
.
.
Renita menghampiri suaminya, ia bergelayut di lengan sang suami dengan manja. Ia juga menyingkirkan tangan suaminya yang sedang merangkul mesra bahu Allen.
Renita meminta penjelasan pada Arka apakah dirinya menyanggupi permintaan sang mommy.
"Bagaimana mas, apa kamu sudah memutuskan untuk pulang bersamaku, seperti apa yang mommy katakan tadi?" tanya Renita penasaran.
Arka melirik ke arah istri keduanya, seolah meminta izin. Allen mengerti dengan isyarat yang di berikan suaminya, ia hanya menganggukan kepalanya perlahan.
Setelah Arka mendapat anggukan dari Allen, ia mulai membuka suaranya pada Renita dan kedua orang tuanya.
"Baiklah aku akan pulang bersamamu malam ini!" balas Arka datar.
"Baguslah.. Ayo kita pulang sekarang mas!" ajak Renita gugup.
"Kenapa terburu-buru sih Ren?, ini masih pukul 8 malam." ucap mommy.
Daddy Gio mengedipkan sebelah matanya kepada sang istri dengan genitnya, ia juga memberi pengertian pada istrinya.
"Sudahlah mom, biarkan saja kenapa sih. Mungkin saja Reni kangen pada Arka." celetuk daddy sambil tersenyum.
Allen hanya tersenyum mendengarkan gurauan daddy mertuanya, sedangkan Arka yang terlihat kesal malah mengerucutkan bibirnya.
~Mungkin saja Reni kangen padaku, tapi aku tidak.! Jika saja Allen tidak memintaku untuk pulang ke rumah Reni, aku juga malas kesana.~ batin Arka kesal.
Arka yang sedang bermonolog ria dalam hatinya, tersentak kaget saat Allen menyuruhnya pulang ke rumah istri pertamanya.
"Sudahlah mas Arka, kamu pulang saja bersama mba Reni. Nanti kemalaman, lagian kamu kan besok pergi bekerja. Nanti kamu bangunnya kesiangan lagi." ucap Allen menasehati suaminya.
"Benar kata Allen, nak. Ya sudah sana kamu pulang bareng Reni, lagian kamu kan masih bisa menemui Allen kapan pun!" sahut Gio membenarkan Allen.
Mendengar daddy nya membela Allen, Arka menatap jenuh daddy nya yang tidak memihaknya. Arka mengikuti permintaan Reni untuk pulang bersamanya.
"Ya sudah dad.. mom.. aku pulang dulu ya." ucap Arka pada kedua orang tuanya sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
Arka juga menghampiri Allen untuk berpamitan pada dirinya dan juga calon buah hatinya. Arka mengelus pelan perut istri keduanya,
~" Hallo jagoannya ayah. Ayah pergi dulu ya, ayah pasti akan kembali lagi. Kamu jangan nakal ya, juga jagain bunda ya."~ sapa Arka hangat pada calon buah hatinya.
Renita kesal dengan suaminya yang menurutnya mengulur waktu, ia menarik tangan Arka dengan kasar.
__ADS_1
"Ayo mas, kita pergi. Lagian kamu hanya pulang ke rumahku saja. Lagian cuma 20 menit saja kamu menempuh perjalanan, setelah itu kamu bisa sampai disini lagi." rengek Renita.
"Sebentar lagi kenapa sih. Lagian aku sedang pamitan pada Allen dan juga calon buah hatiku!" balas Arka kesal.
Renita kesal dan kesabarannya mulai habis menghadapi sikap Arka hanya membalas ocehan Arka dengan kata,
"Cihh" kesal Reni sambil memonyongkan bibirnya yang seksi.
Kedua orang tua Arka hanya memandangi putra mereka yang sedang berdebat dengan istri pertamanya. Mereka geleng-geleng kepala melihat tingkah Arka dan Renita yang berlawanan arah itu.
"Sudahlah mas, lebih baik kalian jalan sekarang. Nanti kemalaman." nasehat Allen.
"Baiklah, aku pulang sekarang. Jaga dirimu baik-baik Allen!" ucap Arka yang tangannya sudah di tarik oleh Reni.
"Iya mas Arka." balas Allen pada Arka yang sudah jauh dari pandangannya.
"Mommy.. daddy.. kalian harus menjaga Allen dengan baik ya." ucap Arka sambil berlalu meninggalkan mereka bertiga.
"Baik nak.." sahut mommy dan daddy bersamaan.
Allen memandangi punggung suaminya bersama istri pertamanya yang sudah menjauh dari pandangan matanya. Allen mencoba tidak terlalu memikirkan mereka berdua, ia tidak mau pikirannya menjadi stres.
Allen sadar ada anak dalam kandungannya, Allen menguatkan diri untuk selalu tegar. Kedua orang tua Arka memandangi menantu keduanya yang terlihat agak murung.
Mommy dan daddy mertuanya mengajak Allen bercengkerama agar Allen bisa melupakan Arka walau hanya sejenak.
