Istri Simpanan CEO Arogan

Istri Simpanan CEO Arogan
Ada Yang Janggal


__ADS_3

.


.


Tanpa banyak percakapan lagi Arka menarik lengan istrinya untuk segera pergi dari rumah tersebut. Berbagai pikiran bergelayut dalam benaknya, ingin rasanya Arka segera mencecar wanitanya dengan berbagai pertanyaan. Namun ia tidak mau membuat keributan di dalam rumah orang lain.


Arka membawa Allen ke dalam mobilnya, ia mulai mengarahkan sang sopir untuk melajukan mobilnya hingga sampai di hotel tempat dirinya dan sang istri akan menginap malam ini.


Sepanjang perjalanan baik Allen maupun Arka hanya saling diam tanpa sepatah kata pun yang terucap dari bibir mereka berdua. Allen hanya memandangi ke arah kaca mobilnya, ia mencoba untuk menikmati pemandangan kota Jogja di malam hari.


Dalam hatinya kecilnya ada rasa bahagia, namun ia tahu pasti jika setelah ini pasti sang suami akan mencecarnya dengan berbagai pertanyaan. Dan Allen berharap jika sang suami tidak akan menyakiti fisiknya lagi, seperti yang sudah-sudah.


"Di sisi lain malam ini aku bahagia dapat menikmati pemandangan kota ini. Dengan gemerlapnya kota ini seolah dapat mengurangi beban pikiranku. Namun di lain hati aku sedih, pasti setelah ini mas Arka akan marah-marah kepadaku seperti tadi siang." monolog Allen dalam hatinya, ia sedih saat mengingat kemarahan sang suami.


Sesekali Arka melirik ke arah istri tercintanya, Allen menahan bulir bening di pelupuk matanya agar tidak terjatuh. Namun Arka masih enggan mengatakan sesuatu pada istrinya, karena ia tahu pasti nantinya yang ada hanya perdebatan lagi. Ia merasa tidak enak jika sopirnya mendengar perdebatan mereka berdua.


Arka menelan salivanya kasar, saat ia melihat lekuk tubuh Allen yang mengenakan dres selutut berwarna purple yang membentuk tubuh indah istrinya. Meski perut Allen kini mulai membuncit, namun Allen tetap cantik menggunakan pakaian yang di pinjamnya dari Neysa, sepupunya.


Merasa ada yang aneh Arka menanyakan pakaian yang di kenakan oleh istrinya, karena seingatnya Allen pergi tanpa membawa baju atau perlengkapan apapun.


"Pakaian siapa yang kamu kenakan? Seingatku kamu kan tidak membawa apapun dari rumah tadi siang?" cecar Arka penasaran.


Mendengar pertanyaan dari sang suami, entah apa yang di rasakan oleh Allen. Ia berpikir suaminya mulai menaruh kecurigaan padanya lagi. Meski malas namun Allen berusaha untuk menjawab pertanyaan sang suami dengan sejujur-jujurnya.


"Em.. Ini...?" ucap Allen sambil menunjuk ke arah pakaian yang di kenakannya. "Ini baju mba Neysa, aku meminjamnya. Tapi baju ini masih baru dan belum pernah di pakainya sama sekali." jelas Allen memberi jawaban sang suami.


Bukan tanpa alasan Allen berkata seperti itu kepada suaminya, Allen tahu pasti suaminya tidak suka jika Allen memakai baju orang lain apalagi yang sudah pernah di pakai oleh pemiliknya. Karena Arka memang tidak suka.


"Hem.. Dari mana kamu tahu baju itu sudah di pakainya atau belum oleh pemiliknya? Kamu kan sama sekali tidak mengetahuinya secara pasti!" cibir Arka dengan raut wajah kesal.


"Aku tahu... Karena sebelum aku mengenakan baju ini, tadi baju ini masih tersegel dengan baik! Mba Neysa juga tadi mengatakan seperti itu, padaku." jawab Allen tanpa ragu.


"Apa kamu yakin?"

__ADS_1


"Aku yakin!" jawab Allen cepat. "Dan apa yang kamu ucapkan itu benar sekali, mas. Karena aku tidak mengetahui dengan pasti! Sama seperti aku yang kamu ikat secara sepihak. Awalnya aku kira kamu belum memiliki istri, makanya aku tidak keberatan meski kamu jadikan istri siri. Dan bodohnya aku! Aku kira kamu adalah laki-laki yang baik. Tapi nyatanya aku tertipu dengan ketampanan kamu saat itu yang sangat meyakinkan bagiku!" cerocos Allen yang sudah kepalang emosi dengan sesekali ia mengusap air mata yang membasahi pipinya.


Setelah ia mendengar apa yang di ucapkan oleh istri keduaanya, Arka melotot tak percaya, ia mengepalkan tangannya di atas pangkuannya. Hatinya bergemuruh, terasa sakit bagaikan tersayat belati yang sangat tajam.


Meski apa yang di ucapkan oleh Allen semuanya adalah benar, namun ia sama sekali tidak pernah menduga jika Allen berani mengatakan hal seperti itu kepadanya.


Arka menarik nafasnya kasar, namun ia tidak akan menggunakan tangannya untuk menyakiti istri keduanya. Ia sudah berjanji pada sang mommy untuk tidak menyakiti Allen, sebelum kepergiannya saat Arka hendak menyusul Allen tadi siang.


