Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Ternyata


__ADS_3

.


.


Dengan langkah cepat para anak buah Arka membawa Nando, pria yang di sebut sebagai dalang pembekapan Allen. Arka yang selalu mengawasi para anak buahnya tersenyum menyeringai karena berhasil menemukan pria itu tanpa harus bersusah payah.


"Bagus.. Kamu memang bisa di andalkan Atika. Aku suka dengan kerja kerasmu. Kamu sudah berhasil menunjukan siapa pria ini, tanpa aku harus bersusah payah terlebih dahulu. Aku akan membayarmu sesuai yang aku janjikan kepadamu, Atika." monolog Arka dalam hati.


Arka sudah tidak sabar lagi untuk mengintrogasi dalang dari pembekapan istri keduanya, hingga membuatnya kritis hingga sampai saat ini. Pria itu kini sudah berada di genggamannya, ia berpikir akan mudah mengungkap segalanya.


Namun rupanya hal yang tidak di inginkan terjadi, terlihat di belakang mobil yang membawa Nando ada satu mobil putih yang di kemudikan anak buah Nando yang mengikuti mobil mereka.


"Sial.. kenapa mereka selalu mengikuti mobil kita!" umpat Arka kesal.


"Sepertinya di dalam mobil itu ada anak buah Nando, tuan. Seprtinya mereka ingin membebaskan tuannya." balas Sopir Arka.


"Ini tidak bisa di biarkan." ucap Arka.


"Serahkan saja tugas ini pada kami tuan, anda tenang saja." ucap sang sopir yang mengemudikan mobil yang di tumpangi oleh Arka.


"Baiklah aku mengandalkan kerja kalian, lakukanlah sebaik mungkin." bala Arka.


Sopir Arka tersenyum pada tuannya, sebagai balasan dari ucapan yang di ucapkan oleh Arka.


Anak buah Nando ingin sekali membebaskan tuannya, Arka mengepalkan tangannya karena kesal. Arka menyuruh anak buahnya untuk memacu kendaraannya lebih cepat lagi. Mereka juga mengambil beberapa strategi, agar orang suruhan Nando kehilangan jejak dan berhenti mengikuti mobil yang membawa Nando.


Tepat di pertigaan yang tajam, mobil yang di tumpangi Arka menghadang anak buah Nando. Sementara mobil yang membawa Nando pergi begitu saja, meninggalkan rekan yang sedang menghalau anak buah Nando.


Setelah anak buah Nando berhasil di kalahkan, Arka menyuruh anak buahnya mengikuti mobil yang membawa Nando. Mobil tersebut berjalan menuju ke mansion utama Arka yang letaknya lumayan jauh dari mansion tempat Atika berada tadi sebelum ia menemui bos besarnya.


Atika di bawa kembali ke mansion tersebut, untuk mendapatkan hukuman selanjutnya dari para anak buah Arka seperti yang sudah di sepakati.

__ADS_1


Mobil yang di tumpangi oleh Arka juga membuntuti mobil yang membawa Nando tepat di belakang mobil tersebut. Mobil mereka berjalan beriringan, hingga setelah menempuh perjalanan yang panjang mereka akhirnya sampai di tempat yang mereka tuju yaitu mansion utama.


Dody Cs membawa Nando yang tangannya masih terborgol, pria itu terus meronta. Meminta untuk di lepaskan, dari mulutnya juga keluar kata-kata kasar. Ia mengumpat Arka dengan penuh kebencian. Namun Dody dan rekan yang lainnya tetap membawanya masuk ke dalam mansion di sudah terbuka pintunya lebar-lebar.


Dody mendudukan Nando tepat di kursi yang berada dalam ruangan sempit, disana lah Nando akhirnya harus di adili dan di introgasi oleh Arka beserta para anak buahnya.


"Jelaskan padaku, ada dendam apa kamu sampai harus menyakiti Allen istriku!" bentak Arka pada Nando.


Nando bukannya takut dengan bentakan Arka, ia malah tersenyum penuh kebencian melihat Arka. Lalu ia membalas pertanyaan Arka dengan umpatan pedasnya.


"Hem... Sebegitu pedulikah anda pada Pelakor itu, hingga anda rela mengorbankan wanita yang sudah menemani anda beberapa tahun ini!, Sungguh Miris..!" balas Nando datar.