Arka mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, membelah jalanan ibukota yang malam itu mulai lengang karena waktu memang sudah malam. Dalam hatinya masih enggan untuk meninggalkan Allen istri keduanya.
Arka memilih fokus menjalankan mobilnya, tanpa banyak berkata. Meski sesekali Renita mengajaknya berbicara, tapi pandangan Arka tetap fokus ke depan.
Jika pria lain akan memandangi wanita yang sangat cantik dan seksi seperti Renita, Arka malah menyia-nyiakan kesempatan ini. Entahlah apa yang berada dalam pikirannya, ia bahkan sama sekali tidak memandangi wajah cantik istri pertamanya yang aduhai dan sangat seksi itu.
Wajar lah Renita kan seorang model, jadi kemana pun dia pasti tidak luput dari yang namanya make up dan pakaian yang seksi.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit lamanya, mobil Arka sampai di halaman rumah Reni. Arka menghentikan mobilnya, namun saat Reni hendak membuka pintu mobil untuk turun ia kesal karena sang suami enggan bergeming dari kursi kemudinya.
Reni yang kesal menarik tangan Arka, lalu memakinya.
"Mas, ayo kita turun. Apa kamu masih betah di dalam mobil!" bentak Reni saking kesalnya.
"Hm" jawab Arka datar.
"Heeh!" kesal Reni sambil menggertakan giginya, karena kesal dengan jawaban sang suami.
__ADS_1
~Sabar Ren, ini baru permulaan. Yakinlah kamu pasti bisa merebut Arka dari pelakor itu~ batin Reni menyemangati dirinya sendiri.
~Kali ini aku akan mencoba lebih lembut pada mas Arka tanpa emosi, semoga saja mas Arka akan luluh lagi kepadaku seperti dulu lagi. Semoga saja kesabaran ku luas dan tak terbatas.~ monolog Reni dalam hatinya.
Reni turun dari mobil terlebih dulu, setelah itu ia membuka pintu samping kemudinya. Reni menarik pelan tangan suaminya, dan mengajaknya masuk ke dalam rumahnya.
"Mas ayo kita turun, kita beristirahat. Lagian kan kamu besok harus pergi ke kantor." ajak Reni lembut.
Tanpa banyak bicara Arka turun dari mobilnya dan mulai mengikuti langkah istri pertamanya masuk ke dalam rumah. Arka langsung menuju ke kamar dan merebahkan diri, hingga tak butuh waktu yang lama Arka pun tertidur pulas.
Berbeda dengan Reni, ia malah kesal dengan tingkah laku suaminya yang tidur terlebih dulu meninggalkan dirinya.
~Percuma saja pulang kesini mas, jika ujung-ujungnya kamu tidur. Bagaimana aku bisa mendapatkan nafkah batinku dari kamu, jika kamu malah mengabaikan aku!~ monolog Renita pelan.
Tidak kurang akal Reni mencoba melepaskan kancing baju sang suami, lalu Reni mulai meraba dada bidang suaminya dan area sensitifnya milik Arka. Berharap jika birahi sang suami akan bangkit, ia juga berharap Arka akan memberikan nafkah batin kepadanya.
Arka yang merasa tidurnya terusik membuka matanya perlahan, ia menahan amarahnya pada Reni yang mencoba membangunkan dirinya.
Arka mencoba memberi pengertian pada istri pertamanya, karena malam ini tubuhnya terasa sangat lelah. Arka menolak dengan halus permintaan istri pertamanya, ia juga meminta maaf pada Reni.
"Maafkan aku sayang, tidak untuk malam ini. Karena tubuhku sangat lelah, aku harap kamu dapat mengerti." tolak Arka halus.
Reni mengepalkan tangannya karena kesal dengan penolakan sang suami malam ini, ia menahan malu karena usahanya gagal.
Namun bukan Renita namanya, jika ia menyerah begitu saja. Ia akan tetap berusaha dan membalas penolakan sang suami dengan senyuman.
"Baiklah mas, aku mengerti. Maaf jika aku sudah mengganggu waktu istirahat kamu, aku juga akan menunggu sampai kamu memberikan kewajibanmu kepadaku." balas Reni pelan.
"Terima kasih atas pengertian kamu sayang, aku tidur dulu ya. Good night.." ucap Arka.
"Night.. sayang, baiklah selamat beristirahat." balas Reni sambil memaksa tersenyum.
Melihat istri pertamanya tersenyum, Arka menjadi lebih tenang. Karena ia pikir jika Reni akan marah dan memaki dirinya, saat Arka menolak permintaan istri pertamanya. Biasanya Reni akan marah jika keinginannya tak terpenuhi, bahkan tak jarang emosinya akan memuncak.
.
.
***BERSAMBUNG***...
.
.
__ADS_1
.
Author masih setia menunggu dukungan dari kalian ya, jangan lupa like, komen, dan juga vote ya. Terima kasih🙏🏻🙏🏻.