"Terserah apa katamu, honey.. Aku tidak peduli! Meski aku sama sekali tidak menangkis apa yang kamu ucapkan. Dan semua yang kamu ucapkan memang benar adanya, tapi aku tidak akan marah. Tapi aku tidak akan mengotori kedua tanganku ini, untuk menyakitimu lagi. Aku sudah berjanji pada mommy untuk membawamu pulang dalam keadaan baik, dan tanpa terluka sedikit pun!" batin Arka dalam hatinya.


Tanpa membalas ucapan Allen dengan sepatah kata pun, Arka mencoba menyandarkan kepalanya di sandaran jok mobilnya sambil sesekali ia melirik ke arah Allen yang tampak acuh kepadanya.


Setelah Allen mengatakan hal yang menohok perasaan sang suami, ia memilih bungkam dan tanpa berkata apa-apa lagi. Ia berharap jika sang suami akan segera membalas ucapannya, namun nyatanya harapannya nihil. Suaminya hanya diam membisu, bahkan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


🍂🍃🍂


Siang ini setelah Arka mencari-cari Allen di rumah Hendra, namun ia tidak mendapati istrinya disana. Arka mendapatkan panggilan dari orang suruhannya yang di tugaskan olehnya untuk selalu membuntuti istri keduanya.


Arka yang di landa kepanikan, ia memutuskan untuk langsung pulang ke rumah orang tuanya. Sesampainya ia di rumah, Arka langsung bergegas ke kamarnya. Arka mengambil sebuah koper yang tidak terlalu besar, ia memasukan beberapa pakaian miliknya juga pakaian milik Allen.


Arka turun dengan langkah terburu, ia akan menyusul sang istri yang pergi meninggalkannya tanpa izin darinya. Entah apa yang ada di pikiran Allen, sehingga ia pergi begitu saja tanpa memberitahu Arka.


Sesampainya Arka di lantai bawah, Arka menemui sang mommy yang sedang duduk santai di ruang keluarganya. Ros merasa ada yang aneh pada putranya, ia juga merasa ada yang berbeda karena semenjak kepulangannya dari kantor, ia sama sekali belum melihat anak menantunya.


Biasanya jika Ros pulang, Allen akan segera menemuinya di ruangan tersebut. Namun kali ini Ros merasa ada yang janggal, karena Allen belum menemui dan menyapanya.


Ros masih berpikiran positif thinking, "Mungkin saja Allen masih berada di kamarnya. Apa ia kelelahan karena menjalankan tugasnya untuk membantu Arka?" gumamnya dalam hati Ros.


Namun hal mencengangkan terjadi di depan matanya, saat Arka menemuinya dan membawa sebuah koper. Ros yang merasa ada yang aneh dan penasaran, mulai memberondong putranya dengan berbagai pertanyaan yang menggelayuti hatinya.


"Arka kamu mau kemana, nak? Kenapa kamu terburu-buru begitu? Kenapa juga kamu bawa-bawa koper? Kemana kamu akan pergi? Lalu Allen mana, kenapa ia tidak menemui mommy disini?!" ucap Ros sambil mencari keberadaan anak menantunya.


Arka duduk di sebelah sang mommy, ia menarik nafas panjangnya lalu di hembuskannya perlahan. Arka mulai menjawab satu per satu pertanyaan dari sang mommy, meski Arka tahu mommy nya pasti akan syok jika mendengar penjelasan darinya. Namun ia juga tidak mungkin berbohong pada mommy yang selalu di sayanginya.

__ADS_1


"Mom.. Aku pamit untuk pergi ke kota Yogyakarta, ya. Kepergianku tidak akan lama kok." pamit Arka pada mommy nya.


Ros memicingkan matanya, rasanya ada yang mengganjal di hatinya. Menurutnya putranya di kantor tidak ada masalah, lalu kenapa Arka harus pergi ke kota Yogyakarta.


"Ada acara apa kamu pergi kesana, nak? Kenapa dadakan begini, sih? Lalu Allen..." ucap Ros terhenti saat Arka mencoba menenangkan dirinya.


"Mom.. Arka minta maaf pada mommy sebelumnya jika aku tidak berterus terang pada mommy. Allen.. Allen pergi, mom!" ucap Arka sambil menggenggam tangan mommy nya.


"Apa?! Apa yang sudah kamu lakukan kepadanya, sehingga Allen pergi? Apa kamu menyakitinya?" tanya Ros karena syok berat.


Arka menjelaskan apa yang telah terjadi pada dirinya dan sang istri. Arka rasa sudah sewajarnya sang mommy harus mengetahui tentang hal ini. Ia tidak mau mommy nya akan menyalahkan dirinya, jika terjadi sesuatu pada istri keduanya.


"Maaf mom, aku memang telah menyakiti hatinya tadi siang. Karena aku melihatnya sedang berduaan dengan Hendra, tapi aku sama sekali tidak menyangka jika dirinya akan pergi dari rumah." jawab Arka penuh sesal.


"Lalu.. Apa kamu yakin Allen pergi ke kota tersebut? Jika nanti terjadi sesuatu padanya bagaimana? Apa kamu sudah menghubunginya?" cerocos Ros menyesali tindakan putranya.


.


.


Bersambung...


.


.


.


**Jangan lupa dukungannya untuk karya novelku ya...


Terima kasih banyak yang sudah memberikan dukungan untuk karyaku..


Happy Realing, para pembaca semua**...

__ADS_1


__ADS_2