datar.


Dody tidak mau kena semprot tuannya, ia mengatakan dengan jelas pada Arka. Tentang siapa dalang di balik kejadian ini, tapi sebelum ia menjelaskan pada tuannya.


Ia memutar flasdisk yang berisi rekaman saat ia dan rekan-rekannya mulai mengintrogasi pria dan wanita misterius itu.


Arka melihat dengan jelas isi rekaman itu, ia yakin jika Dody tidak mungkin memberikan keterangan palsu pada dirinya.


Sejenak Arka diam dan melihat dengan detail isi dari rekaman tersebut. Dari isi rekaman yang di ambil dari tempat yang berbeda mengatakan jika kedua orang misterius yang ingin mencelakai Allen, adalah suruhan orang yang sama.


"What..!" teriak Arka tak percaya, setelah ia melihat rekaman yang di putar di layar laptop.


Dody tersentak kaget, ia melihat raut wajah tuan nya yang syok berat dan tidak bisa membendung amarahnya. Setelah bosnya melihat apa isi rekaman dalam flasdisk yang sedang di putar laptop.


"Anda tidak apa-apa tuan?." tanya Dody penasaran.


Arka menganggukan kepalanya perlahan, ia mengatakan jika dirinya baik-baik saja.


Dody merasa khawatir dengan tuannya, ia bermaksud untuk menghentikan rekaman vidio yang sedang di putar dan di lihat tuannya. Namun dengan cepat Arka menghentikannya, ia memaksa Dody untuk tetap memutar rekaman tersebut sampai habis.


Dody yang tidak mau terkena masalah dari tuannya, hanya menuruti apa yang di perintahkan oleh Arka. Terlihat wajah marah Arka saat itu, ia mengepalkan tangannya di atas meja.


Ia menemui mereka berdua dengan maksud untuk menanyakan apakah benar mereka di suruh oleh dalang yang sama, seperti pengakuan mereka berdua yang berada di rekaman flasdisk.


"Antar aku menemui mereka berdua." ucap Arka tegas.


"Baik tuan, saya akan mengantar anda." balas Dody.


"Mari, Tuan..." titah Dody.


Arka mengikuti kemana langkah Dody, ia membuntutinya di belakang. Dody menuruni tangga, menuju ke ruang bawah tanah, disana lah kedua orang misterius itu di tahan. Hingga Dody berhenti tepat di dua ruangan yang terpisah, disana terlihat lumayan gelap. Hanya lampu remang-remang yang menerangi ruangan itu.


Disana terlihat satu orang pria, yang tangannya masih terborgol. Mereka berdua sengaja di tempatkan di ruangan yang terpisah, tujuannya agar mereka tidak saling mengobrol. Dan satu orang wanita di ruangan yang lainnya, juga tangannya di borgol serta mulutnya di tutup dengan kain. Karena si wanita yang terus berteriak, membuat siapapun yang mendengar membuat telinganya menjadi sakit.


Arka meminta Dody untuk membuka ruangan yang ada seorang wanita. Dody mematuhi perintah tuannya, namun sebelum ia membuka pintu ruangan tersebut, ia menyuruh rekan yang lain untuk memperketat penjagaan. Agar tidak terjadi sesuatu hal yang buruk, menimpa mereka semua.


Setelah semua berjaga pada posisi dan tempat masing-masing, Dody membuka gembok yang mengunci pintu besi ruangan si wanita misterias itu berada.


Arka masuk ke dalam ruangan tersebut, ia memperhatikan wanita itu dengan seksama. Ia mengingat kembali pesan yang di kirimkan daddy nya yang mengatakan jika wanita yang ingin membahayakan Allen, memiliki tahi lalat di area dekat telinga. Meski wanita itu mengenakan masker namun Gio masih bisa melihatnya meskipun samar.


Arka ingin memastikan jika yang di ucapkan daddy nya benar adanya, makanya ia menyuruh Dody membuka mulut si wanita misterius tersebut. Ia ingin melihat dengan pasti raut wajah wanita yang ingin mencelakai istri keduanya di rumah sakit.

__ADS_1


"Buka, penutup mulut wanita ini. Dody." ucap Arka tiba-tiba.


"Baik tuan.." balas Dody cepat.


Tanpa banyak pertanyaan Dody membuka kain penutup mulut yang menutupi mulut wanita tersebut.


Arka tercengang saat melihat wanita di depannya, benar seperti yang daddy nya ucapkan dalam pesan singkat tadi pagi kepadanya.


~"Berarti ucapan daddy benar, wanita ini sama persis seperti yang di ucapkan daddy dalam pesan singkat yang di kirimkannya"~ Arka membatin.


Arka mengintrogasi wanita tersebut, ia mulai menayakan satu per satu pertanyaan yang sudah tersusun di otaknya. Wanita itu menjawab dengan singkat, setelah Arka memberi ancaman kepadanya.


Sementara si pria yang berada di ruangan yang berada di ruangan yang lain mulutnya komat-kamit. Entah apa yang di ucapkannya, yang jelas pria misterius yang membekap mulut Allen dengan obat bius itu merasa ketakutan jika rekan wanitanya akan memberitahukan siapa dalangnya.


"Siapa yang membayar kamu untuk menyelakai Allen istriku!" bentak Arka kesal.


Awalnya wanita itu enggan memberitahu Arka dan anak buahnya, tapi mereka berdua terus mendesak wanita tersebut hingga ia mengatakan 'Tuan Nando'. Hanya itulah kata yang keluar dari bibir wanita berambut ikal tersebut.


"Apa..??" teriak Arka dan Dody.


~"Jika Nando benar-benar dalangnya, berarti anggapanku terhadap Renita adalah salah. Tapi jika itu benar adanya, lalu ada dendam apa pria itu pada Allen?. Atau dia.... menaruh dendam kepadaku—"~ batin Arka.


Sementara pria misterius yang berada di ruangan yang lain mengepalkan tangannya, ia meruntuki kebodohan rekan wanitanya, 'Dasar bodoh, kenapa kamu malah bilang siapa yang menyuruh kita.! Bisa-bisa kita mati di tangan tuan Nando. Dasar pengkhianat...!!' sesal pria misterius itu dalam hati.


"Apa yang kamu ucapkan itu benar?. Jangan main-main sama bos kami. Atau kamu akan tanggung resikonya.!" bentak Dody.


Wanita itu hanya menganggukan kepalanya perlahan, ia tidak ingin ucapan yang keluar dari bibirnya lebih meracau lagi. Hatinya gelisah, saat kata-kata itu keluar begitu saja dari bibirnya.


.


.


***BERSAMBUNG***....


.


.


.


**Jangan lupa like, komen, dan favoritnya ya.


Author tetap setia menunggu dukungan dari pembaca semua, Terima kasih juga yang sudah kasih dukungan pada Author**...

__ADS_1


__ADS_2