Arka terpancing emosi nya, kala pria di hadapannya menyebut Allen sebagai pelakor. Tanpa pikir panjang ia melayangkan beberapa pukulan tepat mengenai wajah Nando hingga babak belur.


"Kurang ajar!. Beraninya kamu menjawab pertanyaanku seperti itu dan kamu juga sudah berani mengumpat istriku.!" ucap Arka kesal.


"Memangnya kenapa?, memang begitu kenyataannya kan. Anda memilih gadis kampungan itu, dari pada istri sah anda, lalu mengabaikan istri pertama anda? demi wanita yang tidak jelas asal usulnya." balas Nando.


"Tentu saja ini urusanku!. Karena anda sudah menyakiti wanita yang—." jawabnya santai, namun ia menghentikan ucapannya. Ia tidak mau Arka menaruh curiga tentang hubungannya dengan Renita, ia juga sudah berjanji pada wanita yang selama ini memberinya kebahagiaan, bahkan melebihi seorang sahabat.


"Apa maksud kamu?. Kenapa ucapanmu terhenti, ada rahasia apa kamu dengan Renita. Apa dia juga yang sudah menyuruk kamu?!" tanya Arka datar.


"Hey.. tolong jaga mulut anda. Jangan bawa-bawa nama Renita, dia sama sekali tidak tahu apa-apa. Ini semua Real keinginanku untuk menyakiti wanita kesayangan anda itu. Karena aku ingin tahu seberapa besar rasa cinta anda pada gadis itu. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan Renita!" jawab Nando kesal.


"What.! Beraninya kamu membentakku, dan berkata begitu padaku ya." sahut Arka marah


"Memangnya kenapa?, anda pikir aku takut pada anda!" balas Nando.


Arka menggelengkan kepalanya, ia sama sekali tidak percaya jika pria di depannya berani berkata kasar dan membentak dirinya.


Ia sejenak berpikir, apakah pria tersebut sangat lah dekat dengan istri pertamanya. Sehingga ia mengetahui tentang buhungan Arka dan Allen sampai sejauh ini.

__ADS_1


Arka yang mulai kesal memundurkan dirinya beberapa langkah, ia tidak mau kesabarannya habis hanya untuk meladeni pria seperti Nando.


Arka di kagetkan oleh anak buahnya, yang memberi pernyataan tentang Nando yang sangat mengejutkan untuk dirinya. Ternyata Nando adalah seorang mafia berdarah dingin, ia tidak segan untuk melukai siapa pun yang berani mengganggu miliknya. Ia bahkan melakukan permainan dengan cantik, sehingga para korbannya tidak akan menyadarinya. Seperti yang di lakukannya pada Allen, istri pertama Arka.


Arka juga baru mengetahuinya saat itu juga, karena sebelumnya memang ia tidak pernah ingin mengetahui lebih jauh pria yang dekat dengan Renita. Awalnya Arka pikir Nando adalah hanya orang biasa.


"Tuan lihatlah ini." bisik Dody tiba-tiba pada Arka.


Ia memperlihatkan sebuah gambar pada Arka yang ada pada layar berbentuk pipih milik Dody. Disitu ada gambar Nando dan tertulis pula jika FERNANDO ALEXIO adalah seorang mafia berdarah dingin.


Arka tercengang, ia menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang di lihatnya di layar ponsel pintar milik anak buahnya. Karena Arka tidak percaya dengan yang di lihatnya pada ponsel Dody, ia kemudian membuka layar ponselnya sendiri.


Disana tertulis jika Nando adalah seorang DPO, yang keberadaanya tengah cari-cari oleh polisi. Arka punya pikiran ingin menemui Renita, ia ingin menanyakan segala tentang Nando agar rasa penasaraannya dapat hilang.


"Jadi selama ini Renita berteman dengan seorang mafia berdarah dingin!" monolog Arka dalam hati.


"Jalankan hukuman untuk pria ini, sebelum akhirnya kita membawanya ke kantor polisi." titah Arka pada Dody Cs.


Arka meminta Dody Cs untuk memberi hukuman pada Nando. Kerena pria itu sudah lancang sampai menyebabkan Allen kritis hingga kini.


.


.


***BERSAMBUNG***....


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, author mohon dukungannya. Jangan lupa like, komen, Favorit, juga Vote nya ya. Terima kasih...


__ADS_2